"Sekretaris Wang," ucap Dokter Leon. Laki-laki paruh baya yang selalu tampil mengenakan setelan jas dan kaca mata yang senantiasa dikenakannya menatap Dokter Leon dengan serius.
"Bisa kita bicara?" tanya Sekretaris Wang pada Dokter Leon. Dokter muda lulusan luar negeri. Sudah praktek selama 4 tahun ke belakang. Karirnya sedang menanjak, bukan hanya itu, parasnya yang tampan dengan warna kulit kecoklatan dan rambut hitam. Dia selalu ramah dan sopan pada siapapun. Begitupun pada Sekretaris Wang yang merupakan orang kepercayaan Sophia.
"Bisa, mari ke taman," ujar Dokter Leon.
Sekretaris Wang mengangguk. Mengikuti Dokter Leon menuju taman di belakang rumah sakit. Mereka duduk di kursi yang terbuat dari tralis dicat putih. Sinar matahari terasa hangat menyentuh kulit, bunga-bunga mulai bermekaran. Suasana taman itu masih sepi. Hanya ada Sekretaris Wang dan Dokter Leon. Karya Andropist|Casanova Dipinang Sholeha|NT
"Dokter Leon saya tahu anda menyukai Sophia sejak lama," ucap Sekretaris Wang.
Dokter Leon terkejut dengan pernyataan orang kepercayaan Sophia. Padahal dia belum bilang pada Sophia atau siapapun kalau menyukai Sophia. Hanya beberapa kali dia mendekati Sophia dan memberi perhatian lebih padanya. Sepertinya sikapnya terbaca oleh lelaki tua yang selalu terlihat serius.
"Saya harap perasaan itu cukup anda saja yang mengetahuinya. Sudah banyak beban yang ditanggung Sophia, anda mengerti maksud sayakan?" ujar Sekretaris Wang.
Dokter Leon menarik nafas panjang menghembuskannya kasar. Sambil mengepalkan tangannya.
"Saya mengerti," jawab Dokter Leon.
"Saya harap hubungan anda dan Sophia hanya sebatas Dokter dan pasien, tidak lebih," ujar Sekretaris Wang.
Dokter Leon terdiam. Menahan sesak di dada. Rasanya ingin protes, tapi siapa dia. Hanya seorang Dokter yang sejak lama mengagumi Sophia hingga rasa kagum itu menjadi cinta.
"Anda tahu Sophia sudah memiliki suami," kata Sekretaris Wang.
"Aku senang Sophia sudah menikah, tapi lelaki yang menjadi suaminya ...," ujar Dokter Leon.
"Anda tak perlu khawatir, terimakasih atas cinta dan kebaikanmu untuk Sophia," ucap Sekretaris Wang. Dia berdiri usai berbicara.
"Selamat pagi." Sekretaris Wang mengakhiri pembicaraan di antara keduanya.
"Pagi," sahut Dokter Leon.
Sekretaris Wang meninggalkan tempat itu. Hanya Dokter Leon yang tersisa. Dia terdiam, cintanya hanya bisa dipendam. Mungkin tak pernah bisa diungkapkan pada Sophia bahkan jika dia pergi selamanya.
***
Sophia pergi ke perkebunan miliknya. Dia berdiri di tengah lahan perkebunan melihat para pekerjanya memetik buah dan sayuran. Wanita sholeha itu selalu senang melihat alam yang luas sejauh mata yang memandang. Menghirup sejuk dan segarnya udara yang bersih dari polusi. Sambil memanjatkan syukur pada sang pencipta Allah SWT.
"Semoga alam ini selalu terjaga dan lestari," ujar Sophia.
Dari kejauhan Sophia melihat sekelompok ibu-ibu yang sedang memetik tomat. Dia menghampiri perkebunan tomat.
"Assalamu'alaikum," sapa Sophia dengan senyuman manis yang terlihat sampai ke tepi bibirnya.
"Wa'alaikumsallam Nona Sophia."
"Bagaimana kabar semuanya?" tanya Sophia ramah. Wanita sholeha itu selalu tegur sapa pada semua pekerjanya meskipun dia hanya tukang rumput sekalipun. Semua pekerjanya juga tahu betapa baik dan sholehnya Sophia. Tutur katanya menyejukkan hati dan parasnya yang cantik membuatnya siapa saja tak jemu memandangnya.
"Alhamdulillah baik."
"Sudah sarapan?" tanya Sophia.
"Belum."
"Kalau begitu kita sarapan bersama, Sophia akan masak untuk semuanya," ujar Sophia.
"Nuhun Neng."
"Asa ngerepotkeun."
"Gak kok, kebetulan Sophia ingin memasak resep baru," sahut Sophia.
Semua orang tersenyum gembira. Sophia memang tak pernah pelit. Dia selalu berbagi dan memperlakukan siapapun seperti keluarganya.
