"Berarti aku dapat 6.000.000 donk hahahaha," tawa Syafiq pecah. Ketika Syafiq pulang terlihatlah seorang pria yang meminta-minta uang kepada anak kecil alias tukang palak. Anak-anak menangis karena itu uang jajannya.
"Sini uang kalian, kalau nggak kalian tidak boleh lewat," bentak pria itu. Dengan terpaksa anak-anak mengeluarkan uang dari sakunya menangis ketika memberikannya.
"Oh ya, aku 'kan punya kekuatan, bagaimana jika aku mengetes kekuatanku dengannya. Maaf ya Om, siapa suruh kamu jadi pemalak, akhirnya berakhir jadi percobaan samsakku," ujar Syafiq dalam hati. Syafiq pun mendekati si pria itu tersenyum menghitung uang yang ia dapatkan tadi.
"Hey kamu, kalo lewat sini harus ada uang, jika tidak ada jangan harap bisa lewat," ujar pria itu menghalangi jalan Syafiq dengan kakinya.
Syafiq mengeluarkan uangnya. "1.000.000 cukup?" tanya Syafiq melambai-lambaikan uangnya.
"Wah, cukup cukup," jawab pria itu menganggukkan kepala sambil mengulurkan tangannya. Syafiq menarik uangnya lalu meninju perut pria itu hingga terpental.
"Aduh...," jerit pria itu meringgis kesakitan.
"Wah... ini benar-benar kuat sekali," ujar Syafiq senang. Syafiq mendekati pria yang sedang meringgis kesakitan itu.
"Kalo mau uang kerja donk Bang, bukan jadi tukang palak," ujar Syafiq menasehati. "Kecuali aku manusia yang paling beruntung hahahaha," ujar Syafiq tertawa lalu pergi meninggalkan pria itu.
Syafiq pun pulang kerumahnya namun sebelum itu ia membelikan makanan enak dan mainan untuk Alviso.
"Alviso, Maman pulang, lihat nih, Maman bawa apa?" ujar Syafiq menyuruh Alviso menebak.
"Maman bawa apa?" tanya Alviso memeluk Syafiq.
"Nih mainan untuk Alviso," ujar Syafiq mengulurkan mainan robot. Dengan suka cita Alviso menerimanya.
"Syafiq, kamu kok beli mainan mahal? Emangnya kamu punya uang?" tanya bibi melihat Alviso membuka mainannya.
"Udah Bibi nggak usah khawatir, aku punya uang kok, oh ya ini Bi simpan uangnya untuk keperluan Bibi," ujar Syafiq menyerahkan uang 3.000.000.
"Ini banyak sekali Syafiq," ujar bibi menerima uang dengan mulut yang tak bisa berkata-kata.
"Terima saja, mulai sekarang belilah apa yang di butuhkan, tidak perlu berhemat, aku tau selama ini Bibi selalu berhemat dan menahan semua keinginan Bibi, jadi belanjalah apa yang Bibi suka," ujar Syafiq.
"Coba saja ibu dan ayahmu masih hidup, mereka pasti sangat senang melihat uang sebanyak ini," ujar bibi duduk di depan Syafiq.
"Hehehe ini baru permulaan Bi, doakan Syafiq ya biar bisa beli rumah," ucap Syafiq.
"Iya, Bibi selalu doakan kamu kok," ujar Bibi tersenyum.
"Ya udah, Bibi sana belanja ke mall bawa Alviso," ujar syafiq.
"Kamu nggak ikut?" tanya bibi mengangkat alis.
"Nggak Bi, aku di rumah aja deh, ngerjain tugas," jawab Syafiq.
"Oh ya udah, kamu mau titip apa?" tanya Bibi yang ingin beranjak dari duduknya.
"Hm... belikan aku jaket deh Bi, udah itu aja," pesan Syafiq.
"Ya udah Bibi pergi dulu," ujar Bibi masuk ke kamarnya. Syafiq juga menuju kamarnya dan mengambil buku pelajaran tadi. Syafiq mulai belajar.
Ding ding.
Misi baru.
Menolong seorang bapak yang di hajar anak kandungnya.
[Hadiah 10.000.000]
"Apaaa?? 10.000.000! Gila, aku harus pergi sekarang nih," ujar Syafiq memakai bajunya karena tadi ia lepaskan karena panas.
SYAFIQ
(Di mana tempatnya?)
SISTEM
(2 kilo dari sini)
Syafiq bergegas pergi dan segera mencari ojek.
"Pak, ojek, cepat ke sana," pinta Syafiq buru-buru.
"Ke sana mana?" tanya ojek bingung.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE DAN HADIAH
TERIMA KASIH
Jangan lupa mampir di karyaku ( Sistem kekuatan dan kekayaan)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 300 Episodes
Comments
♛★★★★★★SAINTSWORD★❃★★★★★★★★
heran aku sama pembaca, giliran kata2nya muda dicerna dan dibaca dikomentari cerita anak kecill, giliran pake Bahasa2 yg sulit untuk dimengerti dikomentari,,,, yang harus dikomentari sebernya kalo ada kesalahan dlm penulis
2025-03-18
0
K4k3k 8¤d¤
lanjut
2024-08-20
0
On fire
Hgff
2024-08-14
0