Sore itu Sophia sudah pulang. Dia memasak makan malam untuk Keluarga Sebastian. Di dapur dibantu Bi Inem dan Bi Siti, Sophia memasak sambil mengobrol santai. Sophia mulai terbiasa dengan kehidupan di rumah itu. Dari sikap Ibu Marisa, Claudya dan anggota keluarga lainnya.
"Non, Tuan muda suka makan makanan bersantan," ucap Bi Inem.
"Iya, Tuan muda paling tidak suka sayur, padahal sayurkan bagus untuk kesehatan," tambah Bi Siti.
"Kalau begitu kita masak sayurannya dimix sama lauk pauk aja Bi, biar gak berasa makan sayuran," sahut Sophia.
"Betul juga Non," ucap Bi Inem.
Sophia memasukkan sayuran pada lauk pauk yang dimasaknya biar tak terlihat seperti ada sayurannya. Semua masakan di masaknya dengan penuh cinta. Dia tahu Alex jarang makan di rumah. Apalagi kata Bi Inem, Alex selalu pulang malam. Sophia berharap Alex akan pulang sore. Dia nengirim pesan untuk Alex agar sore ini dia pulang. Namun Alex tak membalas pesannya.
"Mungkin Alex sibuk," batin Sophia.
Usai masak Sophia kembali ke kamar. Merapikan kamar Alex. Dia membuka-buka laci yang ada untuk merapikan barang di dalamnya. Sophia menemukan album berisi foto masa kecil Alex. Sophia membuka album itu. Melihat-lihat foto di dalamnya. Karya Andropist|Casanova Dipinang Sholeha|NT
"Alex lucu saat masih bayi." Sophia tertawa kecil melihat foto Alex terlihat montok saat kecil. Dia membayangkan mungkin nanti memiliki seorang anak yang akan mirip Alex. Sophia tersenyum manis disela-sela lamunannya.
"Aku mikir apa sih? Masih lama," ucap Sophia riang. Dia kembali melihat dari satu foto ke foto lainnya. Tak bisa dipungkiri dari kecil Alex memang tampan dan cool. Sophia sampai mencium foto kecil Alex.
"Alex manis sekali saat masih kecil," puji Sophia. Dia sudah menduga Alex memang tampan dari masih kecil. Sifat cool-nya juga sudah tampak dari dulu. Sifat itu membuat para wanita jatuh hati. Tiba-tiba netra hijau emerald itu tertuju pada foto suaminya ketika SMP.
"Dulu, ada kenangan yang tak terlupakan. Apa Alex mengingat itu?" ucap Sophia. Dia teringat sebuah kisah di masa lalu. Kisah yang sampai sekarang sudah di tepatinya.
Sophia terdiam mengingat di mana dia bertemu dengan Alex pertama kalinya.
Suara riuh terdengar di perkemahan pramuka di lapangan luas yang biasanya digunakan untuk kegiatan kemah pramuka sekecamatan. Saat itu Sophia masih duduk di kelas 1 SMP. Dia sudah aktif mengikuti kegiatan organisasi pramuka. Sophia dan kelompoknya mewakili sekolahnya mengikuti perkemahan organisasi pramuka.
Pukul 9 pagi Sophia beserta kelompoknya mengikuti kegiatan mencari jejak. Kegiatan itu diikuti seluruh peserta dengan di awasi dan didampingi kakak pembina di setiap pos peristirahatan. Sambil beristirahat untuk minum dan meluruskan kaki atau sekedar duduk, mereka mendapatkan pertanyaan dan tugas yang harus dikerjakan bersama kelompoknya. Sophia begitu bersemangat mengerjakan semuanya bersama kelompoknya. Setelah mendapat penilaian, mereka kembali berjalan mencari pos lainnya. Namun dalam perjalanannya, Sophia ingin pergi ke toilet. Dia memberitahu teman-temannya. Tapi karena teman-temannya kelelahan, Sophia memutuskan pergi sendirian agar tidak menyusahkan teman-temannya yang kelelahan.
