Bagaimanapun, orang orang Jenderal sangat banyak, di Kekaisaran yang luas ini, Jenderal Chang dapat dikatakan sebagai orang paling berkuasa setelah Kaisar.
Jadi, tidak sulit bagi Chang Zi untuk mencarinya apabila dia kabur, ditambah lagi orang orang di kediaman ini akan terlalu senang apabila dia pergi.
Jadi, mereka memiliki alasan yang pasti untuk memberikan hukuman padanya, saat ini kekuatannya tidak banyak.
Dia tidak memiliki seorang pelayan, tidak memiliki kekuatan, dan tidak memiliki kemampuan. Chang Rui hanya bisa bermain peran dan menunggu sampai waktu yang tepat.
Saat ini, Chang Rui benar benar hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri dan untuk mengandalkan dirinya sendiri melawan Jenderal Chang yang berkuasa, maka Chang Rui takut itu tidak akan berhasil.
Untuk menggulingkan sesuatu yang besar dan berkuasa, maka diperlukan kesabaran dan ketenangan, dengan begitu maka tidak ada yang tidak bisa dicapai.
Kembali lagi kesini dan merebut apa yang seharusnya menjadi miliknya sejak awal, tatapan Chang Rui menjadi tajam dan bertekad.
Chang Rui mengambil pedang yang ada di tangan orang itu lalu menusuknya sampai orang itu mati, dengan begini maka semua orang akan terfokus pada hal ini dan tidak menyadari akan keanehan dari gudang belakang.
Chang Rui pergi dan melemparkan pedang berdarah itu ketanah, Chang Rui melakukan banyak hal, mulai dari membeli topi bambu bertirai yang menutupi seluruh wajahnya.
Lalu, mengganti pakaiannya menjadi pakaian yang sederhana tapi layak dan mencari makan. Yang terakhir adalah mencari obat untuk dirinya.
Bahkan, jika setelah ini, dia bisa membunuh Chang Qiao Ye. Jenderal Chang Zi yang hebat, memiliki 3 putri dan tidak memiliki putra.
Jadi, Chang Zi membiarkan ketiga putrinya untuk bertarung satu sama lain dan satu yang hidup adalah orang yang mewarisi kediaman Jenderal Chang.
Kehidupan semacam ini, bahkan lebih buruk dari binatang. Chang Rui tidak sabar untuk melihat ekspresi Chang Zi ketika menyadari pemulihan yang dimiliki olehnya.
Chang Rui membeli obat obatan dan tidak sengaja melihat sebuah kereta kuda yang sangat megah dan penuh dengan sulaman emas, tampaknya ini adalah milik Keluarga Kekaisaran.
"Minggir ! Semuanya minggir ! Pangeran Keempat akan lewat !" Teriak pengawal.
Dan orang orang berlari ke arahnya yang berada di sudut, Chang Rui ingin menghindar tapi terlambat dan beberapa orang menabrak nya.
Chang Rui terjatuh dan berdiri lalu melihat kereta kuda yang telah menjauh itu dengan kesal dan tatapan sengit.
"Sialan, orang macam apa itu ! Tidak lebih dari sampah !" Umpat Chang Rui dengan marah.
Orang bisa lewat dengan bebas, tapi memaksa orang lain untuk berjalan di sudut adalah perilaku yang terlalu sombong.
"Nona, kamu sebaiknya menjaga ucapanmu. Walaupun Pangeran Ke empat adalah pria yang cacat, tapi dia masihlah putra dari Permaisuri. " Ucap seorang pria tua di sampingnya.
"Bisakah paman memberitahuku lebih jelas tentang Pangeran Keempat ini ?" Tanya Chang Rui dengan penasaran.
"Pangeran Keempat memenangkan banyak pertandingan sejak berumur 15 tahun, tapi tahun lalu ketika dia berumur 18 tahun, dia menderita luka parah pada kedua kakinya yang membuatnya menjadi seorang cacat. Dia adalah orang yang kuat dan berbakat, sayang sekali bahwa semuanya harus berakhir diumur 18 tahun, bahkan Surga pun iri dengan bakat miliknya. " Ucap pria tua itu dengan suara rendah.
"Sejujurnya, maafkan aku atas ketidak sopananku, aku merasa bahwa dia lebih layak daripada Putra Mahkota. " Bisik pria tua itu dengan suara yang sangat rendah.
Chang Rui hanya tersenyum tipis dan tidak memberikan reaksi yang berlebihan , bagaimanapun Chang Rui tahu tentang betapa busuknya Putra Mahkota ini.
Nangong Xi, siapa yang tidak mengetahui nama ini ? Nama ini adalah Nama Putra Mahkota yang Agung, orang orang merasa bahwa dia tidak layak.
Tapi, dengan dukungan dari Ibunya, Permaisuri. Siapa yang berani untuk membantah hal ini ? Bahkan Kaisar sekalipun tidak berani untuk bertindak gegabah.
"Paman, apakah kamu tahu sebuah tempat yang menjual budak ?" Tanya Chang Rui dengan santai.
