Benar saja ternyata sang anak membawa teman-temannya.
"Dia yang sudah menghalangiku meminta uang kepada Bapakku," ucapnya menunjukkan tangan ke arah Syafiq.
"Kamu seharusnya orang luar tidak perlu ikut campur," ujar salah satu temannya.
"enapa aku tidak boleh ikut campur?" tanya Syafiq menyunggingkan bibirnya.
"Itu bukan urusanmu," jawabnya membelalakan mata.
"Hei kau! Apa kau pikir jika kau memaksa ayahmu seperti itu kau mendapatkan uangnya? Apa kau tidak kasihan dengan Bapakmu selama ini dia susah payah untuk menghidupi MU dan kau sekarang memperlakukan dia dengan sangat kejam seharusnya kau bersyukur karena selama ini bapakmu sudah memperjuangkan hidupmu dan kau meminta lebih. Kau tidak membantunya bekerja malah kau menyusahkannya. Anak macam apa kau? Bagaimana jika ayahmu mati? Dengan Siapakah kau hidup lagi. Berbaktilah kepada ayahmu sebelum Ayahmu benar-benar pergi selamanya," nasehat Syafiq.
"Bukan urusanmu! kau orang luar tidak perlu ikut campur!" ujarnya marah.
"Hajar saja dia nggak perlu basa-basi lagi," jawab temannya. Mereka pun menyerang Syafiq dengan bertubi-tubi dengan Sigap Syafiq menangkap tangannya lalu melemparnya ia juga tidak tahu dengan kekuatannya ia benar-benar punya kekuatan yang sangat besar. mereka semua hingga terkapar bahkan ada yang dari mereka patah tulang punggungnya. Mereka semua pun meringis kesakitan.
Syafiq mendekati anak tersebut. "Ingat jika berani kau menyiksa Ayahmu lagi aku tidak akan segan-segan memukulmu lagi," ancam Syafiq. Ia pun pergi meninggalkan mereka yang masih meringis kesakitan tanpa menolongnya sebagai pelajaran jika mereka berbuat jahat lagi.
"Sial!" umpat anak tersebut sambil memukul tanah.
"Wah aku ternyata sudah menjadi kuat," ujarnya senang. "Mulai sekarang aku harus mengumpulkan uang untuk membelikan rumah tempat tinggal yang layak untuk Kami. Bibi pasti sangat senang," ujarnya melangkahkan kaki dan berdiri di tepi jalan mencari ojek.
"Pak ojek!" teriaknya ketika melihat seorang pria memakai helm lewat di depannya. Pak ojek itu pun berhenti. Syafiq langsung naik motor tersebut.
"Alamatnya di mana Dek?" tanya sang ojek.
"Jalan Mahoni Pak," jawab Syafiq.
Pak ojek pun melajukan motornya menuju arah yang ditunjuk oleh Syafiq. Tak lama kemudian sampailah di depan rumahnya Syafiq mengeluarkan uang Rp100.000 lalu menyerahkan kepada sang ojek tersebut Lalu menyelonong pergi.
"Ini kembaliannya Dek!" teriak sang ojek.
"Tidak perlu ambil saja," awab Syafiq melangkahkan kaki masuk ke rumahnya.
"Kamu dari mana Syafiq?" tanya bibi melihat keponakannya masuk rumah.
"Aku ada urusan tadi sebentar Bibi," jawab Syafiq.
"Oh ya Ini tadi adalah jaket yang kamu pesan. Bagaimana menurutmu? Apa kamu suka?" tanya Bibi mengambil jaket di dalam bagnya.
"Suka, Wah ternyata Bibi pandai memilih juga ya," ujar Syafiq terkekeh.
"Hah padahal Bibi udah pusing keliling nyari yang pas untuk kamu," ucap bibi.
"Ya udah deh ini sebagai gantinya karena Bibi sudah capek mencari jaketku," ujar Syafiq mengeluarkan uang satu juta dan memberikannya kepada bibi.
"Kamu dapat uang dari mana tanya?" bibi heran.
"Udah Bibi nggak perlu khawatir, yang penting ini duitnya Aman kok ini bukan hasil curian ini hasil kerja aku loh Bi," jawab Syafiq.
"Simpan saja untuk uang kuliah mu," tolak bibi.
"Udah Bibi tidak usah pusing dengan uang kuliahku, aku bisa bayar sendiri kok Ini ambil saja untuk keperluan Alviso." Bibi penerima uang tersebut Lalu menyimpannya.Syafiq pun masuk ke kamar lalu mengetes jaket tersebut dan ternyata jaket itu pas di badannya warnanya juga tidak terlalu mencolok. Syafiq Kembali mengerjakan tugas-tugasnya karena karena ia sudah lama tidak belajar. Ia terlalu fokus mengerjakan tugas-tugas tersebut hingga malam pun tiba
"Syafiq Ayo makan!" teriak Bibi dari dapur. Syafiq pun keluar dari kamarnya lalu menuju dapur sedangkan Bibi masih mempersiapkan makanannya.
Ding ding
Misi baru.
Menolong seorang ibu-ibu yang sedang di rampok
Hadiah Rp7.000.000
"Wah Rp7.000.000 Aku harus pergi sekarang," ucap Syafiq bergegas pergi.
"Kamu mau kemana?" tanya bibi melihat Syafiq berlari keluar rumah
"Ada urusan bentar Bi," jawab Syafiq sambil berlari Bibi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
SYAFIQ
(Di mana tempatnya?)
SISTEM
(Jalan terus mengarah ke Gang)
Syafiq pun berlari menuju arah yang ditunjukkan oleh sistem. Sampai Di gang sempit seorang ibu-ibu yang sedang dihadang oleh tiga orang perampok ibu-ibu itu ketakutan berusaha menyembunyikan dompetnya di belakang. Namun sang perampok mendekati Ibu tersebut dan memaksa mengambil dompet dari tangan si Ibu. Ibu tersebut pun menjerit. Mereka terbahak-bahak karena mendapati dompet tersebut mengambil isi dalam dompet dan membuang dompetnya ibu itu pun menangis.
Syafiq datang menghampiri mereka lalu meninjunya.
Kurang ajar! siapa kamu?" tanya temannya sedangkan temannya yang ditinju tadi langsung terkapar.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA KOMEN LIKE VOTE DAN HADIAH
TERIMA KASIH
Jangan lupa mampir ke karyaku (Pendekar Suci dari timur)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 300 Episodes
Comments
♛★★★★★★SAINTSWORD★❃★★★★★★★★
gaskan
2025-03-18
0
Naga Hitam
pakai tanya
2024-08-20
0
K4k3k 8¤d¤
lanjute
2024-08-20
0