Alex mencium bahu Sophia. Bulu kuduk Sophia berdiri. Bukannya terangsang, justru dia ketakutan bukan main. Nafas lelaki di belakangnya memburu bagai singa yang mengejar mangsanya. Resleting di punggung Sophia mulai diturunkan Alex yang sudah tak sabaran ingin melihat betapa mulusnya tubuh Sophia. Tiba-tiba pintu terbuka. Seorang penata rias masuk membawa hijab yang akan dikenakan Sophia. Seketika Alex menurunkan tangannya dari punggung Sophia.
"Hijabnya nyelip ternyata," ucap penata rias.
Alex dan Sophia tersenyum pada penata rias itu. Alex mati kutu, rencananya untuk berbuat mesum gagal. Sedangkan Sophia terlihat lega karena Alex tak berbuat mesum di tempat yang tidak seharusnya.
"Jangan senang dulu, setelah acara selesai aku akan melahapmu sayang," bisik Alex ditelinga Sophia, kemudian dia ke luar dari ruangan itu.
"Alex," batin Sophia. Nama yang kini akan mengisi hidup Sophia. Suka atau tidak Alex adalah suaminya. Segala baik dan buruknya Sophia sudah siap menerimanya.
"Sial, kenapa tadi pintu tak ku kunci, seharusnya aku sudah bermain," batin Alex.
Akhirnya Shopia bisa berganti pakaian dengan tenang. Tanpa godaan Alex dan pikiran mesumnya yang setiap saat memangsanya seperti hewan buruan.
Alex dan Sophia kembali ke pelaminan. Duduk bersama di kursi pengantin. Tamu semakin sore semakin padat. Sophia mulai kelelahan. Dia tak mampu berdiri seharian. Tubuhnya mulai tak seimbang.
"Tidak, jangan sekarang," batin Sophia coba bertahan berdiri menyalami tamu undangan.
Dari bawah pelaminan Aiko melihat Sophia yang mulai kelelahan.
"Aku harus mengajak Sophia beristirahat, dengan kondisi kesehatannya, tidak mungkin Sophia berdiri seharian menyalami tamu yang begitu banyak," batin Aiko. Dia berpikir untuk menghampiri Sophia.
Benar saja Sophia mulai kelelahan dan sering mundur ke belakang. Hal itu disadari Alex, saat Sophia lemas dan hendak terjatuh ke belakang, Alex menangkapnya.
"Kau lelah Sophia," ucap Alex.
Mata Sophia menatap mata Alex dengan lemah. Pandangannya mulai kabur. Sophia berusaha membuka mata.
"Aku akan membawamu ke luar dari sini," ucap Alex.
"Alex," panggil Sophia pelan.
Segera Alex membopongnya turun dari pelaminan. Dengan cepat Aiko dan Sekretaris Wang menggantikan posisi mereka menyalami tamu undangan agar tak ada ke kosongan.
Sophia menyandarkan kepalanya di bahu Alex hingga mereka masuk ke dalam ruangan tunggu untuk pengantin dan keluarganya. Di dalam terdapat sebuah kamar untuk beristirahat sementara waktu kalau kelelahan. Alex membawa Sophia masuk ke dalam. Membaringkannya di atas ranjang. Alex memegang tangan Sophia yang dingin dan mukanya pucat.
Karya Andropist|Casanova Dipinang Sholeha|NT
"Sophia ku panggil Dokter," ucap Alex.
"Tidak, jangan. Aku hanya lelah," ujar Sophia.
"Tidurlah sebentar, biar aku menjagamu," ucap Alex.
"Manis sekali, apa dia Alex?" batin Sophia tersenyum tipis menatap Alex.
Di luar pintu terdengar ketukan. Suara Bibi Fatimah dan Paman Harun memanggil.
"Tidurlah! simpan tenagamu untuk nanti malam, biar aku yang memberitahu Paman dan Bibimu kalau kau beristirahat dulu," ucap Alex.
Sophia mengangguk.
Perlahan Alex melepas tangannya dari tangan Sophia lalu ke luar dari ruangan itu. Setelah Alex ke luar, Sophia menutup matanya, mulai mengistirahatkan tubuhnya yang memang kelelahan.
Dua jam berlalu. Sophia terbangun. Dia merasa tubuhnya berat. Saat membuka mata ternyata Alex memeluknya. Sophia melihat ke samping, Alex menatapnya dengan senyuman.
"Alex kenapa kau di sini?" tanya Sophia.
"Dari tadi aku menunggumu bangun," jawab Alex.
"Acaranya?" Sophia langsung bangun. Dia baru teringat acara pernikahan yang ditinggalkannya.
"Acaranya sudah selesai sayang, waktunya kita berangkat ke hotel sebelum malam," ujar Alex.
"Iya, tapi kita sholat ashar dulu ya?" pinta Sophia.
Alex bangun memegang dagu Sophia.
