**Judul Novel ini akan author ganti jadi GAIRAH CINTA CEO BASTARD.
Dan cover nya juga bakal beda. jadi jangan bingung nanti kalau author ganti ya🥰🥰**
...----------------...
Para wanita sosialita itu merasa geram pada tingkah laku Juliet yang tidak ada takut-takut nya pada mereka. Padahal Juliet hanyalah wanita biasa yang tidak memiliki kekayaan seperti mereka.
"Hey, janda kesepian! Kami tidak takut pada ancaman mu?! Seharusnya anak kamu yang kami tuntut karena telah melukai anak-anak kami!" sentak wanita itu menatap tajam ke arah Juliet.
"Silahkan saja tuntut anakku?! Karena yang ada kalian akan di cerca masyarakat bila tahu bagaimana kronologis nya?! Karena tidak akan ada hukum bagi anak di bawah umur. Mereka di lindungi oleh Komnas perlindungan anak! Jika kejadian tadi aku laporkan pada mereka, maka dapat aku pastikan! Kalian akan masuk penjara?! Lihat itu mobilku yang menghadap ke arah sini! Ada CCTV di dashboard mobil ku! Terekam jelas saat-saat kalian memaki dan ingin melempari anakku?!"
Juliet berkata tegas menatap nyalang para wanita sosialita itu. Begitulah seorang ibu yang akan mati-matian membela dan melindungi sang anak.
"Untuk kedepannya silahkan didik lagi anak-anak kalian agar bisa lebih baik lagi?! Malulah dengan harta yang kalian punya dan gelar yang kalian sandang bila tak bisa mendidik anak kalian yang hobinya menghina temannya yang memiliki kekurangan dan kesedihan?! Bila kedepannya anak-anak kalian masih saja mengejek anakku. Akan aku pastikan video tadi itu viral, sehingga membuat nama baik kalian tercoreng?!"
Juliet mengancam para wanita itu lalu segera menggandeng kedua tangan anaknya lalu berbalik masuk ke dalam mobil, meninggalkan para wanita itu yang tercengang.
"Apa pendidikan si penggoda itu? Kenapa dia sangat pintar berbicara dan tahu akan hukum?" gumam mereka serempak menatap mobil Juliet yang perlahan menjauh dari mereka.
*
*
*
Adam dan Abraham memilin bajunya tak berani menatap wajah sang ibu. Mereka berada di garasi rumah.
"Siapa yang mengajarkan bahwa tindakan melempar orang dengan batu itu benar?" tanya Juliet datar.
"Sorry, Mom! Adam tadi gak bisa tahan emosi karena mereka mengatakan mommy wanita jahat!" Bocah kecil itu berucap pelan membuat senyuman manis di wajah Juliet terpasang.
"Sayang … angkat wajah kalian? Tatap mommy kalau sedang berbicara!" titah Juliet lembut berjongkok di depan anaknya.
Adam dan Abraham menatap wajah cantik ibu mereka dengan mata berkaca-kaca. Juliet tersenyum seraya mengelus pipi chubby kedua anaknya itu.
"Mommy senang dan bangga pada aksi kalian tadi karena itu artinya kalian menyayangi mommy. Akan tetapi, mommy juga menyayangi kalian sayang! Mommy jauh akan lebih sedih bila melihat anak mommy terluka karena membela mommy. Jadi, besok-besok kalau ada yang menghina mommy. Cukup diam atau pergi ke tempat lain! Karena tidak ada gunanya membalas hinaan dengan hinaan?! Mengerti, Jagoan mommy?!" jelas Juliet membuat Adam dan Abraham tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
"Mengerti, Mom!"
"Berpelukan!" ujar Juliet merentangkan tangannya membuat Adam dan Abraham langsung menghambur pelukan pada Juliet.
"Mommy punya hadiah untuk kalian!" Juliet mengajak kedua anaknya itu masuk ke dalam rumah.
Adam dan Abraham bingung karena rumah mereka sangat gelap.
"Mom, kok rumah kita mati lampu?" tanya Adam heran.
"Karena … "
Klik.
Tiba-tiba lampu hidup di iringi suara terompet.
"Selamat ulang tahun, Jagoan A!" Juliet bersorak gembira seraya menunjuk ke arah kue tar dan berbagai kue lainnya serta sebuah kado besar.
Adam dan Abraham tersenyum senang melihat rumahnya yang sudah di dekor cantik ala Avengers. Meski, tidak ada orang lain yang merayakan ulang tahun mereka, Adam dan Abraham pun sudah sangat bersyukur karena memiliki Juliet yang sangat baik dan menyayangi mereka.
