Kenapa kamu disini?.
Seolah-olah itu adalah pertanyaan di ini diluncurkan oleh Azlam kepada gadis yang ada di hadapannya itu.
tapi dia memilih menahan pertanyaan nya karena enggan menimbulkan satu kontroversi di antara semua orang.
Kedatangan nya ke Indonesia tidak diketahui banyak orang bahkan dia juga bukan orang yang menetap di Indonesia selama ini.
nyaris tidak ada yang tahu jika dia adalah penerus Del Piero.
Dia enggan untuk membuka identitasnya kepada orang lain, hanya teman-teman nya yang tahu soal dia dan beberapa orang yang memang tahu sejak dulu soal dia dan keluarganya.
Gadis itu adalah adik bungsunya.
seolah-olah tahu kode yang diberikan oleh kakak nya, gadis itu lebih memilih diam tidak memanggil atau menyebut nama kakaknya.
"Najwa?"
Satu teman Azlan bertanya sambil mengerutkan keningnya.
Dia fikir itu si bungsu Del Piero, tapi gadis itu dan Azlan terlihat bagaikan orang asing yang tidak saling mengenal.
"Maafkan teman-teman ku, mereka salah masuk ruangan"
Najwa bicara cepat lantas langsung menundukkan kepala nya.
"Dia teman mu?"
Si angkuh yang bicara asal dan memandang sebelah mata dua gadis di hadapannya tadi terlihat terkejut.
"Tentu saja, apa kamu fikir mereka gadis bayaran? kalian benar-benar gila"
Umpat Najwa dengan nada kesal.
"Kami hanya pergi untuk karaoke'an dan mengadakan reunian"
Ucap gadis disamping gadis bermata abu-abu tersebut.
Anehnya meskipun Najwa dan satu temannya terlihat banyak bicara, sang gadis bermata abu-abu yang tak lain penerus Hillatop itu memilih untuk tidak bicara sama sekali sejak tadi.
"Maafkan atas kecerobohan dan kesalahan Kami, miss"
Sang Mami bicara cepat, meminta maaf pada gadis Penerus Hillatop tersebut.
gadis itu lebih memilih untuk mengangguk kan kepalanya, kemudian dia langsung berbalik dan meninggalkan semua orang.
Azlan dan Najwa terlihat saling menukar pandangan, seolah-olah paham dengan bahasa mata kakak nya, gadis itu lebih memilih diam dan pergi beranjak dari sana.
Sang Mami buru-buru pamit dari sana.
Sedangkan satu teman Azlan terlihat mendengus.
"Sialan, jika aku tahu dia penerus Del Piero, aku sudah mengumpat kamu lebih dulu sejak tadi"
Ucap laki-laki itu kemudian beranjak kembali menuju ke arah kursi sofa, dia Duduk di sana membiar kan para perempuan yang telah mereka bayar mendekati dirinya dan semua orang.
"Oh come lupakan, kita kemari untuk bersenang-senang"
Satu lagi bicara cepat, mengangkat gelas wine nya dan mengajak semua orang bersulang.
Azlan terlihat menatap satu persatu teman-teman nya, dia berjalan menuju kesalah satu kursi sofa kosong.
Berjalan santai sambil membiarkan kedua tangan nya masuk kedalam kantong celananya.
Putri Hillatop?!.
nama itu terus terngiang di telinga dan kepala nya.
Satu ingatan masa lalu menghantam dirinya.
"Yakkkkk"
Teriakan kesal gadis dihadapannya nya cukup memekakkan telinga Azlan dewasa, dia kala itu berbaring di ruang latihan Anggar.
tidak ada siapapun disana kecuali dirinya dan kini ada 1 penghuni baru lainnya yang datang tiba-tiba datang sambil mengeluarkan suara kesal nya.
Azlan yang masih berbaring dilantai langsung membuka bola matanya.
Bisa dia lihat seorang gadis menundukkan kepalanya, menata kesal ke arah diri nya.
"Apa kamu punya persoalan serius dengan ku?"
Gadis itu bertanya dengan perasaan yang begitu kesal.
"Apa kamu fikir aku yang mengirim surat-surat cinta tersebut?aku mana mungkin melakukan nya, jadi katakan pada kekasih kamu itu, berhentilah mengusik hidup ku dan berusaha untuk menekan ku, Del Piero"
bisa Azlan lihat, gadis cantik itu mulai mengeluh soal banyak hal yang terjadi pada dirinya belakangan ini.
"Apa kamu tidak mendengar ku?"
Gadis itu terlihat begitu kesal.
Alih-alih menjawab, Azlan lebih suka menatap wajah cantik itu untuk beberapa waktu.
"Ayo kita berkencan"
Tiba-tiba laki-laki itu bicara dengan begitu terus terang.
Gadis itu sejenak Terkejut.
"Ya?"
Ekspresi wajahnya langsung berubah memerah.
"Ayo berkencan mulai hari ini"
Ucap Azlan remaja sekali lagi.
Seulas senyuman mengembang dibalik bibir Azlan kini, seolah-olah kenangan masa sekolah mereka terlihat begitu menyenangkan.
Berapa tahun telah berlalu?!.
Hampir 7 atau 8 tahun mungkin.
Dan kini dia kembali melihat gadis itu didalam kehidupan dia.
Bukankah itu menarik?.
Satu Hasrat nya tiba-tiba bergejolak saat dia mengingat gadis dari masa lalu nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Dinda Adiana
Hm menarik. Next semangat kak
2025-03-29
0
Budiwati
😘😘😘😘
2023-03-23
0
Nailott
hahai,,terjnyata merea pernah saling bertemu,dulu kala remaja.
2023-01-11
0