Etan duduk di kursi bambu seperti biasa , dia sengaja mengabaikan Wina ,karena dia masih jengkel akibat di abaikan saat berada di Restoran.
Wina duduk di sebelah Etan " Cepat juga kerja kamu , darimana kamu mengenal kontraktor bangunan ?" tanya Wina membuka pembicaraan.
" Bukan aku yang mencari mereka ,tapi asistenku " Jawab Etan enteng tanpa menoleh ke Wina.
" A..asisten ?" Wina membeo.
Etan mengangguk " Ya " jawab Etan singkat.
Wina merasa jika sikap Etan berubah setelah kejadian di Restoran , Wina tidak tahu harus berbuat apa agar Etan kembali seperti saat mereka pertama bertemu.
Keadaan canggung menyelimuti mereka berdua , tidak ada yang bicara satu patah katapun hingga beberapa detik.
Untung saja Sane datang memecahkan kecanggungan di antara mereka " Nona Wina , anda sudah lama di sini ?" tanya Sane sopan.
" Baru saja tadi sampai , kamu sedang ngerjain apa ?" tanya Wina singkat.
Sane tersenyum " Tenda tempat kita mengungsi sudah berdiri, jadi saya mau mengambil beberapa barang yang penting ,Memangnya Tuan Etan tidak bilang pada anda ?" Sane melihat Etan yang daritadi diam.
Wina menggeleng , Feeling Sane mengatakan jika keduanya belum.berbaikan jadi dia bergegas pamit agar mereka bicara empat mata.
Setelah kepergian Sane , Wina menghela napas " Etan maaf " ucap Wina lirih.
Etan menoleh ke arah Wina , tapi dia masih tidak berbicara ,membuat Wina semakin gelisah , pasalnya dia tidak pernah berbicara dengan Pria yang dia sukai sebelumnya.
Wina menatap Etan " apa kamu marah padaku Etan ?, kalau aku punya salah aku minta maaf " Wina berkata dengan tulus.
" Aku tidak marah padamu " Etan berkata dengan datar.
Wina mengerutkan keningnya " Kalau kamu tidak marah padaku ,kenapa kamu mendiamkan aku seperti ini ?"
" Terus aku harus berbuat apa, memangnya hubungan kita sedekat itu ? " Etan berkata dengan spontan.
Wina tersipu , jika di pikir lagi ucapan Etan ada benarnya , hubungannya dengan Etan masih sekedar saling mengenal , hanya saja ada sedikit kecelakaan yang membuat Wina merasa jika Etan adalah miliknya.
Tapi ketika Etan berkata seperti itu , Wina sadar jika Etan tidak pernah menganggapnya serius, kepercayaan diri Wina seketika goyah, dia menundukan kepalanya karena malu.
Tapi hal berikutnya yang membuat Wina terkejut , Etan menarik dagunya agar mukanya menatap Etan , Wina tertegun melihat muka Etan yang terlihat serius.
" Jawab pertanyaanku , hubungan kita ini sudah seperti apa menurutmu ?" tanya Etan serius.
Wina sontak saja kaget dengan pertanyaan itu " Eh.. emmm .. anu .." Wina tidak bisa menjawab.
Etan menghela napas . dia melepaskan tangannya dari dagu Wina " Kurasa sudah jelas sekarang " Etan berdiri akan meninggalkan Wina.
Tapi Wina meraih tangannya " A..Aku mencintaimu Etan !" Wina memberanikan diri untuk berkata seperti itu.
Etan diam di tempat , dia sebenarnya tidak berharap Wina akan mengatakan hal tersebut , pasalnya dia juga masih ragu dengan perasaannya sendiri.
Kenapa dia bertanya pada Wina tentang hubungannya, dia bermaksud ingin memastikan hubungan pertemanannya , tapi siapa yang tahu jika Wina malah menyatakan cintanya.
Melihat Etan yang diam di tempat , Wina merasakan gejolak yang aneh , jantungnya bedegup dengan kencang karena dia takut di tolak oleh Etan.
Dia berani menyatakan cintanya karena dia pikir Etan juga menyukainya , pasalnya Etan selalu perhatian dengannya , tapi setelah kejadian di Restoran Etan berubah drastis.
Wina berpikir jika Etan marah karena kebersamaannya di rusak oleh kedatangan temannya.
