Suasana Desa sanggula Nampak seperti biasanya.,
byurrrrrrr..,
Riuh deburan ombak yang memecah di tepian Pantai adalah kidung sunyi dari alam.,
tawa riang bocah-bocah yang berlarian di sepanjang pantai., menambah hidup suasananya.,
Ketenangan Desa tiba-tiba berubah riuh akibat teriakan seorang warga.,
" Tolong!!! tolong!! " teriak Idir dari depan rumahnya dengan Wajah pucat pasi
sontak semua warga yang berada di sekitar situ berkerumun
"ada apa pak?!! " tanya seorang warga pada idir
" istri saya tiba-tiba kesakitan"ucap pak idir menjelaskan dengan wajah kian panik
" Dada istri saya membiru'' suaranya terhenti.. seakan tercekat di kerongkongan
prankkkk!!!
suara gelas terjatuh dan pecah
"Aduhhh sakit pak!!!... ampun sakit sekali...!!!"
ratap istri pak idir.,
''Ada apa ini? apa yg terjadi!? " kata Ki Along yang tiba-tiba muncul di tempat itu.. para warga langsung memberi jalan pada Ki Along Untuk masuk kedalam rumah..
" istri saya Tuan.. tidak ada angin tidak ada hujan., tiba-tiba kesakitan dadanya membiru seperti terbakar" jelas idir dengan menahan tangis yg hampir pecah.. sementara istri idir dalam kamar
"ampunnn sakitttt!!!Tidak kuat pak!!!! Tolong sakit!!! " terus saja meraung-raung..
karena tidak tega Ki Along harus segera memberi pertolongan.,
"Boleh saya memeriksa istrimu.,? " Kata Ki Along pada idir
" Boleh Tuan.. mari tuan;" jawab Idir dengan wajah yang makin tegang..
lalu Ki Along menyuruh warga yang tidak berkepentingan keluar untuk melancarkan sirkulasi udara..
" Yang lain keluar., Biar pak idir saja yang mendampingi istrinya" ucap Ki Along penuh Wibawa
dan penjeguk yang lain segera keluar tinggal tersisa Pak idir., Iatrinya Dan Ki Along..
"Idir Buka Baju istrimu.? " Tidak Ki Along Sedikit Ragu
"Ta.,tapi Tuan.? "kata Idir dgan sikap bingung Akan permintaan Ki Along
"Idir saya hanya mau melihat memar istri kamu bukan yang lain!?" kata Ki Along menjelaskan pada idir agar tidak salah paham
" Oh Maaf Tuan" lalu segera melepas pakaian istrinya dan menunjukan area yg membiru yang terkena pas dia antara dua bukit kembar istri idir
" Makanya kamu harus ada di samping istri kamu.. , biar kamu tidak salah paham..
" sekali lagi maaf tuan., ini silahkan tuan. "
Ki Alongpun Duduk bersila da merapalkan sebuah mantra..
...Dengan arah berlawanan tangan kanannya menegadah ke atas dan menekan dada itri Pak Idir dengan telunjuk tangan sebelah kiri.,...
Whuusssssssss
krakkkk!!!
terdengar sperti suara tulang yang bergeser.,
tiba-tiba asap hitam mengumpal keluar dari pori-pori kulit dada yang membiru..,Bau Busuk jelas tercium keluar dari aroma asap hitam itu.,
ctassssss...
scarik sinar hitam keluar dan menembus atap rumah..,
keringat membasahi tubuh Ki Along..yang hampir kehabisan tenaga., sedangkan
Isrti Pak Idir langsung Pinsan Tak kuat menahan sakit..
lewat se peminum teh tenaga Ki Along hampir terkuras semuanya..akhirnya menghiri pengobatannya dengan deru nafas yang kian memburu.. wajah Ki Along keliatan pucat lalu menoleh pada pada idir sang suami korban akibat santet
"Idir istrimu terkena santet., Tapi saya tidak bisa melihat siapa dalang di balik semua ini.? "kata Ki along dengan suara lirih tapi masih jelas terdengar oleh idir
"Apa yang harus aku lakukan Tuan" Tanya Idir semakin ketakutan
" Saat matahari terbenam., ambillah segengam garam lalu taburkan Di atas bara api,. " Kata Ki Along menjelaskan
"Baik Tuan"
"Biarkan Istrimu Tidur., saya permisi pamit.!? "
"Terima kasih Tuan"
"iya.. ya.. jaga istrimu dengan baik"
lalu Ki along pulang dengan menahan nyeri pada ruas-ruas jari tangannya sakit yg baru pertama kali dia rasakan. Ki Along Sudah berpengalaman dalam menghadapi segala jenis Santet.. tapi kali ini dia benar-benar di buat Kaget.,
" apa ini? seumur hidup aku baru menemukan ilmu santet yg sehebat itu., lalu apa tujuannya menyantet istri pak idul.? bukankah dia hanya orang miskin.? siapa dirimu sebenarnya? Ach Aku harus mencari tau" Ki along membatin sepanjang jalan..
Sesampainya Di Rumah Ki Along Yang melihat Istrinya Di ruang tamu sambil mengajak sesuatu..
