Episode 4 Halal

"Boleh saya bicara berdua dengan Aisyah?"Keynan.

"Baiklah,kami beri waktu 10 menit untuk kalian.Setelah 10 menit kami akan masuk lagi dan kalian harus sudah memutuskan pilihan kalian,"ucap Pak RW kemudian mengarahkan semua yang hadir disitu untuk keluar sementara waktu.

"Aisyah,kamu dan bapak sudah banyak membantu saya dan saya mengucapkan banyak terimakasih.Saya tidak tau harus dengan apa untuk membalas hutang budi dan nyawa ini kepada kalian....'ucap Keynan dipotong Aisyah.

"Mas tidak perlu membalasnya,kita sesama muslim harus tolong -menolong dalam kebaikan.Jadi Mas nggak perlu membalasnya atau merasa berhutang budi pada kami,"Aisyah.

"Tapi jangan menikah dengan saya,masa depanmu akan hancur jika menikah dengan saya,"ucap Keynan.

"Terus Mas mau kemana dan tinggal dimana jika Mas keluar dari rumah ini?"Aisyah.

"Kamu tidak perlu memikirkan itu,saya pasti bisa hidup diluar sana,"ucap Keynan

Walau dia tidak tahu apa dia bisa hidup diluar sana dengan keadaannya saat ini.Dia hanya tidak mau hidup gadis yang telah menolongnya hancur jika menikah dengan dirinya.Keynan tidak akan bisa membuatnya bahagia.

"Sebelum bapak meninggal, beliau berpesan agar saya menjaga mas baik -baik.Jika dengan cara menikah dengan Mas,saya bisa memenuhi permintaan bapak yang terakhir untuk menjaga Mas,maka saya akan melakukannya.Tolong bantu saya memenuhi permintaan bapak yang terakhir,"Aisyah.

"Tapi saya hanya akan menjadi beban mu,"ucap Keynan membuang nafas kasar.

"Saya tidak merasa terbebani dengan kehadiran Mas,"Aisyah.

"Tapi Aisyah..."ucapan Keynan langsung dipotong Aisyah.

"Jika Mas, merasa berhutang nyawa dan budi pada saya,maka nikahilah saya,"ucap Aisyah memotong kata-kata Keynan, cepat dan tegas.

Keynan menghembuskan nafas kasar, tidak tau harus bagaimana menjelaskan pada Aisyah.

"Baiklah jika itu keinginan mu.Tapi jika suatu saat kamu sudah tidak sanggup menjalani pernikahan ini, saya akan melepaskan mu,"ucap Keynan memutuskan.

Akhirnya 10 menit berlalu dan warga pun masuk kembali.

"Bagaimana,nak?Apa keputusan kalian?"tanya Pak RW pada Aisyah dan Keynan.

"Saya akan menikahi Aisyah,"jawab Keynan.

"Baiklah kalau begitu besok kalian akan menikah, lebih cepat lebih baik karena tidak baik laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya tinggal dibawah satu atap yang sama,'ucap Pak RW.

"Baiklah,"ucap Aisyah dan Keynan pasrah, menurut, karena memang itu yang terbaik.

"Kalian tidak usah khawatir,kami akan membantu menyiapkan segala kebutuhan untuk pernikahan kalian besok,"Pak RW.

"Terimakasih Pak,"ucap Aisyah dan Keynan bersamaan.

"Baiklah kalau begitu kami pamit undur diri, kalian bersiap-siaplah untuk besok, "pak RW.

"Iya pak,"sahut Keynan dan Aisyah.

Pagi harinya.Keynan duduk di samping Aisyah dengan kemeja putih dan celana panjang berwarna hitam.Sedangkan Aisyah memakai gamis dan cadar berwarna putih.

Tak lama kemudian terdengar Keynan mengucapkan ijab qobul dengan lancar dalam satu tarikan nafas,dan terdengarlah kata.

"Sah,"

"Sah,"

"Sah,"

Kemudian Aisyah meraih tangan Keynan dan menciumnya dengan takzim.

Ada getaran-getaran aneh di hati Aisyah dan Keynan ketika ijab selesai, apalagi ketika Aisyah mencium punggung tangan Keynan.

Acara telah selesai,Aisyah pun menuntun Keynan untuk kembali ke rumah dan terdengarlah bisik-bisik tetangga di area masjid, tempat diadakannya ijab tersebut.

"Ternyata, ganteng sekali ya suami Aisyah,"Si A terkagum-kagum.

"Ganteng sih ganteng,tapi buat apa kalau buta," Si B.

