Bab 6 : Kenyataan.

Sebagai angkatan terakhir tahun ini, Zenaya dan para siswa-siswi kelas tiga kini mulai disibukkan dengan berbagai macam tugas sekolah. Zenaya bahkan sudah tidak terlalu memikirkan sikap Reagen yang kini semakin samar terasa.

Bagaimana tidak, lelaki itu sekarang sama sekali tidak pernah menemuinya. Kendati berada di kelas yang sama Reagen tidak pernah sekali pun mengajak Zenaya berbincang, padahal Zenaya masih berusaha menyapanya seperti biasa.

Di rumah pun, Reagen jarang mengangkat telepon atau membalas pesan singkat Zenaya.

Zenaya tidak mengerti lagi tentang hubungan mereka. Lelaki itu kini tampak makin asing dibandingkan sebelum mereka berpacaran.

Tak ingin membuat segalanya semakin tidak jelas, Zenaya memutuskan untuk menemui Reagen di rooftop sepulang sekolah, tempat lelaki itu biasa berkumpul dengan teman-temannya.

...***...

"Kerja bagus, Rey!"

Suara asing seseorang tiba-tiba tertangkap indera pendengaran Zenaya yang baru saja menginjakkan kakinya di rooftop. Gadis itu bergegas menghentikan langkahnya tepat di depan pintu ruangan yang terdapat di sana.

Suasana di dalam ruangan tampak hening sesaat, sebelum kemudian Zenaya bisa mendengar suara Reagen berujar.

"Sekarang, cepat kembalikan kunci mobilku!"

Zenaya mengerutkan keningnya. Tanpa takut ketahuan dia nekat mengintip di sela-sela pintu ruangan yang sedikit terbuka itu.

Di dalam ruangan tersebut Zenaya mendapati seorang laki-laki yang merupakan teman satu tim basket Reagen bernama Leon. Leon tampak sedang memainkan sebuah kunci mobil di tangannya.

"Santai, Bro!" Leon tertawa dan melempar kunci mobil tersebut pada Reagen.

"Hanya ini saja?" tanya lelaki itu kemudian. "Kamu tidak ingin meminta apa pun dariku sebagai reward karena telah berhasil memenangkan challenge?" Kepulan asap dari rokok yang dihisap Leon membuat Reagen sedikit terganggu.

"Tidak perlu!" Jawab Reagen singkat.

"Cih, kamu benar-benar bukan orang yang asik, padahal aku sudah siap memberikan apa pun karena telah berhasil mencuri satu ciuman gadis itu!" Tawa mengejek terdengar kembali dari mulut lelaki kurang ajar itu.

Zenaya kontan membelalakkan matanya mendengar perkataan Leon.

"Mencuri ciuman? Apa maksudnya?" batin Zenaya.

"Tidak perlu, aku hanya butuh mobilku dan jangan lagi membuatku masuk ke dalam permainan sialanmu ini!" Reagen membuka suaranya lagi sembari menatap tajam Leon.

"Wow, santai *Br*other. Aku pikir kamu tidak keberatan mengingat sikap lembutmu pada Zenaya. Kamu nyaris membuat kami percaya, kalau kamu benar-benar jatuh cinta pada gadis polos itu."

Refleks Zenaya menutup mulutnya sendiri.

"Jangan sembarangan mengambil kesimpulan!" Reagen terlihat menahan amarahnya.

Leon mengangkat kedua bahunya. "Sayang sekali permainan harus berakhir, Rey. Andai mengikuti Dave dan kawan-kawannya, bisa dipastikan kamu akan berhasil meniduri gadis itu. Bayangkan Rey, bibirnya saja sukarela dia berikan padamu, apa lagi tubuhnya!" Leon dengan kurang ajar memperagakan gerakan tidak senonoh saat mengatakannya, yang langsung membuat Reagen menghardik lelaki itu.

Mengetahui kenyataan tersebut Zenaya nyaris limbung. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa pernyataan cinta dan hubungan hangat mereka tidak lebih dari sebuah ajang pertaruhan. Semua yang dia rasakan kemarin rupanya hanya kepalsuan belaka. Pantas saja Reagen bisa berubah drastis dalam waktu singkat.

