Bab 8 : Kebencian.

"Syukurlah kamu sudah sadar Zenaya!" kata Mrs. Griliana, guru sekaligus perawat medis sekolah mereka.

Zenaya perlahan bangkit dari posisi tidurnya. Tubuh gadis itu kini sudah bersih dari air bekas pel dan seragamnya pun sudah diganti dengan pakaian biasa.

"Ibu sudah membersihkan dan mengganti seragammu. Untung saja di sini ada beberapa pakaian ganti cadangan yang tersedia," ungkap Mrs. Griliana ketika menyadari raut kebingungan Zenaya.

"Terima kasih, Mrs," ucap gadis itu. "Seingatku, Bryan yang membawaku ke sini, sekarang ke mana dia, Mrs?" tanyanya kemudian.

"Bukan Bryan yang mengantarmu ke sini, tetapi Reagen. Dia menitipkanmu pada Ibu dan memberikan jaketnya. Itu dia!" Mrs. Griliana menunjuk sebuah jaket yang tersampir di punggung kursi dekat ranjang.

Zenaya termangu. Seingatnya, Bryan lah yang menggendongnya, tetapi mengapa tiba-tiba Reagen?

Menyadari raut kebingungan Zenaya, Mrs Griliana meminta gadis itu untuk tetap beristirahat sementara waktu. Namun, Zenaya menolak halus.

"Kamu yakin mau pulang?" tanya wanita itu khawatir.

Zenaya tersenyum ramah dan mengangguk. Mrs. Griliana pun membantunya turun dari ranjang. Wanita itu pun menyampirkan jaket Reagen di tubuhnya agar tidak kedinginan.

Zenaya bisa saja menolaknya, tapi dia tidak ingin membuat Mrs. Griliana berspekulasi macam-macam.

...***...

Keesokan harinya sekolah mendadak gempar dengan kedatangan Liam Chester Winston, ayah dari Zenaya. Begitu mengetahui perundungan yang terjadi pada putri tercintanya Liam dengan penuh emosi mengancam akan menghentikan seluruh donasi yang selama ini telah dia berikan.

Siapa yang sangka jika keluarga Winston ternyata merupakan donatur terbesar yayasan yang dibangun oleh keluarga Atkinson tersebut.

Liam bahkan dengan berani menghardik kepala yayasan agar segera mengeluarkan para perundung Zenaya dari sekolah, atau dia akan meminta ganti rugi sekaligus menarik seluruh fasilitas sekolah yang sudah diberikan.

Robbin Atkinson, ayah dari Natalie, jelas ketakutan. Dia pun berjanji akan mengurus segalanya, termasuk memecat guru konseling sekolah yang dinilai memihak para pembully sampai menskorsing kedua sahabat Zenaya.

Natalie pun tak kalah ketakutan mendapati kemarahan ayahnya. Terlebih saat mengetahui bahwa keluarga Winston lah yang menjadi donatur terbesar yayasan keluarganya, bukan keluarga Reagen.

Hanya dalam waktu satu hari para siswi yang membully Zenaya langsung dikeluarkan dari sekolah secara tidak hormat, sedangkan mereka yang ikut-ikutan diberi peringatan keras. Tidak ada lagi yang berani menyentuh Zenaya. Mereka bahkan hanya mampu tertunduk takut saat Zenaya berjalan melewati koridor.

Meski Zenaya tidak suka diperlakukan demikian, tetapi setidaknya dia bisa kembali menjalani sisa-sisa harinya di sekolah dengan tenang

"Ini jaket Reagen, aku minta tolong kembalikan padanya ya? Maaf sudah merepotkanmu, Bryan," ucap Zenaya saat memberikan jaket Reagen pada Bryan.

"Aku mengerti. Nanti akan kukembalikan jaket ini pada Rey." Bryan tersenyum ramah.

Semenjak kejadian itu Zenaya memilih berdamai dengan keadaan. Dia mencoba untuk tidak merasa sakit hati setiap kali melihat Reagen di sekolah. Kini Zenaya menganggap Reagen tidak lebih dari seorang lelaki asing yang kebetulan sekelas dengannya. Namun, disaat Zenaya sedang berusaha menutup lukanya, sikap Reagen tiba-tiba berubah.

