Tiga bulan setelah Keynan bisa melihat.
Di sebuah kafe.
"Gimana? Sudah ada kabar dimana Keynan?"Cicilia
"Belum Bos, menurut informasi yang saya dapatkan, sudah sekitar sembilan bulan Tuan Keynan tidak terlihat di kota ini.Tapi tidak ada catatan beliau keluar negeri,"jawab Santo yang bertubuh tinggi besar dan berotot itu.
"Masa udah tiga bulan belum juga ketemu sich?! kalau nggak ada di kota ini,cari di kota lain!!Kalian kerja nggak sich?! Dasar goblok,idiot, badan aja gede,otak Lo nggak ada isinya!"hardik Cicilia
"Baik Bos,akan kami laksanakan,"balas Santo.
"Itu mulut cewek udah gue sobek kalau nggak banyak duitnya,seenak jidat kalau ngomong, bikin telinga gue panas,Emosi jiwa gue ngadepin tuh cewek,"sungut Santo dalam hati.
"Ya sudah, tunggu apalagi?!Enyah Lo dari hadapan gue!!Enek gue lihat muka Lo!!! bikin kesel aja!!"bentak Cicilia
"Baik bos, saya pamit,permisi"ucap Santo undur diri.
"Kalau nggak ingat duit,udah gue bolak balik tuh cewek buat puasin gue.awas saja kalau ada kesempatan, nggak bakalan gue sia-siakan,"gerutu Santo dalam hati.
________________
Dirumah Aisyah.
Terlihat sepasang suami istri yang masih dalam keadaan polos berpelukan tanpa sehelai benang pun, hanya menutupi tubuh mereka dengan selembar selimut.Buliran peluh masih membanjiri tubuh mereka,tanda mereka baru saja menyelesaikan kegiatan bercinta mereka yang panas.
"Ay,". ucap Keynan memeluk tubuh Aisyah sambil beberapa kali menciumi puncak kepala Aisyah.
"Hemm,"sahut Aisyah yang menenggelamkan kepalanya di dada bidang suaminya, memeluk pinggangnya dengan posesif.
"Mas besok harus pergi,"ucap Keynan membelai rambut istrinya yang panjang.
"Pergi?! Kemana?!tanya Aisyah mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya.
"Kota xx,tempat asal Mas,"ucap Keynan menundukkan wajahnya menatap Aisyah kemudian membelai wajah cantik itu.
"Kenapa?!Ada apa?!"Aisyah
"Lusa akan diadakan rapat akhir tahun ,jadi Mas harus hadir,"Keynan
"Berapa lama Mas di sana?"tanya Aisyah yang wajahnya jadi sendu.
"Nggak lama, paling empat hari"Keynan
Aisyah tidak menjawab namun kembali memeluk Keynan dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
"Ay,....kamu nangis??"tanya Keynan saat merasakan dadanya basah,"Hey,mas cuma pergi beberapa hari, nggak lama,Mas pasti pulang.Untuk saat ini,Mas belum bisa membawamu.Maafin ,Mas,"ucap Keynan seolah selalu tahu apa isi hati istrinya.
Aisyah diam, hanya isak tangisnya yang terdengar.
"Aku takut, Mas.Entah kenapa aku selalu merasa takut jika kamu jauh dari ku.Aku takut Mas tidak kembali lagi padaku,aku takut kehilangan mu.
Apakah cintaku berlebihan?! Apakah kekhawatiran ku tak beralasan?!"batin Aisyah
"Jangan takut,Ay,mana mungkin Mas nggak kembali lagi.Kamu kan istri Mas,belahan jiwa Mas.Nggak mungkin Mas ninggalin kamu.Sudah, jangan menangis lagi,hem?"ucap Keynan seolah tahu isi hati Aisyah perlahan merenggangkan pelukan mereka, menatap wajah sendu Aisyah kemudian menghapus air matanya.
Keesokan paginya.
"Mas pergi ya?!"Baik -baik dirumah,"ucap Keynan kemudian mengecup lembut kening Aisyah."Assalamualaikum,"Keynan
"Wa'alaikumu salam,"balas Aisyah kemudian mengecup punggung tangan Keynan.
Di tatapnya kepergian suaminya dengan wajah sendu.