Pagi itu Sophia pergi ke dapur umum. Di dapur koki sedang menyiapkan masakan untuk makan siang. Di perkebunan, Sophia memberi makan para pekerjanya sebanyak dua kali. Pada siang dan sore hari. Biasanya pagi mereka sarapan di rumah masing-masing. Karya Andropist|Casanova Dipinang Sholeha|NT
Sophia masuk ke dalam. Meminta koki memasak sarapan pagi. Dia ingin syukuran untuk pernikahannya. Wanita sholeha itu tahu, para pekerjanya tidak ikut mencicipi hidangan di acara pernikahannya.
"Nona mau masak?" Pak Jonas selaku koki di dapur bertanya pada Sophia yang sudah asyik menyiangi sayuran di meja.
"Iya Pak Jonas. Saya ingin masak untuk syukuran pernikahan," jawab Sophia.
"Biar kami saja," ucap Pak Jonas.
"Saya ikut memasak satu menu baru," ucap Sophia.
"Baik Nona Sophia," sahut Pak Jonas. Dia kagum melihat Sophia yang merupakan pemilik perkebunan bersedia ke dapur untuk masak. Dari dulu Sophia terjun sendiri ke perkebunan untuk memantau dan menerima kritik serta saran dari pekerja. Itu sebabnya semua pekerja senang bekerja di perkebunan miliknya.
Sophia memasak nasi liwet dengan santan, tumisan bawang merah, bawang putih, cabai, sereh, daun salam ditambah garam dan bubuk kaldu ayam. Dia juga membuat ayam goreng, ikan emas dan mujair goreng, tempe, tahu, sambal terasi. Tidak hanya itu Sophia meminta koki masak rendang, opor ayam, sup, dan beberapa sayuran tumis. Semua bahan berasal dari perkebunan. Begitupun dengan ikan dan ayam kampung yang dipelihara di lahan tak jauh dari perkebunan.
Sophia mencicipi sup di kuali besar. Sup buatan koki Jonas paling enak. Beliau koki yang dulu bekerja di luar negeri, saat kembali ke tanah air membuatnya menganggur, untung saja bertemu Sophia, beliau bisa bekerja jadi koki di dapur umum.
"Alhamdulillah semua sudah selesai," ucap Sophia. Dia senang bisa memasak nasi liwet dan membantu koki memasak di dapur.
Usai masak, Sophia dan karyawan di dapur umum membawa hasil masakan ke pendopo yang berada di tepi perkebunan. Semua nasi, lauk pauk, sayuran dan buah ditata di tengah. Begitupun dengan daun pisang yang menanjang memutari makanan yang sudah tersaji. Pendopo itu besar dan luas, cukup menampung semua orang yang bekerja di perkebunan. Biasanya digunakan untuk briefing, beristirahat para pekerja, tempat kumpul untuk musyawarah dan tempat membagikan gajian para pekerja.
Semua pekerja berkumpul di pendopo. Mereka mulai duduk. Sophia berada di antara mereka, memimpin beberapa sambutan dan doa. Terlihat semua orang mendengarkan dan bertepuk tangan riang gembira dengan kehadiran Sophia di perkebunan.
Sophia begitu senang bisa makan bersama dengan seluruh pekerjanya yang berjumlah ratusan orang. Keluarga Sophia memiliki perkebunan dan pertanian di berbagai tempat bahkan sampai ke luar kota hingga luar pulau.
***
Siang itu Alex tidak ke luar dari ruangan kerjanya untuk makan di restoran atau kafe. Dia memandangi kotak makan di atas meja yang dari pagi jadi pajangan di mejanya. Kotak makan berwarna biru langit itu berukuran sedang ada kertas memo di atasnya. Alex menggembuskan nafas panjang, pekerjaan yang ditinggalkan tiga hari ini menumpuk, membuatnya sibuk dari pagi.
"Sophia membawakanku bekal, istri sholehaku itu memang the real wife," ujar Alex.
Alex tersenyum melihat kotak makan. Tiba-tiba Kenan masuk ke dalam. Dia tercengang melihat kotak makan ada di atas meja Bosnya.
"Pantes Bos gak cabut, ternyata ada bekal cinta di atas meja," ujar Kenan.
"Kenapa kau ke sini?" tanya Alex.
"Itu Bos, Mak lampir datang, perlu panggilin pawang uler gak buat ngusirnya?" tanya Kenan.
"Sonya maksudmu?" tanya Alex. Dia sudah bisa menebak. Wanita yang dimaksud Kenan adalah Sonya Tamara, seorang DJ seksi dari salah satu klub malam yang pernah disinggahinya. Dari sekian banyak wanita yang pernah ditidurinya, hanya Sonya yang berani menyusul ke kantor. Wanita yang pernah menghabiskan malam dengan Alex itu terus ketagihan, dan ingin kembali menghabiskan malam dengannya.Karya Andropist|Casanova Dipinang Sholeha|NT
"Betul banget Bos, dia sudah memaksa masuk dari tadi," jawab Kenan.
