"Dulu Mas pernah berjanji Mas akan melepas mu jika kamu sudah tidak sanggup menjalani pernikahan ini, karena saat itu Mas merasa tidak bisa membuat mu bahagia,"
"Sekarang ,bolehkah Mas mengingkari janji Mas?Mas ingin selamanya bersamamu, memiliki buah hati dari rahimmu,dan menua bersamamu.Mas akan berusaha untuk membahagiakan mu.Apa kamu bersedia mendampingi Mas dalam suka dan duka hingga kita dipanggil-Nya?"Keynan
Aisyah mengangguk dengan buliran bening dari sudut matanya, kemudian memeluk Keynan dengan erat.Aisyah tidak menyangka suaminya akan mengatakan hal itu, sungguh Aisyah sangat bahagia mendengarnya.
"Jangan menangis?"acap Keynan setelah mengurai pelukannya, kemudian mengusap air mata Aisyah.
"Aisyah bahagia,"Aisyah.
"Oh ya,ada yang ingin Mas kasih,"ucap Keynan seraya mengambil sesuatu dari sebuah tas,"Ini buat kamu,"ucap Keynan menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat kepada Aisyah.
"Apa ini Mas?"Aisyah.
"Nafkah dari Mas buat kamu,"Keynan.
Aisyah membuka amplop tersebut dan melihat isinya,"Mas,ini banyak sekali?!"Aisyah.
"Selama menikah,Mas belum pernah menafkahi kamu, Anggap saja ini untuk menggantikan uang kamu yang selama ini kamu pakai untuk kebutuhan kita berdua,"ucap Keynan.
"Tapi ini terlalu banyak,Mas!"ucap Aisyah.
"Tidak ada apa-apa nya dibandingkan dengan apa yang kamu dan bapak lakukan buat Mas,"Keynan.
"Aisyah dan almarhum bapak melakukan itu semua ikhlas ,Mas.Ini, Aisyah ambil ini aja, sisanya Mas simpan,"ucap Aisyah menyerahkan kembali amplop yang sebelumnya berisi uang 100 juta kepada Keynan,dan hanya mengambil 3 juta.
"Tidak,Mas nggak mau.Jika kamu menolak uang dari Mas, berarti kamu nggak mau Mas kasih nafkah dan tidak menganggap Mas ini suamimu,"Keynan.
"Baiklah Aisyah terima,"ucap Aisyah dengan berat hati,kemudian menyimpan uang itu.
"Mas,boleh Aisyah nanya?"Aisyah
Apa?Hem?"tanya Keynan.
Ap....apa pekerjaan Mas?" tanya Aisyah memberanikan diri,karena tiga Minggu suaminya berobat nggak bawa uang malah pulangnya sudah sembuh bawa banyak uang lagi.
"Mas bekerja di dua buah perusahaan, tapi dari rumah.Kalau ada yang penting banget baru Mas ke kantor,"Keynan.
"Dua buah perusahaan sekaligus?!kok bisa Mas?"Aisyah.
"Ya bisa lah, yang penting kan otak,"ucap Keynan tersenyum dan memang tidak berbohong.
'Jadi kamu nggak perlu khawatir ,Mas dapetin uang secara halal kok,"kata Keynan seolah mengerti apa yang dipikirkan oleh Aisyah.
"Syukurlah,"ucap Aisyah.
"Ke marilah!"ucap Keynan merentangkan kedua tangannya.
Aisyah mendekati suaminya kemudian dengan wajah memerah masuk dalam pelukan suaminya.
"Kenapa wajahmu merah sekali?!Apa kamu kepanasan?Hem?"goda Keynan walau dia tahu jika wajah Aisyah merah karena malu.Sedang Aisyah hanya menggeleng menenggelamkan wajahnya di dada suaminya.
"Rambutmu indah sekali, wangi,"ucap Keynan membelai rambut istrinya yang panjang dan sesekali menciuminya,"Sudah malam,kita tidur,yuk!!ucap Keynan kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang bersama Aisyah.