"Mommy … " Adam dan Abraham memeluk kaki jenjang Juliet karena saking bahagianya.
Juliet berjongkok di hadapan anaknya lalu menatap wajah kedua jagoan Kecilnya itu dengan mata berkaca-kaca penuh cinta.
"Selamat ulang tahun anak-anak, Mommy! Maafin mommy karena hanya mampu membuat dekorasi sederhana untuk kalian!" Juliet meneteskan air matanya hari membuat Adam langsung menghapus air mata Juliet.
"Kami tidak butuh perayaan mewah, Mom. Karena yang kami butuhkan itu hanya mommy dan cukup mommy saja! Kami sayang mommy!" Adam dan Abraham memeluk leher Juliet.
Wanita itu menangis haru karena memiliki anak-anak yang sangat dewasa dan mengerti dirinya.
Juliet mengajak anaknya untuk memotong kue ulang tahun. Adam dan Abraham memejamkan matanya dan berdoa dalam hati.
Adam ingin punya Daddy ya, Tuhan!
Abraham mau bertemu Daddy agar bisa menendang nya karena telah menelantarkan kami!
Kedua bocah itu berdoa dalam hati dengan keinginan yang berbeda. Bila Adam ingin memiliki ayah, berbeda dengan Abraham yang sangat marah pada ayahnya.
Abraham lebih dewasa daripada Adam. Dia pernah mencari di google alasan anak-anak tak memiliki ayah. Ada yang meninggal, ada yang di telantarkan dan ada yang tak di anggap.
Abraham berasumsi bahwa ayahnya telah menelantarkan nya karena sering mendengar Juliet mengigau menyebut nama Diego.
Diego sialan … itulah yang dia dengar saat ibunya tidur.
*
*
*
Amerika,
Seorang pria sedang duduk dan menatap seorang wanita seksi tanpa sehelai benang pun sedang memanjakan asetnya yang masih tertidur.
"Pergilah, kau tidak menarik! Sudah dua jam kamu menjilat nya tapi aset ku tidak bangun juga karena servis mu kurang menarik!" titah Diego dingin membuat wanita itu semakin memperdalam ciumannya pada aset Diego.
"Cukup!" Diego menarik rambut wanita itu membuat mulut wanita itu terlepas dari aset Diego.
"Berikan saya waktu lagi, Tuan. Saya janji akan memberikan servis terbaik untuk Anda!" pinta wanita dengan tangan yang mengusap aset Diego.
"Aku sibuk! Pergilah dan ambil bayaran mu!" Diego memberikan cek membuat wanita itu tersenyum senang.
Cup.
Wanita itu mengecup pipi Diego lalu memakai kembali dress nya dan keluar dari kamar tersebut.
Diego menghela nafas panjang seraya menatap aset nya yang panjang dan besar, namun, tak mau bangun.
"Sampai kapan kamu akan tidur, Jhon? Apa kamu belum bisa move on dari lobang mahkota wanita datar itu? Apa 5 tahun tidak cukup untuk kamu hibernasi, huh?" Diego mengomeli aset pribadinya itu yang masih saja terlelap.
Diego menjadi impoten semenjak di tinggal Juliet. Berbagai macam cara dari pengobatan dan pelayanan wanita malam tak membuat Diego sembuh.
Pria itu kerap kali di ejek oleh tiga sahabatnya, Max, Alex dan Damian karena tak bisa lagi bercinta.
Ting.
Diego mengangkat video call dari Max. Pria itu mengumpat kesal saat melihat Max bercinta dengan dua wanita sekaligus.
"Ah … yes Beby … Diego, ah … oh men, lihatlah aku begitu gagah! Apa kau tidak ingin melakukan apa yang aku lakukan? Ups … maaf aku lupa kalau harta Karun mu tidak mau bangun ha ha ahhhh!" Max meracau kenikmatan membuat Diego langsung mematikan ponselnya kesal.
"Sialan … sampai kapan aku impoten? Ahhkkk … ini semua gara-gara Juliet!" teriak Diego kesal.
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri RATING 5 YAH KAKAK 😘🥰❤️
Mau lagi?? Ayo komentar dan vote 🤗😁
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 172 Episodes
Comments
Dinda Adiana
kapok kau
2025-03-02
0
Dinda Adiana
Abraham tak bantu gebukin
2025-03-02
0
Nani Maulani
yah ga bisa bngun lagi puas
2024-10-25
0