Entah mengapa Reagen selalu saja berusaha menarik perhatian gadis itu. Beberapa kali Reagen bahkan berusaha mendekati Zenaya dalam berbagai kesempatan. Beruntung, berkat bantuan ketiga sahabatnya, Zenaya selalu sukses menghindari Reagen.

...***...

Hari kelulusan sekolah pun hampir tiba. Para siswa-siswi kini juga mulai sibuk mengurus pendaftaran ke perguruan tinggi favorit mereka.

Hal yang sama juga dilakukan oleh orang tua Zenaya. Gadis itu semula diharapkan dapat mengikuti jejak keluarganya memilih berkuliah di bidang manajemen bisnis.

Meski sempat kecewa dengan pilihan sang putri, Liam tetap memberikan dukungan. Lagi pula dia masih memiliki Adrian, putranya yang kini sedang menjalani koas di rumah sakit mereka.

Angan-angan Zenaya untuk kuliah bersama ketiga sahabatnya pun harus pupus ketika Alice memilih kuliah di luar negeri, dan Emily yang terpaksa harus ikut orang tuanya pindah ke Australia. Meski sedih, Grace dan Zenaya harus tetap mendukung apa pun pilihan hidup kedua sahabatnya itu. Lagi pula mereka masih tetap bisa berkomunikasi dan bertemu saat musim liburan tiba.

...***...

"Zen!"

Panggilan Reagen lagi-lagi tidak diindahkan Zenaya. Gadis itu terus saja melangkah pergi meninggalkan ruangan kelas yang sudah sepi.

Sejak dua hari kemarin, Reagen semakin terang-terangan mendekati Zenaya, entah apa maksudnya.

"Zen, tunggu!" Reagen berhasil menyusul Zenaya dan menahan tangannya.

Refleks Zenaya menepis tangan Reagen kasar.

"Kali ini, tolong dengarkan aku bicara," ujar Reagen lirih.

Zenaya tertawa sinis. Dulu dia sama sekali enggan menanggapi sapaan Zenaya. Setiap kali Zenaya mencoba mengajaknya bicara, Reagen akan selalu menghindarinya dengan berbagai macam alasan. Namun kini, lelaki itu malah bersikap demikian.

Apa mau lelaki itu? Apa dia benar-benar tidak tahu, bahwa Zenaya butuh kekuatan yang sangat besar untuk memulihkan hatinya yang telah hancur?

"Jangan ganggu aku!" desis Zenaya sembari berlalu pergi. Raut penyesalan yang ditunjukkan Reagen sama sekali tidak membuat hatinya tersentuh. Tidak ada lagi perasaan yang tersisa untuk Reagen. Semua rasa cinta yang pernah Zenaya sematkan selama hampir tiga tahun ini sekarang telah menjadi bongkahan sampah tak berarti.

Reagen mengepalkan tangannya sekuat tenaga. Melihat sorot kebencian dari mata Zenaya membuat batinnya terluka.

Dia menyadari segala kesalahannya, dan dia juga menyadari bahwa perasaan ini bukan hanya perasaan menyesal belaka.

"Zen," gumam Reagen nyaris tak terdengar.