Tak lama Aisyah pun terlelap,beda dengan Keynan.Kejadian tadi sore saat istrinya berganti pakaian didepannya selalu terbayang-bayang.Berkali-kali Keynan menggeleng-gelengkan kepalanya dan menghembuskan nafas kasar untuk menghalau bayangan-bayangan itu.
Seumur hidupnya dia tidak pernah tertarik melihat tubuh wanita, sekalipun wanita itu memakai baju kurang bahan sekalipun Keynan tidak tergoda,tapi ini?!Sudah pukul 2 dini hari tapi Keynan belum juga bisa memejamkan mata,"
Perlahan dimiringkan nya tubuhnya, dilihatnya wajah istrinya yang terlelap, memandang setiap inci wajah itu dan tanpa sadar tangannya bergerak membelai wajah itu, kemudian jari jempolnya mengusap bibir yang nampak ranum merah alami itu.
"Ma...Mass...?"ucap Aisyah terbangun karena ulah suaminya, dengan jantung yang berdetak kencang, karena mendapati wajah suaminya tepat berada di depannya.
"Aisyah!! "ucap Keynan dengan suara berat.Tangannya kembali membelai wajah Aisyah dan sekali lagi berhenti di bibir ranum itu.
Aisyah diam bagaikan patung, seluruh tubuhnya terasa kaku tidak bisa bergerak, jantungnya terasa mau meledak.
Perlahan Keynan mendekatkan wajahnya pada wajah Aisyah, memiringkan kepalanya, semakin dekat hingga hembusan nafas Keynan terasa di wajah Aisyah.Aisyah menutup matanya hingga terasa sesuatu yang kenyal menempel di bibir nya, perlahan bergerak memagut bibir Aisyah.
Keynan melumat bibir Aisyah lembut dan mengigit bibir itu pelan hingga Aisyah membuka mulutnya.Keynan pun membelit lidah Aisyah dan mengakses semua yang ada didalam sana dan melepas pagutan itu saat Aisyah memukul dadanya karena kehabisan nafas.Di elusnya kembali wajah Aisyah dan juga bibir Aisyah yang basah karena ulahnya.
"Aisyah,bolehkah mas meminta hak mas sebagai seorang suami?"tanya Keynan dengan suara parau.
Aisyah dengan wajah memerah mengangguk sebagai jawaban,mana mungkin Aisyah menolak ajakan suaminya, karena bila seseorang istri menolak ajakan suami (berhubungan intim) istri itu akan dikutuk oleh malaikat sampai pagi.
Keynan pun kembali memagut bibir Aisyah,sedang tangannya sudah bergerilya menjelajahi tubuh Aisyah,perlahan ciuman nya turun ke leher membuat mahakarya di sana, gairaah Keynan sudah tak terbendung lagi dilepaskannya seluruh pakaiannya, membuat Aisyah memalingkan muka karena malu, kemudian melucuti pakaian istrinya dan segera mengungkungnya,menciumi seluruh tubuh Aisyah, kemudian melakukan penyatuan hingga terdengar lenguh*n panjang keduanya.Keynan kemudian mencabut penyatuan nya, berbaring di samping Aisyah kemudian merengkuh wanita itu dalam pelukannya.
"Terimakasih, terimakasih telah mempersembahkan mahkotamu untuk Mas dan menutup aurat mu, sehingga hanya Mas yang bisa melihat indahnya tubuhmu,"ucap Keynan seraya menciumi puncak kepala Aisyah.
################
Di sebuah klub malam,hinggar-bingar lampu serta music memekakkan telinga.
"Halo bro, gimana?udah ada barang baru belum?"Arko.
"Bentar lagi,baru dikit nich.Ntar nanggung transfernya,"Dio.
"Jangan lama-lama bro,dan ingat,pisahkan yang ori,"Arko
"Siiip,.. pasti gue pisahin."Dio.
"Kali ini yang bener konfirmya.Jangan kayak kemarin,bilang yang ori lima eh ...pas dianter yang ori cuma dua, Habis-habisan gue dimarahi si Bos,"Arko.
"Sorry,.. habisnya gue khilaf ngelihatnya, jadinya tiga yang gue buka segelnya,"Dio.