"Sepi,dan hampa rasanya rumah ini tanpa Mas Keynan.Ingin rasanya aku ikut kemanapun kamu pergi Mas.Kenapa aku merasa kepergian mu akan lama,"batin Aisyah
*************
Di kota xx tempat kelahiran Keynan
"Hey, Key?Baru nyampe?"Satria
"Hem,"sahut Keynan"Berikan semua laporan akhir tahun padaku,"sambungnya.
"Istirahat dulu sebentar,kamu kan baru nyampe,"Satria
"Aku tidak mau buang-buang waktu,"Keynan
'"Ok,..Ok...ini semua laporan akhir tahun Wishaka company dan Sanjaya company,"ucap Satria memberikan setumpuk berkas.
Setelah beberapa jam, Keynan menutup dan merapikan kembali berkas-berkas itu.
"Sudah selesai,"ujar Keynan merenggangkan tubuhnya kemudian membuka dua kancing kemejanya.
"Satria yang juga masih di ruangan itu bekerja dengan laptopnya mimicingkan matanya,"Eh.... ganas juga si Aisyah,"kata Satria tersenyum seraya menyingkap kerah kemeja yang dipakai Keynan ke kiri dan kanan.
"Apaan sich?!Apa maksud kamu Sat?!"tanya Keynan pada Satria sambil menepis tangan Satria kesal.
"Ha..ha...ha...itu leher sama dada kamu udah kayak macan tutul,"ledek Satria yang sudah melihat banyak kissmark dileher dan dada Keynan tadi.
Keynan spontan melihat tubuhnya sendiri dan wajah nya langsung memerah karena malu.Dan hal itu sukses membuat tawa Satria semakin meledak.
"Diem kamu!!"hardik Keynan kesal sambil melempar pena pada Satria yang langsung ditepis Satria.
"Huh..aku lupa, akhir-akhir ini Aisyah suka sekali bikin kissmark dileher dan dadaku,"batin Keynan
"Gimana...gimana..?! Cantik nggak Aisyah, Key?"tanya Satria setelah tawanya reda.
"Cantik itu relatif, kalau jelek itu mutlak,"Keynan
"Ya maksudku, menurut kamu....kan cuma kamu yang bisa melihat wajah Aisyah.Tuh buktinya,bukti tanda cinta lagi,"ucap Satria menunjuk leher dan dada Keynan lalu tawanya kembali meledak.
Satria tidak percaya rasanya kalau sahabat sekaligus saudara angkatnya itu bisa bercinta dengan seseorang.Pasalnya Satria tidak pernah melihat Keynan dekat dengan seorang wanita pun.Mereka kan sudah dari kecil tinggal bersama.Jadi Satria tahu benar bagaimana Keynan.
"Cantik menurut ku,bahkan cantiknya luar dalam,lahir dan batin.Mungkin hanya ada satu dalam seribu wanita sepertinya,aku sangat beruntung dan bahagia bisa mendapatkan dan memiliki istri sepertinya,"ucap Keynan terdengar tulus dan bahagia.
Terlihat dari wajahnya yang berseri-seri saat bercerita tentang Aisyah, membuat Satria menghentikan tawanya dan serius mendengarkan curahan hati Keynan.
"Kamu benar-benar mencintainya?!"Satria
"Iya,..aku mencintainya,bahkan sebelum aku bisa melihatnya.Dan sekarang aku semakin mencintainya setelah aku bisa melihat wajahnya.Aku selalu merasa tenang dan damai saat bersamanya,"ucap Keynan
"Sudah kuduga.Syukurlah kalau kamu benar-benar mencintainya.Lagi pula kalian sekarang kan suami istri,jadi bagus kalau saling mencintai,"Satria
"Iya,sampai matipun aku tidak akan bisa membalas semua kebaikannya padaku.Aku berhutang nyawa padanya, bahkan darah yang mengalir di tubuhku adalah darahnya,"
"Aku hanya bisa membalasnya dengan cara mencintainya setulus hati,berusaha membahagiakannya,dan menjadi suami yang baik untuknya.Karena aku memang sudah benar-benar mencintainya dan tidak sanggup jika harus kehilangannya,"Keynan
"Iya,kamu benar ,jaga dia baik-baik.Kamu sangat beruntung mendapatkannya,"ucap Satria.