Terpopuler

Comments

@ᵃˢʳʏ ᵛᵃʳᴍᴇʟʟᴏᴡ🐬

@ᵃˢʳʏ ᵛᵃʳᴍᴇʟʟᴏᴡ🐬

naah kan jdi pengen ketawa jahat kan ue 😏😏

2022-05-28

3

Sophia Verheyden✨

Sophia Verheyden✨

maaf tapi w suka sikap zenzen yg sekarang

2022-05-24

0

Sophia Verheyden✨

Sophia Verheyden✨

karma is real, rey

2022-05-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Zenaya Auristella Winston.
2 Bab 2 : Rencana Konyol.
3 Bab 3 : Menjadi Sepasang Kekasih.
4 Bab 4 : Ciuman Pertama.
5 Bab 5 : Perubahan Sikap.
6 Bab 6 : Kenyataan.
7 Bab 7 : Air mata di Sekolah.
8 Bab 8 : Kebencian.
9 Bab 9 : Ingatan Menyakitkan.
10 Bab 10 : Pertemuan Kembali.
11 Bab 11 : Penyesalan Reagen.
12 Bab 12 : Salju Pertama.
13 Bab 13 : Interaksi Pertama Mereka.
14 Bab 14 : Tunangan?
15 Bab 15 : "Aku mencintaimu, Zenaya!"
16 Bab 16 : Usaha Keras Reagen.
17 Bab 17 : Kecemburuan Reagen.
18 Bab 18 : Luka Terdalam.
19 Bab 19 : Malapetaka (1)
20 Bab 20 : Malapetaka (2)
21 Bab 21 : Sebuah Pengakuan.
22 Bab 22 : Air mata seorang kakak.
23 Bab 23 : Pemulihan.
24 Bab 24 : Kerinduan.
25 Bab 25 : Hamil?
26 Bab 26 : Takdir Hidup.
27 Bab 27 : Sepenggal Kenangan.
28 Bab 28 : Upacara Pernikahan.
29 Bab 29 : Kebimbangan Hati.
30 Bab 30 : Memulai Kehidupan Baru.
31 Bab 31 : Mengidam.
32 Bab 32 : Hari Pertama Bekerja.
33 Bab 33 : Perasaan David.
34 Bab 34 : Alex Simon Cole.
35 Bab 35 : Posesif.
36 Bab 36 : Perasaan Zenaya.
37 Bab 37 : Masih Memiliki Perasaan Itu.
38 Bab 38 : Pertemuan Alex dan Zenaya.
39 Bab 39 : Pertemuan Natalie dan Zenaya.
40 Bab 40 : Teka-teki Masa Lalu.
41 Bab 41: Teh Manis Untuk Momen Termanis.
42 Bab 42: Masa Lalu Zenaya.
43 Bab 43: Pertemuan Reagen dan Alex.
44 Bab 44: Harapan.
45 bab 45: Mimpi.
46 Bab 46: Pertemuan kedua.
47 Bab 47: Kedekatan Natalie dan Adryan.
48 Bab 48: Masa Lalu Reagen dan Zenaya.
49 Bab 49: Sikap Alex.
50 Bab 50: Obsesi.
51 Bab 51: "Aku merindukanmu,"
52 Bab 52: "Tua bersamamu."
53 Bab 53: Pertengkaran.
54 Bab 54: Air mata Zenaya.
55 Bab 55: Kekhawatiran.
56 Bab 56: Fakta.
57 Bab 57: Fransisco Arthur William.
58 Bab 58: Frans Menghilang.
59 Bab 59: Kembali ke Rumah.
60 Bab 60: Rumor Frans.
61 Bab 61: Olivia Eleanor Greg.
62 Bab 62: Pesta Perpisahan.
63 Bab 63: Ulah Lea.
64 Bab 64: Identitas Frans Sebenarnya.
65 Bab 65: Frans Melarikan Diri.
66 Bab 66: Timbul Masalah Lain.
67 Bab 67: Keluarga Walker.
68 Bab 68: Ingatan Reagen.
69 Bab 69: Pertengkaran.
70 Bab 70: Kesalahan Yang Terkuak.
71 Bab 71 : Seutas Tali Kasih.
72 Bab 72 : Titik Terang.
73 Bab 73 : Satu Persatu Mulai Terkuak.
74 Bab 74 : Frans Kembali.
75 Bab 75 : Kebahagiaan Zenaya.
76 Bab 76 : Foto Masa Kecil.
77 Bab 77 : Segenggam Fakta.
78 Bab 78 : Keinginan dan Rencana Reagen.
79 Bab 79 : Kencan Manis.
80 Bab 80 : Persahabatan.
81 Bab 81 : Ikatan Batin.
82 Bab 82 : Kesedihan Seorang Ibu.
