"Key,kamu akan pulang ke rumah Aisyah sekarang?"Satria
"Iya,dua jam lagi pesawatnya take off.Aku mau makan dulu sebelum kebandara.Kamu mau gabung,,"Keynan
"Maaf,aku tidak bisa.Aku harus bertemu klien setengah jam lagi,dan harus berangkat sekarang,"Satria
"Fine,it's oke,"Keynan
"Tapi apa tidak lebih baik kalau kamu berangkat besok pagi saja.Kalau kamu berangkat sekarang,kamu akan sampai sana tengah malam, susah cari transportasi,"Satria
'Tidak apa-apa aku pasti bisa sampai rumah walaupun tengah malam."Keynan
"Sudah sebegitu rindu kah kamu pada Aisyah, hingga tidak sabar lagi mau pulang?"ledek Satria tersenyum jahil.
"Iya,aku sudah sangat merindukannya,"jawab Keynan jujur.
"Ya sudah,aku pergi duluan.Maaf nggak bisa ngantar kamu.Hati-hati!!"ucap Satria
"It's oke,"Keynan.
Keynan dan Satria pun akhirnya berpisah karena tujuan mereka berlawanan arah.Keynan mampir ke restoran terdekat untuk mengisi perutnya.
****************
Sementara itu orang-orang suruhan Cicilia melihat Keynan yang baru keluar dari Wishaka company.
"Halo Bos,saya sudah sudah menemukan Tuan Keynan,"sahut Santo diujung telepon.
'"Oh ya?! Terus ikuti!? Share lock sekarang!!"ucap Cicilia.
" Ok Bos, saya share lock sekarang."balas Santo.
Setengah jam kemudian.
"Dimana , dia?"tanya Cicilia sebegitu bertemu dengan Santo yang menunggunya di parkiran mobil.
"Ada didalam restoran itu Bos,"jawab Santo menunjuk pada restoran.
'Ok, kalian tetap di sini jangan kemana-mana, tunggu perintah dari ku selanjutnya,"Cicilia
"Ok Bos,siap,"sahut Santo dan anak buahnya.
Cicilia berjalan masuk ke dalam restoran, mencari sosok Keynan yang ternyata tengah makan dengan tenang,kemudian masuk kedalam dapur restoran.
Sampai didalam dapur Cicilia memanggil seorang pelayan.
"Hei kau, kesini,"panggil Cicilia pada pelayanan yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.
"Iya nona,ada yang bisa saya bantu?"tanya pelayanan itu sopan.
"Tolong berikan minuman pada orang yang ada di meja nomer sepuluh.Dan masukkan ini ke dalam minumannya.,"bisik Cicilia pada pelayanan tersebut.
"A...apa ini nona?"tanya pelayanan tersebut takut.
"Ini hanya obat tidur, tidak berbahaya,"jawab Cicilia.
"Ini, saya kasih kamu dua ratus ribu jika kamu mau mengerjakannya,dan jika kamu berhasil membuatnya meminumnya akan saya berikan sisanya tiga ratus ribu.Gimana mau nggak?!Kalau nggak mau saya akan minta tolong pada temanmu yang lain,"ancam Cicilia
"Tapi bener kan hanya obat tidur?!saya tidak mau masuk penjara nona,"ujar pelayanan itu memastikan.
"Iya,cuma obat tidur.Saya juga nggak mau masuk penjara.Gimana?!Mau nggak?!"Cicilia.
"Siap nona,serahkan pada saya,"sahut pelayanan.
"Ok,ini obatnya.Saya tunggu disini untuk memberikan sisa uangnya jika kamu berhasil,"ucap Cicilia
"Siap nona, segera dilaksanakan,"'sahut pelayanan tersebut bergegas pergi mengerjakan tugas yang diberikan Cicilia.
Kemudian..
"Permisi Tuan,"pelayan
"Iya?!"Keynan
"Em...begini Tuan, restoran kami membuat minuman baru, karena itu kami meminta beberapa pengunjung untuk mencicipi dan mengomentari rasanya,"
"Jadi mohon Tuan bersedia mencicipi dan mengomentari rasanya, setelah itu anda juga bisa memberikan saran agar kami bisa mengetahui jika ada yang perlu kami perbaiki,"ujar pelayanan tersebut.
