Di kantor pengacara milik Tirta Sagara.
"Pa,ini semua informasi tentang Cicilia Ganendra dan Wira Ganendra,"Bayu.
"Ok, terimakasih,Nak.Gimana dengan kasus percobaan pembunuhan pada Tuan Muda?!"Tirta.
"Masih belum ada titik terang,pa,"Bayu.
"Tolong usahakan secepatnya menemukan dalang dibalik rencana pembunuhan Tuan Muda,Bay,"Tirta.
"Iya pa,Bayu sudah berusaha semaksimal mungkin pa,"Bayu.
"Berani sekali orang itu berniat membunuh Tuan Muda.Jika sampai papa temukan orang itu,papa pastikan akan memberinya pelajaran yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya,"Tirta.
"Sampai segitunya sih papa pada Tuan Muda?!Apa sih yang Tuan Muda berikan untuk papa hingga papa sangat perduli dengan Tuan Muda?!"tanya Bayu penasaran, dibalut cemburu karena merasa perhatian papanya sangat besar untuk Keynan.
"Papa berhutang nyawa padanya,"Tirta.
"Berhutang nyawa?! Maksud papa?!"Bayu.
Tirta menghela nafas berat kemudian mulai bercerita.
"Kamu tahu kan,selain berprofesi sebagai pengacara papa dulu jaga ketua mafia yang sekarang berubah jadi agen bodyguard yang kamu pegang?Dulu semua anak buah papa bekerja di dunia hitam,melakukan apapun demi uang, tapi setelah papa mengenal mamamu,papa sadar bahwa dunia hitam itu penuh dosa,"
"Mamamu wanita yang baik,dia adalah wanita yang saleh,waktu itu dia tidak tahu kalau papa adalah ketua mafia.Akhirnya demi mamamu dan kamu,papa memutuskan untuk keluar dari dunia hitam,"
"Tapi ayah angkat papa tidak terima dia berusaha membunuh kamu,mamamu dan juga adikmu yang masih dalam kandungan,agar papa kembali ke dunia hitam.Apa kamu masih ingat saat kita melarikan diri waktu itu?!"Tirta.
"Iya,Bayu ingat kita dikejar-kejar pria paruh baya,tapi Bayu terpeleset dan jatuh terbentur batu,lalu pingsan,"Bayu.
Flash back on
Di dalam hutan.seorang wanita yang sedang hamil besar nampak kelelahan, bermandikan peluh.Disamping wanita itu seorang anak berumur sekitar sembilan tahun tergeletak tak sadarkan diri(Bayu kecil).
"Kamu pilih,mau kembali bersamaku atau ku bunuh keluarga mu,"ucap seorang pria paruh baya yang tak lain adalah Bram,ayah angkat Tirta di dunia hitam.
"Bunuh saja aku, tapi tolong lepaskan anak istriku,"ucap Tirta tanpa rasa takut walaupun badannya sudah babak belut dihajar Bram karena melindungi anak dan istrinya.Tetap berdiri dengan sisa kekuatan yang ada.
"Jadi kau memilih mereka dari pada kembali bersamaku?!Akan ku bunuh mereka agar kmu kembali padaku,"Bram.
"Walaupun ayah membunuh mereka aku tidak akan pernah kembali pada ayah,"Tirta.
"Kau!!!Baiklah,kita lihat seberapa besar cintamu pada mereka,"ucap Bram kemudian mengarahkan pistolnya ke arah Bayu yang didekap Marwah.
Tirta berusaha menghalangi Bram yang mengarahkan pistolnya pada Bayu dan Marwah.
"Dor,"peluru itu tidak mengenai Bayu dan Marwah tapi mengenai perut Tirta yang melindunginya.
"Mass!!!"pekik Marwah, istri Tirta.
Kembali Bram mengarahkan pistolnya kearah Marwah dan Bayu,Tirta kembali menghalanginya, dengan sisa tenaganya.
"Dor,..Dor,"'Bram pun menembak kaki Tirta hingga Tirta terduduk.
"Mass!!!"kembali Marwah memekik.Air mata terus mengalir di pipinya sambil mendekap Bayu, berusaha melindungi putranya itu.
Bram tersenyum tipis kemudian mengarahkan lagi pistolnya pada Bayu dan Marwah,"Jika kau tidak mau kembali padaku, lebih baik kau mati bersama keluargamu,"ucap Bram kemudian mulai menarik pelatuk pistolnya.
Tirta pun memejamkan matanya, sudah pasrah jika dia dan keluarganya musnah, dari pada harus berkecimpung lagi di dunia hitam.
"Dor"/"Bugh,"suara itu bersamaan.
"Auw..!!hentikan!!! hentikan!!!"Bram terus berteriak saat seorang anak yang berusia tujuh tahun terus memukulinya dengan kayu yang lumayan panjang dan banyak cabang.sehingga tembakannya meleset dan pistolnya terjatuh dari tangannya.
Anak itu terus memukuli Bram dan setelah menemukan celah akhirnya Bram bisa melarikan diri tapi naas kakinya tersangkut sulur dan tubuhnya jatuh kedalam jurang.
"Paman,bibi, bagaimana keadaan kalian?!"tanya anak laki -laki itu.
Namun tiba-tiba tubuh Tirta ambruk ketanah, walau masih sadar tapi tubuhnya sudah lemas karena kehilangan banyak darah.
"Bibi,bibi tunggu disini saya akan mencari bantuan,"Ucap anak itu.
"Terimakasih,,.. terimakasih Nak,"ucap Marwah berderai air mata.