"ibu ambilkan bapak air hangat..! "titahnya lembut nyaris tak terdengar oleh istrinya..,
Ratmi yang nampak kaget dengan kedatangan suaminya dengan Wajah pucat..
tampa mengucap sepatah katapun langsung menuju dapur untuk mengambilkan permintaan suaminya.,
"ini pak.., Bapak Kenapa wajah bapak pucat skali" tanya Ratmi dengan rasa kuatir
"bapak bingung buk.. " sambil meneguk air hangat sampai tandas
"bingung kenapa pak? ceritalah sama ibuk"
"Tadi istri pak idir kena santet., tapi baru bapak temukan jenis santet sperti itu.,. saat bapak mengobati nya seluruh kekuatan bapak rasanya ikut tersedot.,. " Ki Along menjelaskan dengan raut wajah yang susah di jabarkan
"Hati-hati pak.. jangan sampai ada udang di balik batu., Sebab Sudah lama sekali Sejak Ki Prana Di usir dari kampung ini., santet seolah lenyap di telan bumi. "
"iya bu.., nanti malam bapak mau semedi tolong ibu siapkan semuanya.., bapak mau istirahat Dulu" sambil berpikir keras
"iya Pak.. " sambil memandang punggung suaminya yang berlahan hilang di balik tirai kamar..
Sementara Itu Di Halaman pendopo
"Sudra..!? " panggil Dawung
"iya paman" sambil mendekat pada dawung
" Dukuklah dulu.,! paman mau cerita.. " dengan air muka serius
sudra pun duduk di samping Dawung dengan penasaran yang jelas terlihat dari wajahnya
"Sudra..? Apa kau mengingat sesuatu? "
"Hanya Bayangan kematian Orang Tuaku..paman.. Hannya itu yang sering terlintas saat saya mencoba untuk merangkai semuanya., kepalaku Terasa sangat sakit... "
"hmmm jangan memaksa terlalu keras.,!." diam sejenak lalu melanjutkan
" Sudra apa kamu ingat siapa orang tuamu?"
"Aku hanya Mengingat bayangan Kematiannya saja Paman., nama maupun wajahnya masih terasa samar" Tutur Sudra pilu
"hmmm Sudra, Rindi sepertinya menyukaimu., apakah kau juga menyukainya!? " Tanya Dawung dengan mimik sedikit lebih santai
"ah.. paman bisa saja.. mana mungkin orang rendahan seperti saya., layak bersanding dengan Rindu anak Tuan Ki along., Itu sama saja bagaikan punguk merindukan bulan.. "kilah Sudra mencoba menyembunyikan gejolak dalam hatinya.,
..."Sudra.. sudra itu pertanda bahwa kau juga menyukainya.. ha hahaha.. lihatlah mukamu yang langsung memerah!? .. sudra kasta hanyalah masalah harta tapi sesungguhnya kita sama.,Ki along akan mendukung apapun keputusan putrinya., Aku tau betul tentang itu. "...
"Paman Aku hanya takut., Jika nanti setelah ingatanku pulih., Aku bukanlah orang baik.? " ucap Sudra dengan muka yang sedikit di tekuk
"semua manusia terlahir Baik., keadaan yg membuat mereka jahat.. ".ucap Dawung filosofis
" Oh iya sudra.. Paman sering lihat kamu melakukan gerakan aneh..? berdiri duduk.. sujud gerakan apa itu?! lanjut Dawung
Sudra berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan Dawung.. Dengan sedikit menarik nafas berat dan menghembuskannya secara kasar..
"Itu yang tersisa dalam ingatanku paman.. saya sedang sholat.., tapi entahlah paman saya sama sekali tidak mengerti.. cuma hati ini terasa berat jika melepaskannya.? saat selesai melaksanaknnya Hatiku tersa tentram,.. aku bingung apa tujuannya" Sudra berkata sambil menghela nafas kembali dan menghembuskannya secara berlahan agar bisa menekan semua beban yang ada..,
"hmmm... " sambil berpikir dan mangut-mangut
"Baiklah lanjutkan kerjaan kamu sudra.! "
" baik paman permisi" seraya bergegas ke belakang pendopo
"sholat... tentram.. Sholat untuk?.. siapa sebenarnya anak ini..? dari mana dia berasal gerakan aneh itu.. seumur Hidup Baru saya lihat.,. Ah ttapisaya yakin dia anak baik" Dawung membatin sambil coba mengingat setiap gerakan yang pernah dia lihat Saat Sudra melakukannya...
"Sudra!! " Pangil Rindi dari arah pendopo
sudra pun berlari kecil ke arah Rindi dengan dada berdebar kencang seolah sedang berpacu..
"Ada apa Rindi? " sambil berusaha menyembunyikan kekagumannya
"apa kau sudah makan?? "tanya Rindi Dengan jantung yeng berdebar seperti genderang perang
"kebetulan sudah" jawab Sudra kikuk
..."oh baguslah.,saya cuma mengingatkan., "kata Rindi dengan senyum indahnya...
"kalau begitu saya pamit.. menyelesaikan kerja yang tinggal sedikit" ucap Sudra karena takut tidak bisa mengendalikan gejolak jiwanya
"iya silahkan..!?"jawab Rindi masih dengan senyum indahnya sambil menatap punggung Sudra yang berlahan- lahan Menjauh..
"uh obrolan macam apa ini., sudra taukah dirimu jika dalam dada ini terasa sesak., jantung ini berdebar lebih kencang. .. oh sudra" Rindi membatin sambil senyum-senyum..
sementara Dawung yang dari tadi melihat tingkah Rindi putri majikannya ikut tersenyum bahagia..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 263 Episodes
Comments
Alun Bilqis lucky
cinta lagi otw dihati sudra dan rindi he he he ...
2024-08-30
1
mei
tetap semangat Thor 💪💪
2023-04-09
1
ŕhàďýt
kek FTV🤣
2023-03-25
0