"Terima kasih," ucap Syafiq tersenyum.
Syafiq pun mengambil uang di sistemnya dan membayar kepada ibu kantin tersebut.
"Nih Buk uangnya," ujar Syafiq.
"Ini nih baru beneran orang kaya," ujar ibu kantin tersenyum lebar menerima uangnya.
"Ini uang bisa buat kipasan di saat panas melanda," sambung ibu itu lagi.
"Ya udah kami permisi dulu ya Bu," ucap Syafiq.
"Ya, hati-hati," pesan ibu kantin.
Syafiq meraih tangan Sahara dan pergi tanpa memperdulikan Reno yang sudah ia permalukan di depan anak kampus di kantin.
Reno menatap tajam ke arah Syafiq, ia sangat gusar, 2 kali ia di permalukan oleh Syafiq.
"Lihat saja, tunggu waktu mu tiba, aku juga akan mempermalukanmu di depan orang ramai," ucapnya geram dan pergi dengan tergesa-gesa.
Reno langsung pulang kerumahnya dan mendapati sang ayah sedang bersantai di ruang tamu sambil membaca koran.
Reno berlutut di depan ayahnya.
"Kamu kenapa?" tanya ayahnya heran.
"Ayah, aku ingin ganti mobil baru," rengeknya.
"Mobil yang seperti apa lagi, itu mobil sudah harga mahal dari mobil anak kampus lainya," ujar ayahnya mengkerutkan dahinya.
"Tapi Ayah, itu mobil sudah ketinggalan zaman, aku mohon Ayah sekali ini saja habis itu aku tidak minta ganti mobil lagi," ujar Reno memohon.
"Kamu tau nggak, mobil itu seharga 1 Miliyar, dan itu menghabiskan seperempat dari uang perusahaan dan sekarang kamu minta beli yang baru lagi, kamu bukan hanya tidak membantuku bekerja di kantor dan kamu malah menyusahkanku, anak macam apa kamu!" teriak Ayahnya marah.
"Ayah aku mohon kali ini saja, aku janji tidak akan meminta lagi," ujar Reno masih merengek.
"Udahlah Yah, berikan apa yang dia pinta, kan dia juga janji tidak akan minta apa pun lagi," pujuk sang ibu.
"Baiklah, tapi dengan 1 Syarat, Ayah hanya akan memberi uang sakumu 1 hari hanya 300 ribu, selama 6 bulan," ujar ayahnya.
"Ya Ayah," jawab Reno setuju tapi ia sangat tidak terima, biasanya uang sakunya setiap hari yaitu 2 juta
"Ayo kita ke showroom," ajak Ayahnya. Reno mengikuti ayahnya dengan senyum lebar.
Sesampainya di showroom, mobil milik Reno di jual kemudian uangnya buat tambahan beli mobil yang baru, yaitu seharga 2 miliyar.
Akhirnya tercapai juga permintaan Reno untuk beli mobil baru yang lebih mahal lagi.
"Lihat saja kamu Syafiq, kau akan kalah telak, sebagai balas dendamku karena aku di marahi oleh Ayahku dan uang sakuku di kurangi, sampai waktu itu tiba, aku akan menang dan motormu ku ambil dan ku jual, itu sebagai penganti uang sakuku," ujarnya geram.
Sedang di sisi lain.
"Kita jalan kemana nih?" tanya Syafiq kepada Sahara.
"Terserah deh," jawab Sahara yang sudah bertengger di motor Syafiq.
Syafiq menstaterkan motornya lalu pelan-pelan meninggalkan kampusnya. Mereka menyusuri jalan yang di samping jalan terdapat pohon-pohon sebagai tempat berteduh.
Akhirnya sampailah di sebuah tempat, yaitu pantai
"Waaaaw... aku sudah lama ingin pergi kepantai," ujar Sahara menikmati pemandangan pantai yang indah itu.
"Oh ya? Jika begitu kita sering-sering kesini, ini akan menjadi tempat favorit," ujar Syafiq memandang lepas ke arah laut tersebut.
"Kita?" lirih Sahara pelan sambil melihat ke arah Syafiq yang tersenyum melihat air yang tertiup angin sepoi-sepoi.
Ding ding.
Misi baru.
Menyelamatkan seseorang terseret gelombang laut.
[Hadiah 50.000.000]
Syafiq melihat ke kiri dan ke kanan tapi tidak terjadi apa pun dan tampak tenang.
