Etan kemudian menuruni Bukit tempat jatuhnya pesawat yang dia tumpangi.
Karena mau bagaimanapun ,Etan perlu makan dan Tempat Tinggal.
Saat Etan Baru turun dari bukit, dia melihat sebuah pemukiman kumuh , dia Langsung menghampiri pemukiman tersebut.
Betapa terkejutnya Etan saat sampai di pemukiman tersebut, dia melihat orang - orang berpakaian serba Hitam sedang menganiayaya para penduduk pemukiman tersebut.
" Tuan Tolong beri kami waktu !" Ucap seseorang yang sedang di pukuli.
" Waktu ?, apa kamu Pikir Tuan Danil sudah tidak memberi kalian Waktu ?" orang berpakain Hitam menarik kerah baju orang yang dia pukuli.
" Tuan Tolong kasihani Kami !!" Istri orang yang di pukuli berteriak sambil memeluk Anaknya.
Etan sangat geram, dia teringat keluarganya yang di tindas oleh Manusia peradaban tingkat Atas, perilaku orang - orang berpakaian Hitam sama saja dengan mereka.
Saat Pria berpakain Hitam akan Memukul pria itu Lagi, Etan menggunakan Teknik memanipulasi Gravitasi dan melemparkan sebuah Batu, membuat orang berpakain Hitam terlempar.
" Buuggg" sebuah Batu segenggaman tangan mengenai punggung orang tersebut, Hingga dia jatuh tersungkur ke depan.
Bawahan orang tersebut yang meilhat pemimpinnya jatuh tersungkur , langsung mencari orang yang berani melukai Tuannya.
Sementara Etan pura - pura tidak Tahu , dia bersiul - siul seperti orang Bodoh.
Para bawahan Orang berpakain Hitam Memapah Bosnya " Bos , anda tidak apa - apa "
Terlihat darah mengalir dari Hidung pemimpin orang berpakain Hitam karena patah akibat tersungkur di tanah.
Pemimpin tersebut meraung " Siapa yang berani melakukan ini padaku !!" Dia memegangi hidungnya yang Patah.
Para anak buah hanya menunduk, si Bos menarik Orang yang tadi dia pukuli, niat dia ingin melampiaskan kekesalannya pada orang tersebut.
Tapi Batu kembali Menghantamnya , Kali ini tepat mengenai kepalanya , Hingga membuat si Bos seketika tersungkur dengan darah mengalir di kepalanya.
" Bos
" Bos
" Bos
Semua orang panik ,karena Bosnya pingsan di tempat.
Kemuduan terdengar suara Orang mengejek " Hei , Hei.. Cuma segitu saja sudah tepar " Etan Menerbangkan Batu di telapak tangannya.
Salah satu Orang Berteriak " Siapa kamu !!"
" Aku ?" Etan menunjuk dirinya sendiri. " Kalian tidak perlu tahu siapa aku, yang pasti aku Bukanlah bajingan seperti kalian !!"
Tanpa banyak Bacot , Etan langsung Melemparkan puluhan Batu Pada orang berpakaian Hitam.
" Bug !
" Arghh !!
" Bug !
" Bug !
" Awww !!
" Atah !!
Seketika semua orang berpakaian Hitam yang berjumlah puluhan , Langsung bertumbangan terkapar di tanah.
" Cih , Dasar sampah " Ucap Etan sambil berjalan melewati mereka.
Semua orang yang melihat kekuatan Etan Ketakutan, Pasalnya mereka Takut jika Etan Akan menyerangnya.
Etan Tahu apa yang ada dalam pikiran mereka, dia menghampiri orang yang di pukuli dan memberinya sebuah pil penyembuhan.
Etan Berjongkok dan tersenyum " Telan ini , Lukamu akan sembuh " Ucap Etan lembut.
Tapi orang tersebut, walau menerima Pilnya, dia terlihat sedikit Ragu.
Etan Menghela napas " Percayalah akau tidak akan menyakiti kalian " Etan Berkata memastikan.
Orang tersebut dengan ragu - ragu menelan pil pemberian Etan.
Tiba - Tiba luka yang ada pada orang tersebut perlahan pulih, dia juga tidak meradakan sakit di sekujur tubuhnya.
" I..ini .., Terimakasih Tuan !" ucap Orang tersebut langsung bersujud di hadapan Etan.