Flash back off
"Jadi maksud papa,....anak itu adalah Tuan Muda?"tanya Bayu setelah mendengar cerita Tirta.
"Iya Nak,anak itu adalah Tuan Muda.Waktu itu Tuan Muda sedang mengikuti camping yang diadakan sekolahnya.Tuan Muda bilang waktu dia akan buang air kecil dia mendengar suara tembakan, Tuan Muda pikir itu suara tembakan pemburu binatang di hutan,"
"Tapi saat mendengar suara ibumu Tuan Muda mencarinya hingga dia mendengar suara tembakan beberapa kali dan saat tiba ditempat itu Tuan Muda melihat Ayah angkat papa akan menembak mamamu, disaat itulah dia nekat memukuli Bram hingga Bram jatuh ke jurang, kemudian Tuan Muda mencari bantuan untuk menyelamatkan kita,"jelas Tirta panjang lebar.
"Jadi Tuan Muda menyelamatkan nyawa kita berempat?!Kenapa papa tidak pernah menceritakan itu pada Bayu?!"Bayu.
"Iya benar, Tuan Muda telah menyelamatkan kita berempat.Dan kenapa papa tidak pernah menceritakan masalah ini padamu,itu karena papa takut kamu mengalami trauma karena kejadian itu.Papa melihat betapa takutnya kamu ketika kita melarikan diri,"Tirta
"Lalu soal anak buah ku sekarang pa?"Bayu
"Setelah sembuh,papa menceritakan semua tentang papa pada Tuan Wishaka.Atas saran Tuan Wishaka papa mencari anak buah papa,mengajak mereka untuk hidup dijalan yang benar,"
"Tuan Wishaka menyuruh papa menjadikan mereka bodyguard,dan membuka jasa bodyguard yang dibiayai sepenuhnya oleh Tuan Wishaka.Itulah kenapa Tuan Muda begitu berarti bagi
papa,"Tirta.
"Bayu mengerti sekarang,dan mulai sekarang Bayu berjanji akan selalu setia pada Tuan Muda.Bayu akan, melindungi dan akan melakukan apapun untuk Tuan Muda,"Bayu.
"Terimakasih,Nak!!"ucap Tirta lalu di angguki oleh Bayu,"Ok,papa harus mengantar informasi tentang Cicilia dan Wira Ganendra ini pada Tuan Muda,"papa pergi dulu,"pamit Tirta pada putranya,dan kembali dijawab dengan anggukan kepala oleh Bayu.
***
Disebuah private room sebuah restoran.
"Selamat malam Tuan Muda,maaf saya terlambat,"ucap Tirta yang merasa tidak enak telah membuat Keynan menunggu.
"Bapak tidak terlambat kok.Ini tepat pukul delapan sesuai janji kita.Dan tolong berhentilah memanggil saya Tuan Muda,saya lebih suka dipanggil,"Nak","ucap Keynan.
"Baiklah,.. baiklah.Bapak minta maaf,"ujar Tirta tersenyum hangat,"Ini informasi yang Nak Keynan minta,"ucap Tirta memberikan dua berkas pada Keynan.
"Makasih Pak.kita makan dulu baru membahas ini nanti.Saya sudah memesan makanan kesukaan Bapak,"ucap Keynan bersamaan dengan datangnya pelayanan membawa makanan pesanan Keynan.
"Terimakasih,Nak,"Tirta.
"Inilah yang aku kagumi dari anak ini,tidak pernah sombong,selalu menghormati orang lain apalagi pada yang lebih tua,tanpa memandang status sosial.Tuan Wishaka benar-benar mendidik Nak Keynan dan Nak Satria dengan baik,"batin Tirta.
Selesai makan Keynan mulai membaca dua berkas yang diberikan oleh Tirta.
"Jadi, Wira Ganendra banyak melakukan kecurangan dalam dunia bisnis,dan putrinya juga tidak lebih dari seorang jal*ng?!Sudah saya duga,"Keynan.
"Iya Nak, sepertinya wanita itu hiper ****.Hampir setiap hari dia mencari kepuasan,Nak.Nak Keynan yakin akan menikahi wanita seperti itu?!"Tirta.
"Saat ini saya tidak punya pilihan lain Pak.Saya minta tolong lagi pada Bapak agar mencari semua bukti-bukti kejahatan Pak Wira,dan untuk Cicilia, tolong cari bukti apapun yang bisa saya pakai untuk menghancurkannya.Saya dan Satria sudah bergerak untuk menghancurkan perusahaan Pak Wira,"Keynan.
"Baiklah Nak.Bapak akan mencari bukti-bukti itu secepatnya,"sahut Tirta.
..."🌟Hutang yang tidak bisa dibayar adalah hutang budi."🌟...
..."Author"...
To be continued..,
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒑𝒐𝒌𝒐𝒌𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒂𝒚𝒂 𝒈𝒆𝒌 𝒓𝒆𝒍𝒂 𝒌𝒍 𝒔𝒎𝒑𝒆 𝑲𝒆𝒚𝒏𝒂𝒏 𝒏𝒊𝒌𝒂𝒉 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑪𝒊𝒄𝒊𝒍𝒊𝒂 😞😞😞
2024-05-01
4
Samaniah
kasihan si budi,sll dihutang sana sini🤣🤣
2023-06-26
3
Aidah Djafar
Kenan jngn jadi bodoh mau nikahin ulet bulu🤔 usahakan cari cara supaya bisa trbongkar jebakan Cicilia itu terhadapmu 🤔
2023-06-11
0