"Oh, begitu ya.Ok saya akan mencicipinya,"Keynan
"Silahkan Tuan,"ucap pelayanan
"Rasanya enak kok.Udah pas,"komentar Keynan
"Ah syukurlah kalau sudah pas, kalau begitu silahkan dihabiskan tuan minuman nya,kan mubasir kalau nggak dihabiskan, "ucap sang pelayan membujuk.
"Ah.. sudah cukup.Saya sudah kenyang,"Keynan
"Mohon dikit lagi Tuan, mubasir lo!"ucap pelayanan itu kembali membujuk.
"Ya sudah,saya minum setengah saja ya,soalnya saya sudah kenyang,"Keynan
"Iya Tuan,biar nggak terlalu banyak yang mubasir."ucap pelayanan "Kalau begitu, saya permisi Tuan.Terimakasih sudah mengomentari,"ucap pelayanan tersebut kemudian meninggalkan meja Keynan.
Sedangkan Keynan hanya mengangguk, menanggapi ucapan pelayanan tersebut.
Setelah pelayanan itu kembali ke dalam dapur restoran.
"Gimana?"tanya Cicilia yang sedari tadi memperhatikan dari jauh.
"Sudah saya bujuk nona,dan Tuan itu berhasil saya bujuk untuk meminum separuhnya,"pelayan.
"Bagus, ini sisa uang yang saya janjikan."Cicilia.
"Terimakasih nona,"ucap pelayanan tersebut dengan wajah yang berbinar.
Cicilia segera menghampiri Keynan.
"Hey, sayang.Udah lama nggak ketemu!"seru Cicilia.
"Kamu?!"ucap Keynan agak terkejut melihat Cicilia.
"Udah lama nggak ketemu, makin ganteng aja,"goda Cicilia.
"Permisi,"ucap Keynan ingin melangkah meninggalkan Cicilia.
"Sayannggg,....."panggil Cicilia langsung bergelayut manja di lengan Keynan.,hingga menarik perhatian para pengunjung restoran.
" Lepaskan!!"ucap Keynan dingin menatap lengannya yang dipegang Cicilia kemudian beralih menatap Cicilia dengan wajah dingin.
Dengan sekali sentakan Keynan melepaskan tangan Cicilia yang bergelayut di lengannya kemudian kembali melangkah diikuti Cicilia
"Ah..kenapa tiba-tiba kepalaku pusing sekali?!Dan rasanya mataku tiba-tiba sangat mengantuk,"batin Keynan
"Sayang...kamu kenapa?!'tanya Cicilia
"Sepertinya obatnya sudah mulai bereaksi,"batin Cicilia
"Jangan memanggilku sayang! Kita tidak berhubungan dekat hingga kamu bisa memanggilku sayang,"ketus Keynan di saat kepalanya semakin pusing dan matanya semakin berat.
Sesampainya diluar restoran tiba-tiba tubuh Keynan terhuyung dan dengan sigap Cicilia segera membantu Keynan kemudian melambai kearah anak buahnya.
"Cepat,bantu aku membawanya ke mobil,"perintah Cicilia yang melihat Keynan sudah tidak sadarkan diri.
"Baik Bos,"sahut anak buah Cicilia.
"Santo, kemudikan mobilku,dan antar kami ke hotel xx milik papaku,dan yang lainnya boleh pergi,"Cicilia.
"Siap Bos,"sahut Santo dan anak buahnya.
Setengah jam kemudian mereka pun sampai di hotel yang di inginkan Cicilia.
"Santo,bantu aku membawanya kedalam,"Cicilia
"Ok, Bos,"Santo.
Setelah sampai ditempat resepsionis.
"Berikan kunci kamar VIP untuk ku,"ucap Cicilia.
"Baik nona,"sahut resepsionis tersebut segera memberikan kunci kamar yang diinginkan Cicilia, karena sudah mengetahui bahwa Cicilia adalah anak pemilik hotel tersebut.
"Ayo Santo,"Cicilia
"Iya nona,"ucap Santo sambil menggendong Keynan di punggungnya.