Sophia terus berjalan mencari toilet atau ****** terdekat, namun tak kunjung menemukan. Dia terus berjalan hingga tersesat dan terjatuh ke dalam parit. Kakinya terluka terkena batu runcing di parit itu.
"Aw ... sakit," keluh Sophia.
Dia terduduk di dalam parit kesakitan. Sophia berusaha memanggil teman-temannya tapi tak ada yang mendengar teriakkannya. Begitupun dengan teriakkan minta tolongnya. Sophia putus asa. Dia duduk di dalam parit, tak bisa naik ke atas karena kakinya terluka.
Tiba-tiba terdengar suara dari atas parit memanggilnya.
"Cantik, butuh bantuan?" tanya Alex.
Kedua netra Sophia menengadah ke atas. Menatap seorang anak lelaki seusianya. Dia terlihat tampan dan maskulin. Gayanya bak playboy kelas cabe terlihat trendi meskipun mengenakan seragam pramuka sepertinya.
"Aku ...," ucap Sophia.
"Ulurkan tanganmu!" pinta Alex.
Sophia mengangguk. Mengulurkan tangannya. Segera Alex meraih tangan gadis kecil yang tampak lemah namun cantik dan kalem. Selang beberapa menit Alex berhasil menolongnya.
"Kenapa cantik ada di sini?" tanya Alex.
Dari kecil gaya casanova memburu mangsa sudah terlihat dan menebarkan pesona melumpuhkan mangsanya.
"Aku tersesat, ingin kembali ke kelompokku," ujar Sophia dengan mata berkaca-kaca.
"Jangan menangis, cantiknya luntur," ujar Alex.
Sophia mengangguk. Dia masih polos belum mengerti arti godaan manis dari Alex.
"Bisa jalan?" tanya Alex.
Sophia menggeleng. Menunjukkan kakinya yang terluka karena tergores batu runcing. Melihat itu, Alex berbalik membelakangi Sophia. Merendahkan punggungnya. Karya Andropist|Casanova Dipinang Sholeha|NT
"Naiklah! aku akan menggendongmu sampai bertemu temanmu," ujar Alex.
Sophia diam saja. Tak enak kalau harus merepotkan Alex.
"Naiklah! Sebelum aku meninggalkanmu sendirian," ujar Alex.
Segera Sophia naik ke punggungnya tanpa basa basi. Dia benar-benar takut sendirian di tempat asing untuknya.
Alex menggendong Sophia sampai bertemu teman-temannya. Dia menurunkan Sophia dari punggungnya.
"Sophia ....." Teman-temannya senang melihat Sophia sudah ditemukan. Mereka menghampiri Sophia untuk memeluknya.
"Sophia kami mencarimu ke mana-mana."
"Kami pikir kau hilang."
"Maafkan kami tidak menemanimu."
Teman-teman Sophia merasa bersalah. Mereka merasa seharusnya menemani Sophia, jadi kejadian seperti ini takkan terjadi. Untung saja sebelum mereka melapor pada kakak pembina Sophia sudah ditemukan terlebih dahulu.
"Sophia siapa dia?"
"Dia bukan dari sekolah kita."
Teman-teman Sophia menatap Alex yang berdiri tak jauh dari Sophia.
"Teman-teman dia yang menolongku tadi," ucap Sophia.
"Oh ..."
"Siapa namamu?"
"Hanya gadis cantik yang bisa kenalan denganku," sahut Alex.
Teman-teman Sophia yang tadinya ingin berkenalan jadi kesal karena tingkah arogan Alex.
"Maksudmu aku gak cantik?"
"Punya kacakan di rumah," jawab Alex.
"Dasar sombong, sok tampan."
"Aku memang tampan, kau bukan tipeku," ujar Alex ketus pada teman Sophia.
Melihat suasana yang kurang kondusif. Sophia langsung mengajak teman-temannya pergi meninggalkan Alex. Kemudian Sophia kembali menyusul Alex yang berjalan ke arah yang berbeda. Sophia berjalan sejajar dengan Alex.
