"Iya,Mas akan ke rumah sakit,Mas minta tolong kamu siapkan keperluan Mas, buat siap-siap saja, karena belum pasti berapa lama Mas di sana,"Keynan
"Ba.... bagaimana dengan Aisyah, Mas?" Aisyah.
"Sementara kamu dirumah saja."Keynan
"A.....apa Mas tidak ingin Aisyah temani?"ucap Aisyah dengan wajah sendu.
"Apa Mas ingin pergi meninggalkan Aisyah dan tidak akan kembali lagi? Jangan tinggalkan Aisyah Mas, Aisyah sudah tidak punya siapapun selain,Mas,"batin Aisyah.
"Ke marilah!"ucap Keynan seraya merentangkan kedua tangannya, mengisyaratkan agar Aisyah masuk dalam pelukannya.
"Apa dia takut aku pergi dan tidak kembali lagi?Suaranya terdengar begitu sedih,"batin Keynan.
Aisyah pun mendekati suaminya kemudian masuk dalam pelukan suaminya, memeluknya dengan erat seolah takut kehilangan,takut kehilangan tempat ternyaman baginya akhir-akhir ini.Keynan membalas pelukan Aisyah seraya mengecupi puncak kepala Aisyah.
"Mas pasti kembali,"ucap Keynan seolah tahu isi hati Aisyah.
Keynan menangkup wajah Aisyah dengan kedua telapak tangannya yang besar, kemudian mengecup kening Aisyah.
"So sweet banget,apa sudah sejauh itu hubungan mereka, Aisyah terlihat sangat sedih karena akan jauh dari Keynan dan Keynan seolah tahu kesedihan Aisyah walaupun tanpa melihat,hanya dengan mendengar suaranya saja,"
"Apa mereka punya ilmu telepati?(telepati adalah berkomunikasi dengan orang lain tanpa menggunakan indera atau alat apapun)Ck...ck...ck....aku rasa mereka telah saling mencintai,"batin Satria melihat pertunjukan uwuw depannya.
"Nanti Mas kabarin kalau Mas sudah tiba,"ucap Keynan seraya mengurai pelukan mereka.
"Iya, hati-hati Mas,'"ucap Aisyah seraya menyalami serta mengecup punggung tangan Keynan.
"Hem, baik-baik di rumah,"Keynan
"Sudah.... sudah...ayo berangkat! Lama sekali kalian ini!"sergah Satria sebelum Aisyah menjawab kata-kata Keynan.
"Jiwa jomblo ku meronta-ronta melihat ke uwuan kalian,"batin Satria langsung menuntun Keynan masuk ke mobilnya.
***
Dalam ruangan sebuah rumah sakit rumah sakit.
"Bagaimana Dok, keadaan Keynan?"ucap Satria
"Kasus kebutaan yang dialami Tuan Keynan adalah akibat trauma/cedera pada bagian kepala belakang terjadi karena benturan, benturan tersebut mengenai saraf pengelihatan yang berada di belakang saraf bola mata (yakni di bagian rongga kepala),"
"Kuatnya benturan tersebut kemudian disebarkan, sehingga menyebabkan rusaknya serabut saraf secara langsung, berkurangnya suplai aliran darah di persarafan tersebut, ataupun penekanan tehadap serabut saraf/pembuluh darah yang menyuplai saraf pengelihatan. Akibatnya terjadi gangguan dalam pengelihatan, yaitu kebutaan,"jelas dokter.
"Apa masih bisa disembuhkan, Dok?" Satria.
"Kami akan berusaha,"dokter.
"Tindakan apa dok yang harus didapatkan Keynan?"tanya Satria.
"Tindakan operasi, Tuan."dokter.
"Operasi?"Satria.
" Iya.Tindakan operasi yang dilakukan disini bukan operasi donor mata, melainkan operasi untuk mengurangi tekanan pada serabut saraf dan pembuluh darah yang menyuplai saraf pengelihatan dengan mengurangi pembengkakan yang terjadi akibat trauma atau cedera,"dokter.
"Lakukan apapun yang terbaik, Dok.Operasi apapun itu,bahkan jika harus melakukan operasi donor mata pun, saya setuju,asal saya bisa sembuh, berapapun biayanya,akan saya bayar,"Keynan.