" E..Etan , Aku benar - benar mencintaimu !" Wina berkata dengan mantap.
Etan membalikan badannya dan menatap Wina " Kita baru bertemu beberapa hari dan kamu mencintaiku ?, apa kamu yakin Wina ?" tanya Etan menyelidik.
Wina mengangguk kecil , terlihat Wajah Wina yang merah merona karena malu , dia yang seorang wanita menyatakan cinta terlebih dahulu.
Etan menghela napas " pikirkan baik - baik Wina , kita baru bertemu beberapa hari , lebih baik kita saling mengakrabkan diri terlebih dahulu " Etan berkata dengan yakin.
Wina terkejut mendengar jawaban itu , karena Etan tadi seolah - olah ingin Wina menyatakan cintanya , tapi sekarang Etan malah berbicara sebaliknya.
Wina menatap Etan dengan Wajah penuh Emosi " Etaaannn !!!!!!!" Wina meraung.
" Eh.. kenapa ?" Etan pura - pura bodoh.
Wina meneteskan air matanya karena malu, dia memukul - mukul dada Etan dengan tangannya , Etan tersenyum , dia mendekap Wina dengan Erat.
" Aku cuma bercanda , tapi lebih baik kita memang harus mengakrabkan diri lebih dulu kan ?" ucap Etan sambil mendekap Wina.
Wina mendongak menatap wajah Etan " kamu jahat ih.... !" Wina balas memeluk Etan dengan tersenyum simpul.
Walaupun keduanya belum resmi sebagai kekasih , tapi setidaknya mereka sudah saling menerima satu sama lain.
***
Wiliam yang melihat Santon di hajar oleh Etan tanpa belas kasihan , apalagi sampai tewas, dia merasa cemas , pasalnya dia takut jika Etan akan pergi mencarinya.
Wiliam mondar - mandir di ruang kerjanya sambil memikirkan sebuah cara untuk menghentikan Etan.
Wiliam mengambil telepon kantor dan menelpon asistennya " Roy ,keruanganku sekarang !" setelah mengatakan itu dia langsung menutup telepon.
Tak berselang lama , asisten Wiliam masuk keruangan Wiliam , dia duduk di seberang Wiliam dan bertanya "Ada apa Tuan memanggil saya ?" tanya Roy sopan.
" Roy , apa kamu mengenal seseorang yang bisa beladiri ?" Wiliam malah balik bertanya.
Roy mengangguk pelan , dia tidak mempertanyakan alasan kenapa Wiliam mencari orang yang bisa beladiri , Karena dia sudah tahu bagaimana watak Wiliam .
Wiliam pasti ingin memberikan pelajaran pada orang yang berani menentangnya , Karena bukan cuma kali ini saja dia melakukan hal tersebut.
Wiliam yang mendengar jawaban Roy , dia langsung menyunggingkan senyum " aturkan pertemuan dengannya , untukku "
" Baik Tuan !" Roy berdiri membungkuk hormat kemudian meninggalkan ruangan Wiliam.
Setelah kepergian Roy , Wiliam tersenyum licik " jangan pikir kamu bisa lolos dariku Etan ! " ucap Wiliam lirih.
Wiliam tidak tahu , jika dirinyalah yang sedang dalam bahaya , Karena jika Etan sudah berada dalam tahap Langit tingkat akhir, Vivi berada di setengah Dewa awal.
Jika Wiliam tahu tentang hal itu , mungkin dia akan mengurungkan niatnya untuk melawan Etan , pasalnya hanya segelintir orang di Bumi yang sudah berada di tingkat setengah Dewa maupun tingkat Dewa.
Itulah kenapa Etan tidak menindak lanjuti Wiliam yang melarikan diri saat menonton pertarungannya dengan Santon , dia sudah di beritahu sistem dari awal kedatangannya tentang rata - rata pemilik kekuatan di Bumi.
.
.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
masjidi rjr
etika dasar orang luar ga memanggil nama langsung pda orang yg ga dekat bgt.karena novel ini pke nama luar hrsnya dipanggil dgn nama keluarga.contoh ethan Clark, harusnya dipanggil tuan clark.ga lsg dipanggil ethan
2023-12-18
3
Nanik Purba
padahal kalean jadian aja gpp, , 🤗🤗🤗🤗
2023-09-21
0
Team Hore (≧∇≦)/
🥃👍💕❤💯
2023-01-23
0