"Suruh dia masuk!" titah Alex.
"Bos yakin, udah jebol masih mau?" tanya Kenan.
Alex menatap Kenan dengan tatapan tajam.
"Oke Bos," sahut Kenan takut. Dia ke luar dari ruangan Alex untuk menyuruh Sonya masuk.
Tak lama Sonya masuk. Dia begitu seksi, dengan dress minim berwarna merah terang, belahan dada terbuka, paha yang mulus, rambutnya pendek sebahu. Dia berjalan dengan menggoyangkan perlahan bokongnya agar Alex tergoda melihatnya.
"Aku tak bernafsu melihat barang bekas," ucap Alex.
"Alex kenapa kau berkata seperti itu, aku sudah totalitas datang ke mari," sahut Sonya genit. Dia mendekati Alex, duduk di atas mejanya.
"Siapa yang menyuruhmu duduk?" ujar Alex dingin.
"Alex, kenapa cuek padaku? Aku bisa memuaskanmu seperti malam itu," kata Sonya.
Alex hanya diam menatap Sonya dengan tatapan dingin. Tak ada sedikitpun senyuman di wajah tampan dengan rahang tegas. Alis tebal dan mata berwarna kebiruan. Rambutnya gaya artis korea, kulit putih dan hidung mancung membuatnya terlihat sempurna. Wanita manapun pasti tergila-gila padanya.
"Alex ..., eh ini apa?" Bokong Sonya tak sengaja menyenggol kotak makan di sampingnya. Sonya mengambil kotak makan itu. Membuka tutupnya. Dia melihat bekal yang ada di dalamnya.
"Ih ..., makanan kuno, seperti sampah, gak pantes ada di mejamu," ujar Sonya.
"Letakkan kembali kotak makannya!" titah Alex.
"Kotak makan ini? Aku bisa membuatnya lebih baik dari ini," ujar Sonya sambil menjatuhkan kotak makan itu.
Segera Alex berdiri, berusaha menangkap kotak makan itu namun lebih dulu terjatuh ke lantai.
Pluuuk ...
"Uuups jatuh," ucap Sonya.
Alex sangat marah melihat kotak makan itu jatuh dan makanannya tumpah. Dia mencengkram tangan Sonya.
"Sonya beraninya kau menjatuhkan kotak makan itu!" pekik Alex murka.
"Hanya kotak makan! Apa pentingnya?" ucap Sonya.
"Dengar aku! Mulai hari ini jangan pernah datang ke kantorku! Kau lebih sampah dari kotak makan itu!" pekik Alex.
"Karena kotak makan kau marah, hmmm!" pekik Sonya.
Alex langsung menarik tangan Sonya ke luar dari ruangannya. Dia melempar Sonya dari ruangan kerjanya. Meminta Kenan membawanya ke luar.
"Alex ...." Sonya memohon.
Alex tak menggubris. Kembali masuk ke dalam ruangannya. Dia berdiri di depan kotak makan yang sudah tumpah. Alex berjongkok. Mengambil semua makanan yang terjatuh, memasukkannya kembali ke dalam kotak makan.
"Sial, sudah terjatuh," gerutu Alex.
Dia memegang kotak makan, membawanya ke meja. Sambil duduk Alex melihat makanan yang sudah dibuatkan Sophia untuknya. Alex mengambil kertas memo yang tadi ada di atas kotak makan lalu membacanya. Alex tersenyum tipis melihat tulisan untuknya. Karya Andropist|Casanova Dipinang Sholeha|NT
"Kenapa aku senang dengan pesan kekanak-kanakan ini," ucap Alex.
Melihat bekal itu Alex merasa lapar. Akhirnya dia memakan bekal yang tadi sudah terjatuh di lantai dengan lahap.
"Masih enak, walau agak geli," ucap Alex.
"Bos, enak tuh?" ujar Kenan tiba-tiba berdiri di depan Alex yang mulutnya penuh makanan hingga pipinya terlihat mengembung.
Alex terkejut hingga tersedak. Segera Kenan membantunya menepuk bahunya.
"Sorry Bos," ujar Kenan.
"Kau bosan hidup Kenan!" pekik Alex kesal.
"Ampun Bos," ujar Kenan.
"Siapa menyuruhmu muncul kaya hantu heh!" ucap Alex.
Kenan meminta maaf berkali-kali. Dia tahu Bosnya sudah marah. Amankan situasi caranya bertahan hidup bersama sang casanova yang senantiasa menindasnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 283 Episodes
Comments
Ida Lailamajenun
Alex mulai menghargai Sophia wlpn bekal nya jatuh msh dimakan
2024-04-04
1
Ida Lailamajenun
nyari perkara nih
2024-04-04
0
Ida Lailamajenun
mulut kenan lemes kayak emak" 🤣🤣🤣
2024-04-04
0