"Iya cantik, tapi jangan lupa janjimu padaku," ujar Alex.
Sophia mengangguk.
Mereka berdua pun sholat ashar bersama. Setelah itu pamit pada seluruh anggota keluarga. Alex dan Sophia masuk ke dalam mobil pengantin. Mereka duduk berdua di kursi belakang. Mobil pengantin melaju meninggalkan gedung Rose Golden.
Karya Andropist|Casanova Dipinang Sholeha|NT
Sophia terdiam di dalam mobil menatap ke arah kaca. Tiba-tiba Alex menarik tubuhnya ke pelukannya. Mencium bibir ranumnya yang belum pernah tersentuh lelaki manapun.
"Manis, rasanya lebih enak dari mencium gadis lainnya," ujar Alex setelah melepas bibir Sophia.
"Alex bisakah kau tahan sebentar, tidak sopan bermesraan di depan umum," ucap Sophia.
"Kenapa? aku sudah menunggu dari tadi, bibirmu itu membuatku gila," ucap Alex.
Sophia meraih tangan Alex, menciumnya. Alex terkejut dan menarik tangannya.
"Sophia apa yang kau lakukan?" tanya Alex.
"Biarkan aku mengabdi dan berbakti pada suamiku," ucap Sophia.
Alex mendekati Sophia membelai wajah cantiknya hingga ke bibirnya.
"Aku hanya butuh kepuasan di atas ranjang Sophia, tak peduli dengan aturan rumitmu itu," ujar Alex.
Sophia hanya terdiam. Tersenyum tipis. Dia tahu tak mudah membuat Alex berubah. Namun Sophia yakin esok atau lusa Alex akan berubah.
Tiba-tiba mobil berhenti. Alex yang sudah tak sabaran ingin cepat sampai hotel, memarahi supirnya.
"Cepat jalan!" bentak Alex.
"Maaf Bos, di depan macet."
"Macet? Tadi lancar," ujar Alex.
"Mungkin ada kecelakaan Bos."
Alex terlihat kesal. Sophia segera menggengam tangannya.
"Sabar, Allah sangat suka orang yang sabar," ucap Sophia sambil tersenyum manis.
"Senyumanmu memang manis Sophia, rasanya ...." Alex mendekati bibir Sophia namun mata Sophia tertuju pada beberapa orang yang turun dari mobil mereka berjalan ke depan. Sophia penasaran. Dia menahan bibir Alex, kemudian ke luar dari dalam mobil. Sophia berjalan mengikuti orang-orang yang berjalan ke depan. Baju yang dikenakannya masih baju pengantin berwarna putih. Namun baju pengantinnya berupa gaun internasional yang digunakan untuk resepsi berbeda dengan baju akadnya yang mengenakan baju pengantin sunda. Sophia melihat kerumunan orang di atas jembatan. Sophia terus berjalan hingga ke atas jembatan. Dia berusaha masuk ke dalam kerumunan untuk melihat apa yang mereka lihat. Sophia terkejut saat melihat sebuah bus hampir terjatuh dari jembatan. Setengah badan bus melayang di udara, sedangkan di bawahnya sungai besar.
"Di dalam masih ada anak kecil."
"Ibunya pingsan."
"Pemadam kebakaran belum datang."
"Nunggu pemadam kebakaran, bisa saja busnya jatuh duluan."
Sophia menggeleng. Dia tak tega mendengar seorang anak kecil masih ada di dalam bus yang akan terjatuh dari jembatan. Apalagi suara tangis anak kecil itu menyayat hatinya. Bus itu juga terus bergoyang-goyang seakan menunggu waktu untuk jatuh. Badan bus sudah naik turun perlahan, mulai tak seimbang. Tangisan anak kecil itu semakin kencang. Sophia tak bisa tinggal diam dan menunggu pemadam kebakaran. Dia berlari menuju ke arah bus.
Karya Andropist|Casanova Dipinang Sholeha|NT
"Nona jangan!" Teriak orang-orang berkerumun.
"Dia pengantin."
"Ya Allah."
"Sophiaaaa ...," teriak Alex.
Sophia terus berlari. Dia masuk ke dalam bus. Baru menginjak di dekat pintu depan, bus semakin bergoyang dan merosot sedikit ke bawah jembatan.
"Hik hik hik hik." Anak kecil itu menangis ketakutan.
"Tenang ... Tante akan menolongmu, percayalah, jangan menangis," ucap Sophia sambil berjalan perlahan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 283 Episodes
Comments
Wahyu Seftiani
maasyaallah bagus banget ceritanya kaka semangat
2022-07-01
1
MUKAYAH SUGINO
apa sofia sakit
2022-06-29
0
N Wage
salut buat alex,baru bbrp hari memeluk islam sdh bisa mengerjakan sholat.sdh hapal bacaan dan gerakan sholatkah?
2022-06-18
1