"Aku harus sembuh,aku tidak ingin selamanya hidup tanpa bisa melihat.Bahkan sampai saat ini aku belum pernah melihat wajah istriku sendiri.Aku tidak tahu bagaimana wajah wanita yang telah menyelamatkan nyawaku, wanita yang dengan tulus dan ikhlas menjaga dan merawat ku , wanita yang selalu bisa membuatku tenang saat aku memeluknya,"batin Keynan.
"Ok,akan kami lakukan yang terbaik yang kami bisa,anda bersiap-siap saja untuk menjalani pengobatan ini,"dokter.
"Baik , Dok.Terimakasih,"Keynan.
"Sama-sama,saya permisi,"dokter.
____________________
Tiga Minggu kemudian.
'Sudah tiga Minggu Mas Keynan berobat.Setiap aku telpon katanya pengobatan nya masih terus berlanjut, jadi belum bisa pulang.Aku rindu sekali padanya,aku susah tidur saat malam,aku sudah terbiasa tidur dalam pelukannya,huh...aku harus segera berangkat kerja atau aku akan terlambat,"monolog Aisyah.
Ditempat lain,di rumah sakit.
"Key, bersiap-siaplah,hari ini kita pulang,"Satria.
"Benarkah?"Keynan.
"Iya.Kita pulang,pekerjaan di kantor sudah menumpuk,"Satria.
"Kantor?Tidak,aku belum bisa kembali ke kantor.Aku akan pulang ke rumah Aisyah,aku akan mengerjakannya dari sana,"Keynan.
"Sampai kapan,Key?"Satria.
"Sudah, jangan menggerutu.Aku memberikan gaji yang besar untuk kamu dan Pak Rinto agar aku tidak perlu capek mengurus perusahaan dan bisa santai,"Keynan.
Selain perusahaan warisan dari ibunya yang dipegang Pak Rinto, Keynan juga mempunyai perusahaan sendiri, bahkan lebih besar dari milik ibunya, perusahaan Keynan ini dipegang oleh Satria.Namun tidak ada yang tau bahwa pemilik Sanjaya company adalah Keynan.
"Iya...iya .Bos memang selalu benar,"ucap Satria dengan Bimoli (bibir monyong sekali).😀
"By the way.Apa kamu sudah menemukan siapa yang mencoba membunuhku? Mereka sampai membawaku ke pulau lain,"Keynan
"Aku belum mengetahuinya, karena mobil orang -orang yang menculik mu itu terlibat kecelakaan degan truk.Mereka jatuh kedalam jurang setelah bertabrakan dengan truk itu, kemudian mobilnya meledak dan terbakar,"
"Dan memang benar dalam mobil itu ada delapan orang laki-laki, dan dengan meninggal nya delapan orang itu,kami jadi susah mencari tahu siapa dalang dibalik percobaan pembunuhan yang dilakukan padamu,"Satria.
"Lanjutkan penyelidikan mu,aku harus tahu siapa orang yang ingin menghabisi ku itu,"Keynan.
"Ok,ayo aku antar pulang,"Satria.
"Hem,"sahut Keynan hanya berdehem.
***
Beberapa jam kemudian, Keynan dan Satria sampai dirumah Aisyah.
"Key,sudah sampai,"Kata Satria ketika Keynan hanya diam, tidak kunjung turun dari mobil.
"Disini?"tanya Keynan pada Satria, mereka masih berada didalam mobil dan berhenti didepan sebuah rumah sederhana.
"Oh iya aku lupa kalau sebelumnya kamu tidak dapat melihat,"ujar Satria sambil menepuk jidatnya.''Iya Key, inilah rumah Aisyah, di sinilah kamu tinggal beberapa bulan ini,"lanjut Satria.
Perlahan Keynan turun dari mobil dengan pandangan yang tak teralihkan dari rumah sederhana yang ada didepannya.Matanya menelisik ke semua bagian rumah itu, kemudian perlahan melangkah menuju pintu yang tertutup rapat.
"Pintunya dikunci,Sat,"ucap Keynan ketika ingin membuka pintu tersebut.
