Gio dan juga mamanya, baru saja selesai makan siang di Cafe yang tak jauh dari kantornya dan mereka memilih tempat private di Cafe tersebut. Mama Mita sengaja datang ke kantor untuk mengajak anaknya makan siang bersama dan ada hal lain juga yang ingin mama Mita bicarakan pada anaknya.
"O iya, mama kenapa gak bilang dulu kalau mau datang ke kantor tadi?" tanya Bagas
"Jadi kalau mama mau ke kantor kamu, mama harus laporan dulu gitu?!" mamanya malah balik bertanya dengan nada kesal.
"Bukan gitu mam.. maksud Gio, kalau mama datang ke kantor terus Gio gak ada di kantor bagaimana? kan kasian mama Uda jauh-jauh datang dari rumah ke kantor Gio." jawab Gio dengan lembut.
"Mama tuh kangen sama kamu, habisnya kamu tuh bohong sama mama. Katanya pulang dari Jepang kamu bakalan pulang kerumah.. tapi mama tunggu-tunggu, kamu gak datang juga." jawab mamanya dengan wajah cemberut.
Gio menghela nafas pelan, mama nya selalu saja seperti ini, kalau dirinya tidak bisa menepati janjinya.
"Maafin Gio mam.. akhir-akhir ini Gio sangat sibuk, jadi belum sempat pulang kerumah." ucap Gio sedikit menyesal. Gio pun memegang kedua tangan wanita yang sangat ia sayangi, kemudian Gio mencium punggung tangan mamanya.
"Oke Mama maafin kamu." ucap mama Mita sembari menghela nafasnya pelan. Dirinya paling tidak bisa marah lama-lama dengan anak semata wayangnya. "Kenapa kamu gak tinggal dirumah sih sayang? kenapa harus tinggal di Apartemen.." tanya Mamanya.
"Mama kan tahu, jarak rumah mama ke kantor itu jauh banget. Makanya Gio lebih milih tinggal di apartemen yang tak jauh dari kantor." jawab Gio jujur, karena memang jarak rumah orangtuanya ke kantor ADIJAYA GRUP sangat jauh, ya sekitar satu jam baru akan sampai kantornya.
"Gio makanya kamu cepat nikah, biar Mama gak kesepian." ujar mamanya.
"nikah? apa hubungan nya mam.. kalau Gio nikah agar mama tidak kesepian."
"kamu tuh emang gak tahu atau pura-pura gak tahu sih?!" tanya mama Mita kesal, anaknya itu emang kurang peka.
"Gio.. kalau kamu nikah, pasti mama ada temannya dirumah, istri kamu. Terus.. kamu berikan mama cucu sama istri kamu, biar entar mama yang jaga anak kamu, agar mama gak kesepian lagi dirumah.." ucap mama Mita menjelaskan.
"Sabar ya mam.. saat ini Gio belum kepikiran untuk nikah." Gio menatap mamanya sembari tersenyum.
"Iya, tapi kapan nak.. umur kamu sudah 29 tahun, dan gak lama lagi mau kepala tiga." tutur sang mama. "Apa perlu mama jodohin dengan anak teman arisan mama? mereka semua cantik-cantik Lo sayang.."
"Mam please.. Gio gak mau di jodohin. Biar Gio yang mencari calon istri Gio sendiri mam, entar kalau sudah menemukannya langsung Gio kenalin ke mama." protesnya yang tak ingin mamanya menjodohkan nya.
"Mau kamu kenalin dengan wanita yang mana? dengan pacar-pacar kamu yang suka meras uang kamu doang?!" tanya mama mulai emosi pada anaknya itu. "Ingat Gio, mama gak akan setujuh kalau kamu sampai menikah dengan salah satu pacar kamu yang matre dan genit itu." ucap mama tegas.
Bagas hanya bisa menghela nafasnya, melihat mamanya Uda sangat kesal padanya.
"Mam.. kenapa mama dari dulu tidak pernah suka dengan salah satu dari mereka..?" tanya Gio penasaran.
"Mereka semua itu tidak tulus mencintai kamu Gio..wanita seperti mereka hanya menginginkan uang kamu aja, mama yakin kalau tahu kamu tidak memiliki apa-apa lagi.. pacar-pacar kamu bakalan ninggalin kamu gitu aja!" jawab Mama Mita menjelaskan.
