Diego seperti orang kesetanan. Dia sangat haus akan belaian, pria tampan itu mencium tulang selangka Juliet dengan tangannya yang berada di bawah sana mencubit bongkahan kecil itu.
"Sir, hentikan … eugh … " Juliet mendorong dada bidang Diego, namun, tak membuat pria tampan itu bergeser.
Bahkan, Diego dengan lancangnya menuntun tangan Juliet agar menyentuh pusaka nya yang telah menegang.
Juliet terbelalak menyentuh benda panjang dan keras itu. Nafas Diego semakin berat.
"Kamu tahu, Juliet! Sudah lima tahun dia tidak bangun. Tapi, hanya dalam kurun waktu satu menit dia langsung bangun saat melihatmu memakai kaos kebesaran ini!"
"Aku membayangkan bagaimana kalau kamu memakai kemeja ku di pagi hari setelah kita melewati malam panas. Bukankah itu sangat indah, Juliet? Kau juga menginginkan nya?" Diego terus menggoda Juliet dengan sentuhan nakalnya, membuat wanita itu mengumpat kesal dalam hati.
Diego benar-benar kurang ajar pikir Juliet.
Diego mengambil kesempatan dalam kesempitan saat melihat Juliet membuang wajahnya ke samping. Dengan gerak cepat dia memasukkan pusaka nya dalam aset Juliet.
Ah.
Juliet membuka mulutnya lebar saat merasakan pusaka keramat milik Diego memasuki lorong pribadinya.
"Kau masih saja sempit!" bisik Diego seraya melesatkan pusaka nya menembus lorong pribadi Juliet.
"Sir, biarkan aku yang memegang kendali!" balas Juliet dengan nada sensual menggigit bibirnya membuat Diego tersenyum lebar.
"Tentu, girl!" Diego membalikkan tubuhnya membuat Juliet berada di atasnya.
Juliet segera mengambil kendali membuat Diego membuka mulutnya lebar tak dapat berhenti meracau kenikmatan.
Di saat Juliet merasakan Diego hampir sampai ke puncaknya. Dengan licik Juliet membuka pintu mobil lalu melepaskan penyatuan itu, keluar dari mobil membuat Diego terkejut.
"Juliet! Ah … siall, kenapa aku bisa lengah!" Diego buru-buru membetulkan celananya lalu turun dari mobil mengejar Juliet yang melarikan diri dengan kaos oblong tanpa memakai celana d*lam.
Juliet berlari tergesa-gesa dengan nafas memburu. Dia ingin cepat-cepat kabur dari Diego karena pria itu sangat buas. Dia takut bila dirinya dekat dengan Diego, Juliet akan khilaf.
"Dasar CEO Bastard, mesum … egois, gila dan tak punya etika! Bisa-bisanya dia berniat menanam benih dalam rahimku sedangkan Adam dan Abraham saja belum dewasa!" gerutu Juliet dengan nafas ngos-ngosan.
Diego yang baru setengah jalan mengejar Juliet pun memilih kembali masuk dalam mobilnya. Lalu mengejar Juliet dengan mobil.
Tit … tit …
Diego membunyikan klakson mobil membuat Juliet terkejut dan tanpa sengaja kakinya terkilir dan terjatuh.
Diego yang merasa khawatir pun langsung turun mobilnya membantu Juliet bangkit.
"Auchh … kaki ku sakit!" ringis Juliet membuat Diego berdecak kesal.
"Dasar wanita tak mau bersyukur. Sudah untung aku berikan kenikmatan dalam mobil tadi, eh malah kabur dan cari kesakitan seperti ini! Wanita memang tidak bisa di mengerti!" ketus Diego membuat Juliet mencubit pinggang Diego.
"Anda yang tidak punya hati, Sir! Datang-datang bukan mengajak menikah dan bertanggung jawab karena telah menelantarkan aku dan anak-anakmu. Tapi, malah ingin menanam saham lagi dalam rahimku! Lalu setelah jadi benih, Anda mengatakan kalau saya wanita murahan yang membuka paha lebar pada pria kaya! Dasar laki-laki … tidak pernah peka dan tak paham akan kemauan wanita!" teriak Juliet kesal dengan bola mata memerah menahan tangis.
Diego yang di bentak pun langsung cemberut karena seumur hidup dia tak pernah di bentak oleh siapa pun. Hanya David sang ayah yang pernah sekali membentaknya saat menyuruh dirinya menikah.
