"Oh gitu, ya udah ayo ke sana, nggak enak di tunggu lama sama ibu itu," ujar Syafiq melangkahkan kakinya menuju ke arah restoran, Sahara berlari tersenyum dan mengikuti Syafiq dari belakang.
"Kalian pesan saja apa yang kalian suka," ujar ibu itu.
"Iya Bu," angguk Syafiq melihat buku menu.
"Kamu pesan apa?" tanya Syafiq kepada Sahara.
"Terserah kamu deh," jawab Sahara.
Syafiq memesan makanan yaitu sea food tumpah, kepiting asam pedas, udang krancy dan sup kerang, udang bakar, beberapa ma'kanan penutup lainnya seperti dessert box dan puding buah naga.
"Itu saja? Nggak pesan yang lain lagi?" tanya ibu itu.
"Ini aja sudah banyak Buk," jawab Sahara tersenyum.
"Baiklah, jika makanan sudah datang kalian makan saja, tidak perlu menungguku, karena saya ada urusan, Saya langsung ke kasir untuk membayarnya, maaf saya tinggal dulu ya," ucapnya berpamitan.
"Terima kasih Bu," ucap Sahara.
"Iya sama-sama," jawab ibu itu pergi ke kasir membawa kedua anaknya.
20 menit kemudian makanan berdatangan.
(Kira-kira begitulah sajiannya)
Sahara melahap makanannya dengan sangat nikmat. Syafiq tersenyum melihat gadis di depannya menyantap makanan tanpa berfikir lagi.
"Tadi di kantin bukannya sudah makan banyak dan sekarang kau makan lagi? Siapa yang memeliharamu dia pasti harus bekerja keras untuk menghidupimu," ejek Syafiq.
"Selagi hidup makan, kalo udah mati justru kita yang di makan," jawab Sahara sambil mengunyah makanannya.
"Yang aku tahu, biasanya wanita akan makan dengan sopan di depan pria, sepertinya peraturan itu tidak berlaku denganmu," ujar Syafiq sambil memotong capit kepiting.
"Makan adalah kehidupan jadi jika ingin hidup makanlah," ujar Sahara.
Syafiq tersenyum sambil melahap daging kepiting tersebut.
"Kemana lagi kita?" tanya Syafiq menyeka mulutnya dengan tissu setelah habis makan.
"Aku mau pulang aja, mencerna makanan di rumah saja," jawab Sahara kekenyangan.
Beberapa menit kemudian barulah mereka berdiri dan segera pulang karena hari juga sudah sore. Syafiq mengantar Sahara pulang dan kemudian ia barulah menuju rumahnya.
"Syafiq," sapa bibi setelah melihat keponakannya baru pulang.
"Eh Bibi, udah pulang," ujar Syafiq cengengesan.
"Huuuh kamu, kirain kamu pulang duluan, ternyata Bibi juga yang pulang duluan, sana makan," ujar Bibi.
"Udah makan Bi sama teman tadi," jawab Syafiq melangkahkan kaki ingin masuk kamarnya.
"Teman apa teman?" goda Bibi.
"Nggak taulah Bi, teman atau teman," jawab Syafiq menarik sudut bibirnya ke samping.
"Terus siapa yang traktir, bukan dia kan?" tanya bibi lagi.
"Bukan dia juga bukan aku, tapi srorang Ibu-Ibu yang anaknya aku selamatkan, oh ya, aku ada sedikit uang buat belanja dan untuk Bibi shoping," ujar Syafiq mengambil uang di sistem dan menyerahkan kepada bibi, berjumlah 14.800.000.
"Ini banyak sekali Syafiq," ujar bibi terbelalak memegang uang sebanyak itu.
"Ini hanya sedikit, doakn Syafiq semoga Syafiq bisa ngasih lebih," ujar Syafiq tersenyum.
"Bibi selalu doakan yang terbaik buat Syafiq kok," jawab bibi.
"Makasih Bi, aku masuk kamar dulu Bi," ujar Syafiq. Bibi mengangguk.
Syafiq langsung masuk kamarnya dan merebahkan tubuhnya di kasur, tak lama kemudian ia pun tidur.
xxx
Ke esokan paginya seperti biasa Syafiq bangun dan sudah bersiap-siap, merapikan baju dan rambutnya lalu keluar kamar.
"Bibi, mana Alviso?" tanya Syafiq.
"Masih tidur, Bibi belum masak buat sarapan, kamu sarapan di luar aja ya," ucap Bibi yang masih menguap karena ia kurang tidur tadi malam.
"Oh iya Bi," jawab Syafiq. Namun Sebelum berangkat, Syafiq masuk kamar bibinya dan duduk di sisi ranjang melihat wajah mungil Alviso dan mengelus kepalanya. Sedangkan Bibinya masuk ke kamar mandi.
