Etan Menghampiri Wina dan langsung Menggenggam tangan Wina, Wina terkejut saat Etan melakukan Hal tersebut.
" Ayo sayang , jangan hiraukan mereka !" Etan mengedipkan mata pada Wina.
Wina yang menangkap maksud Etan tersenyum , dia menngangguka kepalanya dan Mengikuti Etan Ke kasir Toko.
" Nona ,Berapa haraga semua pakaian disini ?" Etan bertanya dengan Santai.
Pelayan Bertanya memastikan " Maksud Tuan ?"
" Huh.. saya bertanya berapa harga semua pakaian ditoko Ini !" Tanya Etan sedikit meninggikan suaranya.
Para pelayan Toko terkejut, Begitu juga dengan Victoria dan Joshua, Mereka tertegun sesaat sebelum Joshua tertawa terbahak " Hahaha... Wina apa pacarmu , seorang pelawak ?, Mengapa dia begitu lucu !?" Ucap Joshua mengejek.
Etan tidak suka dengan omong kosong , dia mengeluarkan Black Cardnya dan Berkata " Cepat hitung semuanya !, Saya tidak ingin membuang waktu saya untuk melihat Lelucon disini !"
Semua orang terkejut , Para Pelayan melihat Black Card tersebut dan mengambilnya, diBlack tersebut ada Tulisan Vip Bank Glais .
Pelayan langsung menutup mulutnya tidak percaya " Baik tuan, kami akan segera Menghitungnya " ucap pelayan tersebut Sigap, sementara lara pelayan yang lainnya langsung Membungkus semua Pakaian yang ada ditoko tersebut.
Wina menghela napas , dia tidak tahu harus tertawa atau menangis, tapi kali ini Wina sangat berterimakasih pada Etan , pasalnya dia telah membantunya melewati orang yang tidak ingin dia temui.
Joshua Terkejut saat Melihat Etan memiliki Black Card, sementara Victoria langsung beranjak pergi karena seakan telah dipermalukan oleh Joshua.
" Victoria tunggu !!, Brengsek ,urusanku denganmu belum selesai !!" Joshua Mengejar Wina yang meninggalkannya terlebih dahulu.
Etan tidak menggubris ucapan Joshua, baginya Joshua hanyalah badut yang sedang menyela dirinya sendiri.
Wina menatap Etan dengan penuh kasih, dia merasa jika Etan memang orang yang tepat untuk dirinya, Wina sekarang merasa lega karena diatelah memberikan kesucian keorang yang tepat baginya.
" Tuan Ini Black Card anda, semua pakaian yang anda beli 24 juta dolar !" Ucap pelayan dengan senyum semanis mungkin, berharap Etan tertarik padanya.
Wina menarik Etan " Etan ,apa yang kamu lakukan ?, Mau buat apa pakaian sebanyak itu ?" Tanya Wina getir.
Etan memencet hidung Wina " Aku pikir kamu pintar , Semua orang diPemukiman butuh pakaian layak, kamu pikir aku membeli ini semua untuk pamer pada mereka ?" Tanya Etan pada Wina yang membuat Wina sedikit tersentak.
" Jadi.. ini semua buat..."
Etan Mengangguk " Yup.. saat aku melihat - lihat, pakaian disini cukup lengkap, ada pakaian anak, pakaian wanita dan pria ,semuanya ada, jadi aku beli saja semuanya, untuk ukuran kita berikan sesuai yang pas pada tubuh mereka " ucap Etan sambil senyum pepsoden.
Wina menatap Etan dengan sangat kagum, dia sudah sangat jarang melihat pria yang mau mementingkan orang lain, dibandingkan dirinya sendiri.
apa lagi Etan berencana untuk membangunkan mereka sebuah kawasan yang layak huni, perasaan Wina ke Etan semakin menggebu.
Jantung Wina berdegup dengan kencang seperti Genderang yang dipukul dengan Cepat, semakin menatap Etan perasaan Wina semakin dalam padanya.
Wina tersadar saat Etan bertanya pada Wina " Win..hei !, Halo... " Etan mengibas - ngibaskan tangannya di depan Wajah Wina.
" Eh..emmm ..kenapa ?" Tanya Wina Malu.
" Hais .. kamu ini, Itu loh bagaimana cara membawa barang sebanyak itu ?" Tanya Etan Serius, kalau dia menggunakan teknik gravitasi takutnya akan membuat heboh seluruh pusat perbelanjaan.
