Syafiq pun memarkir motornya dan pergi ke ruangannya.
Ketika ingin melangkahkan kakinya masuk ke ruangan tiba-tiba seorang gadis menarik tangannya dan menyeret pergi dari tempat keramaian.
Syafiq tentu saja di buat bingung namun ia tetap mengikuti gadis tersebut.
Setelah di tempat sepi, gadis itu melepas tangan Syafiq.
"Kamu tau apa yang kamu lakukan tadi?" tanyanya mengintogasi Syafiq. Ia adalah Sahara.
"Apa yang aku lakukan?" Syafiq balik bertanya sambil mengangkat alisnya.
"Kamu tau hidupmu susah, kenapa kamu malah bertaruh bisa membeli mobil yang lebih mahal dari dia, jika begini sama saja kau mempermalukan dirimu di depan banyak orang," ujarnya marah. Itu tentu saja membuat Syafiq bingung.
Syafiq menekuk alisnya. "Tapi apa hubungan denganmu?" tanya Syafiq tak mengerti.
"Iya aku tau ini memang tak ada hubungan denganku. Tapi apa kamu berfikir jika kamu tidak bisa memenuhinya harga dirimu ajak di injak-injak olehnya, kamu sendiri tau siapa Reno itu, ayahnya pengusaha dia adalah orang kaya, apa yang tidak bisa ia beli," ujarnya khawatir.
"Terima kasih sudah mengingatkan ku, tapi ngomong-ngomong sejak kapan ada mahasiswi di kampus ini peduli dengan seorang pria miskin sepetiku?" tanya Syafiq membuat Sahara terdiam.
"Aku baik-baik mengingatkanmu, kenapa kau malah berkata sepeti itu?" tanyanya membalikkan sambil badan.
"Tidak ada, aku hanya takut jika aku salah berpikir saja," jawab Syafiq mendekati Sahara.
"Bagaimana jika aku membantumu?" sarannya.
"Membantu apa?"
"Membantu membatalkan taruhan kalian, jika di lanjutkan aku benar-benar tidak tahu lagi bagaimana kamu akan kalah merangkak di hadapan orang banyak," jawabnya.
"Apa kau meragukan keputusanku, percayalah aku tidak akan kalah darinya, masalah uang itu akan datang dengan sendirinya," jawab Syafiq tersenyum sambil melihat ke arah Sahara.
"Datang dengan sendirinya?" tanya Sahara tak mengerti.
"Udah kamu tidak perlu khawatir, tapi makasih ya, udah peduli denganku, nanti siang aku akan traktir kamu makan di kantin, ingat jangan sampai nggak datang," ucap Syafiq sambil mengacak-acak poni Sahara. Sahara manyun sambil memegang poninya lalu Syafiq pun pergi tersenyum kepada Sahara dan melangkahkan kaki menuju ruanganya.
Setelah Syafiq pergi Sahara tersenyum sambil membetulkan kembali poninya.
Pembagian materipun berlangsung, Syafiq mengikuti pelajaran dengan fokus ia tak mau ketinggalan sedikitpun pemahamannya.
Seperti yang di janjikan Syafiq akan mentraktir Sahara makan di kantin.
"Udah lama menunggu?" tanya Syafiq ketika melihat Sahara sudah duduk di kantin.
"Barusan datang," jawab Sahara tersenyum.
"Kamu pesan makan apa saja yang kamu suka," kata Syafiq.
"Serius nih, nanti akan ku buat kamu bangkrut," ujar Sahara sambil tertawa lepas.
"Emang perutmu sanggup membuatku bangkrut?" tanya Syafiq ikut tertawa.
"Aku kurang yakin jika kamu ingin mentraktirku, bagaimana aku saja yang traktir kamu, setelah kamu punya uang baru gantian kamu traktir aku," tawar Sahara.
Syafiq menatap Sahara sejenak lalu mengambil buku menu dan ia memesan semua menu yang ada di buku tersebut dan itu semuanya 2 porsi.
"Gila! Kamu serius ingin memesan sebanyak itu? bagaimana membayarnya?" tanya Sahara ketakutan.
"Kira-kira pesananku tadi menghabiskan 19.800.000 nggak?" tanya Syafiq santai.
"Ya nggak sih, cuma yang habis sekitar 1 jutaanlah," jawab Sahara khawatir.
"Jika begitu lebih baik kamu tenang dan tunggu makanannya datang," ucap Syafiq menyenderkan badannya di kursi.
Sahara diam-diam menundukan kepalanya mengecek isi dompetnya, takut jika Syafiq kekurangan uang.