'Hem,"sahut Keynan
"Ya sudah, sebaiknya kamu istirahat dulu,sudah malam,charge energi untuk besok,"ucap Satria lalu melangkah keluar dari ruang kerja itu.
Satria dan Keynan tinggal di sebuah rumah yang sederhana dari luar tapi dengan fasilitas lengkap dan nyaman.Mereka menyembunyikan diri di area pemukiman padat penduduk sehingga tidak ada yang menyangka jika mereka tinggal di sana.
Setelah membersihkan diri Keynan membaringkan tubuhnya di ranjang empuk miliknya, namun sudah beberapa jam matanya tak kunjung terpejam,"Ay,...apa kamu sudah tidur?Huh,...aku tidak bisa tidur tanpa memelukmu,"batin Keynan yang sulit tidur karena tidak ada Aisyah disampingnya.
***
Keesokan paginya, Keynan mengadakan rapat akhir tahun di Sanjaya company kemudian hari berikutnya di Wishaka company.
"Key, kemana saja kamu selama ini?! Kenapa tidak pernah pulang ke rumah?!Papa sangat mengkhawatirkan mu,"tegur Danu setelah rapat selesai
"Papa benar-benar khawatir padaku atau khawatir kehabisan uang karena sudah lama nggak Keynan kasih uang?"Keynan
"Kenapa sich Key, kamu selalu berpikiran buruk pada papa?!Danu
"Keynan tidak berpikiran buruk,hanya mengatakan kenyataan.Papa pasti kekurangan uang untuk istri dan anak papa tersayang itu kan?!" Keynan
"Kenapa sich Key, Kamu selalu iri dengan kakakmu?!Papa selalu memperlakukan kalian sama,"Danu
"Sama?!Papa lebih sering menghabiskan waktu papa bersamanya dari pada bersama Keynan.Papa lebih mengutamakan dia dari pada Keynan.Papa dan mama sibuk mengurus perusahaan dari hari Senin sampai Sabtu,hari Minggu papa jalan-jalan dengan anak kesayangan papa,sedang mama sibuk dengan berkas-berkasnya. Karena itu Keynan lebih suka tinggal bersama kakek dari pada bersama kalian,"Keynan
"Itu karena papa hanya seminggu sekali bertemu dengan kakakmu, Key,"Danu
"Trus, ketika Keynan tinggal bersama papa dan mama,apa papa punya waktu untuk Keynan?!Bahkan ketika weekend papa tidak mau mengajak Keynan jalan-jalan karena anak papa yang manja itu tidak mau berbagi papa denganku,"Keynan
Waktu masih kecil,Dio memang tidak suka jika Danu mengajak Keynan pergi bersama, karena Dio merasa Keynan serakah jika hari Minggu masih ikut juga dengan mereka,kan hari Senin sampai Sabtu Keynan bersama papanya.Tanpa diketahui Dio bahwa Danu tidak pernah punya waktu selain hari Minggu.
"Key,......"Danu
"Sudahlah,ini kan yang papa mau?!"kata Keynan memotong kata-kata Danu.
Kemudian meletakkan selembar cek senilai 100 juta yang sudah ditandatanganinya,setelah itu pergi meninggalkan Danu di ruang rapat itu sendiri.
"Huh.!!"dengus Danu mengusap wajahnya dengan kasar, sadar bahwa dirinya memang salah,kemudian beranjak meninggalkan ruangan itu.
🌟 Jangan pernah membeda-bedakan anak-anak kita, karena setiap anak memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.🌟
..."Author"...
To be continued
Terimakasih atas dukungannya 🙏🙏🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Anonim
bener tuh papa Danu rindu uangmu Key. .
2024-05-30
1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒂𝒔𝒊𝒉𝒂𝒏 𝑲𝒆𝒚𝒏𝒂𝒏
2024-05-01
0
Monica
ada masanya anak kurang respect pada ortunya karena merasa perlakuan mereka kurang adil pada sang anak😥...tidak bermaksud untuk menjadi durhaka hanya mengikuti cara ortu memperlakukan mereka selama ini...miris😪
2024-01-17
1