Wina menghela napas, ternyata cuma masalah sepele, Wina menghampiri Pelayan toko " apa disini tidak memberikan pelayan pengiriman ?"
" Tentu saja kami melayaninya Nona, Kemana kami harus mengirim semua pakaian tersebut Nona ?" Tanya pelayan dengan Ramah.
Wina menuliskan alamat pemukiman Vruiz, setelah itu dia menghampiri Etan " sudah beres, mereka yang akan mengirimnya " Ucap Wina Santai.
Etan Mengangguk - anggukan kepalanya " oh.. disini juga rupanya memiliki pengantar Barang " Gumam Etan Lirih.
Wina yang mendengar itu menggelengkan kepalanya, dia semakin yakin jika Etan memang bukan berasal dari Bumi.
Mereka berdua kemudian meninggalkan tempat tersebut , saat didepan toko Ponsel , Wina Menarik Tangan Etan " Kamu mau beli ponselkan ?" Tanya Wina pada Etan.
Etan yang sebenarnya tidak tahu ponsel itu apa , dia hanya mengangguk , padalnya diperadaban tingkat Atas mereka berkomunikasi dengan telepati, adapun Teknologi untuk menjelajah internet mereka sudah menggunakan Layar hologram yang ada pada pergelangan tangan mereka, sayangnya Etan tidak membawa gelang tersebut.
Wina memanggil Seorang pelayan , dia kemudian meminta sebuah Ponsel pada pelayan tersebut , Etan hanya memperhatikan Wina yang sedang memilihkan ponsel untuknya.
Etan kemudian memegang ponsel tersebut ,sambil memegang dagunya " jadi.. ini yang bernama ponsel " Gumam Etan lirih.
" Kamu mau pilih yang mana ?" tanya Wina pada Etan.
" Eh.. emm... yang mana aja boleh kok " Jawab Etan datar.
Wina memilihkan ponsel dengan Fitur lengkap, dia juga memasukan nomornya kedalam ponsel baru Etan.
Etan Melihat ponsel tersebut dan mencobanya, Etan terkejut karena fitur dan cara pemakaiannya hampir mirip dengan teknologi peradaban tingkat atas " Apakah teknologi disana berasal dari sini awalnya " Ucap Etan dalam hati.
Wina melihat Etan menggunakan ponsel tersebut , dia mengerutkan keningnya saat melihat Etan sudah mahir menggunakan ponsel tersebut.
Wina melihat keseriusan Etan yang sedang mencoba ponselnya ,dia menegurnya " Bagaimana apa kamu suka ?"
Etan menoleh kearah Wina ,dia menganggukan kepalanya " Berapa harganya ?"
Wina langsung bertanya pada pembeli " Berapa harga ponsel tersebut ?"
" 2000 dolar Nona " Jawab Pelayan singkat.
Etan mengeluarkan Black Cardnya , Tapi Wina langsung Menyuruh Etan untuk menyimpannya, pasalnya dia ingin membelikan ponsel tersebut untuk Etan.
" Biar aku saja yang membayar, Kamu sudah mengeluarkan banyak uang hari ini " Ucap Wina sambil Tersenyum.
Etan melihat Wina dan balas tersenyum juga " Ah.. terimakasih kalau begitu hehe.."
Pelayan yang menyaksikan kedekatan Etan dan Wina tersebut merasa Iri , Karena pasangan tersebut begitu sempurna , mereka berdua Tampan ,Cantik dan kaya, Mereka benar benar pasangan yang sempurna menurutnya.
Setelah membeli Ponsel , Wina dan Etan
Makan bersama disebuah Restoran , Etan yang dari Awal ingin bertanya suatu hal pada Wina ,dia memberanikan diri untuk menanyakannya saat mereka sedang asyik makan Berdua.
" Win.. apa aku boleh bertanya ?" Tanya Etan yang menghentikan makannya.
Wina juga melakukan hal yang sama, dia menatap Etan dengan penasaran " Bertanya apa ?"
" Apa kamu su... " saat Etan akan bertanya , tiba - tiba seseorang Memanggil Wina .
" Wina !!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
SomeOne
memangnya manusia di jaman di cerita ini sudah tau keberadaan makhluk hidup selain di bumi ??!!!
2024-09-25
1
masjidi rjr
ketahui nilai mata uang.kl 1 juta dolar mgkin wajar
2023-12-18
1
Nanik Purba
kentang 😭😭😭
2023-09-21
0