"Kasih tau gue dong bro, kalau Lo buka segel,biar gue ikut ngerasain second nya, gratis ya?"Arko.
"Nggak modal banget sih lo!Modal dikit kek biar ngerasain yang ori.Gue kasih harga miring dah buat elo,"Dio.
"Beneran bro bakalan Lo kasih harga miring?"Arko.
"Iya, nggak percaya amet sich Lo ama gue?"Dio.
"Ok.gue tunggu ya?udah nggak sabar nih pengen yang ori.Pasti asyik ya buka segel?"Arko.
"Dijamin dech!! Mangkanya coba yang ori dong!! gue jualnya mahal ke Bos elo, soalnya nggak bakalan kecewa, sensasinya beda bro.Ya udah gue balik dulu,bilang ama bos seminggu lagi barangnya gue serahin,"Dio.
"Eh,cepet banget sih udah mau balik?"Arko.
"Gue mau ngantor besok,"Dio.
'Uang Lo udah banyak dari bisnis ini, ngapain sih capek-capek ngantor,"Arko.
"Banyak pala Lo!! emang usaha gue nggak pake modal apa?Resikonya tinggi bro!!Lagian Gue nggak tahan denger ocehan bonyok(bokap-nyokap)gue kalo gue nggak ngantor.Selain itu kalo gue kerja kantoran kan bisa menutupi bisnis gue yang ini,"Dio.
"Serah Lo dah, paling juga duit Lo habis buat judi, udah gue bilangin nggak usah judi online, masih aja,abis itu duit buat judi,"Arko.
"Hobi bro, hobi!"Dio.
"Hobi Lo bikin bangkrut,"Arko.
"Ya udah gue cabut,"Dio.
"Wokey."Arko.
_________________
Di rumah Aisyah,Seminggu setelah malam pertama yang tertunda beberapa bulan.
"Selamat pagi Ay,"ucap Keynan ketika Aisyah baru membuka matanya.
"Ay?"tanya Aisyah mengerutkan keningnya.
"Iya Ay, singkatan dari ayang,alias sayang,"jelas Keynan membuat pipi Aisyah merona karena malu,"Cup"Keynan mengecup pipi Aisyah yang memerah.
"Gombal,"kata Aisyah pura-pura merajuk membuat Keynan semakin gemas.
Sudah seminggu ini mereka semakin dekat, habisnya si babang Keynan nggak pernah absen minta jatah.
"Ayo bangun, udah adzan subuh,"ucap Keynan.
"Iya,"ucap Aisyah.
Setelah menunaikan shalat subuh, Aisyah mencium punggung tangan Keynan, kemudian melipat peralatan sholatnya.
"Ay,"ucap Keynan sambil memeluk Aisyah dari belakang seraya menenggelamkan kepalanya di ceruk leher istrinya, menggesek-gesekkan hidung dan bibir nya di sana.
"Mas,geli,"ucap Aisyah sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya, sambil menyelesaikan melipat mukenanya.
"Ay,? Keynan.
"Apa sih Masss...!"tanya Aisyah lembut.
"Olah raga,yuk!!"Keynan.
"Mas olahraga sendiri saja, Aisyah mau masak,"Aisyah.
"Mas maunya olahraga yang partneran Ay?"Keynan
"Olahraga partneran?Maksud,Mas?"tanya Aisyah tidak mengerti.
"Itu... olahraga yang bisa dapat pahala "Keynan
".....?????.Masss.... mes*m!"ucap Aisyah yang sempat bingung dengan keinginan suaminya.
...🌟"Cinta itu seperti udara, tidak berbentuk,tidak pula terlihat,tetapi ada."🌟...
..."Author"...
To be continued
Makasih mau mampir dan membaca karya Author.🙏🙏🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Anonim
akhirnya belah duren
2024-05-30
1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒕𝒂𝒈𝒊𝒉𝒂𝒏 𝑲𝒆𝒚𝒏𝒂𝒏 𝒏𝒚𝒂 𝑨𝒚 🤭🤭🤭
2024-05-01
0
Far~ hidayu❤️😘🇵🇸
olahraga berpahala Ay,
2024-01-25
1