Berhari hari berlalu dan pakaian pernikahan telah dikirimkan ke kediaman Jenderal Chang, berkat kerja keras yang dilakukan oleh Chang Rui dengan beberapa bawahannya, setiap langkah dilakukan dengan rapih.
Pagi pagi sekali bahkan ketika ayam jantan belum berkokok, Chang Rui telah dibangunkan dan dihiasi dengan berlapis lapis pakaian yang megah.
Wajah Chang Rui tidak memiliki bekas dari Racun Bunga Persik sama sekali dan menunjukkan kecantikan yang tidak masuk akal.
Akhirnya, perjuangan yang telah dilakukan oleh Chang Rui selama lebih dari 1 bulan ini telah membuahkan hasil.
Setelah dilihat lagi, tidak ada perbedaan terlalu jauh dari mukanya di kehidupan lalu dengan saat ini, hanya saja sebelumnya Racun Bunga Persik dengan merusak kecantikan wajah ini.
Sekarang, tidak akan ada yang bisa menandingi kecantikannya. Chang Rui adalah orang yang sangat percaya diri pada dirinya sendiri.
Saat ini, Chang Rui tidak mengenakan cadar dan dua orang pelayannya, Fu Qing dan Yi Qin merias wajahnya dengan lembut.
"Kecantikan Nona benar benar luar biasa dan tiada tanding. " Puji Fu Qing dengan tulus.
Chang Rui hanya tertawa ringan dan tidak berniat untuk menganggap itu sebagai kata kata asli, bagaimanapun ini tidak bisa dianggap sebagai hal yang luar biasa.
Setelah selesai merias wajahnya, Chang Rui menggunakan cadarnya dan orang dari toko perhiasan milik Jing Yu datang untuk membantunya menggunakan berbagai macam perhiasan.
Orang yang dikirimkan oleh Jing Yu ada 4 orang, alasan kenapa mereka harus merias dirinya pada waktu yang begitu pagi adalah karena jam keberuntungan.
Pernikahan disini harus menentukan tanggal keberuntungan dan jam keberuntungan, tidak boleh terlambat atau jika tidak maka harus menunggu Jam keberuntungan selanjutnya.
Pada hari ini, tepat hari ke 15 dari bulan ini, jam pernikahan yang tepat adalah pada pukul 7 - 8 pagi ini dan pada pukul tersebut dia harus sudah sampai di kediaman Jiu Wang.
Chang Rui tidak ingin dirinya melewatkan jam keberuntungan ini atau semuanya akan menjadi merepotkan.
Mahkota berbentuk Phoenix terpasang di kepalanya , mahkota ini terbuat dari emas asli jadi beratnya lebih dari 3 kilogram , Chang Rui mengeluh dalam hati.
Bagaimana mungkin pernikahan yang palsu ini begitu merepotkan untuk di lakukan ?
Setelah matahari telah mulai menunjukkan diri, itu berarti sudah pukul 6 dan mereka harus bergegas agar tidak terlambat.
Chang Rui dibantu oleh beberapa orang untuk berjalan keluar dari kediaman, Chang Rui dibawah tudung merah yang indah menunjukkan keanggunan yang luar biasa.
Sayang sekali bahwa Chang Qiao Ye dan Fang Qing Ying tidak bisa menyaksikan hal ini dengan mata kepala mereka sendiri.
Chang Rui menatap ke arah Chang Zi sekilas lalu memberi hormat sederhana , Chang Zi menganggukan kepalanya. Lalu, dengan bantuan Qinlin dan Qiaoling, Chang Rui berjalan naik ke atas tandunya.
Suara musik mulai di mainkan dan Chang Rui merasa kepalanya pusing dan pandangannya menjadi sedikit kabur karena hal ini.
Chang Rui merasa bahwa penyakit lamanya sudah mulai bertingkah lagi. Sebenarnya ini tidak bisa dikatakan sebagai benar benar penyakit.
Hanya saja, karena beberapa faktor di masa lalu membuat Chang Rui takut ketika mendengar suara keras.
Tapi, seiring berjalannya waktu tidak terlalu takut lagi seperti awal, hanya saja masih pusing atau terasa ingin pingsan ketika mendengar suara yang keras.
Jantungnya berdebar dengan keras dan keringat dingin membasahi dirinya, Chang Rui menyemangati dirinya sendiri dan yakin pada dirinya bahwa dia akan bisa melewati ini dengan baik.
Sesampainya iring iringan sampai ke kediaman Pangeran Keempat, Nangong Li, itu telah dihias dengan sangat meriah.
Tapi, tampak kosong dan tidak sesuai dengan apa yang terjadi dengan keramaian ini. Pintu hanya terbuka disana dan ada dua penjaga yang menjaga dengan pakaian zirah.