"Iya ya, nggak bisa ngasih duit,"Si C.

"Emang kenyang apa kalau lihat muka ganteng?Nggak kan?"Si B.

Dan masih banyak lagi bisik-bisik tetangga yang bikin naik darah, terdengar jelas di telinga Aisyah dan Keynan hingga Aisyah merasakan otot-otot ditangan Keynan menegang karena menahan emosi.

"Sudah Mas, nggak usah didengarkan,"ucap Aisyah menenangkan Keynan.Aisyah sendiri merasa deg-degan , karena seumur hidupnya baru kali ini dia dekat bahkan memegang tangan seorang pria selain ayahnya.

Sesampainya di rumah adzan Dzuhur pun berkumandang.

"Mas, sudah adzan.Kita sholat berjamaah ya?"Aisyah.

"Iya,"sahut Keynan singkat.

Selesai sholat mereka pun makan siang bersama.Aisyah dengan telaten melayani suaminya di meja makan.

"Mas,Mas pasti capek.Istirahat saja dikamar,'ucap Aisyah yang sedang membersihkan meja makan.

"Baiklah," sahut Keynan singkat.

Keynan memang tak banyak bicara, sedangkan Aisyah akan banyak bicara kalau bersama keluarganya saja.Sekarang di rumah itu hanya mereka berdua dan mereka pasangan halal, jadi kecanggungan Aisyah agak berkurang.

"Mas,Mas mau kemana?"tanya Aisyah ketika Keynan akan masuk ke kamar yang Keynan tempati bersama almarhum pak Yassin.

"Ke kamar,"jawab Keynan mengernyitkan keningnya, merasa aneh dengan pertanyaan Aisyah.

"Kamar kita di sebelah kiri Mas,"Aisyah.

"Maksudnya?"tanya Keynan takut salah dengar karena dari kata-kata Aisyah, berarti mereka akan tidur satu kamar.

Aisyah yang sudah selesai membersihkan meja makan pun menghampiri Keynan.

"Kita sudah menikah, tidak baik jika tidur terpisah,"ucap Aisyah yakin.

"Apa kamu tidak akan merasa terganggu jika saya tidur dalam satu kamar bersama mu?"Keynan.

'Kita sudah menikah mas,jadi Aisyah akan membiasakan diri berbagi apapun dengan mas,"jelas Aisyah.

"Baiklah,"sahut Keynan kemudian dituntun Aisyah masuk ke kamar Aisyah.

"Mas istirahat saja, Aisyah akan beres-beres serta memindahkan barang-barang Mas ke sini."Aisyah.

"Iya,maaf tidak bisa membantumu"ucap Keynan penuh penyesalan.

"Nggak apa-apa Mas."Aisyah.

Malam harinya Aisyah dan Keynan masuk kamar.

"Duh,aku deg-degan banget nich,"

batin Aisyah sambil melangkah menuju sisi ranjang yang lain disebelah Keynan, setelah menuntun Keynan keranjang lebih dulu, kemudian berbaring disisi Keynan yang telah lebih dulu berbaring.

Setelah beberapa jam akhirnya Aisyah tertidur juga.Sedangkan Keynan juga baru bisa tidur, karena juga merasa deg-degan tidur seranjang dengan Aisyah, apalagi ranjang itu kecil,jadi mereka tidur berdekatan.Sama ketika Keynan tidur dengan almarhum Pak Yassin, ukuran ranjangnya sama.

Beberapa jam setelah mereka tidur, hujan turun dengan deras udara pun menjadi dingin.Aisyah yang terbiasa tidur dengan guling pun meraba-raba mencari guling.Padahal sebelum tidur Aisyah sudah memindahkan guling nya kekamar almarhum Pak Yassin, karena ranjang akan bertambah sempit jika tidur dengan guling.

Merasa menemukan guling, Aisyah pun memeluknya dengan erat ,tidak menyadari bahwa yang dipeluk adalah Keynan.

Sedang Keynan jadi terbangun karena pelukan Aisyah, namun ia membiarkan gadis itu memeluknya dengan jantung yang seperti habis maraton, hingga hampir subuh dia baru bisa tidur.Hujanpun terus turun sampai pagi hari.

"Jam berapa ini?Kenapa sudah ramai sekali suara kicauan burung?"batin Aisyah kembali mengeratkan pelukannya mencari posisi nyaman, karena masih enggan membuka mata.

"Deg,kenapa guling ku jadi besar sekali?" batin Aisyah ketika menyadari ukuran guling nya tak seperti biasanya.Dengan cepat Aisyah membuka matanya.

