Etan dan Wina pergi melihat tenda pengungsian warga pemukiman Vruiz.
Mereka berdua juga ingin melihat bagaimana perlengkapan tenda tersebut , jika kurang sesuatu Etan berniat untuk mmebelikannya tanpa ragu - ragu.
Tapi saat sampai di tempat tersebut ,betapa terkejutnya mereka berdua , terlihat 10 Tenda besar berukuran 4x8 meter untuk tidur , 3 tenda untuk memasak dan 2 tenda untuk kamar mandi.
Levi juga menyuruh anak buahnya untuk langsung memasang paralon air bersih untuk menyukupi kebutuahan mereka sehari - hari.
Melihat Etan dan Wina yang tertegun di depan Tenda pengungsian Seorang Pria sepuh menegur mereka berdua " Tuan Clark, Nona Wina , kenapa kalian diam disana , mari duduk di sana " Pria sepuh menunjuk ke sebuah Meja panjang dengan Kursi berjejer rapi di sekitarnya.
Etan dan Wina tersadar , mereka langsung mengangguk bersamaan , saat mereka berjalan ke arah Meja , semua orang yang melihat mereka menyapa dengan sopan.
" Tuan Clark "
" Nona Wina "
" Tuan Clark "
" Nona Wina "
Semua orang menghormati keduanya , karena menurut mereka Etan adalah penyelamatnya , Wina yang selalu di sampingnya mereka anggap sebagai kekasihnya, jadi mereka menghormati keduanya.
Keluarga di pemukiman Vruiz hanya ada 30 keluarga , jika satu tenda untuk tidur 10 orang ,tentu saja tenda tersebut Masih sangat luas.
Karena keluarga di pemukiman Vruiz paling banyak mereka hanya mempunyai 2 anak , adapun mereka yang belum memiliki anak dan masih sendirian.
Etan dan Wina duduk di kursi yang di tunjukan Pria sepuh , karena pria sepuh tersebut sudah tidak bisa bekerja berat , jadi Warga yang lain tidak mempermasalahkan walaupun dia tidak membantu.
Seorang Wanita seumuran dengan Etan , memberikan minuman kaleng pada Etan dan Wina , dia berkata dengan malu - malu " Tu..Tuan Clrark, Nona Wina ,maaf hanya ada itu di sini , karena kami masih beres - beres "
Etan tersenyum, dia mengambil minuman kaleng yang berada di depannya " ah..tidak masalah , seharusnya kami juga tidak mengganggu kalian " ucap Etan lembut.
Wanita yang memberikan minuman kaleng sebenarnya Cantik, tapi karena dia tinggal dengan kondisi keuangan yang memprihatinkan jadi dia terlihat sedikit kusam.
" Siapa nama kamu ?" Setelah menenggak minumannya , Etan bertanya pada Wanita tersebut.
" Sa..ya Lusi Tuan Clark " Lusi terlihat sangat senang karena bisa mengobrol dengan Etan.
Wina yang melihat Etan terlalu memperhatikan Lusi , dia mencubit perut Etan " Awwww !!" Etan menjerit kesakitan.
Wina menatap Lusi , dia memperlihatkan Wajah mengancam pada Lusi kemudian tersenyum palsu " Apa kamu sudah tidak ada kerjaan lain " tanya Wina pada Lusi dengan ekspresi rumit.
Lusi yang menyadari Wina sedang mengancamnya , dia menundukan kepala ,kemudian langsung pamit undur diri.
Etan mendengus kesal " kamu kenapa sih ?!"
" Kenapa apanya ?, kamu yang ke ganjenan , pria kok ganjen !" Ucap Wina sinis.
Pria sepuh yang melihat Etan dan Wina berselisih paham tertawa " Hahahaha ..."
Sontak saja Etan dan Wina langsung menoleh , mereka berdua menatap pria sepuh dengan tatapan aneh.
Pria sepuh yang menyadari itu menghentikan tertawanya " Maaf Tuan Clark, Nona Wina , Saya cuma teringat dengan masa mudaku yang dulu seperti kalian "
Wina dan Etan saling menatap , Mereka tahu jika tindakannya tadi seperti anak kecil yang sedang bertengkar , maka dari itu pria sepuh menertawakan mereka berdua.
Mereka mengobrol dengan pria sepuh beberapa saat , pria sepuh tidak sungkan menceritakan kehidupan pribadinya.
Etan dan Wina yang mendengar cerita pria sepuh sangat terharu , karena mereka ternyata sudah berada ditempat ini sudah puluhan tahun lamanya tapi tidak ada pemerintah kota yang memperhatikan mereka.
