"Hahaha.... akhirnya aku bisa kuliah lagi, hohohoho," teriak Syafiq lompat-lompat gembira.
"Norak banget, gimana ngak senangnya setelah lama ngak kuliah, hm... paling setahun lagi putus kuliah lagi," ejek Amara yang melihat Syafiq loncat-loncat.
Syafiq pulang dengan hati bahagia.
"Ada apa? bahagia sekali?" Tanya bibi juga ikut tersenyum ketika Syafiq sampai di rumahnya.
"Iya Bi, besok aku bisa masuk kuliah lagi," ujar Syafiq senang.
"Syukurlah jika begitu, tapi... kamu yakin jika kamu bisa bayar uang kuliah?" Tanya bibi khawatir.
"Udah bibi ngak usah pusing masalah uang, kalau kita berusaha pasti dapat," jawab Syafiq yakin.
"Ya sudah jika kamu sudah bilang begitu, yang penting belajar yang rajin," pesan bibi.
"Siap Bibi," jawab Syafiq senang, ia masuk ke kamar lusuhnya dan mengambil buku-buku yang berdebu karena Sudah lama tidak ia baca.
"Aku jadi dag dig dug mau masuk besok nih," ujar Syafiq memeluk erat buku tersebut sambil guling-guling saking senangnya.
xxx
Keesokkan harinya Syafiq berangkat ke kampusnya sesampainya di sana ia di hadang oleh sekelompok mahasiswa.
"Haish... orang miskin emang beda ya, setahun yang lalu keluar setahun kemudian masuk lagi, apa setahun yang akan keluar lagi, lebih baik kamu jangan masuk lagi, nyusahin para dosen tau nggak," ujar Roni membelalakan matanya.
"Heh! yang aku susahin bukan kalian, dan masalah aku kuliah atau tidak kalian juga tidak membiayaiku, jadi urus saja urusanmu," ujar Syafiq melangkahkan kakinya pergi. Roni menarik baju Syafiq.
"Ternyata sekarang kamu pandai bicara sekarang," ujar Roni menatap Syafiq tajam. Roni juga menyukai Amara, ketika tahu bahwa Syafiq menyukai Amara sejak saat itu Roni dan kawan-kawannya membullynya.
"Lalu kenapa?" tanya Syafiq menepis tangan Roni dari bajunya.
"Kurang ajar kamu," ujar Roni geram dan ia ingin meninju ke arah Syafiq.
"Berhenti!" teriak buk Mala dosen kampus tersebut. Untung saja tinju itu belum melayan di wajah Syafiq.
"Kalian jika ingin berkelahi jangan di sini, tempat ini adalah tempat belajar bukan tempat kalian sesuka hati berbuat semaunya, jika Ibuk melihat wajah kalian lagi yang membuat masalah akan saya kirim SP kepada wali kalian," ancam buk Mala.
"Iya Buk, maaf," ucap Sultan. Ibuk Mala pun pergi dengan wajah kesal.
"Kamu beruntung hari ini, tunggu saja kamu," ujar Roni mengancam Syafiq dan menepuk pundak teman-temannya untuk mengajaknya pergi.
SYAFIQ
(Sistem, berapa jumlah poinku sekarang?)
SISTEM
(4 poin)
SYAFIQ
(Apa poin segitu bisa aku tukar dengan kekuatan apa saja, yang penting bisa untuk aku berrahan)
SISTEM
(Bisa, tapi Anda hanya bisa memilik kitab paling dasar saja, seperti kitab kuning)
SYAFIQ
(Tidak masalah, bagaimana aku bisa mempelajarinya?)
SISTEM
(Tuan mempelajarinya dan memahaminya dengan pikiran tenang)
SYAFIQ
(Baiklah, tapi aku harus ke ruang dekan dulu)
Syafiq pun melangkahkan kakinya menuju ruang dekan.
Tok tok tok...
"Siapa?" tanya dekan dari dalam ruangan.
"Saya Syafiq pak," jawab Syafiq.
"Oh kamu ya, masuk," jawab pak Rahmat. Syafiq membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Begini, berhubungan kamu 1 tahun tidak masuk, jadi bagaimana jika kamu mengulang pelajaran yang tertinggal dahulu, kami para dosen sudah membicarakannya dan sepakat masa kuliahmu 3 tahun lagi sedangkan teman-temanmu yang dulu bersamamu itu kemungkinan besar 2 tahun lagi, jadi apa kamu setuju dengan keputusan kami?" tanya pak dekan memberi usul.
"Saya nggak masalah pak, kalian terima saya saja, saya sangat berterima kasih," ucap Syafiq senang.
"Jadi begitu saja ya, dan kamu belajarlah baik-baik semoga bosa di lirik pemerintah agar mendapat bea siswa," ujar dekan tersebut.
"Baik pak terima kasih banyak, saya permisi dulu Pak," ucap Syafiq pamit. Pak Rahmat mengangguk dan melanjutkan pekerjaannya.
"Wah... hari baru kehidupan baru," ucap Syafiq senang. Ia langsung menuju gudang karena di sanalah tempat sepi agar ia berkonsentrasi untuk mempelajari buku yang ia pilih nanti.
Gudang setahun yang lalu masih sama dengan sekarang, Syafiq masuk kedalam gudang tersebut dan duduk bersila.
SYAFIQ
(Oke sistem, aku akan memilih sekarang)
SISTEM
(Baik Tuan, pilih buku sesuai poin Tuan, ingat Tuan harus fokus)
Syafiq memilih buku kuning.
Ding ding
Pemilihan buku kitab kuning..
Penukaran poin...
Selesai.
Syafiq mengambil buku tersebut dan membukanya. Buku tersebut bercahaya warna kuning dan terlihatlah jurus-jurus di sana.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN VOTE DAN HADIAH
TERIMA KASIH
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 300 Episodes
Comments
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
kitab kuning?
2024-12-17
0
On fire
😆😆
2024-08-14
0
On fire
😆
2024-08-14
0