"Astaghfirullah!"pekik Aisyah terlonjak kaget ketika melihat yang dipeluknya adalah Keynan.

Keynan yang merasakan pergerakan mendadak dan juga pekikan Aisyah pun terbangun linglung dengan rambut acak-acakan dan wajah bantalnya yang terlihat semakin tampan dimata Aisyah.(nyawa abang tampan belum ngumpul karena baru tidur sebentar)

"Maaf Mas, Aisyah tadi kaget waktu lihat mas tidur seranjang sama Aisyah.Aisyah lupa kalau kita sudah menikah,"ucap Aisyah karena merasa bersalah, pagi-pagi sudah bikin keributan.

"Tidak apa-apa,"ucap Keynan tersenyum lembut, senyum yang baru pertama kali Aisyah lihat.

"Subhanallah,senyum nya manis sekali,"batin Aisyah yang terpana melihat Keynan tersenyum.

"Lihatin suami sendiri nggak dosa kan?"batin Aisyah.

"Jam berapa sekarang?kok suara burung sudah ramai?"tanya Keynan membuyarkan lamunan Aisyah.

"Astaghfirullah,udah jam setengah tujuh, Mas,"ucap Aisyah segera beranjak dari ranjang.

Di kota xx di pulau Jawa.

"Dio, bangun,nanti kamu kesiangan berangkat kerjanya,"ucap mama Reni sedikit keras membangunkan putranya.

"Iya,iya,ma,"sahut Dio malas-malasan beranjak dari tempat tidurnya.

30 menit kemudian Dio pun turun dari kamarnya yang berada di lantai dua menuju meja makan dimana papa Danu dan mama Reni sudah menunggu.

"Dio,kamu yang rajin kerjanya biar nggak dipecat,"ujar Danu sambil menikmati sarapannya.

"Dipecat?yang bener aja,pa?Aku ini anak papa.Bahkan jika papa mau,papa bisa mengatur agar aku bisa naik jabatan?Dio udah bosan pa jadi staf.Masa anak pemilik perusahaan cuma jadi staf personalia?"kata Dio.

"Iya pa,benar kata,Dio,"Reni.

'Papa tidak bisa menaikkan jabatan mu.Kamu harus membuktikan kemampuan dan prestasi mu jika ingin naik jabatan,"ucap Danu agak kesal.

"Kenapa aku harus kerja sih,pa?! Keynan aja nggak kerja bahkan jarang pulang,"protes Dio.

Danu mendengus kasar,dua bulan lalu, Danu mengancam tidak akan memberi uang sepeserpun jika Dio tidak mau bekerja.Sekarang,belum sebulan bekerja sudah mau naik jabatan.

'Jangan samakan dirimu dengan Keynan.Buktikan prestasi mu agar kamu bisa naik jabatan,"sergah Danu.

"Pa,, tolong lah,naikkan jabatan,Dio,"ucap Reni.

"Ya mana bisa ma,bekerja satu bulan aja belum ada,malah mau naik jabatan,"Danu.

"Ok,Dio akan bekerja keras dan berprestasi.Tapi papa harus janji kalau aku yang akan menggantikan papa menjadi CEO,bukan Keynan,"ucap Dio

"Papa tidak bisa menjadikan mu CEO, menggantikan papa,"Danu.

"Kenapa?Jangan bilang papa akan memberikan posisi itu pada Keynan?Aku lebih layak,pa!Dan aku juga anak sulung papa,"Dio.

"Dio perusahaan itu bukan milik papa,tapi milik Keynan,"Danu.

"Tapi kan papa yang selama ini menjalankan perusahaan?"Dio.

"Iya, tapi papa tidak punya hak atas perusahaan itu.Bahkan saham yang papa miliki hampir habis papa jual untuk membiayai gaya hidup mamamu yang boros dan gaya hidupmu yang foya-foya serta suka main wanita itu,"ucap Danu kesal.

"Tapi pa,masak papa nggak bisa ngambil uang perusahaan sih,pa?"Reni.

"Semenjak mama Keynan meninggal ,semua pegawai yang tidak kompeten dipecat, sistem di perusahaan semakin ketat, tidak seorang pun bisa melakukan kecurangan,karena setelah Ayu meninggal,Pak Rinto (tangan kanan Ayu Wishaka)mengendalikan perusahaan secara mutlak dengan stempel dan tanda tangan Keynan.Jadi tidak mungkin papa bisa mengambil uang perusahaan,"Danu.

"Jadi ,maksud papa perusahaan itu dikendalikan pak Rinto atas persetujuan Keynan ?"Dio.

