Ki Along yang sudah terlanjur kagum dengan., sikap dan kepercayaan yang di miliki dan di anut oleh Aryo...
langsung berdiri sisusul Ratmi istrinya.,Dan beberapa warga., yang ikut tersentuh dengan pesona islam..,
"Aryo tuntun saya., untuk memeluk Islam., Dan untuk para warga sekalian., seperti yang Aryo katakan sebelumnya., saya tidak akan memaksa kalian untuk mengikuti apa yang sudah jadi keputusanku., dan apapun pilihan kalian Saya akan menghargainya" ucap ki along mantap.,
meskipun dengan keputusan yang di ambil ki Along penuh dengan kontra versi perdebatan pun tak bisa di hindari.,
"Maaf Tuanku kepercayaan nenek moyang kita sudah sangat melekat pada kita semua tidak mungkin kita meningalkannya begitu saja" Ujar seorang warga yang bimbang dengan keputusan yang di ambil oleh ki Along.,
Namun sikap ki Along sangat santai., sambil berujar dengan nada dingin
"seperti yang sudah saya bilang saya tidak akan memaksa kalian,. jadi yang sepemahaman dengan saya mari., dan jika berbeda silahkan. menentukan sikap.. dan semua itu tidak akan merubah apapun juga., " tegas ki Along..,
"Dalam islam perbedaan keyakinan tidak akan membuat kita jadi musuh.,lakum dinukum waliyadin.. yang Artinya untuk mu agamamu dan untuk ku agamaku., " Tandas Aryo menengahi
wArga yang belum tersentuh hanya mengangguk setuju dengan keputusan ki Along
Aryo hanya tersenyum simpul melihat dan mendengar perbedaan pendapat itu
" Tuan dengan tidak mengurangi rasa hormat ikutilah semua ucapanku" sambil menatap ke Arah ki Along.,. ki Along., Ratmi dan berapa warga mengangguk setuju..
lalu ki Along dan sebagian Warga mengucapkan dua kali masy hadat., pertanda telah resmi memeluk Islam.,
kabar tentang Islam dengan cepat tersiar ke seluruh penduduk desa Sanggula..
mendengar hal itu Padri sang kepala Dusun merasa geram
"Apa Ki Along sudah gila dengan memeluk Islam dan mengorbankan kepercayaan nenek moyang kita yang sudah sekian abad kita anut., " ucap padri pada semua warga bawahannya.
" Tapi., ki Along tidakk memaksa kita untuk mengikutinya., " jawab Sarto pada padri Dengan tujuan meredam suasana yang memanas.,
" Betul sekarang ki Along tidak memaksa.. Tapi besok-besok dia akan memaksa kita untuk menghianati ajaran leluhur., dengan cara memanfaatkan kekuasaannya., " ujar padri.. geram dengan ulah Tuannya...
"Pardi jaga bicaramu.!? bukankah sejak dulu Ki Along tidak pernah menyusahkan kita.,!? " ujar Idir yang sedikit geram melihat tindak lanjut padri seperti mengadu domba.,
" memang benar Ki Along tidak pernah menyusahkan kita., itu sebelum otaknya Di cuci oleh Aryo dengan ajaran sesatnya..!? "lanjut padri yang semakin tersulut emosinya...,
" pokoknya Saya tidak setuju., titik., " Tandas padri. ,
"sebentar sore kita Harus menghadap.. pada Ki Along untuk meminta untuk menjelaskan duduk perkara ini., "
tandas padri sang kepala Dusun bawah..,
para warga suka tidak suka terpaksa menyetujui keinginan padri
Matahari masih menyengat., padahal senja sebentar lagi menyusul.,
Padri dan seluruh warga bawah mendatangi., kediaman ki Along untuk memperrnyan pilihan yang diambil ki along
tok.. tok... tok..
padri megetuk pintu rumah utama kediaman ki Along.,
"permisi Tuan!!!?
".. Tuann!!! ... permisi., "
Ki Along yang mendengar ketukan.,
langsung menuju pintu depan.,.
kiiiiek!!!
