"Tapi kita sholat dulu ya Mas," ujar Sophia.
"Ritual itu lagi, membosankan," sahut Alex.
Sophia menarik tangan Alex mengajaknya untuk wudhu bersamanya. Mereka masuk ke toilet. Alex memperhatikan Sophia yang sedang berwudhu.
"Sophia kenapa kau harus bersusah payah hanya untuk sebuah ibadah?" tanya Alex.
"Awalnya mungkin terlihat rumit dan susah tapi ketika kita sudah melakukannya rasanya sejuk, menenangkan hati dan pikiran," ujar Sophia.
"Apa seajaib itu berwudhu?" ujar Alex meragukan yang dilakukan Sophia.
"Kalau begitu cobalah sekarang," ucap Sophia.
Alex memutar kran di sampingnya. Dia mulai berwudhu. Alex belum tahu cara berwudhu dengan benar. Dia hanya mencuci tangan, muka lalu kaki.
"Mas ada yang terlewat," ujar Sophia.
"Memang harus seperti apa? Sama sajakan?" tanya Alex.
"Rukun wudhu harus benar kalau tidak benar tidak sah Mas wudhunya," ujar Sophia.
"Memangnya wudhu itu peraturan yang akan dihukum atau didenda kalau salah? Heh!" ujar Alex.
"Kalau wudhu kita tidak sah bagaimana sholat kita bisa sah, karena wudhu merupakan syarat sah sholat," ungkap Sophia.
"Hah. Aku seperti anak kecil yang tak tahu apapun," pekik Alex.
Melihat suaminya tampak kesal, Sophia mencium pipi Alex. Namun Alex tak terima hanya dicium pipinya, dia mencium bibir Sophia.
"Aku sudah memberimu hadiah, berwudhulah dengan benar sepertiku Mas," ujar Sophia.
Alex memegang bibir Sophia. Dia menatap Sophia.
"Kau mulai pintar menaklukkanku Sophia," ujar Alex.
Sophia hanya tersenyum. Harus sabar mengajak Alex melakukan hal yang benar. Sophia harus memberikan hal yang disukainya.
Sophia mencontohi Alex wudhu terlebih dahulu. Barulah Alex berwudhu setelahnya. Alex melakukannya dengan benar kali ini.
Usai wudhu mereka sholat bersama. Karena Alex belum lancar bacaan sholatnya, mereka sholat masing-masing meskipun satu ruangan. Alex selesai sholat belakangan karena belum hafal semua cara sholat dan bacaan yang benar. Dia mendengarkan Sophia melantunkan Al Qur'an. Suaranya merdu, wajahnya penuh ketenangan.
Karya Andropist|Casanova Dipinang Sholeha|NT
"Sophia kau seperti malaikat tak bersayap, iblis sepertiku harus menjadi suami wanita sholeha sepertimu, apa aku bisa?" batin Alex.
Dalam diam, Alex menanti Sophia sampai selesai. Setelah selesai mengaji, Sophia meraih tangan Alex, mencium tangannya.
"Kenapa kau harus mencium tanganku seperti anak pada orangtuanya saja," ujar Alex.
"Ketika seorang anak mencium tangan orangtuanya, itu wujud penghormatan anak pada orangtuanya, selain itu doa-doa tercurah dari orangtua untuk anaknya, begitupun denganku, setiap ciuman di tangan Mas, penuh doa yang ku panjatkan," ujar Sophia.
Alex terdiam. Dia merasa begitu banyak perbedaan dirinya dengan Sophia. Wanita sholeha itu senantiasa bersih dan suci hatinya. Seperti cahaya yang menerangi kegelapan. Memberi kehangatan dalam kedinginan.
"Sophia, aku bukan orang baik, setiap saat aku berzina, berbeda denganmu yang selalu menjaga kehormatanmu," ujar Alex.
"Allah Maha Pemaaf, apapun dosa kita, sebesar apapun dosa kita, asal kita benar-benar bertobat, memohon ampunanNya," ucap Sophia.
Tiba-tiba Alex berdiri. Dia meninggalkan Sophia.
Alex ke luar dari apartemennya. Sedangkan Sophia terdiam, tetap duduk di sajadahnya.
Malam itu Sophia duduk di ranjang. Menanti Alex. Sophia tidak bisa tahu kenapa Alex meninggalkannya. Satu jam berlalu, Alex masuk kembali ke apartemennya. Dia menghampiri Sophia di kamar. Duduk di sampingnya.
"Mas dari mana? Apa ada perkataanku yang salah?" tanya Sophia.
Alex membelai pipi Sophia. Menatap wajahnya.
"Sophia, aku tidak akan menyentuhmu sebelum aku bisa menjadi imam yang baik untukmu," ujar Alex.
"Kenapa Mas tidak mau menyentuhku?" tanya Sophia.
"Aku belum bisa meninggalkan duniaku, dan kau terlalu suci untukku, aku tak ingin kau terluka," ujar Alex. Sophia hanya terdiam. Keputusan Alex sudah tak bisa dirubah. Perlahan Alex melepas tangannya dari pipi Sophia. Dia kembali berdiri. Meninggalkan Sophia dari kamar itu. Alex keluar dari apartemennya. Dia mengendarai mobilnya menuju ke klub malam tempatnya nongkrong bersama teman-temannya.