"Iya.Mending sekarang kamu bantu papa cari Keynan.sudah dua bulan dia tidak pulang, kalau Keynan pulang papa bisa minta uang darinya,"Danu.

"Bagaimana jika Keynan mati?"Dio.

To be continued

Terpopuler

Comments

Anitha Ramto

Anitha Ramto

semoga nanti Kenan sembuh dari ingetannya dan bisa hudup bahagia bersama Aisyah,serta kembali dan memimpin Perusahaannya.semangat utk pulih kembali Kenan..demi kebahagiaanmu dan istrimu

2024-06-05

2

Anitha Ramto

Anitha Ramto

si Dio dan mamanya sama saja manusia tamak...Pak Danu hrsnya km peka selama 2bln Kenan tdk pulang dan tdk ada kabar,knp km tdk mencari tahu dan tdk menyelidikinya

2024-06-05

1

Anonim

Anonim

Dio dan Reni manusia serakah ya...

2024-05-30

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Menolong Seseorang
2 Episode 2 Kecelakaan
3 Episode 3 Menikah ?
4 Episode 4 Halal
5 Episode 5. Menerimamu Apa Adanya
6 Episode. 6. Pulih
7 Episode 7 Bertemu Sahabat
8 Episode 8 Apa Hubungan mu?
9 Episode 9 Rindu
10 Episode 10 Istriku Cantik
11 Episode. 11. Menyatu
12 Episode. 12. Siapa Satria?
13 Episode 13. Perlakuan Sama?
14 Episode. 14. Jebakan
15 Episode. 15 Dipaksa Bertanggung Jawab
16 Episode. 16. Rencana Keynan
17 Episode 17 Kisah Pak Tirta
18 Episode 18 50 Juta
19 Episode 19 Masa Lalu Pak Rinto
20 Episode,20 Menikah, Mencintai atau Obsesi?!
21 Episode 21. Malam Pernikahan
22 Episode 22 Bodyguard ku Selingkuhan ku
23 Episode 23 Kamar Berbeda
24 Episode 24 Salah Paham
25 Episode 25 Nikah Dadakan
26 Episode 26. Aisyah Diculik
27 Episode 27 Sama-sama Salah Sangka
28 Episode 28 Mencari Aisyah
29 Episode 29 Wajah Aisyah
30 Episode 30 Firasat
31 Episode 31 Ungkapan Cinta
32 Episode 32 Aisyah?
33 Episode 33 Cemburu
34 Episode 34 Kejujuran
35 Episode 35 Saingan
36 Episode 36 Curiga
37 Episode 37 Gara-gara Penyapu
38 Episode 38 Tato
39 Episode 39 Sama-sama Berpasangan
40 Episode 40 Istri Rasa Selingkuhan
41 Episode 41 Mencari Bantuan
42 Episode 42 Saingan Lama
43 Episode 43 Penasaran
44 Episode 44 Talak Tiga
45 Episode 45 Istri Siri
46 Episode 46 Siapa Yang Istri Siri?
47 Episode 47 Aparat Gabungan
48 Episode 48 Nikah Atau Mati?
49 Episode 49 Agresif
50 Episode 50 Cemburu
51 Episode 51 Tak Ada Rasa
52 Episode 52 Penyesalan
53 Episode 53 Tidak Tahan
54 Episode 54 Menikah Lagi
55 Episode 55 Alasan Untuk Pulang
56 Episode 56 Karena Cinta
57 Episode 57 Dio Masuk Rumah Sakit
58 Episode 58 Tertembak
59 Episode 59 Permintaan Maaf
60 Episode 60 Bertemu Mertua
61 Episode 61 Mengakui Perasaan
62 Episode 62 Karena Dendam
63 Episode 63 Barang-barang Mewah
64 Episode. 64 Rahasia
65 Episode 65 Rindu
66 Episode 66 Sulit Bertemu
67 Episode 67 Uring-uringan
68 Episode 68 Rencana Perjodohan
69 Episode 69 Gara-gara Rindu
70 Episode 70 Tom and Jerry
71 Episode 71 Rencana Santi
72 Episode 72 Siapa Dalangnya?
73 Episode 73 Mantan Pendosa
74 Episode 74 Lingerie
75 Episode 75 Hijrah
76 Episode 76 Jodoh
77 Episode 77 Siapa Pria Itu?
78 Episode 78 Dua Lamaran
79 Episode 79 Menantu Idaman
80 Episode 80 Di Usir
81 Episode 81 Di Sandra