Namun beberapa menit kemudian tiba-tiba ombak datang yang menghantam pantai menyeret 3 orang anak-anak ke lautan lepas, Syafiq meronggoh ponselnya melatakkan di atas paha Sahara dan langsung berlari lalu mengejar dan menerjukan diri ke lautan, untungnya ia bisa berenang.
Syafiq berenang sekuat tenaga dan beberapa orang membawa Speed boat. Akhir Syafiq menyelamatkan 2 orang membopongnya dan berusaha membawanya berenang, sedangkan yang 1 lagi di tolong oleh orang yang membawa Speed boat.
Syafiq pun membawanya ke tepi pantai dan menekan dadanya. Sahara berlari menghampiri Syafiq dan menolong menekan dada anak yang satunya lagi. Syukurlah mereka baik-baik saja.
Ding ding.
Misi selesai.
Selamat Anda mendapatkan 100.000.000
Ding ding.
Anda mendapatkan 1 poin.
Poin Anda menjadi 5 poin.
SYAFIQ
(Kenapa aku mendapatkan 100 juta?)
SISTEM
(Karena Tuan menyelamatkan 2 orang)
SYAFIQ
(Haish... jika tau begitu, aku mengatakan kepada mereka jangan menyelamatkan yang satu lagi, biar aku saja yang menyelamatkannya)
SISTEM
(Keburu mati itu anak)
SYAFIQ
(Hehehe)
Orang anak tersebut berlari mendekati Syafiq dan langsung mengendong anaknya.
"Makasih ya sudah menyelamatkan anakku," ucap orang tua anak tersebut.
"Sama-sama Buk," angguk Syafiq.
"Ayo, sebagai tanda terima kasih saya, saya akan mentraktir kalian makan," ucap ibu itu.
"Eh tidak perlu Buk, kami beli sendiri aja," tolak Syafiq.
"Udah nggak apa-apa, ayo," ajak ibu itu lagi. Syafiq jadi nggak enak jika di tolak lagi. Akhirnya Syafiq menerima tawaran si ibu tersebut.
"Itu anak ibu keduanya ya?" tanya Syafiq.
"Iya, sebenarnya mereka kembar cuma mereka nggak mirip, jadi banyak yang mengatakan jika saya masih punya anak kecil tapi hamil lagi," jelas ibu itu, Sultan mengangguk-angguk.
Tapi sebelum masuk restoran di dekat pantai itu ada penjual baju, Sahara menemani Syafiq membelinya dan menemani Syafiq berganti pakaian.
Tuuut...
Tuuut....
Tuuut...
"Siapa?" tanya Syafiq.
"Bibimu," jawab Sahara menyerahkan ponsel kepada Syafiq.
Syafiq pun meraih ponselnya di tangan Sahara lalu mengangkatnya.
"Halo Bi," jawab Syafiq.
"Kamu kok belum pulang?" tanya Bibi.
"Iya lagi jalan-jalan," jawab Syafiq.
"Siapa? Pacar kamu ya," goda bibi. Sahara tersenyum.
"Bukan, cuma teman," jawab Syafiq, wajah Sahara langsung berubah asam kecut.
"Nanti lama-lama jadi jadi demen," jawab bibi terkekeh.
"Hm... doakan saja Bi," ucap Syafiq dan itu membuat Sahara tersenyum lagi.
"Ya udah Bibi mau pergi sama Alviso, kunci rumah di tempat biasa, kalo nunggu kamu takut kelamaan, Bibi mau pergi dulu kondangan teman Bibi, kamu hati-hati bawa anak orang," pesan Bibi.
"Iya tenang aja, Bibi emang hebat bisa nebak aku bawa teman perempuan," puji Syafiq tertawa.
"Itu cuma tebak-tebakan. Ya udah Bibi pergi dulu," ujar Bibi menutup panggilannya. Syafiq pun menaruh ponsel di saku celananya.
"Tadi aku lihat kamu bentar senyum bentar asem, bentar lagi senyum, kenapa?" tanya Syafiq tersenyum sambil mengerutkan dahinya.
"Oh itu, aku.... hm (mencari alasan) biasalah perempuan, kalo melihat sesuatu ya begitu deh ekspresinya," jawab Sahara membuang wajahnya ke samping agar tidak terlihat jika ia berbihong dan salah tingkah.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAH
TERIMA KASIH
Jangan lupa mampir ke karyaku (pendekar suci dari timur)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 300 Episodes
Comments
Kayla
y ketemu Sultan lgi
2024-09-17
0
Ahmad R Laros
kaitulah perempuan
2023-10-29
2
begu
salah ketik y bro
mksudnya 2 ribu kaleee
2023-06-25
1