"Ya iyalah Key,jam segini istrimu itu pasti sedang berkerja.Serahkan saja kepada ku.Aku ahlinya,jangankan cuma pintu seperti ini, pintu brankas saja bisa aku buka,"ujar Satria menyombongkan diri
"Iya,iya,aku tahu kamu memang ahlinya. Karena itu,aku lebih suka menyimpan semua barang berhargaku di bank, dari pada di rumah atau di kantor karena aku merasa tidak aman kalau ada kamu.Siapa yang akan tanggung jawab kalau sampai barang berhargaku raib,"Keynan.
"Sialan kau, emang!dibantuin malah bikin sebel,"ucap Satria bersungut-sungut.
Setelah pintu bisa dibuka, Keynan dan Satria pun masuk.Satria membaringkan tubuhnya di kursi yang tidak terlalu panjang namun lumayan untuk meluruskan punggungnya.
Sedangkan Keynan berjalan pelan mengamati setiap bagian dari rumah itu.Sesekali Keynan memejamkan mata mengingat saat dirinya berjalan di setiap ruangan itu tanpa bisa melihat apa pun.
"Ngapain kamu Key?nggak percaya selama ini kamu tinggal di sini?"kata Satria melihat Keynan menelisik seluruh bagian rumah itu,"
"Beruntung sekali kamu ditolong,dan dirawat gadis itu, padahal dia tidak tahu siapa kamu dan dari mana asal usul mu,mau menjadi istrimu, bahkan menafkahi dirimu,jaman sekarang mana ada cewek kayak gitu.Yang banyak itu cewek yang abang beruang,Abang ku sayang, Abang nggak punya uang ,Abang ku tendang,"
"Aku tidak tahu bagaimana wajah Aisyah, tapi dari sorot matanya saat melihatmu, aku dapat melihat ketulusan cinta dan kasih sayang nya yang begitu besar untuk mu,"ucap Satria, sedang Keynan hanya diam saja mendengar nya.
"Iya,aku sangat beruntung,mempunyai istri sepertinya,aku nyaman hidup dengannya, bahkan tiga Minggu ini aku susah tidur karena tidak memeluknya,aku rindu wangi tubuhnya,aku rindu suara lembutnya,aku rindu masakannya,aku telah mencintainya tanpa melihatnya,"batin Keynan
Dertt......dertt..... suara hanphone Satria berbunyi.Satria mengambil handphone nya dari saku celananya,dan melihat ada panggilan dari Anna, sekretaris nya.
"Halo,ada apa?"tanya Satria.
"Pak , pertemuan dengan klien dari
Jepang itu dimajukan, nanti
malam Pak,jam delapan,"ucap Anna.
"Ok,aku akan segera kembali,"sahut Satria.
Satria memutuskan panggilan,"Key,aku harus balik sekarang,"pamit Satria
"It's ok.Makasih untuk semuanya,"Keynan.
"No problem.Ya udah,aku balik ya? Assalamualaikum,"Satria.
"Wa'alaikumu salam,"Keynan.
Satria pun pergi sedang Keynan langsung membersihkan diri, kemudian duduk di ranjang sambil menyandarkan punggungnya di dasbor ranjang.
"Ah... kenapa aku gugup sekali ya? sebentar lagi Aisyah pulang,aku rindu sekali padanya.Bagaimana ya wajahnya?huh aku penasaran sekali,"Keynan.
Sedangkan didepan pintu.
"Lho,kok pintunya sudah terbuka? jangan-jangan ada maling?"batin Aisyah.
Aisyah melangkah masuk kedalam rumah dengan langkah pelan sambil mengawasi keadaan sekitar dan memeriksa seluruh ruangan tapi tidak ada siapapun.Akhinya Aisyah menuju kamar dan membuka pintu kamar hati-hati.Begitu kamar terbuka......
To be continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Anonim
akhirnya Keynan bisa melihat wajah istrinya ya
2024-05-30
2
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒑𝒂𝒔𝒕𝒊 𝒌𝒂𝒈𝒆𝒕 𝑨𝒊𝒔𝒚𝒂𝒉 𝒑𝒂𝒔 𝒅𝒊𝒌𝒂𝒎𝒂𝒓 𝒂𝒅𝒂 𝑲𝒆𝒚𝒏𝒂𝒏
2024-05-01
1
Ningmar
lanjut
2024-04-04
1