82 Episode 82 Percaya Diri
83 Episode 83 Rencana Yang Gagal
84 Episode 84 Cinta Itu Buta
85 Episode 85 Kecurigaan
86 Episode 86 Pura-pura
87 Episode 87 Segala Cara
88 Episode 88 Ambisi
89 Episode 89 Santi Beraksi
90 Episode 90 Fakta Tentang Santi
91 Episode 91 Kenyataan Yang Mengejutkan
92 Episode 92 Bukan Update
93 Episode 93 Akhir Kisah
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Episode 1 Menolong Seseorang
2
Episode 2 Kecelakaan
3
Episode 3 Menikah ?
4
Episode 4 Halal
5
Episode 5. Menerimamu Apa Adanya
6
Episode. 6. Pulih
7
Episode 7 Bertemu Sahabat
8
Episode 8 Apa Hubungan mu?
9
Episode 9 Rindu
10
Episode 10 Istriku Cantik
11
Episode. 11. Menyatu
12
Episode. 12. Siapa Satria?
13
Episode 13. Perlakuan Sama?
14
Episode. 14. Jebakan
15
Episode. 15 Dipaksa Bertanggung Jawab
16
Episode. 16. Rencana Keynan
17
Episode 17 Kisah Pak Tirta
18
Episode 18 50 Juta
19
Episode 19 Masa Lalu Pak Rinto
20
Episode,20 Menikah, Mencintai atau Obsesi?!
21
Episode 21. Malam Pernikahan
22
Episode 22 Bodyguard ku Selingkuhan ku
23
Episode 23 Kamar Berbeda
24
Episode 24 Salah Paham
25
Episode 25 Nikah Dadakan
26
Episode 26. Aisyah Diculik
27
Episode 27 Sama-sama Salah Sangka
28
Episode 28 Mencari Aisyah
29
Episode 29 Wajah Aisyah
30
Episode 30 Firasat
31
Episode 31 Ungkapan Cinta
32
Episode 32 Aisyah?
33
Episode 33 Cemburu
34
Episode 34 Kejujuran
35
Episode 35 Saingan
36
Episode 36 Curiga
37
Episode 37 Gara-gara Penyapu
38
Episode 38 Tato
39
Episode 39 Sama-sama Berpasangan
40
Episode 40 Istri Rasa Selingkuhan
41
Episode 41 Mencari Bantuan
42
Episode 42 Saingan Lama
43
Episode 43 Penasaran
44
Episode 44 Talak Tiga
45
Episode 45 Istri Siri
46
Episode 46 Siapa Yang Istri Siri?
47
Episode 47 Aparat Gabungan
48
Episode 48 Nikah Atau Mati?
49
Episode 49 Agresif
50
Episode 50 Cemburu
51
Episode 51 Tak Ada Rasa
52
Episode 52 Penyesalan
53
Episode 53 Tidak Tahan
54
Episode 54 Menikah Lagi
55
Episode 55 Alasan Untuk Pulang
56
Episode 56 Karena Cinta
57
Episode 57 Dio Masuk Rumah Sakit
58
Episode 58 Tertembak
59
Episode 59 Permintaan Maaf
60
Episode 60 Bertemu Mertua
61
Episode 61 Mengakui Perasaan
62
Episode 62 Karena Dendam
63
Episode 63 Barang-barang Mewah
64
Episode. 64 Rahasia
65
Episode 65 Rindu
66
Episode 66 Sulit Bertemu
67
Episode 67 Uring-uringan
68
Episode 68 Rencana Perjodohan
69
Episode 69 Gara-gara Rindu
70
Episode 70 Tom and Jerry
71
Episode 71 Rencana Santi
72
Episode 72 Siapa Dalangnya?
73
Episode 73 Mantan Pendosa
74
Episode 74 Lingerie
75
Episode 75 Hijrah
76
Episode 76 Jodoh
77
Episode 77 Siapa Pria Itu?
78
Episode 78 Dua Lamaran
79
Episode 79 Menantu Idaman
80
Episode 80 Di Usir
81
Episode 81 Di Sandra
82
Episode 82 Percaya Diri
83
Episode 83 Rencana Yang Gagal
84
Episode 84 Cinta Itu Buta
85
Episode 85 Kecurigaan
86
Episode 86 Pura-pura
87
Episode 87 Segala Cara
88
Episode 88 Ambisi
89
Episode 89 Santi Beraksi
90
Episode 90 Fakta Tentang Santi
91
Episode 91 Kenyataan Yang Mengejutkan
92
Episode 92 Bukan Update
93
Episode 93 Akhir Kisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!