"Makasih ya," ucap Sophia.
"Kau pikir semua ini gratis?" ujar Alex.
"Kalau begitu aku harus membayarnya?" tanya Sophia balik.
"Cium aku!" perintah Alex.
Sophia terdiam. Menghentikan langkahnya.
"Baiklah, kali ini aku memberimu hutang," ujar Alex.
"Hutang?" Sophia bingung.
"Hari ini aku menolongmu karena kau tersesat, tapi esok atau lusa kau harus menolongku saat aku tersesat," ujar Alex.
"Iya aku akan menolongmu saat kau tersesat," sahut Sophia.
Alex mencolek dagu Sophia kemudian meninggalkan Sophia.
"Ingat hutangmu cantik!" pekik Alex sambil berjalan ke depan.
Sophia masih terdiam. Terpaku melihat Alex yang mulai menjauh darinya. Dia mengingat ucapan Alex.
"Aku akan membayar hutangku suatu saat nanti," ujar Sophia sambil melihat punggung Alex yang semakin hilang dari pandangannya.
Semua kisah di masa lalu seolah diputar kembali dalam ingatan Sophia. Dia tersenyum meraba foto Alex saat SMP. Karya Andropist|Casanova Dipinang Sholeha|NT
"Sangat lama, aku akan membayar hutangku," ujar Sophia.
Dulu Sophia berhutang karena Alex membantunya saat tersesat dan sekarang Sophia akan membayar hutangnya, dengan menolong Alex yang sedang tersesat.
***
Suasana di ruang makan sore itu sudah mulai ramai. Pak Ferdi, Kakek David, Ibu Marisa, Gavin, Claudya dan Sophia duduk bersama untuk makan. Hanya Alex yang belum datang. Sophia sudah berusaha menelponnya tapi nomornya tidak aktif.
"Suami kalau jarang di rumah itu tandanya ada sesuatu ma istri," celetuk Ibu Marisa.
"Mungkin nyari yang lebih baik kali Ma," sahut Claudya.
"Lelaki sekarang sukanya cewek gaul dan seksi, menurut pandangan David ya," ucap David.
Sophia terdiam mendengar celotehan yang menusuk hatinya. Namun Sophia tidak mudah sakit hati. Dia sudah terbiasa mendapatkan komentar pedas di manapun, hal semacam ini takkan membuatnya gentar.
"Kenapa kalian menggosip? apa acara gosip sudah pindah ke meja makan?" ujar Kakek David.
"Sepertinya bukan gosip Pa, seharusnya dari dulu akulah yang mimpin perusahaan, bukan Alex yang gemar klubing dan gonta-ganti cewek," ujar Pak Ferdi.
"Seharusnya kau menilai dirimu sendiri, Alex seperti itu karena siapa?" sahut Kakek David.
Pak Ferdi langsung terdiam mendapatkan smash dari kakek David. Pukulan-pukulannya tak bisa mendapatkan nilai malah justru mengurai poin miliknya.
"Buat apa punya istri kalau masih nyari yang di luaran," ketus Ibu Marisa.
"Gak betah kali sama yang di rumah," tambah Claudya.
"Siapa bilang gak betah?" ujar Alex yang berdiri di pintu masuk ruang makan.
Semua orang menoleh ke arah Alex yang masih berdiri di pintu masuk ruang tamu. Tuduhan dari Ibu Marisa dan yang lainnya langsung terpatahkan.
"Assalamu'alaikum," ucap Alex.
"Wa'alaikumsallam," sahut Sophia. Kemudian yang lainnya juga ikut membalas salam Alex.
Lelaki tampan dengan mata kebiruan itu menghampiri Sophia yang duduk di tepi, dekat kursi kosong yang diperuntukkan untuknya.
"Kau menunggu lama sayang?" tanya Alex merangkul Sophia yang duduk di kursi.
"Tidak, kami menunggumu untuk makan bersama," jawab Sophia.