Sesampainya didalam kamar.
"Baringkan dia di ranjang,"Cicilia.
"Sudah nona,"Santo.
"Kunci pintunya dan kamu bantu aku untuk memotret aku dan Keynan,"Cicilia.
"Iya nona,"ucap Santo.
Cicilia segera masuk ke kamar mandi dan beberapa saat kemudian keluar hanya menggunakan handuk putih yang hanya menutupi bagian dada hingga setengah pahanya saja.
Kulit Cicilia putih bersih, dadanya lumayan besar,boko*g montok dan lehernya juga jenjang.
Melihat Cicilia seperti itu,jiwa kelaki-lakian Santo pun meronta-ronta,menelan salivanya susah payah,sedang jakunnya sudah naik turun.
Cicilia tidak menyadari perubahan pada diri Santo.Cicilia sekarang sudah berada di atas ranjang,sibuk membuka kemeja dan celana panjang Keynan hingga hanya tersisa celana boxernya.
Sedangkan Santo diam -diam. memasang beberapa kamera yang terfokus pada ranjang bahkan memasukkan obat perang s*ng pada botol air mineral yang dibawanya tanpa disadari oleh Cicilia karena sibuk dengan Keynan.
"Santo,"panggil Cicilia pada Santo.
"I...iya nona,"sahut Santo tergagap karena baru selesai menutup botol air mineral yang telah dimasukkan obat perang s*n g
"Sekarang kamu ambil foto ku bersama Keynan dengan baik.Ini pakai handphone aku,"Cicilia.
"Iya nona"jawab Santo.
Santo mengambil beberapa gambar yang pose nya berbeda-beda dan pose terakhir adalah dimana tubuh Keynan ditimpakan di atas tubuh Cicilia dengan kepala yang dibenamkan diantara dua bukit kembar milik Cicilia yang membuat tubuh Santo semakin panas karena dibakar gairah.
"Sudah Santo,mana handphone ku,"Cicilia
"Iya nona.ini handphone nona dan ini air mineral,nona pasti haus kan?!"ucap Santo sangat pengertian, padahal dia memberikan minuman yang sudah di campurnya dengan obat perang s,*ng.
"Ya sudah,kamu keluar sekarang."ucap Cicilia sambil mengulurkan botol air mineral yang sudah hampir habis diminumnya pada Santo.
"Baik, nona,"jawab Santo dengan tatapan mata yang sulit diartikan.
Setelah Santo keluar Cicilia segera mengunci pintu.
Didalam kamar,setelah Santo keluar.Cicilia tidak memakai pakaiannya kembali, masih mengenakan handuk memandang dan meraba wajah Keynan yang matanya masih terpejam.Menyusuri dada bidang dan perut kotak-kotak milik Keynan.
"Wajahmu sangat tampan dan tubuhmu juga sangat indah, atletis.Em..kenapa badanku tambah panas ya setelah berfoto dengan berbagai pose tadi,"monolog Cicilia.
Semakin lama Cicilia semakin kepanasan,dilucutinya seluruh kain yang masih menempel di tubuhnya.Dan saat tubuh Cicilia sudah blingsatan tidak karuan tiba-tiba ada yang memeluk tubuhnya dari belakang, menciumi lehernya dan meremas dua bukit kembar Cicilia.....
To be continued
Terimakasih mau mampir dan membaca karya Author.Mohon dukungannya agar author semangat up date.🙏🙏🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Anonim
Santo kah...
2024-05-30
1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒂𝒚𝒂 𝒈𝒂𝒌 𝒎𝒂𝒖 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒆 𝑲𝒆𝒚𝒏𝒂𝒏 𝒅𝒊 𝒑𝒂𝒌𝒔𝒂 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑪𝒊𝒄𝒊𝒍𝒊𝒂 𝒉𝒓𝒔 𝒕𝒂𝒏𝒈𝒈𝒖𝒏𝒈 𝒋𝒂𝒘𝒂𝒃
2024-05-01
1
Eka 'aina
harusnya satria nyuruh orang buat jaga keynan tanpa sepengetahuan key soalnya Key udh pernah mau di bunuh harusnya hati2🤦
2024-01-09
1