Di Dalam pendopo Ki Along., sedang Duduk sambil berpikir keras.,
Tentang Apa yang Sedang Terjadi.,
Tapi semakin keras Di mencoba mencari arti semuanya.,
Tetap saja Jalan buntu yang dia temui.,
Ratmi hanya diam, melihat suaminya yang seperti orang kehabisan ide..
Berlahan bangkit hendak meningalkan suaminya memberikan sedikit Ruang untuknya..
Namun tiba-tiba...
Prankkk!!!
Suara kendi yang hancur di Banting oleh Ki Along berserakan Di lantai.,
Ratmi yang hendak melangkah menghentikan langkahnya., dengan seksama memperhatikan suaminya...
"Istriku Tolong Panggil Dawung., dan Sudra kemari" ucap lemah Ki Along yang keliatan jelas begitu Frustasi.,
dengan Hanya menganguk pelan Ratmi melangkah pergi mencari Dawung dan Sudra.,
Dawung dan Aryo Alias Sudra berberangan masuk kedalam pendopo.,
melihat orang yang di panggilnya telah Datang, Ki along Langsung menyuruh mereka mendekat dan Duduk...
" Dawung.. Sudra kemarilah duduk di sini!? " tawar ki along
Tampaa berkata-kata kedua orang itupun langsung duduk di mana tempat yang sudah ditunjuk ki Along., sambil menunggu titah selanjutnya..
"Dawung., Tentu kau sedikit paham dengan maksud saya memanggil kalian berdua kesini.," diam sejenak kemudian melanjutkan
"Akhir-Akhir ini kejadian demi kejadian aneh telah terjadi di desa kita ini., dan pada puncaknya masalah santet yang menimpa istri Idir kemarin., seakan isarat sebuah tantangan".. ucap ki Along dengan nada berat seraya menghembukan Nafas dengan kasar..,
untuk mewakili kekesalannya.,
" Maaf tuan.. saya turut prihatin tapi Kira-kira apa yang bisa saya lakukan., untuk sekedar meredam gejolak yang sedang terjadi ini?! " ucap Dawung dengan wajah serius sementara Aryo masih mencerna kemana Arah perbincangan ini..
"Entahlah Dawung saya mendapatkan firasat kalau saya tidak mampu menghadapinya.,!? " ucap Ki Along sambil menatap lekat wajah Aryo alias Sudra.. lalu ia berkata lirih..,
"Sudra..! ada sesuatu yang tersembunyi dalam dirimu., tapi itu entah apa.. " tegasnya kemudian kepada Sudra..
"maafkan saya Tuanku... Saya orang yang bodoh ini sungguh tidak mengerti dengan apa yang tuan maksudkan" ucap Aryo dengan sikap sedikit tenang
" Maaf tuan Sudra.. yang nama sebenarnya adalah Aryo Sudah mengingat masa lalunya" ucap Dawung memotong ucapan Aryo..,
"Owh Begitu Rupanya.. Ceritakan padaku siapa Kamu sebenarnya" ucap Ki Along dengan sedikit menyipitkan matanya.,
"Nama Saya Aryo dawanta... saya berasal dari kaki bukit lambaiyan., orang tua saya Dawanta reksa dipa.. mati di bunuh di depan mata saya sejak saat usia Saya 10 tahun" Aryo terdiam sambil mengenang kembali ke masa silam.. ...
... flash back...
"Aryo lekas tinggal Rumah ini.? " ucap sang ayah belum kering bibir sang ayah seseorang masuk dengan membawa golok..
" Tolong Ki.. biarkan Anakku hidup., dia tidak mengerti apa-apa, dia masih kecil..! "
"Dawanta!!!! masalahku bukan pada anakmu...? tapi denganmu Dawanta.. saya hanya butuh nyawamu.. "
belum sempat Dawanta menjawab kilatan golok sudah menebas lehernya tepat di hadapan Aryo putranya.,
Aryo laksana terhipnotis tidak mampu mengucap sepatah katapun hanya air mata yang terus mengalir membasahi pipinya...
Ki Ranu galang hanya tertawa dan berkelebat meningalkan Aryo dan tubuh ayahnya yang sudah meregang nyawa...
...
... Back...
"Aryo... " pangil ki Along membuyarkan lamunannya..