Tentu saja Etan yang mendengar hal itu geram, pasalnya dia teringat dengan keluarganya di peradaban tingkat atas yang di perlakukan sama seperti warga pemukiman Vruiz, untuk itu Etan bertekad ingin mengikis para pejabat kotor yang memperlakukan warganya layaknya sampah.
****
Tak berselang lama Vivi datang menghampiri Etan dan Wina yang sedang membantu Warga membereskan barang - barangnya.
" Tuan Clark " Vivi membungkuk hormat.
Etan dan Wina menoleh , Wina terkejut saat melihat Vivi , dia menatap Vivi dari atas sampai bawah , mata Wina berhenti di gundukan dada milik Vivi , sampai dia melihat punyanya sendiri.
Wina merasa tertekan , padahal miliknya juga sudah termasuk besar , tapi punya Vivi menonjol lebih besar dari miliknya.
Etan bertanya " Bagaimana ,apa kamu sudah dapat orangnya ?"
" Setelah makan siang ,dia akan datang kemari Tuan Clark " jawab Vivi sopan.
Etan mengangguk " baguslah , Oh...iya Win, dia Vivi Asistenku " Etan memperkenalkan Vivi pada Wina.
Wina cemberut, dia membatin " kenapa sih dia selalu di kelilingi Wanita Cantik "
Wina menghela napas , dia mengulurkan tangannya " Wina "
Vivi tersenyum manis , dia menjabat tangan Wina " Vivi asisten sekaligus teman tidur Tuan Clark !"
Rahang Etan menganga karena ucapan Vivi, dia tidak pernah menyangka jika Vivi akan mengatakan hal tersebut.
Sontak saja wajah Wina langsung menggelap , dia melepaskan jabatan tangan Vivi " Etaaaaannnn !!!" Vivi Meraung.
" Yah...emmm...anu... " Etan tersenyum kecut , mau membantah ucapan Vivi, tapi faktanya dia memang tidur bersama Vivi ,Walaupun tidak berhubungan badan.
Wina semakin marah , karena Etan tidak membantah sama sekali , itu menunjukan jika ucapan Vivi benar . Urat - urat di wajah Wina menonjol , menandakan jika dia sangat marah.
Etan berkeringat dingin , bukannya dia takut dengan Wina , tapi dia mencoba menghargai Wina.
" Plaaakkkk !!" Wina menampar Etan kemudian pergi.
Etan memegang pipinya yang memerah karena tamparan tersebut , dia mengejar Wina " Win , tunggu !, ini tidak seperti yang kamu pikirkan " Etan menarik tangan Wina.
Tapi Wina mengibaskan tangannya dan tetap berlalu , tanpa berbicara satu patah katapun.
Etan menghela napas " Wanita memang merepotkan " Etan menggerutu saat Wina sudah melangkah jauh.
Etan tidak berniat untuk mengejar Wina , karena dia juga tidak mau terlalu di bebani dengan Wanita , jadi dia ingin bertindak lebih bebas dahulu tanpa harus memikirkan Wanita , jika Wina membencinya , ya sudahlah ,pikir Etan.
Etan kemudian berbincang dengan Vivi membahas siapa orang yang dia temui , Vivi dengan senang hati menjelaskannya .
Mereka berdua mengobrol sambil merencakan kedepannya agar perusahaan yang Etan dirikan lebih maju lagi.
Vivi memberikan beberapa solusi ,dia memberi saran pada Etan untuk mengakuisisi perusahaan - perusahaan yang tidak berjalan lancar dan menyuntikan modal ,agar perusahaan tersebut lebih maju lagi.
Etan mengangguk setuju, karena rencana Vivi sangat masuk akal , Vivi juga memberikan ide - ide lainnya , Etan yang tidak meragukan Vivi sama sekali , dia menelan bulat - bulat ide tersebut, toh nanti yang mengurus semuanya juga Vivi dan anak buahnya. Dia hanya perlu mengucurkan dana berapapun yang Vivi minta.
Dengan pemikiran seperti itu Etan menyetujui semua rencana Vivi , Etan menyuruh Vivi agar lebih cepat mewujudkan keinginannya, Karena Etan juga berpacu dengan waktu agar kejadian di masa depan yang membuat manusia Bumi menjadi budak tidak terjadi.
.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Sebut Saja Chikal
mampua
2024-11-09
0
☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️
Vivi minta ditampar pantatnya 🤣🤣🤣🤣🤣
2024-09-10
0
Z3R0 :)
yeah bekerja di balik layar selalu menyenangkan
2023-06-13
0