"Dasar cerewet! Aku ke sini juga mau minta pertanggungjawaban mu. Gara-gara membuka segel mu pusaka ku tidak pernah bangkit lagi! Sudah 1001 wanita yang mencoba menjilat, mencium dan merabanya dia tidak bangkit!" balas Diego tak kalah sewot memasukkan Juliet ke dalam mobilnya.
Tak lupa Diego melempar celana d*lam Juliet. Menyuruh wanita itu memakai nya kembali.
"Pakai kolor mu … nanti kalau dua kurcaci mengesalkan itu bertanya bisa-bisa aku menyuruh mereka menonton film plus plus agar paham kenapa malam bisa berubah jadi panas dan kamu kehilangan kolor mu!" lanjut Diego membuat Juliet membelalakkan matanya.
Plak.
"Jangan sampai anak-anak ku mengikuti jejak Anda yang suka celap celup sana sini seperti teh celup!" Juliet memukul kepala belakang Diego lalu memelototi pria tampan itu.
Diego yang di pukul pun hanya bisa menggertak giginya karena seumur hidup hanya Juliet yang berani memukul dirinya.
"Ahh … awas saja nanti kalau kita menikah! Akan aku balas kamu di atas ranjang, Juliet!" jerit Diego dalam hati lalu menancapkan gas mobil menuju rumah Juliet lagi.
Niat hati ingin berbuka puasa karena si pusaka telah lama mati suri pun gagal karena Juliet yang licik. Akan tetapi, Diego bersyukur karena pusaka nya hanya mati suri buka mati betul.
*
*
*
Adam dan Abraham yang melihat ibunya turun dari mobil pun langsung berlari memeluk erat kaki jenjang ibu mereka.
"Mommy tidak apa-apa kan? Pak tua itu tidak macam-macam pada mommy, 'kan?" tanya Adam khawatir membuat Diego tersedak ludah mendengar pertanyaan dari bocah yang dia yakini anaknya itu.
"Hey, Bocah. Mommy mu masih bernafas! Jangan panggil aku pak Tua, tapi, panggil aku Daddy karena aku adalah Daddy kalian!" ujar Diego tersenyum penuh percaya diri merentangkan kedua tangannya berharap Adam dan Abraham memeluknya.
Namun, siapa sangka Adam dan Abraham malah menatap aneh dirinya.
"Apa pak Tua itu gila, Abra?" tanya Adam pada saudara kembarnya itu.
"Bukan, tapi sepertinya dia terkena virus b*bi gila!"
"Benar, pak Tua itu mungkin salah satu penghuni RSJ yang kabur! Lebih baik kita bawa mommy masuk ke dalam rumah. Takutnya mommy juga ikutan gila!" ajak Abraham lalu menarik tangan Juliet masuk ke dalam rumah.
Arslan dan para bawahan Diego lainnya yang melihat bagaimana reaksi Adam dan Abraham pun mencoba menahan tawa.
Biasanya anak-anak yang pertama kali bertemu dengan ayah mereka pasti akan menangis dan ada adegan haru. Tapi, jangankan menangis, terharu saja tidak.
"Hey … aku ini Daddy kalian! Bukan Pak Tua atau penghuni RSJ!" sentak Diego menghalangi langkah Juliet, Adam dan Abraham.
"Mana ada seorang Daddy yang pergi menelantarkan anak-anaknya selama empat tahun! Mana ada seorang Daddy yang membiarkan anak-anaknya di ejek anak haram! Kalaupun ada … kami tidak butuh itu! Cukup ada mommy saja kami sudah bahagia!" sanggah Adam menatap tajam Diego membuat pria tampan itu tersentak kaget.
Diego termangu mendengar penuturan Adam. Terlebih lagi bola mata Adam yang menatapnya penuh benci, rindu dan kesedihan. Tatapan itu mampu memporak-porandakan hati Diego.
"Ma-maaf."
"Pergi dari sini!" sentak Abraham dingin.
*
*
Wkwkwkwk … mampus elu babang Diego 🤣🤣🤣😝😝
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰
Mampir juga ke karya temen author yang gak kalah bagusnya yaitu Mama Reni ... di jamin bagus🥰🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 172 Episodes
Comments
Nani Maulani
god rasain kau pak tua
2024-10-25
0
Darsini Bbt
👍👍
2024-04-18
0
Eti Alifa
ga segampang itu ferguso😁
2023-10-14
3