Syafiq dan Yedi masuk ke kampus sayangnya mereka tidak 1 ruangan tapi ruangan mereka bersebelahan.
"Kamu tadi buru-buru kemana?" tanya Sahara menatap Syafiq.
"Oh tadi aku hm... mencari seseorang untuk di jadikan teman," jawab Syafiq memutar bolaaz matanya.
Sahara menatap sayup seolah-olah Syafiq menyembunyikan sesuatu yang tidak ia ketahui.
"Kau berbohong?" tanyanya lagi.
"Ayolah Sahara, aku benar-benar bertemu teman, apa kau tidak percaya? Akan aku bawakan kepadanya," ujar Syafiq berusaha membuat Sahara percaya.
"Oke! Aku percaya," ujar Sahara kembali ke tempat duduknya.
Pembagian materi pun berlangsung, Syafiq fokus dengan pelajarannya. Tiba-tiba seseorang melempar kertas ke arah Syafiq dan Syafiq mengambilnya.
Syafiq membukanya dan bertulisan "PECUNDANG"
"Mereka masih saja menjahiliku," ucap Syafiq meremas kembali kertas tersebut dan menyimpan di laci.
Syafiq kembali mengikuti pejaran tapi saat orang itu melempar kembali ingin melempar kertas, Syafiq melihat ke arahnya.
Namun Kertas tersebut sudah melayang di samping sepatu Syafiq.
Syafiq mengambilnya dan membukanya ternyata tulisan yang sama. Syafiq menulis kembali kertas tersebut dan menuliskan.
"Aku hanya pecundang aja, kamu kakek monyangnya pecundang kelas kakap," tulis Syafiq.
Syafiq melemparnya dan mengenai kepalanya.
"Aduuh!" teriaknya. Semua anak di ruangan memandang ke arah suara tersebut.
"Ada apa Sandi?" tanya dosen berhenti menjelaskan.
"Eh maaf Pak, kepala saya kejedut meja pas ambil pulpen yang jatuh," ucapnya nyengir.
Syafiq tertawa kecil sambil melihat Sandi, Sandi menatap tajam ke arah Syafiq.
Dosen kembali melanjutkan penjelasannya dan Sandi segera membuka isi keras tersebut dan itu membuatnya marah.
Syafiq tersenyum mengejek.
Sepertinya Sandi sangat jengkel, ia menatap tajam ke arah Syafiq lalu menunjuk memberi peringatan. Syafiq malah tersenyum mencibir lalu mengacungkan jempol lalu memutarnya ke bawah dan membuat Sandi jadi sangat marah.
Syafiq kembali melanjut mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung.
xxx
Saatnya Kuliah Selesai. Yedi menghampiri Syafiq dan masuk ke ruangannya.
"Rumah kamu di mana?" tanya Yedi.
"Di jalan Badak Blok B," jawab Syafiq memasukkan buku ke dalam tasnya.
"Beda arah kita, bagaimana jika aku mengantarmu," tawarnya.
"Aku bawa motor sendiri," jawab Syafiq menyandang tasnya.
"Bagaimana jika aku mengantar jemputmu," tawarnya lagi.
"Itu akan merepotkanmu, kalo kamu mau, kamu datang aja ke rumahku, entah kita mengerjakan tugas bersama," ujar Syafiq.
"Oke, aku telpon Ibuku sekarang kalo aku akan ke rumahmu sekarang," ujarnya senang dan langsung menelpon orang tuanya.
Tuuut...
Tuuut...
Tuuut...
"Halo," jawab ibunya.
"Halo Ibu, aku mungkin pulang agak telat, aku mau mengerjakan tugas di rumah teman," jelas Yedi.
"Teman? Kamu sudah punya teman sekang?" tanya Ibu khawatir.
"Hehehe iya, ibu tak perlu khawatir, dia baik kok," ujar Yedi menenangkan ibunya.
"Ya udah, tapi kamu jangan pulang malam-malam ya," pesan ibunya.