83 Bab 83 : Zenaya Mengetahui Segalanya (1)
84 Bab 84 : (Tak ada) Akhir Kisah (SELESAI)
85 Pengumuman Karya Baru
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab 1 : Zenaya Auristella Winston.
2
Bab 2 : Rencana Konyol.
3
Bab 3 : Menjadi Sepasang Kekasih.
4
Bab 4 : Ciuman Pertama.
5
Bab 5 : Perubahan Sikap.
6
Bab 6 : Kenyataan.
7
Bab 7 : Air mata di Sekolah.
8
Bab 8 : Kebencian.
9
Bab 9 : Ingatan Menyakitkan.
10
Bab 10 : Pertemuan Kembali.
11
Bab 11 : Penyesalan Reagen.
12
Bab 12 : Salju Pertama.
13
Bab 13 : Interaksi Pertama Mereka.
14
Bab 14 : Tunangan?
15
Bab 15 : "Aku mencintaimu, Zenaya!"
16
Bab 16 : Usaha Keras Reagen.
17
Bab 17 : Kecemburuan Reagen.
18
Bab 18 : Luka Terdalam.
19
Bab 19 : Malapetaka (1)
20
Bab 20 : Malapetaka (2)
21
Bab 21 : Sebuah Pengakuan.
22
Bab 22 : Air mata seorang kakak.
23
Bab 23 : Pemulihan.
24
Bab 24 : Kerinduan.
25
Bab 25 : Hamil?
26
Bab 26 : Takdir Hidup.
27
Bab 27 : Sepenggal Kenangan.
28
Bab 28 : Upacara Pernikahan.
29
Bab 29 : Kebimbangan Hati.
30
Bab 30 : Memulai Kehidupan Baru.
31
Bab 31 : Mengidam.
32
Bab 32 : Hari Pertama Bekerja.
33
Bab 33 : Perasaan David.
34
Bab 34 : Alex Simon Cole.
35
Bab 35 : Posesif.
36
Bab 36 : Perasaan Zenaya.
37
Bab 37 : Masih Memiliki Perasaan Itu.
38
Bab 38 : Pertemuan Alex dan Zenaya.
39
Bab 39 : Pertemuan Natalie dan Zenaya.
40
Bab 40 : Teka-teki Masa Lalu.
41
Bab 41: Teh Manis Untuk Momen Termanis.
42
Bab 42: Masa Lalu Zenaya.
43
Bab 43: Pertemuan Reagen dan Alex.
44
Bab 44: Harapan.
45
bab 45: Mimpi.
46
Bab 46: Pertemuan kedua.
47
Bab 47: Kedekatan Natalie dan Adryan.
48
Bab 48: Masa Lalu Reagen dan Zenaya.
49
Bab 49: Sikap Alex.
50
Bab 50: Obsesi.
51
Bab 51: "Aku merindukanmu,"
52
Bab 52: "Tua bersamamu."
53
Bab 53: Pertengkaran.
54
Bab 54: Air mata Zenaya.
55
Bab 55: Kekhawatiran.
56
Bab 56: Fakta.
57
Bab 57: Fransisco Arthur William.
58
Bab 58: Frans Menghilang.
59
Bab 59: Kembali ke Rumah.
60
Bab 60: Rumor Frans.
61
Bab 61: Olivia Eleanor Greg.
62
Bab 62: Pesta Perpisahan.
63
Bab 63: Ulah Lea.
64
Bab 64: Identitas Frans Sebenarnya.
65
Bab 65: Frans Melarikan Diri.
66
Bab 66: Timbul Masalah Lain.
67
Bab 67: Keluarga Walker.
68
Bab 68: Ingatan Reagen.
69
Bab 69: Pertengkaran.
70
Bab 70: Kesalahan Yang Terkuak.
71
Bab 71 : Seutas Tali Kasih.
72
Bab 72 : Titik Terang.
73
Bab 73 : Satu Persatu Mulai Terkuak.
74
Bab 74 : Frans Kembali.
75
Bab 75 : Kebahagiaan Zenaya.
76
Bab 76 : Foto Masa Kecil.
77
Bab 77 : Segenggam Fakta.
78
Bab 78 : Keinginan dan Rencana Reagen.
79
Bab 79 : Kencan Manis.
80
Bab 80 : Persahabatan.
81
Bab 81 : Ikatan Batin.
82
Bab 82 : Kesedihan Seorang Ibu.
83
Bab 83 : Zenaya Mengetahui Segalanya (1)
84
Bab 84 : (Tak ada) Akhir Kisah (SELESAI)
85
Pengumuman Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!