Suara pintu terbuka
" Apa yang terjadi., ada apa ini rame-Rame!? "tanya ki Along pada Padri.. sedikit kaget melihat kerumun warga Dusun bawah.,
" Maaf tuan., kami datang menuntut keadilan!!!? " lanjut Padri
" Keadilan..?? keadilan Seperti Apa yang kau inginkan Padri!!? " Tanya ki Along dengan sikap tenang..yang tentunya merasa bingung dengan tuntutan warganya..
"Berpuluh-puluh tahun kita hidup dengan keyakinan nenek moyang kita kenapa skarang Tuan menginkarinya" tegas Padri dengan semangat juang 45..meskipun sebenarnya ketakutannya jelas sangat terlihat dari wajahnya.,
"padri!!!! perjelas setiap ucapanmu!!??? "Tegas ki along yang mulai tersulut emosi.,
Padri... yang mulai sadar dengan emosi ki Along terlihat makin gugup. ,
'" Ta..tapi Tuan., apa benar tuan telah memeluk Islam..? " Tanya padri dengan wajah pucat
" iya saya sudah memeluk islam. Tapi saya tidak memaksa kalian untuk ikut memeluk Islam seperti saya..lakukan apa yang menurut kalian baik.,namun jika kamu tidak suka dengan kepusanku terserah" ucap Ki Along memotong ucapn Padri dengan ketus...,
"Padri slama ini saya tidak pernah membatasi ruang gerak kalian., mengapa sekarang kamu berani mempertanyakan keputusan yang saya buat ha! !!! " lanjut Ki Along
seketika Padri mengihil ketakutan belum pernah dia melihat ki along segarang ini...
"ma.. maafkan Saya Tuan... bkan maksud saya meragukam keputusan Tuan" jawab Padri terbata-bata karena mulai takut..
Ki Along.., yang mulai menyadari sikapnya yang mulai termakan Emosi., berusaha untuk meredam nya..,
"Padri., Maafkan SIKapku yang terlalu berlebihan., Ketahuilah keputusan Yang aku ambil., tidak mempengaruhi., tentang tanggung jawabku pada kalian., apapun pilihan kalian demi Allah SWT saya akan mendukungnya
, " Ujar ki Along penuh penyesalan.,
Sedangkan Padri yang mulai merasakan kesalahannya hanya menundukan kepala dengan ketakutan... mengingat Tuannya ki Along tidak pernah mentolelir kesalahan.
"Maaf Tuan., saya sudah meragukan keputusan Tuan. ;" jawab pAdri dengan ketakutan tidak berani menatap wajah Ki Along
Namun ketakutan Padri berbanding terbalik dengaan apa yang ki Along pikirkan.,
"Padri.., saya paham ketakutanmu tapi percayalah., apapun keputusan yang saya ambil hari ini tidak akan merubah keputusan yang sudah saya ambil Sebelumnya., " ujar Ki Along dengan suara lembut..
"Maafkan saya Tuan.., karena sudah meragukan keputusan Tuan" ujar Padri penuh penyesalan.
" Padri Jalani hidup kalian.,seperti yang kalian inginkan., Saya tidak akan pernah akan memaksa kalian., " lanjut Along
lalu tiba-tiba dari Pendopo terdengar suara Azan., yang berkumandang merdu
para warga termasuk Padri.,
seperti terhipnotis.,
Diam seribu bahasa menikmati Alunan Azan itu
padri yang tadinya hendak berlalu spontan menghentikan langkahnya.. dan berlahan-lahan menyeret langkahnya ke arah pendopo..
Namun sayang Ego dan kata hati tidak seiring jalan ego padri mengalahkan logikanya...
"mari Bapak-ibu sekalian kita kembali!! " ucapan padri membuyarkan lamunan para warga.,
yang langsung mengikuti arah langkah padri ke Dusun bawah.,...
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 263 Episodes
Comments
MasWan
akankah mereka bisa hidup rukun berdampingan?
sepertinya tidak, karena akan ada pihak ketiga yg menghendaki kehancuran yg bakal menghasut pardi
2024-08-07
2
mei
good job
2023-04-09
1
pa poh
pelan"ya aryo
2022-05-04
2