"Ya Ibu," jawab Yedi menutup panggilannya.
"Ya udah ayo, Ibuku sudah menyetujuinya," ujar Yedi senang.
Syafiq mengangguk dan mereka segera menuju parkiran dan menaiki kendaraan masing-masing lalu melaju pergi, Yedi sendiri memakai mobil karena ia anak orang kaya, hanya saja ia sering di tindas dan di mintai uang sakunya.
Ketika di perjalanan tiba-tiba Syafiq di hadang oleh sekelompok pria, apa lagi jika bukan ingin balas dendam.
Berhubungan motor Syafiq berhenti, Mobil Yedi juga berhenti. Yedi keluar dari mobilnya dan segera menghampiri Syafiq.
"Ada apa Syafiq?" tanya Yedi.
"Sepertinya ada seseorang yang tidak senang?" tanya Syafiq mengangkat alisnya.
"Mereka?" tanya Yedi menunjuk ke arah Sandi.
"Iya, padahal dia yang memulai malah dia seperti tersakiti," jawab Syafiq.
"Oh kalian berteman ya? Wah kalian emang sahabat, sama-sama pecundang," ujarnya tertawa bersama teman-temannya.
Buuuk...
Sebuah tinjuan mendarat di hidung Sandi oleh Syafiq.
"Aduuuuh!" teriak Sandi sambil memegang hidungnya yang berdarah.
Teman-temannya menghampiri Sandi.
"Kamu nggak kenapa-napa?" tanya temannya yang lain.
"Nggak kenapa gimana? Nggak lihat hidungku berdarah, hajar dia! Buat dia terluka parah, jika perlu patahkan kakinya agar dia lumpuh," perintahnya.
Mereka pun mengepung Syafiq dan Yedi dan bersiap mau menghajar Syafiq.
"Heh kalian pikir aku takut," ujar Syafiq mencibir.
SYAFIQ
(Sistem, tambahkan kekuatan)
SISTEM
(Siap Tuan)
Menambah kekuatan.
Loading...
Mulai...
Ztztztztztz...
Ztztztztztzyz...
Selesai.
Syafiq pun mengahajar mereka berlima, Syafiq pun meninju wajah teman Sandi hingga ia terduduk, Temannya yang lain juga meninju ke arah Syafiq, tapi Syafiq menghindar malah mengenai Yedi.
"Aduuuh!" teriak Yedi.
"Kamu nggak apa-apa?" tanya Syafiq yang sedang melipat tangan teman Sandi.
"Aku nggak apa-apa," jawab Yedi memegang kepalanya.
"Ya udah aku selesaikan dengan cepat," ujar Syafiq dan ia menarik kepala teman Sandi dan menghatamnya ke tanah dan menarik temannya yang lain dan menendang perutnya. Syafiq juga menarik kaki teman Sandi yang ingin menendang Syafiq, dan melemparnya ke mobil Sandi.
Syafiq langsung menghampiri Yedi.
"Kepalamu baik-baik saja?" tanya Syafiq lagi.
"Ya sedikit pusing," jawab Yedi memejamkan matanya.
"Lain kali kalo ketemu seperti ini lagi kamu jangan keluar mobil ya," pesan Syafiq.
"Iya, tapi ngomong-ngomong kamu jago bela diri juga ya," pujinya kagum.
"Ah biasa aja, ayo masuk dulu ke mobilmu, istirahat sejenak," ajak Syafiq. Yedi mengangguk, Syafiq memapah Yedi masuk mobilnya dan membaringkan ke kursinya.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAH
TERIMA KASIH
jangan lupa mampir ke karyaku (System kekuatan dan kekayaan)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 300 Episodes
Comments
Novel Hunter
namanya berubah-ubah ya..
2025-04-01
0
クソ死
teman kaya gitu beban bngst
2025-01-08
0
Diana Rizal L
penulis usiamu berapa
2023-11-19
1