Etan memapah orang tersebut agar berdiri " Bangunlah , Jangan bersikap seperti ini "
Setelah melihat Etan yang menolong Pria Tadi , semua orang mendekati Etan , Mereka serentak membungkukan badan " Terimakasih banyak Tuan !"
Etan tersenyum Masam, dia tidak menyangka jika hanya berbuat baik sedikit ,sudah di perlakukan seperti itu.
Etan kemudian meminta penjelasan pada mereka , tentang apa yang telah terjadi , mengapa orang berpakaian Hitam ingin mengusir mereka.
Sane Pria yang di pukuli , menyuruh Etan untuk memasuki Rumahnya terlebih dahulu sebelum menjelaskan.
" Maaf Tuan , Kondisi Rumahnya seperti ini, silahkan duduk " Ucap Sane malu - malu saat memasuki rumah mereka.
Etan mengedarkan pandangannya, dia menatap dengan Miris keadaan Keluarga dan lingkungan Rumah tersebut " Sebenarnya apa yang terjadi ?" Tanya Etan Langsung ke intinya.
Sane tersenyum Kecut " Sebenarnya Kami tinggal di tanah bos orang - orang tadi, Mereka menyuruh kami semua pergi, Tapi jika kami pergi dari sini ,kami akan tinggal dimana ?" ucap Sane Dengan Wajah murung.
Etan mengerutkan keningnya " terus apa yang ingin kalian lakukan sekarang ?"
Sane menggeleng " Entahlah Tuan, Kami hanya bisa menunggu Rumah kami di gusur , terus ya sudah kami akan lantang - lantung di jalan , mungkin terpaksa tinggal di kolong jembatan " Sane menjelaskan dengan Sendu.
Etan mengangguk mengerti, di dunia ini maupun peradaban tingkat atas sama saja, siapa yang Kuat maka akan berkuasa.
" Apakah tidak ada jalan Lain ?" Tanya Etan Serius.
Sane menghela napas " Sebenarnya ada , Kami harus membeli tanah ini, Tapi kami mana punya uang, untuk makan saja Sulit "
Saat mendengar itu Etan Tersenyum , dia tidak menyangka jika Masalahnya hanya ada di uang saja " Berapa jika harus membeli Tanah ini ?"
Sane terlonjak Kaget " Tu..Tuan Akan membeli Tanah Ini ?" Dia malah balik bertanya.
Etan mengangguk " berapa ?"
" du..dua Ratus juta Dolar Tuan " ucap Sane ragu - ragu, pasalnya uang dua Milyar bukanlah uang yang kecil.
Sementara Etan tidak kaget, Karena dia belum tahu mengenai jumlah uang banyak atau sedikit " sebentar !"
Sane pikir jika Etan sedang menimbang untung ruginya membeli tanah tersebut, dalam hatinya dia terus berdoa agar Etan mau membeli Tanah tersebut.
dalam benaknya Etan bertanya pada Sistem " sistem , perlu berapa Koin untuk menukar uang dua ratus juta Dolar !"
[ Anda memerlukan dua ratus Ribu Koin untuk menukarnya Master ]
" tukar sekarang "
[ Baik Master ]
[ Membuka status Master ]
Sistem Level ; 1 /10
Poin Sistem ; 0 / 1000
Nama ; Etan Clark
Kekuatan ; Tingkat Bumi Akhir/
Poin Kekuatan 0/ 1000
Koin ; 999.800.000
Pendapatan Poin ; 0
Uang ; 200.000.000 Varmos.
Teknik ; Manipulasi Gravitasi.
senjata ; _
Toko Sistem ; _
Inventory ; Pil penyembuhan ( 9 )
Etan terkejut, Karena Koinnya tidak berkurang banyak. Tapi dia berusaha agar tetap tenang.
dia kemudian menatap sane " Jadi dimana aku harus membeli tanah Ini !" Etan berkata dengan santai.
Sane terlonjak Kaget , sekaligus senang " Anda Serius Tuan ?!"
Etan tanpa Ragu mengangguk " Aku tidak pernah main - main , Ayo tunjukan Tempatnya !"
Sane langsung berdiri dengan semangat, dia langsung mengantar Etan ke tempat pemilik Tanah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Kelvin
200 juta dollar = 3,1 Trilliun
2024-04-04
3
Kelvin
tanah doang 3 trilliun?? gak masuk akal
2024-04-04
3
Aneuk Perley Perhatian
hadeuh
2024-03-19
0