Alex duduk di bar. Meneguk alkohol seperti biasanya. Kali ini dia hanya diam. Sendirian dan terlihat murung.
Tak jauh dari tempat Alex duduk, Key dan Theo sedang duduk menikmati minuman beralkohol.
Mereka melihat Alex duduk sendirian.
Karya Andropist|Casanova Dipinang Sholeha|NT
"Bro itu bukannya Alex," ucap Key menunjuk ke arah Alex.
"Masa sih? Malam ini malam pertamanya, mana mungkin Alex justru ada di sini," sangkal Theo.
"Kita samperin aja, biar pasti," ujar Key.
"Oke," sahut Theo.
Key dan Theo menghampiri Alex yang duduk sendirian di bar. Mereka menepuk bahu Alex, menyapanya.
"Lex, ngapain lo di sini? Katanya mau malam pertamaan?" tanya Key.
"Iya, sayang banget Sophia dianggurin," tambah Theo.
"Sophia itu suci, gue ini iblis, mana cocok," ujar Alex mabuk.
Kedua teman Alex saling berbisik di belakangnya.
"Bro, Alex belum siap tobat kayanya," ujar Key.
"Bukan, mungkin dia masih ingin berpetualang kaya Dora," ujar Theo.
"Apa kita bawa ke Mbah dukun biar insyaf," ujar Key.
"Mbah dukun mah buat melet orang bukan buat insyafin orang," ujar Theo.
"Nah kalau gitu bawa ke panti jompo, gimana?" tanya Key.
"Dia belum lansia, giginya masih full," jawab Theo.
Mereka berdua berpikir. Maklum selama ini Alex mabuk dan main perempuan udah biasa tapi ketika menikah dengan Sophia mereka tak enak hati kalau melihat Alex ada di klub malam.
"Kita bawa ke panti asuhan," ujar Key.
"Memang dia yatim piatu? Lebih baik bawa ke rumah sakit jiwa, biar otaknya bener kalau gaul sama orgil," ujar Theo.
"Ha ha ha." Key tertawa. Mereka malah semakin ngawur. Berimajinasi kemana-mana.
Alex semakin mabuk. Dia mulai berbicara sesukanya.
"Bro bawa Alex pulang," ujar Key.
"Pulang ke mana?" tanya Theo.
"Ke rumah Sophia," jawab Key.
"Jangan, keluarga Sophia orang baik-baik, gak enak kalau Alex yang mabuk dibawa ke sana," ujar Theo.
"Lalu kita bawa ke mana?" tanya Key.
Mereka berdua berpikir keras. Tak ingin salah langkah. Kali ini mereka harus mempertimbangkan akan dibawa ke mana Alex.
"Pulang ke rumahnya saja," ujar Theo.
"Rumah Keluarga Sebastian?" tanya Key.
Theo mengangguk. Akhirnya mereka membawa Alex ke luar dari klub malam itu. Mereka memasukkan Alex ke dalam mobil lalu meninggalkan tempat itu.
***
Sophia terbangun dari tidurnya. Melihat ke sekeliling. Ternyata semalam dia tertidur di sajadahnya usai sholat tahajud. Suara adzan subuh sudah membangunkannya. Sophia segera melepas mukenanya, berwudhu kembali kemudian sholat subuh.
Usai sholat subuh, Sophia mengecek handphone-nya. Belum ada pesan atau panggilan dari Alex.
"Alex ke mana?" Sophia cemas.
"Ya Allah berikanku kesabaran dan kekuatan agar bisa membawa suamiku menuju jalanMu," batin Sophia.
Segera Sophia mengenakan pakaian untuk ke luar rumah. Sophia yakin Alex pasti pulang ke rumahnya. Dia ke luar apartemen, mengendarai mobilnya menuju ke rumah Keluarga Sebastian.
Karya Andropist|Casanova Dipinang Sholeha|NT
Sampai di rumah keluarga Sebastian, Sophia masuk ke dalam. Tak sengaja bertemu Ibu Marisa.
"Assalamu'alaikum," sapa Sophia memberi salam. Namun bukannya mendapatkan balasan salam, justru mendapatkan sindiran dari ibu mertuanya itu.
"Sudah ku duga, wanita sepertimu tak mungkin bisa melayani suamimu dengan baik," ucap Marisa.
"Anakku itu bukan lelaki yang bisa kau kuasai dengan ikatan bodohmu," ucap Ibu Marisa.
"Maaf Bu, apa Alex ada di rumah?" tanya Sophia seolah tak mendengar sindiran Ibu Marisa.
"Kau pikir bisa menjadi pahlawan yang menyelamatkan anakku?" ujar Ibu Marisa.
Sophia hanya diam. Dia tidak ingin membalas.
"Sophia," panggil Alex yang menuruni tangga menghampiri Sophia dan ibunya yang berdiri tak jauh dari tangga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 283 Episodes
Comments
Sweet Girl
Alhamdulillah...
teman temannya masih berpikir an positif
2024-04-05
1
Ida Lailamajenun
bengek nih temen" nya Alex 🤣🤣🤣🤣
2024-04-04
0
Ida Lailamajenun
bisa la klu ada niat mo berubah knp gak
2024-04-04
0