"Tapi biar kutanya satu hal Rey. Setelah kedekatan kalian selama satu bulan kemarin, apa kamu tidak merasakan sesuatu terhadap Zenaya?" tanya Leon penasaran.

"Jangan menanyakan hal menjijikan seperti itu, dia sama seperti gadis-gadis norak lainnya!"

Darah seolah tersedot habis dari seluruh tubuh Zenaya. Lelaki yang telah disukainya selama hampir tiga tahun itu ternyata tega menghina dan menginjak-injak harga dirinya. Pandangan mata Zenaya mendadak kabur, dan tanpa sengaja gadis itu menyentuh pintu ruangan tersebut hingga terbuka lebar.

Leon dan Reagen yang berada di dalam ruangan seketika menoleh ke arah pintu dan mendapati Zenaya tengah berdiri di sana. Bukannya terkejut, Leon justru menyeringai senang saat mengetahui keberadaannya. Sementara Reagen sama sekali tidak menampakkan ekspresi apa pun. Dia tidak terlihat terkejut, sorot matanya sangat datar seperti biasa.

Ekspresi yang Zenaya tunjukkan membuat hati Leon bersorak-sorai, karena inilah yang sebenarnya dia inginkan. Andai saja Zack dan Xander ada di sana dan ikut menyaksikannya secara langsung, pasti akan semakin mengasyikkan.

Sementara itu Zenaya tidak perlu lagi bersusah payah menyembunyikan luka. Dia menatap Reagen lama, seolah tengah memberitahu lelaki itu, bahwa perasaan yang sudah dia susun sedemikian rupa kini telah hancur berkeping-keping.

Zenaya dengan raut penuh luka akhirnya berlari meninggalkan tempat tanpa menoleh ke belakang. Gadis itu menangis terisak-isak sembari mencengkeram kuat dadanya yang terasa sesak.

Zenaya berhasil keluar dari gedung sekolah. Tanpa memerdulikan kakinya yang mulai melemah, Zenaya terus berlari tanpa arah dan tujuan hingga berhenti pada sebuah taman kecil yang jaraknya lumayan jauh dari sekolah.

Di sana Zenaya menangis meraung-raung seorang diri sambil memukul-mukul dadanya sekuat tenaga demi meminimalisir rasa sakit yang tengah melanda.

Dia masih mengingat betul bagaimana tatapan mata Reagen saat bertemu pandang dengannya tadi. Tidak ada sedikit pun perasaan bersalah, lelaki itu bahkan tidak berusaha mengejarnya saat dia berlari pergi.

Zenaya tertawa sumbang. Seharusnya dia tidak menghilangkan kecurigaannya pada Reagen, ketika lelaki itu secara tiba-tiba mengucapkan perasaannya.

Nyatanya Reagan sama sekali tidak pernah menganggap dirinya ada. Perasaannya selama ini bahkan tidak lebih dari seonggok sampah bagi Reagen.

Bak orang kesetanan, Zenaya berteriak sekeras mungkin hingga suaranya nyaris hilang. Dia menghardik Reagen dalam sebuah sumpah serapah dan berjanji akan terus membawa kesakitan ini sampai mati.

Zenaya tak akan pernah memaafkan Reagen apa pun yang terjadi.