"iya tuan... maaf!.. " dengan wajah sedih nampak jelas jika Aryo mencoba untuk tegar
" bukankah kaki bukit lambaiyan sangat jauh dari sini?.. butuh waktu Dua hari untuk kesini.? sementara tidak ada tanda2 kalau kamu menumpang sebuah kapal. '?.. " tanya ki Along
Lalu Aryo pun mengerikan tentang perjalannya kemari apa yang di embangkan oleh gurunya padanya.. Ki along dan Dawung nampak mangut-mangut mendengarkan cerita Aryo...
"Tapi tuan...?! " ucap Aryo tertahan
"Apa Aryo.. tapi apa...!? "
"Guruku berkata padaku kalau pemimpin desa., seorang yang buta., tapi sama sekali saya tidak melihat kalau tuannku buta" sambil berpikir apakah dia salah tempat.. atau sang Guru yang salah informasi.,.
ki Along dan Dawung saling tatap dan mengerutkan Alis mencoba mencerna Arti semua maksud dari Guru Aryo.,
"Aryo Apakah Gurumu mengajarkan kamu ilmu pengobatan!? " selidik Ki Along..
"Tidak Tuan., Guruku hanya mengajarkan aku cara memahami Tentang kepercayaan.,. Tentang Allah SWT yang maha Tunggal., tentang cara mendekatkan diri pada Allah SWT dengan cara Sholat 5 Waktu.. Guruku hanya mengajarkan saya tentang Islam" lanjut Aryo..
Sementara Ki Along dan Dawung bagai terhipnotis yang hanya mendengarkan tampa mengeluarkan sepatah katapun...
" Maaf Tuan Sudah masuk waktu sholat Asar.. saya pamit kebelakang" izin Aryo pada Ki along dengan hormat..
Ki Along seakan lidahnya terkunci.,
hanya bisa mengangguk setuju...
Aryo pun meningalkan pendopo menuju kamarnya..
sepeninggal Aryo
"Dawung.? apa kamu mengerti tentang islam yang di maksud Aryo tadi!? ucap Ki Along pada dawung yang masih keliatan seperti orang kebingungan..
" maaf tuan., Saya juga tidak paham akan apa maksudnya., " merekapun terdiam smbil menebak Nebak maksud dari ucapan Aryo..
tok!!! tok!!!
suara ketukan pintu
"permisi tuan!!! "
"iya.. tunggu sebentar" jawab Ratmi sambil berjalan membuka pintu
ngekkkk!!!
saat pintu terbuka Bau busuk langsung tercium baunya amat sangat menyengat..
"maaf nyonya Apakah Tuan ada? tanya laki paruh baya itu dengan wajah dan separuh tubuhnya penuh benjolan bisul, bahkan ada yang sudah pecah dan mengeluarkan Aroma tidak sedap..
" Tuan ada Di pendopo.., mari ikut saya!? "ajak Ratmi menemui Suaminya.. meskipun aroma busuk sangat menusuk hidung tapi dengan Sekuat tenaga dia mengabaikanya agar warganya tidak tersinggung.,
" permisi pah?! "
" Ada apa bu? "
"Ada yang nyariin bapak., ibu suruh tunggu di aula Depan.."
" ya sudah bu ayo ke depan... Dawung mari ikut kedepan.!? "
" baik tuan*"
Saat Ki along mendekati warganya Bau Nanah dan Anyir darah jelas tercium sangat menyengat.. namun Bagi Ki Along yang Sudah lama malang melintang dalam dunia pengobatan dan jagal orang tentu bau busuk itu tidak mempengaruhinya...
setelah meneliti wajah orang itu...
"iming apa yang terjadi..!? "
"Pulang Dari melaut tiba-tiba tubuh saya terasa panas tuan.., sangat panas hinga engan untuk keluar dari dalam laut.. lalu tiba-tiba saja seluruh tubuh saya BENTOL-BENTOL rasanya sangat gatal Tuan.. saat saya mengaruknya.. sperti inilah hasilnya Tuan" ucap iming menjelaskan sambil menahahan perih..
Ki along mendengarkan dengan seksama..
krakkkk!!! krakkkk!!!
pisau yang terselip di pinggang ki Along bergetar.,
ki Along dengan tenang mencabut benda tersebut.., dan merapal mantra..