Halaman ini sama sekali tidak ada aura kehidupan sama sekali, Chang Rui akhirnya merasa lebih tenang.
Seharusnya, pengantin laki laki akan membuka tirai pengantin wanita dan menggandeng nya turun, tapi karena keterbatasan dan ketidak nyamanan Nangong Li, maka bagaimana mungkin pria itu bisa menjemputnya ?
Chang Rui turun dari tandanya dibantu oleh mak comblang dengan kedua pelayannya dan berjalan masuk ke dalam pekarangan luas yang tanpa aura kehidupan ini.
Ternyata benar kata orang orang, tempat ini terlalu suram, bahkan warna merah tidak dapat mengubah tempat yang di dominasi oleh warna hitam ini.
"Silakan ikut kami, Nona. " Ucap kedua penjaga itu.
Chang Rui mengangguk kan kepalanya sementara Qinlin dan Qiaoling mengikuti langkah nya dari belakang.
Chang Rui tidak tampak terganggu dengan semua yang ada disini seolah olah dia tidak bisa melihat, sampai akhirnya masuk ke dalam aula yang luas.
Disana ada kursi roda dan orang yang duduk mengenakan pakaian merah yang senada dengan miliknya.
Orang di kursi roda itu berbalik dan menatap Chang Rui, Chang Rui membelalakkan matanya di balik cadarnya.
Ini adalah orang yang berada di Festival Lampion pada saat itu !!
"Lama tidak bertemu, Nona Tertua. " Ucap Nangong Li dengan senyum penuh arti.
Upacara dilakukan dengan sederhana dan penghormatan kepada suami istri dan langit bumi. Tapi, pikiran Chang Rui tidak berada disini.
Kembali lagi pada saat Festival Lampion dimana dia secara tidak sengaja jatuh ke dalam pangkuan Nangong Li.
Tatapan Nangong Li terarah padanya dan Chang Rui juga menatap ke arah pria itu, saat ini karena tidak ada tamu yang harus disambut maka mereka langsung masuk ke kamar pengantin.
Di dalam kamar pengantin, hanya tersisa mereka berdua, cadarnya dibuka oleh Nangong Li dan Chang Rui menatap pria itu dengan dingin.
"Tatapanmu tidak seperti ini pada saat itu. " Ucap Nangong Li dengan misterius.
"Apa yang di inginkan oleh Pangeran keempat dariku ?" Tanya Chang Rui dengan waspada.
"Mencari tahu tentangku dan banyak hal lain, harus ku akui kamu adalah wanita yang unik. Selama kamu bisa bekerja sama dengan baik, maka kamu akan bisa tinggal dengan baik. " Ucap Nangong Li.
"Tergantung, apa yang dimaksud dengan Pangeran Keempat sebagai bentuk kerja sama. " Ucap Chang Rui.
"Kamu akan tahu nanti, dan jangan panggil aku Pangeran Keempat, bagaimanapun aku sekarang adalah suamimu. Kamu bisa memanggilku dengan sebutan Wangye. " Ucap Nangong Li.
Chang Rui menatap tajam ke arah Nangong Li, pria ini terlalu berbahaya dan Chang Rui tidak bisa menebak niat pria ini.
"Tampaknya wajah berbintik merah hanyalah kebohongan belaka, yang aku lihat disini adalah wajah cantik milik mu. " Ucap Nangong Li.
Sebelum Chang Rui bisa menanggapi, sebuah panah melesat masuk. Reaksi Chang Rui cepat dan menarik kursi roda Nangong Li ke arahnya.
Panah itu melesat tepat di tempat yang seharusnya merupakan kepala Nangong Li, Chang Rui menjadi waspada tapi dia tidak memiliki senjata saat ini.
"Siapa yang ingin membunuh mu pada hari pernikahan ?" Tanya Chang Rui.
"Salah, itu bukan hanya untuk membunuhku melainkan kamu juga. " Ucap Nangong Li dan tidak tampak terburu buru.
Semakin melihat, semakin Chang Rui merasa bahwa sikap Nangong Li ini tidak tulus. Bisa dikatakan, bahwa wajah yang tertutup oleh topeng ini menunjukkan ketajaman yang tidak manusiawi.
Rambut Chang Rui berkibar dengan anggun dan berdiri di belakang kursi roda Nangong Li, bersiap untuk menghindar apabila ada anak panah lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 302 Episodes
Comments
K4k3k 8¤d¤
lanjut terus thor
2023-02-13
0
Hana Tina
ini mana ceritanya Dewi obat
2022-12-08
2
Septi Verawati
keren 😎😎😎😎
2022-11-06
2