"Kalian apa tidak punya pekerjaan lain selain mengambil hak orang lain?" tanya Syafiq merampas uang milik ibu tadi di tangan para kawanan perampok itu.
Syafiq menyerahkan uang tersebut kepada sang ibu dan ibu tersebut menerimanya.
"Awas...!" teriak si ibu ketika melihat seseorang berusaha menyerang Syafiq dari belakang.
Syafiq membalikkan badannya dan menahan pukulan perampok itu lalu menendang perutnya beberapa kali dan kemudian Syafiq melepaskannya, pria itu datang dan menyerang lagi, Syafiq menangkap tangannya, memutar kebelakang lalu menghempasnya ketembok.
"Udah baik aku melepaskanmu tadi, kamu malah melawan lagi," ujar Syafiq.
Teman-temannya yang lain ikut menyerang ke arah Syafiq. Mereka menangkap kedua tangan Syafiq hingga Syafiq tidak bisa bergerak.
"Hehehe... terimalah pembalasanku," ucapnya mengangkat tangannya dan ingin meninju perut Syafiq. Syafiq mengangkat kedua kakinya dan mendarat di kepala temannya, menjepit kepalanya dengan kuat dan ia membalik badannya dan mereka ikut terhempas termasuk Syafiq sendiri. Syafiq dengan cepat ia bangun dan menghajar para perampok tersebut.
"Ibu cepat lari," perintah Syafiq. Ibu itu mengangguk dan langsung berlari sehingga ia tidak sempat memungut dompetnya yang di buang tadi.
Setelah semua terkapar Syafiq pun pergi meninggalkan para perampok itu.
Ding ding.
Misi selesai.
Selamat Anda mendapatkan hadiah Rp 7.000.000.
"Hehehe... sisa uang habis ngasih bibi 3.000.000 sisa 3.000.000, buat beli minuman sama bayar ojek pulang pergi 250.000 sisa 2.750.000 dapet misi 10.000.000, ngasi bibi 1.000.000 sisa 9.000.000, dapat misi barusan 7.000.000 jadi semuanya..." Syafiq menghitung uanv yang ia dapatkan tadi.
2.750.000+9.000.000+7.000.000\=18.750.000
"Gilaaaa... jika begini aku bisa kaya rayaaaaaa...." teriak Syafiq.
"18 juta ini mau ku apa kan ya?" tanya berfikir. "Apa aku beli motor bebek aja dulu?" tanyanya mengangguk-angguk.
Syafiq pun langsung pergi ke showroom motor, ia lupa jika ia lapar karena ia sangat bahagia. untung dia memakai jaket yang di beli bibi tadi, jadi nggak kelihatan orang miskin banget.
"Silakan masuk Tuan, Anda ingin motor yang seperti apa?" tanya pegawai showroom tersebut.
"Oh, aku ingin lihat-lihat yang cocok dulu," ucap Syafiq melihat-lihat.
"Silakan Tuan," angguk pegawai sopan.
"Pak motor bebek ini berapaan?" tanya Syafiq setelah melihat-lihat ada yang pas.
"Ini 17.500.000, apa Tuan mau?" tanyanya.
"Iya saya mau," jawab Syafiq mengangguk.
"Baiklah jika begitu ayo ikut saya untuk melunasi pembayarannya," ujar pegawai itu melangkahkan kakinya menuju kasir. Syafiq mengikutinya dari belakang.
Syafiq melunasi pembayaran tersebut mengambil uang dari sistem lalu menyerahkannya kepada kasir.
Akhirnya ia bisa membawa motor barunya pulang.
"Yuhuuuuuu... tidak sia-sia aku pernah belajar naik motor punya tetangga dulu, akhirnya aku bisa punya motor baru juga..." teriaknya kesenagan. Sepanjang jalan ia tersenyum, sampai ada orang di jalan berpikir jika Syafiq tersenyum padanya dan orang tersebut membalas senyum teesebut.
Sesampainya di rumah.
Brum...
Brum...
Bibi berlari menuju pintu rumahnya, ia berpikir ada tamu yang datang.
"Lho kamu Syafiq?" tanya Bibi heran mendekati Syafiq yang tersenyum melihat motor barunya.
"Iya Bi, bagaimana keren nggak?" tanya Syafiq yang senyumnya masih mengembang sejak tadi.
"Kamu beli motor baru, wah... mulai sekarang nggak perlu lagi deh naik ojek," ujar Bibi melihat dan memegang motor barunya.
"Mana Alviso Bi?" tanya Syafiq melihat ke dalam rumah.
"Sudah tidur, kenapa?" tanya Bibi mengerutkan dahinya.
"Kalo belum tidurkan mau bawa dia jalan-jalan sebentar," jawab Syafiq.
"Udah besok aja, kamu juga belum makan kan?" tanya bibi.
"Iya Bi, lapar banget," ucap Syafiq memegang perutnya. Syafiq membawa motornya masuk ke rumah dan di bantu bibi mendorobgnya dari belakang.
"Sana kamu makan, bibi mau ngeloni Alviso," ucap Bibi. Syafiq mengangguk dan menuju dapur dan melahap makanannya.
Selesai ia makan, Syafiq masuk kamar dan kemudian ia pun tidur.
xxx
Ke esokan harinya.
Syafiq bangun pagi sekali, ia langsung mandi dan bersiap-siap berangkat Kuliah.
"Bi, Alviso sudah bangun?" tanya Syafiq lagi.
"Udah itu lagi main," ucap Bibi yang menyiapkan makanan untuk sarapan.
"Alviso ayo ikut Maman, naik motor baru, sebelum barunya ilang," ujar Syafiq terkekeh.
Alviso mengangguk merentangkan tangannya pertanda jika ia minta di gendong.
Dengan Senang hati Syafiq mengendong adik sepupunya itu lalu mengajaknya keliling dan membelikan mainan robot yang lebih besar lagi, untungnya masih ada sisa uang di sistem. Ia habiskan untuk Alviso dan mengisi bahan bakar untuk motornya
"Ya udah, kita pulang ya, ingan jangan nakal sama Ibu," pesan Syafiq. Alviso mengangguk kesenangan sambil memegang mainan barunya. Lalu Syafiq pun mengajaknya pulang mengantar Alviso kerumah.
"Bi ini Alvisonya, aku berangkat kuliah," ujar Syafiq pamit.
"Lho nggak sarapan dulu?" tanya bibi mengendong Alviso.
"Nanti di kantin kampus aja Bi," jawab Syafiq melajukan motornya di jalanan.
"Wah... hari-hariku sungguh menyenangkan dan berwarna," ucap Syafiq menghirup udara segar.
"Uhuk! Uhuk!" Syafiq tersedak hidung kemasukan tisu yang seseorang membuangnya di jalanan.
Syafiq segera memberhentikan motornya di tepi jalan untuk mengeluarkan tissu tersebut.
Ding ding.
Misi baru.
Menyelamatkan seorang anak kecil yang akan tabrak mobil, sang anak sekarang sedang menuju jalan raya.
[Hadiah 20.000.000]
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAH
TERIMA KASIH
Jangan lupa mampir ke karyaku (Pendekar suci dari timur)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 300 Episodes
Comments
K4k3k 8¤d¤
lanjut
2024-08-20
0
Deny Densy
tumben bibinya ngak nanya uangnya dari mana...
padahal harganya mahal loh dibanding yg sebelumnya...
2024-03-18
0
Deny Densy
harusnya pegawai menawatkan mau bayar kredit atau kes...
2024-03-18
1