Terpopuler

Comments

ovi Putriminang

ovi Putriminang

😢😢😢😢😞🥹😭

2025-03-25

0

👋🏻 emak chimon 🐣

👋🏻 emak chimon 🐣

ngeurrriiii

2022-05-31

0

Sophia Verheyden✨

Sophia Verheyden✨

aduh salah Mulu nulis nama ya 🙏🏻😂

2022-05-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Zenaya Auristella Winston.
2 Bab 2 : Rencana Konyol.
3 Bab 3 : Menjadi Sepasang Kekasih.
4 Bab 4 : Ciuman Pertama.
5 Bab 5 : Perubahan Sikap.
6 Bab 6 : Kenyataan.
7 Bab 7 : Air mata di Sekolah.
8 Bab 8 : Kebencian.
9 Bab 9 : Ingatan Menyakitkan.
10 Bab 10 : Pertemuan Kembali.
11 Bab 11 : Penyesalan Reagen.
12 Bab 12 : Salju Pertama.
13 Bab 13 : Interaksi Pertama Mereka.
14 Bab 14 : Tunangan?
15 Bab 15 : "Aku mencintaimu, Zenaya!"
16 Bab 16 : Usaha Keras Reagen.
17 Bab 17 : Kecemburuan Reagen.
18 Bab 18 : Luka Terdalam.
19 Bab 19 : Malapetaka (1)
20 Bab 20 : Malapetaka (2)
21 Bab 21 : Sebuah Pengakuan.
22 Bab 22 : Air mata seorang kakak.
23 Bab 23 : Pemulihan.
24 Bab 24 : Kerinduan.
25 Bab 25 : Hamil?
26 Bab 26 : Takdir Hidup.
27 Bab 27 : Sepenggal Kenangan.
28 Bab 28 : Upacara Pernikahan.
29 Bab 29 : Kebimbangan Hati.
30 Bab 30 : Memulai Kehidupan Baru.
31 Bab 31 : Mengidam.
32 Bab 32 : Hari Pertama Bekerja.
33 Bab 33 : Perasaan David.
34 Bab 34 : Alex Simon Cole.
35 Bab 35 : Posesif.
36 Bab 36 : Perasaan Zenaya.
37 Bab 37 : Masih Memiliki Perasaan Itu.
38 Bab 38 : Pertemuan Alex dan Zenaya.
39 Bab 39 : Pertemuan Natalie dan Zenaya.
40 Bab 40 : Teka-teki Masa Lalu.
41 Bab 41: Teh Manis Untuk Momen Termanis.
42 Bab 42: Masa Lalu Zenaya.
43 Bab 43: Pertemuan Reagen dan Alex.
44 Bab 44: Harapan.
45 bab 45: Mimpi.
46 Bab 46: Pertemuan kedua.
47 Bab 47: Kedekatan Natalie dan Adryan.
48 Bab 48: Masa Lalu Reagen dan Zenaya.
49 Bab 49: Sikap Alex.
50 Bab 50: Obsesi.
51 Bab 51: "Aku merindukanmu,"
52 Bab 52: "Tua bersamamu."
53 Bab 53: Pertengkaran.
54 Bab 54: Air mata Zenaya.
55 Bab 55: Kekhawatiran.
56 Bab 56: Fakta.
57 Bab 57: Fransisco Arthur William.
58 Bab 58: Frans Menghilang.
59 Bab 59: Kembali ke Rumah.
60 Bab 60: Rumor Frans.
61 Bab 61: Olivia Eleanor Greg.
62 Bab 62: Pesta Perpisahan.
63 Bab 63: Ulah Lea.
64 Bab 64: Identitas Frans Sebenarnya.
65 Bab 65: Frans Melarikan Diri.
66 Bab 66: Timbul Masalah Lain.
67 Bab 67: Keluarga Walker.
68 Bab 68: Ingatan Reagen.
69 Bab 69: Pertengkaran.
70 Bab 70: Kesalahan Yang Terkuak.
71 Bab 71 : Seutas Tali Kasih.
72 Bab 72 : Titik Terang.
73 Bab 73 : Satu Persatu Mulai Terkuak.
74 Bab 74 : Frans Kembali.
75 Bab 75 : Kebahagiaan Zenaya.
76 Bab 76 : Foto Masa Kecil.
77 Bab 77 : Segenggam Fakta.
78 Bab 78 : Keinginan dan Rencana Reagen.
79 Bab 79 : Kencan Manis.
80 Bab 80 : Persahabatan.
81 Bab 81 : Ikatan Batin.
82 Bab 82 : Kesedihan Seorang Ibu.
83 Bab 83 : Zenaya Mengetahui Segalanya (1)