"Tapi mam.. gak semuanya mereka seperti itu." protes Gio dengan yang di ucapkan mamanya. "mama harusnya memberi kesem_-"
"Pokoknya mama gak akan suka, titik." potong Mama Mita langsung. "mama mohon sayang.. berhenti menjadi laki-laki playboy, jangan Samapi kamu menyesal belakangan nak.." ucap mama Mita menasehati Gio.
"iya mam.. Uda dong jangan cemberut gitu, entar cantiknya mama hilang loh." goda Gio pada mamanya. "Lagian pacar Gio gak banyak kok mam.. cuman ada tiga atau empat kalau gak salah." ucap Gio candain mamanya. "Sisanya mereka-mereka aja yang ngaku-ngaku dan ngejar-ngejar Gio. Mama kaya gak tahu aja, anak mama kan tampan." tambahnya lagi yang sembari tersenyum menggoda mamanya dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Gio...!" teriak mama Mita seraya menarik telinga anaknya.
"Mam sakit tahu.. anaknya Uda gede gini masih suka di jewer telinga nya. Apa kata orang mam.. kalau mereka tahu CEO ADIJAYA GRUP yang tampan ini di jewer oleh mamanya."Ucap Gio sembari mengelus telinga nya yang terasa sakit akibat di tarik mamanya.
"Rasain, biar kamu malu sekalian! Suka kali candain mama."
Gio menghela napasnya pelan, lalu mendekat ke mamanya. Sebenarnya, Ia bukannya tidak mau menikah, tentunya ia sangat ingin. Tetapi ada sesuatu yang ia tunggu yang mengharuskan dirinya menunda dulu niat untuk menikah.
"Maafin Gio mam.. bukannya Gio tidak mu menikah, tapi untuk saat ini Gio belum mau menikah dulu. Please mam ngertiin Gio, entar kalau Uda waktunya dan Gio siap.. Gio juga akan nikah mam.." mohon Gio pada mamanya.
"Oke, mama gak akan maksa kamu, tapi jangan terlalu lama. Mama dan Papa sudah semakin tua sayang, kami sudah ingin menimang cucu." ujar mamanya. "Tapi ingat nak, setelah kamu siap untuk nikah.. kamu harus memperkenalkan wanita baik dan sopan kepada Mama dan papa. Satu lagi, mama gak akan setujuh jika kamu menikah dengan salah satu pacar kamu yang genit dan matre itu. Mama tidak akan rela anak mama menikah dengan wanita yang memakai pakaian kurang bahan, apalagi memperlihatkan buah dadanya di depan umum. Ingat itu!" tambahnya lagi mengingatkan anaknya dengan tegas.
"Iya mama.."
Kemudian Mama Mita beranjak dari kursi. Mama Mita ingin segera pergi ke suatu tempat, karena ia ingin bertemu dengan temannya yang sudah sangat ia rindukan.
"Mama mau kemana?" tanya Gio yang ikut beranjak dari kursinya.
"Mama mau bertemu teman sebentar." jawab Mama Mita seraya tersenyum.
"Biar Gio aja yang antar mama.." ucap Gio menawarkan untuk mengantar mamanya.
"Tidak perlu sayang...kamu balik ke kantor aja lagi. Mama sudah di jemput dengan supir mama, mang Didi sudah ada didepan." jawab mamanya jujur, karena saat berbicara dengan sang anak, mama Mita mengirim pesan ke supirnya untuk menjemput nya di Cafe.
Kemudian Gio dan Mama Mita jalan bersama keluar dari Cafe tersebut. Setelah melihat mama sudah pergi dari Cafe, Gio baru masuk ke mobilnya lalu menjalankan mobilnya menuju kantornya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
Mamath Ziad Malik
kenapa namanya ketukar terus kadang rangga juga disebut bagas .kadang giojuga disebut bagas apa lupa kaliya .ingat sama novel sebelah kayanya .
2024-06-08
1
vi
sebenarnya Bagar atau Gio ?????
2024-05-15
2
Rahmawaty❣️
Typo mlu ni😂
2024-03-24
0