"Hey, lihat! Siapa bidadari yang di bawa Diego?" ujar Max dengan mata berbinar membuat Damian dan Alex menoleh ke samping.
Mata Damian dan Alex membulat sempurna melihat Juliet yang sangat anggun dengan balutan dress panjang tanpa lengan, terdapat belahan di bagian kiri bawah menampakkan kaki jenjang Juliet yang mulus.
Diego menggandeng tangan Juliet seperti seorang kekasih. Sedangkan Juliet hanya memasang wajah datar seperti biasanya. Gadis cantik itu sangat jarang tersenyum karena sedari kecil hidupnya sangat susah bahagia.
"Itu bukan bidadari tapi malaikat tak bersayap yang nyasar turun ke bumi!" ralat Alex menghirup liurnya yang hampir keluar.
"Aku ingin meniduri gadis itu!" ujar Damian dingin membuat Alex dan Max tersedak ludah. Di antara mereka berempat Damian lah yang paling bungsu, akan tetapi, sikap Damian yang paling tenang di antara mereka.
Damian sangat dingin membuat tak ada wanita yang berani mendekatinya. Namun, tiba-tiba pria tampan itu menginginkan Juliet.
"Wih, parah! Main tidur aja kau, Dam. Lebih baik kita bertanya dulu pada Diego siapa bidadari itu. Jangan sampai kau meniduri wanita nya Diego!" Alex menepuk pundak Damian membuat pria dingin itu mengangguk kepalanya.
Mereka adalah kumpulan pria tak punya hati. Bagi mereka wanita hanyalah pakaian yang bisa di ganti setiap saat. Sampai-sampai orang tua mereka angkat tangan dengan kehidupan anak mereka.
Orang tua mereka hanya bisa berdoa semoga anak-anak mereka itu secepatnya di beri pawang.
*
*
"Bukankah itu teman Anda, Sir?" tanya Juliet menatap ke arah Alex, Max dan Damian yang juga menatap mereka.
"Aku tidak punya teman!" Diego segera menarik pinggang Juliet membawa gadis cantik itu ke arah lain.
Namun …
"Woho … lihatlah siapa nona cantik ini! Halo nona cantik … perkenalkan namaku Max Lincoln dan kau namamu pasti Beauty!" Tiga sahabat Diego itu tak membiarkan Diego pergi.
Mereka lebih dulu menghampiri Diego lalu dengan lancang Max mengecup punggung tangan Juliet.
"Nama saya Juliet, Tuan Max. Bukan beauty!" Gadis cantik itu berucap datar dengan sopan membuat Max terpana mendengar suara merdu Juliet.
"Waw … tidak salah lagi! Namamu benar-benar Beauty. Wajah mu, tubuhmu, dan suara mu semuanya Beauty (cantik)," puji Max menatap genit Juliet membuat gadis cantik itu merona.
Karena baru pertama kalinya dia di puji oleh pria secara langsung.
Namun, tiba-tiba Alex menepis tangan Max lalu menggantikan Max mencium punggung tangan Juliet.
"Kau salah, Max. Namanya Angel! Lihatlah keanggunan nya bagaikan bidadari tak bersayap! Oh … maaf Angel! Ada sesuatu di mata mu!" Alex berucap lembut dengan raut wajah khawatir membuat Juliet ingin meraba wajahnya.
Namun, Alex lebih dulu menggenggam tangan Juliet sehingga sekarang kedua tangan Juliet berada dalam genggaman nya.
"Ada apa di mataku?" tanya Juliet gugup karena di tatap intens oleh Alex.
"Ada masa depan ku bersamamu!" jawab Alex membuat wajah Juliet langsung merona malu. Bola mata gadis cantik itu berkaca-kaca saking gugupnya..
Diego yang sedari tadi diam melihat dua sahabatnya itu menggoda Juliet pun geram. Nafas pria tampan itu naik turun melihat wajah malu-malu Juliet saat di goda oleh Alex dan Max.
Wajah yang tak pernah Diego lihat. Selama ini Juliet hanya menampakan wajah datar.
Andai Diego sadar bahwa selama ini dirinya tak memperlakukan Juliet se-manis Max dan Alex.
"Cukup! Namanya Juliet bukan Angel ataupun Beauty! Dan kau Alex … buang jauh-jauh masa depan mu bersama Juliet karena kau mungkin akan mati besok! Bersikaplah sopan seperti Damian yang diam saja!" tegas Diego dalam satu tarikan nafas menatap tajam dua sahabatnya itu.
Damian yang sedari tadi diam pun menepis tangan Alex lalu dia menggenggam tangan Juliet.
"Apa benar namamu Juliet?" tanya Damian dingin membuat Juliet mengangguk kepalanya canggung.
"Pas sekali. Nama ku Romeo! Apakah ini takdir? Romeo dan Juliet bertemu dalam satu acara lalu jatuh cinta pada pandangan pertama dan menikah!" Damian menarik sudut bibirnya kecil membuat jantung Juliet ingin lepas karena vibes Damian asli keren bukan main.
Telinga Diego berdenging seolah gendang telinga nya ingin pecah. Dadanya bergemuruh mendengar rayuan maut Damian.
Oh ya ampun … kenapa si bungsu ikut-ikutan pikir Diego kesal.
"Kita pergi dari sini! Aku tidak ingin bertemu dengan tiga bandot seperti kalian! Kalau ingin cari mangsa jangan sekretaris ku. Dia tidak ku izinkan pacaran!" Diego berucap tegas lalu menarik kasar tangan Juliet membuat genggaman tangan Damian terlepas.
"Hey, Diego … ke mana kau bawa Beauty ku?"
"Woii … Diego kembalikan Angel ku!"
"Hey … Juliet kembali lah pada Romeo mu!"
Mereka bertiga berteriak memanggil Diego agar membawa Juliet kembali. Namun, pria tampan itu malah mengangkat jari tengahnya ke atas.
Fuckk.
*
*
*
Diego membenturkan badan Juliet ke tembok, mengekang tubuh gadis cantik itu membuat jarak keduanya tak tersisa.
"Sir, saya ingin pulang! Tubuh saya tidak enak … " Juliet memeluk erat tubuh Diego menggesekkan tubuhnya dengan tubuh Diego.
Tadinya setelah bertemu dengan para sahabat Diego. Juliet di ajak minum oleh Diego. Namun, tiba-tiba tubuhnya panas membuat Diego mengajak mereka ke tempat sepi.
"Di mana nya yang tidak enak, hemm?" Diego menggigit ujung telinga Juliet membuat gadis itu membuka mulutnya lebar.
Uh …
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Mau lagi? Kalau mau … harus komentar yang banyak dan vote … mumpung hari ini Senin loh 😁😁😁🤭🤭🤭
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 172 Episodes
Comments
istrinya gojo꒰⑅ᵕ༚ᵕ꒱˖♡
ngakak plis😭
2024-05-10
0
Darsini Bbt
part lanjut
2024-04-13
1
Juan Sastra
deigo biadab kamu,,malah kasih obat ke juliet
2023-10-12
1