"Maafin Kakak ya Dek, tapi Kakak janji, setelah beli mobil Kakak beli rumah yang gede dan dan tempat tidur yang empuk tempat Alviso tidur," ucap Syafiq mencium kening Alviso kemudian menyelimutinya dengan selimut yang sempat di tendangnya tadi.
Syafiq pun keluar dan menuju motornya lalu pergi berangkat ke kampus.
Ding ding
Misi baru.
Membantu seorang anak yang dari pukulan Ayahnya, karena Ayahnya sedang depresi.
[Hadiah 50.000.000]
SYAFIQ
(Alamat?)
SISTEM
(Jalan duren belok kiri)
Syafiq melajukan motornya menuju arah yang di sebutkan.
Di sana Syafiq mendapati sebuah rumah papan dan suara tangisan seorang anak dan ibu, sayangnya tetangga mereka agak sedikit jauh dari rumahnya.
Syafiq menerobos masuk kerumah dan sang anak tersebut di pukul mengunakan ikat pinggang.
Syafiq menangkap ikat pinggang tersebut dan melemparnya jauh-jauh lalu mengendeng si anak.
"Kamu jikq depresi jangan anakmu jadi korban, bunuh aja dirimu, setidaknya anak dan istrimu tidak tersiksa begini!" teriak Syafiq marah.
"Ini bukan urusanmu!" teriaknya berusaha mengambil anaknya dari gendongan tangan Syafiq.
Anak tersebut menangis menjerit ketakutan menyembunyikan wajahnya di pundak Syafiq. Syafiq berusaha melindungi anak tersebut.
"Ibu Ayo kita ke rumah tetangga biar aman," ajak Syafiq.
Mereka berlari menuju rumah tetangga agar bisa berlindung sementara waktu. Ayah anak itu mengejar Mereka jika sedikit terlambat mereka akan jatuh berguling, untuk Ayah itu tidak bisa menangkap Syafiq dan akhirnya sampailah di rumah tetangga tersebut.
"Ada apa ini?" tanya tetangga tersebut heran melihat Syafiq dan tetangganya berlari.
Syafiq langsung menyerahkan anak tersebut kepada tetangga tersebut dan terlihatlah luka di tubuh anak tersebut.
"Kalian orang lain jangan ikut campur!" teriak Ayah anak tersebut.
"Ibuk saya permisi dulu ya, boleh nggak saya menangkapnya agar dia tidak menyiksa anak ibu lagi?" tanya Syafiq kepada ibu anak tersebut.
"Silakan saja," ujar ibu itu setuju sambil menyeka air matanya.
Syafiq menghadang si ayah tersebut. Ayah anak itu menyerang Syafiq namun Syafiq menagkisnya. Ia melirik kiri kanan lalu menemukan sebuah kayu lalu memukul ke arah Syafiq.
Syafiq menangkap dengan kayu tersebut lalu menariknya hingga si ayah itu terpelanting. Syafiq menangkap bajunya lalu menamparnya dan menarik tangannya dan memegangnya dengan kuat.
Ia menekukuk tangan ayah anak tersebut dan membalikan kebelakang dan mendorongnya ke depan.
"Ini serahkan saja ke kantor polisi atau dia akan menyiksa anaknya lebih dari ini," saran Syafiq.
"Iya benar," angguk tetangga tersebut.
Si ibu sebenarnya sedih tapi keselamatan anaknya lebih penting.
"Terserah kalian saja, aku ingin pulang ke rumah orang tuaku saja," jawabnya dengan suara parau.
Mendengar itu Syafiq merasa kasihan, ia mengambil uang di sistem dan meletakkan di tangan Ibu tersebut.
"Ini uang untuk ibu dan keperluan ibu, semoga cukup ya," ujar Syafiq memberinya uang sekitar 5.000.000.
"Terima kasih banyak ya, udah bantu ibu," ujarnya menagis.
"Sama-sama, jika begitu saya pergi dulu," ucap Syafiq dan ia melangkahkan kaki pergi menuju motornya.
Sedangkan Ayahnya di ikat oleh tetangganya tadi agar tidak lari karena ingin di serahkan kepada polisi.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAH
TERIMA KASIH
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 300 Episodes
Comments
sela&azkha sela azkha
inimah kalau kaya sombongnya ga ketulungan nih!, terlalu kasar,,,!
2024-08-18
0
Putra_Andalas
nanggung amat duitnya..dibuletin 14 atau 15 juta nape emg..??!
2023-07-13
1
Yoni Hartati
kok sistem ada status?
2023-04-21
0