"Wah, makanannya terlihat enak, kau yang masak?" tanya Alex.
Sophia mengangguk. Alex langsung mencium kening Sophia di depan keluarganya. Dia ingin menepis tuduhan ibu dan adiknya pada Sophia.
"Makasih ya, kau sudah masak untukku," ujar Alex.
"Iya Mas, duduklah!" pinta Sophia.
"Oke," sahut Alex.
Segera Alex duduk di samping Sophia. Sebuah piring dari tangan Sophia untuk Alex diletakkan di mejanya.
"Sayang aku ingin nasinya banyakkin, laper banget," ucap Alex.
Sophia tersenyum dan mengangguk. Dia mengambilkan Alex nasi ke dalam piringnya. Di saat itu yang lainnya tercengang melihat Alex mau makan di rumah, padahal hampir setiap sore tak pernah makan di rumah, bahkan pulang malam.
"Kenapa? Ayo makan! Kasihan istriku sudah masak banyak," ujar Alex.
"Benar kata Alex, Sophia sudah masak banyak, ayo makan!" ujar Kakek David.
Ibu Marisa dan Claudya cemberut. Mereka kesal tak bisa membuat Sophia sedih.
"Kakek mau Sophia ambilkan nasinya?" tanya Sophia pelan.
"Iya boleh Sophia, tapi nasinya nasi merah," ujar Kakek David.
Sophia mengangguk. Dia mengambilkan nasi merah di meja untuk Kakek David. Sore itu semua orang makan bersama. Apalagi Alex yang begitu menikmati masakan Sophia yang menurutnya enak tak kalah dengan masakan restoran. Alex sampai tambah dua kali. Karya Andropist|Casanova Dipinang Sholeha|NT
Pukul 8 malam usai sholat, Alex sudah rapi dengan jaket kulit berwarna hitam senada dengan celananya. Aroma parfume maskulin yang dipakainya membuat siapa saja pasti terpesona.
Sophia menghampiri Alex yang berdiri di depan cermin lemarinya. Dia masih mengenakan mukena putihnya.
"Mas mau ke mana?" tanya Sophia.
"Kau lupa siapa aku?" tanya Alex.
"Tidak, tapi ini sudah malam, lebih baik kita membaca Al qur'an atau Mas mau dipijat lagi?" tanya Sophia.
"Sophia, hariku cukup membosankan, aku butuh hiburan," jawab Alex.
"Bagaimana kalau aku menari untukmu seperti wanita-wanita yang kau lihat di sana?" tanya Sophia.
Alex menatap Sophia. Melepas mukenanya. Rambut panjang semampainya terlihat hitam dan indah. Wajah cantiknya dengan mata berwarna emerelad itu berbinar bak sinar bulan di malam hari.
"Kau bisa menari?" tanya Alex.
"Bisa, kau ingin menari seperti apa?" tanya Sophia.
"Aku ingin kau bergoyang erotis, bisa?" tanya Alex.
Sophia terdiam memikirkan permintaan Alex.
"Aku pergi dulu Sophia, jangan tunggu aku pulang, tidurlah duluan," ucap Alex sambil berjalan ke luar dari kamarnya.
Sophia terdiam. Terpaku. Dia memikirkan permintaan Alex. Hal seperti goyang erotis tak pernah dilihatnya apalagi harus melakukannya. Namun Alex menyukai hal itu.
"Apa aku harus ...? tapi aku ingin Alex betah di rumah," batin Sophia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 283 Episodes
Comments
Sweet Girl
coba aja Soph.....
2024-04-05
0
Ida Lailamajenun
oww begitu ceritanya Sophia mo nikah ma alex.tapi tersesat Alex parah buat menuju jalan plg jika tersesat dihutan mudah menuju jalan plg
2024-04-04
0
ponakan Bang Tigor
oalaaa begitu aa. karena janji masa kecil, akhirnya Sophia mau nikah ama Alex. wah ternyata ceritanya seperti itu ya
2022-07-05
3