Diego mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Pria tampan itu tak tahu ke mana arah tujuannya. Namun, tanpa sadar mobil nya Ia bawa menuju sebuah apartemen mewah.
Diego turun dari mobilnya memasuki pelataran apartemen mewah tersebut. Pria tampan itu berhenti di hadapan pintu kamar apartemen tersebut.
*
*
*
Juliet yang baru saja memejamkan matanya pun kembali terjaga saat mendengar suara gedoran pintu apartemennya. Gadis cantik itu beranjak dari kasur guna untuk membuka pintu apartemen nya.
Apartemen Juliet merupakan apartemen studio, di mana kasur, dapur dan ruang tamu menyatu tanpa adanya dinding penghalang. Hanya kamar mandi saja yang terpisah.
"Sir, sedang apa Anda di sini?" Juliet mengernyitkan dahinya di kala melihat Diego berdiri di hadapannya.
Diego tak menjawab sepatah kata pun, pria tampan itu segera menarik tengkuk Juliet lalu mencium rakus bibir gadis itu. Diego menendang pelan pintu apartemen Juliet, hingga tertutup rapat.
Juliet yang mendapatkan ciuman mendadak itu pun terkejut. Gadis itu menutup rapat bibirnya seraya mendorong dada bidang Diego berharap pria tampan itu melepaskan ciuman tersebut.
Diego malah menggigit bibir Juliet lalu menerobos mengobrak-abrik isi mulut gadis cantik itu. Wajah Juliet memerah karena tak bisa bernafas sekaligus marah.
Diego mengangkat tubuh Juliet seperti koala membuat Juliet hanya pasrah pada perlakuan atasan nya itu. Diego merebahkan tubuh Juliet atas ranjang.
Perlahan ciuman pria tampan itu menjalar ke leher jenjang Juliet. Gadis cantik itu mengepalkan tangannya erat.
"Kau sangat wangi, Juliet!" bisik Diego seraya tangannya berjalan ke mana-mana.
"Maafkan saya, Sir!" Juliet segera menotok titik saraf pada leher Diego membuat pria tampan itu memelototkan matanya.
"Kau … bawahan sia-lan." Diego menutup matanya perlahan, ambruk di atas tubuh Juliet.
Diego pingsan!
Juliet menyingkirkan tubuh Diego dari tubuhnya. Gadis cantik itu menggerutu kesal karena merasa lelah dengan atasannya itu yang kerap kali menguji kesabarannya.
"Oh ya ampun … hampir saja aku tergoda!" Juliet mengelus dadanya ketika teringat ciuman panas yang mereka lakukan tadi. Hampir saja gadis cantik itu ikut tenggelam dalam hasrat sesaat itu.
Juliet pun bangkit guna membuka sepatu Diego. Lalu gadis cantik itu membuka pakaian Diego karena mencium aroma alkohol pada tubuh pria tampan itu.
"Selamat tidur, Sir!" Juliet membelai rahang tegas Diego sesaat lalu ikut memejamkan matanya perlahan menuju alam mimpi. Keduanya tidur satu ranjang bersama tanpa status.
*
*
*
Diego membuka matanya perlahan saat mencium aroma masakan yang menggoda penciumannya. Pria tampan itu menyentuh lehernya yang terasa sakit karena ulah Juliet semalam.
"Dasar muka tembok! Kenapa bisa dia membuat ku pingsan hanya dengan dua jari? Apa dia keturunan biksu dari gunung, seperti di film-film Bruce Lee? Haiss … dia benar-benar menjengkelkan! Akan ku balas kau dengan dua jari versi ku!" Diego tersenyum lebar membayangkan apa yang akan di perbuat nya sebentar lagi.
Diego bangkit dari kasur beranjak masuk ke dalam kamar mandi Juliet. Pria tampan itu membersihkan tubuhnya di bawah guyuran shower. Dengan santainya dia memakai handuk milik Juliet yang berwarna pink.
Saat ingin menaruh celananya di ranjang kotor. Mata elang Diego melihat bra kotor milik Juliet. Pria tampan itu mengambil dan menggenggamnya.
"Waw … ukurannya 40, besarnya bukan main! Aku penasaran bagaimana jadinya bila benda itu berada dalam mulutku!" Diego berpikiran mesum membuat sesuatu di bawah sana menegang.
"Siall, hanya membayangkan nya saja sudah membuat pusaka leluhur ku bangun!" Diego pun keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit pinggangnya.
Juliet yang sedang memasak pun terkejut saat sebuah tangan melingkar di pinggang nya. Dia menoleh ke samping dan kembali di buat terkejut saat mendapat kecupan mendadak.
Cup.
"Selamat pagi, sekretaris muka tembok yang kurang ajar karena telah membuat atasannya pingsan!" Diego berkata dingin membuat Juliet menelan ludahnya saat hembusan nafas Diego yang beraroma mint menerpa wajahnya.
Juliet terpana melihat wajah Diego yang sangat segar dengan rambut basah. Sangat seksi pikir Juliet.
"Sir, jangan mengganggu saya! Biarkan saya memasak untuk sarapan kita … uh … " Juliet melenguh saat sesuatu yang basah bermain di telinganya.
"Baiklah, aku tidak akan menggangu mu!" Diego tersenyum penuh kemenangan saat melihat wajah Juliet memerah, bahkan sorot matanya berubah sayu saat tangan Diego masuk ke dalam bajunya.
"Sir," lirih Juliet menggigit bibir bawahnya membuat Diego menyeringai pun langsung membuat jejak di leher Juliet.
"Cepatlah, aku sudah lapar!" bisik Diego setelahnya lalu melepaskan pelukan tersebut berjalan menuju meja makan.
Diego menghempaskan bokongnya di atas kursi seraya menatap Juliet yang sangat lihai memasak. Penampilan Juliet saat ini sangatlah seksi menurut Diego.
Juliet memakai kaos besar berwarna putih. Panjangnya hingga paha membuat Diego dapat menikmati kaki jenjang yang seperti ayam goreng itu.
"Mukanya saja yang mirip tembok! Tapi, tubuhnya seperti gitar Spanyol antik! Ah … aku tidak sabar ingin melakukan adegan uh uh ah bersamanya!" Diego menggigit bibir bawahnya membayangkan Juliet berada di bawah tubuhnya menjerit manja.
*
*
"Sir, Anda tidak pulang?" tanya Juliet pada Diego yang begitu santai menonton televisi dengan tubuh yang masih berbalut handuk.
"Kau mengusir ku?" tanya Diego balik dengan nada tak suka.
"Bukan begitu, Sir!" jawab Juliet pelan.
"Aku akan di sini sampai nanti malam. Sekalian mengajak mu ke pesta perusahaan teman ku di hotel white!" jelas Diego tersenyum penuh arti membuat Juliet mengerti.
Lihat saja nanti malam, akan aku pastikan kamu merengek pada ku di setiap pelepasan mu batin Diego tersenyum licik.
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 172 Episodes
Comments
Mainah Inah
😬😬😬😬😬
2024-05-31
0
Darsini Bbt
😬😬😬
2024-04-13
1
juliani lia
author orang Aceh??
2024-02-20
0