"Nona menginginkan budak ? Nona bisa pergi ke Pasar Budak, harga disana sangat bervariasi. Bahkan ada beberapa budak yang hanya dijual dengan harga 10 Wen. " Desar pria tua itu dengan sedih.
Chang Rui pamit pada pria tua itu dan berjalan menuju Pasar Budak, uang yang tersisa tidak banyak lagi.
Hanya menyisakan sekitar 320 Wen, membeli obat tadi menghabiskan sangat banyak uang, tapi semuanya untuk kebaikannya.
Chang Rui masuk kedalam pasar budak yang sangat luas, penuh dengan budak budak yang dipenjara. Semuanya mengeluarkan tatapan yang menyakitkan.
Chang Rui berjalan ke dalam dan seorang penjaga menghampirinya.
"Berapa banyak budak yang diinginkan oleh Nona ?" Tanya penjaga itu dengan sopan tapi tidak ada hormat di dalam matanya.
"2 , aku ingin 2 wanita yang setia. " Ucap Chang Rui.
"Silakan Nona ikuti aku. " Ucap penjaga itu dan mereka masuk lebih dalam, sekarang mereka melewati sebuah pintu dan sampai ke sebuah penjara yang pendek dan sempit, ditinggali oleh puluhan orang di dalamnya.
"Aku ingin mereka berumur 8 sampai 12 tahun. " Ucap Chang Rui lagi.
Penjaga itu membawa keluar beberapa anak kecil, Chang Rui dalam sekali pandang mengetahui bahwa ini adalah anak anak yang kurang gizi.
Chang Rui memegang denyut nadi mereka masing masing dan menemukan 2 yang paling baik, mereka sangat baik jika dilatih seni bela diri.
"Berapa dua orang budak ini ?" Tanya Chang Rui.
"300 Wen. " Ucap Penjaga itu dengan malas.
Chang Rui memberikan uang yang diinginkan oleh penjaga itu lalu membawa kedua gadis kecil itu keluar.
"Kalian berdua, mulai sekarang adalah pelayanku. Aku akan memperlakukan kalian dengan baik, asalkan kalian setia padaku. " Ucap Chang Rui dengan lembut.
Kedua gadis kecil itu berlutut dan memeluk kaki Chang Rui dengan erat lalu menangis dengan keras.
"Terima kasih karena telah menyelamatkan kami, Nona !" Ucap kedua gadis kecil itu dengan wajah penuh air mata.
"Sebagai rasa terimakasih dari kalian, kalian harus bekerja padaku dan aku akan merawat kalian, bagaimana ?" Tanya Chang Rui dengan terus terang.
Keduanya mengangguk dengan antusias, bekerja lebih keras tidak apa apa asalkan tidak berada dalam penjara itu lagi.
Chang Rui menggendong kedua gadis itu dan melompat ke atas tembok Kediaman Chang lalu langsung kembali ke gudang lama tempat dia tinggal.
Chang Rui membuka kunci gudang dan membuka gudang, ada dua penjaga yang sudah sadar dan menatap Chang Rui dengan ketakutan.
"Kalian berdua pasti sudah mengetahui siapa aku. " Ucap Chang Rui dengan acuh tak acuh.
"Ka.. kamu... Chang Rui !!" Ucap Keduanya dengan terkejut.
Plakk !!
Tamparan dilayangkan pada wajah kedua orang itu dengan kuat sampai sampai kedua orang itu terjatuh ke belakang, Chang Rui berjalan mendekati mereka dengan sinis.
"Kamu panggil aku apa ? " Tanya Chang Rui dengan marah.
"Nona Tertua, Nona Tertua !" Ucap keduanya dengan ketakutan.
"Bagus, mulai sekarang, kalian harus menuruti perintahku atau jika tidak maka kalian semua harus menemui kematian !" Ucap Chang Rui dengan mata yang berkilat tajam.
Keduanya menjadi takut ketika merasakan tenaga Chang Rui yang kuat ketika menampar mereka. Chang Rui memberikan kunci pada mereka dan gemboknya tentu saja.
Hanya saja, satu kunci berada ditangannya jadi dia bisa membuka pintu lewat sela pintu yang ada.
"Kalian harus bertingkah seolah olah tidak ada apa apa, jika kalian tidak mematuhi maka kalian harus tahu bahwa aku selalu memiliki cara untuk menyelesaikan kalian. " Ucap Chang Rui dengan kejam.
"Ba.. baik, Nona !" Ucap keduanya dengan ketakutan dan memegang wajah mereka yang merah padam karena tamparan dari Chang Rui.
Chang Rui melemparkan seragam milik pria yang telah dipinjam olehnya, pria itu masih memiliki selapis pakaian dibagian dalam, jadi itu tidak bisa disebut sebagai ditelanjangi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 302 Episodes
Comments
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
yg paling penting pulih dulu, yg lain bisa nanti
2024-01-08
1
K4k3k 8¤d¤
👍👍👍👍👍👍👍👍👍
2023-02-12
0
K4k3k 8¤d¤
lanjut terus thor
2023-02-12
0