"Tidak ada yang harus kita bicarakan lagi, Sir! Semuanya telah berakhir setelah hari itu!" tegas Juliet bangkit berdiri menatap datar wajah tampan Diego.
"Baiklah, bagaimana kalau aku berbicara tentang malam panas kita di hadapan dua bocah tampan ini?" tanya Diego tersenyum licik membuat Juliet terkejut.
"Hey, Pak Tua! Di mana-mana malam itu dingin bukan panas!" celetuk Adam membuat Diego merasa kesal sekaligus gemas ingin mencium wajah bocah cerewet itu.
"Kamu akan mengerti setelah dewasa nanti, Bocah!" jelas Diego dengan nada kesal.
Juliet yang tahu bahwa Diego adalah pria yang sangat nekat pun akhirnya menyetujui untuk berbicara empat mata.
"Sayang … kalian berdua main di rumah dulu, ya. Mommy ingin keluar sebentar bersama paman ini. Jangan keluar! Sarapan pagi sudah mommy siapkan, kalau mau main game silahkan. Tapi, jangan keluar rumah, okey!" tegas Juliet menatap lembut wajah tampan kedua anaknya itu.
Abraham dan Adam pun menganggukkan kepalanya. Mereka patuh terhadap perintah ibu mereka membuat Diego tanpa sadar menarik sudut bibirnya.
"Ars, jaga mereka!" titah Diego pada tangan kanannya itu.
"Baik, Tuan!"
Juliet masuk ke dalam mobil Diego dengan pakaian yang sama. Wanita cantik itu tak memperdulikan penilaian Diego atau orang-orang. Baginya kenyamanan merupakan nomor satu.
Diego membawa Juliet ke puncak gunung yang berada tak jauh dari rumah Juliet. Sesaat mereka berdua terdiam, sama-sama mengenang masa lalu.
"Apa yang ingin Anda katakan, Sir?" tanya Juliet dengan ekspresi datar menatap lurus ke depan.
Diego menoleh ke samping melihat wajah cantik Juliet.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Diego basa-basi.
"Tak perlu basa-basi, Sir. Anda bisa melihat sendiri bagaimana kehidupan saya sekarang! Langsung ke intinya saja, kenapa Anda jauh-jauh dari Amerika datang ke Australia hanya untuk bertemu dengan saya!" tegas Juliet menatap dingin Diego dengan bola mata penuh kebencian.
"Apa mereka anakku?" tanya Diego serius membuat Juliet menarik sudut bibirnya sinis.
"Benar, mereka adalah anak-anak Anda! Lebih tepatnya anak yang tidak pernah Anda anggap!" sanggah Juliet tersenyum sinis melihat wajah terkejut Diego.
"Kenapa terkejut seperti itu, Sir? Oh … atau Anda masih tidak percaya dengan perkataan saya. Ha ha … terserah Anda mau percaya atau tidak, yang jelas saya tidak peduli! Anak-anak saya juga mengerti kesialan apa yang menimpa mereka sehingga memiliki Daddy yang tak bertanggung jawab seperti Anda!" lanjut Juliet tersenyum mengejek ke arah Diego.
"Lalu siapa pria yang saat itu memeluk mu di hotel Sky Blue?" tanya Diego membuat Juliet mengernyitkan dahinya tak mengerti.
"Apa maksud Anda?"
"Aku pernah melihatmu masuk ke dalam hotel Sky Blue bersama dengan seorang pria yang memapah mu!" jelas Diego membuat Juliet seketika mengingat kembali kejadian lima tahun yang lalu.
Di mana kala itu Juliet yang hampir pingsan di halte bus pun di bantu oleh seorang pria asing. Karena jarak apartemen Juliet yang sangat jauh, alhasil Juliet meminta bantuan pria asing itu untuk membawanya ke hotel Sky Blue–hotel terdekat.
Juliet menatap tajam Diego. Tangannya terangkat ke atas lalu melayangkan tamparan keras pada pipi Diego.
Plakk.
"Dasar pria egois! Hanya karena melihat aku di papah oleh pria asing dengan mudahnya kamu menilai aku wanita murahan! Asal kamu tahu kalau saat itu aku lemah karena hamil anak-anak kamu, sialan! Tubuhku mengalami dehidrasi karena kekurangan cairan!" teriak Juliet murka.
Wanita cantik itu tak menyangka bahwa Diego menyebutnya murahan hanya karena hal sepele itu. Padahal sangat mudah bagi Diego untuk bertanya pada Juliet dan dengan senang hati Juliet menjelaskannya.
Namun, Diego pria egois dengan sejuta rasa gengsinya malah memilih menuduh Juliet sebagai wanita murahan daripada bertanya.
Diego benar-benar egois dan gengsi. Karena sifat egois pria itu kehidupan Juliet menderita.
Nafas Juliet naik turun menatap nyalang Diego yang terkejut karena di tampar Juliet.
"Kau … "
"Apa? Dasar pria egois, pria gengsi! Kenapa tidak bertanya padaku, huh? Kenapa langsung menyimpulkan semuanya begitu saja. Apa kamu tahu seberapa banyak rasa sakit dan kesedihan yang aku rasakan gara-gara kamu?!" Juliet naik ke atas pangkuan Diego lalu memukul dada bidang Diego bertubi-tubi.
Juliet menangis keras meluapkan segala emosi yang di tahannya selama ini. Diego menerima semua pukulan Juliet dengan lapang dada.
Namun, pria itu merasa tersiksa karena Juliet menggoyangkan pinggulnya tepat di atas pangkuan Diego membuat pria tampan itu mengepalkan tangannya erat karena hasratnya tiba-tiba bangkit.
"Kenapa kamu mencampakkan ku saat itu, huh? Apa kamu tahu aku sangat ketakutan saat itu? Hamil di luar nikah tanpa ada keluarga dan suami!" Juliet menangis memukul keras dada bidang Diego.
Diego yang tak dapat menahan hasratnya lagi pun langsung melahap rakus bibir ranum Juliet.
Juliet memelototkan matanya saat Diego mencium bibirnya. Namun, perlahan Juliet memejamkan matanya sesaat menikmati ciuman lembut itu.
Tangan Diego tak tinggal diam, langsung saja meraba-raba mencari benda favoritnya. Terlebih lagi pakaian Juliet yang sangat mendukung.
Juliet sadar saat tangan Diego masuk ke dalam celananya. Dia mencoba melepaskan ciuman itu. Namun, Diego malah menurunkan kursi mobil lalu berbalik menindih tubuh Juliet.
"Lepaskan aku, Baj*ngan. Ah … ehhh!"
*
*
*
Haduh … author kok degdegan yakk🤫😶
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 172 Episodes
Comments
wiwin winarti
dasa diego gila
2025-02-10
0
Darsini Bbt
DAsaaaar,,😤
2024-04-13
2
Ariani Shanty
nah n
2024-03-16
1