84 Bab 84 : (Tak ada) Akhir Kisah (SELESAI)
85 Pengumuman Karya Baru
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab 1 : Zenaya Auristella Winston.
2
Bab 2 : Rencana Konyol.
3
Bab 3 : Menjadi Sepasang Kekasih.
4
Bab 4 : Ciuman Pertama.
5
Bab 5 : Perubahan Sikap.
6
Bab 6 : Kenyataan.
7
Bab 7 : Air mata di Sekolah.
8
Bab 8 : Kebencian.
9
Bab 9 : Ingatan Menyakitkan.
10
Bab 10 : Pertemuan Kembali.
11
Bab 11 : Penyesalan Reagen.
12
Bab 12 : Salju Pertama.
13
Bab 13 : Interaksi Pertama Mereka.
14
Bab 14 : Tunangan?
15
Bab 15 : "Aku mencintaimu, Zenaya!"
16
Bab 16 : Usaha Keras Reagen.
17
Bab 17 : Kecemburuan Reagen.
18
Bab 18 : Luka Terdalam.
19
Bab 19 : Malapetaka (1)
20
Bab 20 : Malapetaka (2)
21
Bab 21 : Sebuah Pengakuan.
22
Bab 22 : Air mata seorang kakak.
23
Bab 23 : Pemulihan.
24
Bab 24 : Kerinduan.
25
Bab 25 : Hamil?
26
Bab 26 : Takdir Hidup.
27
Bab 27 : Sepenggal Kenangan.
28
Bab 28 : Upacara Pernikahan.
29
Bab 29 : Kebimbangan Hati.
30
Bab 30 : Memulai Kehidupan Baru.
31
Bab 31 : Mengidam.
32
Bab 32 : Hari Pertama Bekerja.
33
Bab 33 : Perasaan David.
34
Bab 34 : Alex Simon Cole.
35
Bab 35 : Posesif.
36
Bab 36 : Perasaan Zenaya.
37
Bab 37 : Masih Memiliki Perasaan Itu.
38
Bab 38 : Pertemuan Alex dan Zenaya.
39
Bab 39 : Pertemuan Natalie dan Zenaya.
40
Bab 40 : Teka-teki Masa Lalu.
41
Bab 41: Teh Manis Untuk Momen Termanis.
42
Bab 42: Masa Lalu Zenaya.
43
Bab 43: Pertemuan Reagen dan Alex.
44
Bab 44: Harapan.
45
bab 45: Mimpi.
46
Bab 46: Pertemuan kedua.
47
Bab 47: Kedekatan Natalie dan Adryan.
48
Bab 48: Masa Lalu Reagen dan Zenaya.
49
Bab 49: Sikap Alex.
50
Bab 50: Obsesi.
51
Bab 51: "Aku merindukanmu,"
52
Bab 52: "Tua bersamamu."
53
Bab 53: Pertengkaran.
54
Bab 54: Air mata Zenaya.
55
Bab 55: Kekhawatiran.
56
Bab 56: Fakta.
57
Bab 57: Fransisco Arthur William.
58
Bab 58: Frans Menghilang.
59
Bab 59: Kembali ke Rumah.
60
Bab 60: Rumor Frans.
61
Bab 61: Olivia Eleanor Greg.
62
Bab 62: Pesta Perpisahan.
63
Bab 63: Ulah Lea.
64
Bab 64: Identitas Frans Sebenarnya.
65
Bab 65: Frans Melarikan Diri.
66
Bab 66: Timbul Masalah Lain.
67
Bab 67: Keluarga Walker.
68
Bab 68: Ingatan Reagen.
69
Bab 69: Pertengkaran.
70
Bab 70: Kesalahan Yang Terkuak.
71
Bab 71 : Seutas Tali Kasih.
72
Bab 72 : Titik Terang.
73
Bab 73 : Satu Persatu Mulai Terkuak.
74
Bab 74 : Frans Kembali.
75
Bab 75 : Kebahagiaan Zenaya.
76
Bab 76 : Foto Masa Kecil.
77
Bab 77 : Segenggam Fakta.
78
Bab 78 : Keinginan dan Rencana Reagen.
79
Bab 79 : Kencan Manis.
80
Bab 80 : Persahabatan.
81
Bab 81 : Ikatan Batin.
82
Bab 82 : Kesedihan Seorang Ibu.
83
Bab 83 : Zenaya Mengetahui Segalanya (1)
84
Bab 84 : (Tak ada) Akhir Kisah (SELESAI)
85
Pengumuman Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!