"Kamu ngapain?" tanya Syafiq ketika melihat Sahara menyembunyikan wajahnya di balik meja.
"Tidak ada, aku sedang membenarkan tali sepatuku," jawabnya berbohong.
"Syukurlah di dompetku ada 500.000," ucapnya lega dalam hati.
Dan datanglah semua pesanan yang di pesan tadi hingga penuh meja tersebut. Mereka yang ada di kantin melongo melihat meja mereka penuh dengan makanan.
Sahara terkejut dengan semua makanan di depannya, bagaimana menghabiskannya?
"Ayo di makan," ajak Syafiq mengambil sendok dan garpu.
Ketika Syafiq dan Sahara makan seketika Reno dan kawan-kawannya datang. Melihat Syafiq yang asik menyantap makanan ia pun menghampiri Syafiq.
"Wah tidak di sangka, perutmu besar juga?" tanya Reno menjulurkan tangannya ingin mengambil lobster. Syafiq menepis tangan Reno yang ingin mengambil makanannya.
"Heh! Katanya kau orang kaya, seharusnya orang kaya itu sopan bukan mengambil makanan orang miskin," ucap Syafiq.
"Aku emang orang kaya. Hey kalian semua yang ada di kantin, makanan kalian semua aku yang bayar!" teriaknya. Semua bertepuk tanggan senang.
"Makasih kak Reno," ucap 2 orang gadis yang duduk di meja samping.
"Makasih ya kak Reno," ucap gadis yang lain.
Reno mengangguk tersenyum dengan bangganya sambil membusungkan dada.
"Iya, pesan saja yang kalian suka, nanti Reno yang bayar!" sahut Syafiq menambahkan. Para anak-anak yang di kantin langsung memesan lagi makanannya ada yang sampai 3x nambah.
Melihat itu, Reno langsung kalap. Ia hanya sanggup bayar makanan yang mereka beli, mana mungkin uangnya cukup buat bayar yang mereka tambah.
"Kamu!" ucapnya geram.
"Sabar, kan kamu orang kaya, pasti sanggup buat bayarnya, masa ia nggak bisa bayar, kamu kalo mau traktir orang jangan tanggung-tanggung donk. Nih kaya aku traktirin Sahara sampai meja penuh," ucap Syafiq santai, di dalam ucapannya ia mengejek Reno.
Ketika itu Reno ingin pergi, uangnya tidak cukup untuk membayar makanan mereka.
"Sial!" ucapnya pergi.
"Hey Reno, mau kemana kamu?" tanya ibu kantin ketika melihat Reno dan kawan-kawannya pergi.
"Suruh dia yang bayar, dia yang menyuruh mereka nambah lagi," ucapnya tak terima sambil menunjuk ke arah Syafiq.
"Kan kamu yang janji ingin bayar mereka semua, kalo kamu nggak punya jangan sok traktir orang banyak. Cepat bayar, atau aku akan ke rumahmu membawa bon yang kau hutangkan itu, Ayahmu pasti sangat malu karena kalian orang kaya malah berhutang," ujar ibu kantin marah.
Syafiq dan Sahara tertawa kecil, Trutama Syafiq, ia berhasil mengerjai Reno dan membuatnya emosi.
"Sialan!" ujar Reno marah wajahnya menjadi merah, ia bukan hanya tak sanggup bayar ia juga sangat malu.
"Berapa semuanya?" tanyanya kesal.
"5.000.000," jawab ibu kantin.
Reno mengeluarkan uang di kantong saku celananya yang hanya ada 2.000.000.
"Hey kalian ada uang nggak? Pinjam aku dulu," ujarnya berharap.
"Mana ada kami uang, makan aja kamu yang sering traktir," ucap mereka menggelengkan kepala.
"Dasar parasit!" ucapnya geram.
Syafiq dan Sahara selesai makan, Syafiq oun berdiri.
"Dengar semuanya, ada orang yang mengaku kaya dan ingin mentraktir kalian tapi dia nggak sanggup bayar, karena aku orangnya baik hati dan tidak sombong seperti dia, jadi aku aja yang bayar makanan kalian semua," ucap Syafiq tersenyum.
"Wah... kakak emang baik, makasih kak," ucap mereka.
"Makasih kak, kakak emang the best deh," ucap anak-anak yang lain.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAH
TERIMA KASIH
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 300 Episodes
Comments
K4k3k 8¤d¤
lanjut
2024-08-20
0
On fire
Qqas
2024-08-14
1
On fire
😛😛😛
2024-08-14
0