"wajadda wajiddu wajahadda wajahidu" lalu menempelkan pisau pusakanya ke kepala iming..,
shuittt.. !!
ctassssss!!!!!
trankkkk!!!
secarik sinar hitam melesat cepat..
beradu dengan pisau yang di gengam ki Along..
hingga membuat ki Along terdorong mundur Dua langkah., dan pisau yang di gengam Ki along patah jadi Dua...
"aghhhhhhh!!! "
geram Ki Along kesal
"Siapa kamu..!?!! tunjukan Wujudmu!!! biar kita bertarung secara jantan!!! "
mendengar teriakan Ki along Aryo dan Seluruh anak buahnya berlari menuju Pendopo...
"Ada apA Tuan!? "
"Cari orang yang diam-diam menyerangku., jangan lewatkan 1 incipun.? "
"Baik Tuan!!? " seluruh anak buah Ki Along Langsung menyebar
Saat Aryo juga hendak mencari....
"Aryo kamu kesini saja bantu saya mengurus hal ini.. "Titah Ki Along pada Aryo
" Baik tuan!!" sambil berbalik dan mendekat ke arah Ki Along Dan Dawung...
Suasana kediaman Ki Along tiba-tiba mencekam... Hawa panas menyelimuti seputaran pendopo..
Belum sempat mereka berpikir jernih..
dari luar terdengar suara riuh para warga yang menahan sakit..
sekitar 20 warga dtang dengan keluhan yang sama seperti iming...
mereka semua di kumpul di pendopo..,
Ki along Sudah kehabisan ide...
menatap sesaat kepada Aryo seolah butuh kekuatan..
Aryo paham dengan kegundahan Ki Along.. tapi dia juga sungguh bingung harus melakukan apa..,
"Aryo.. semua hal yang terjadi pasti ada sebab lalu ada akibat" tiba-tiba ucapan gurunya terngiang jelas..
"Maaf tuan seluruh Halaman bahkan semak belukar., sudah kami periksa tapi hasinya tidak ada tuan".. lapor anak buah Ki along yang baru selesai patroli.,
" Ya.. sudah kalian Berjaga Diluar..!? "titah Ki along pada anak buahnya.,
" Baik Tuan..!!?" lalu mereka semua menyebar ke tiap sudut kediaman Ki along..,
" Maaf Tuan kalau saya tidak salah menduga., penyakit yang di derita para warga sangat menular.?!.. dan proses penularannya sangat cepat.! " ucap Aryo dengan wajah yang serius
Ki Along tersentak... pikirannya langsung buyar..,
" maksudnya menular bagaimana? " ucap ki Along mempertegas ucapan Aryo.,
" lihatlah Tuan masing-masing yang terserang karena pernah kontak badan langsung dengan korban yang pertAma.,!? " jelas Aryo sambil sedikit berpikir..
"Dari mana kamu bisa berpikir seperti itu. :!? " lanjut ki along
" lihatlah Tuan semua mereka semua yang terserang adalah orang yang sering membantu pak iming.., saat pulang melaut.! "
Ki Along Nampak sangat bimbang karena spekulasi yang di katakan Aryo.. namun kamu Di pikir-pikir ada benarnya juga...,
"astaga berarti istriku.. dan kita semua yang ada di sini bakal tertular..!? " tanya ki Along dengan panik..
"kalau sesuai prediksi kayaknya seperti itu Tuan..? " jelas Aryo dengan keyakinan..
ki Along nampak berpikir keras.,
Tiba-tiba Dawung gemeteran.. dan tubuhnya mengeluarkan keringat yang deras...
" Panass Tuan!!!! Ach... " Rintih dawung langsung merebahkan tubuhnya...
belum hilang keterkejutan ki along.,
trankkkk..,,
kletakkk.,
suara barang dari rumah utama...
"Ayah!!!! Ibu Ayah!!!... " Teriak Rindi dari dalam rumah..
Ki along langsung berlari ke dalam Rumah utama..
kakinya seolah tak mampu bertumpu pada tanah.. melihat istrinya menahan hawa panas.,
yang teramat sangat mendera.. yang sedang di peluk putrinya., yang artinya sebentar lagi putrinya pun akan menyusul...
"Eyaaaank bantulah cucumu ini...,!!!?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 263 Episodes
Comments
mei
wah... genre horor tapi ada ilmu agamanya
saya suka...saya suka...🥰😍
2023-04-09
2
pa poh
lanjut
2022-05-04
2
Jimmy Avolution
Josss...
2022-05-02
2