lembayung senja yang Cerah.., Sinar Matahari Sebentar Lagi Akan Terbenam.,Namun tiba-tiba Mendung Hitam Bergelayut Di atas Cakrawala Cuaca dengan cepat berubah..
whusssst!!!!
Duarrrr!!!!
Angin tiba-tiba saja Berhembus sangat kencang, suara petir mengema keras membahana., membuat semua penduduk tepi pantai yang tadinya tenang Jadi panik.,
Byurrrrr!!!
Braaak!!!
Suara Ombak laut mengila.,
badai menyerbu tepian dermaga..menghantam perahu perahu nelayan yang masih ada di Dermaga.,
Suasana Yang Tenang Tiba-tiba Mencekam
Sementara Itu Di kediaman Ki Along.. ki Along Yang telah mengetahui akan terjadinya bencana dari bisikan Ghoib segera memanggil Anak Buahnya.,
"Dawung!! Dawung!! "
"Iya Tuan"
"Cepat kamu Ke dermaga dan bawa semua anak buahmu untuk membantu para nelayan menyelamatkan kapal -kapal mereka, sepertinya sebentar lagi badai besar akan terjadi" Ujar Ki Along dengan tegas.,
"Siap Tuan" jawab Dawung singkat
"Dan segera Ungsikan Warga Bawah Ke Balai Desa!? " lanjut titah Ki Along
"Baik Tuanku"
"Cepat kerjakan!!! jangan tunda lagi lari yg kencang!!!" Titah ki along pada Dawung..
Dawung Hanya mengangukan kepala tanda mengerti., Seluruh apa yang Tuannya inginkan., Untuk keselamatan Warganya.,
Dawung dengan segera berlari ke belakang., Untuk mengumpulkan Seluruh Anak Buahnya Yang berjumlah 20 Orang.,
"Bisno!!! pangil yang lain ikut aku ke dermaga sekarang"
"Siap Bos"
" hey!!!..semua Bangun!!! Kita di perintahkan Tuan Besar ke dermaga skarang!!! cepat"
"siiaap" jawab mereka serentak karena mendegar nama Tuan besar Ki Along sudah cukup membuat roh mereka terbang meninggalkan jasad merek karena ketakutan.,
whusssssss!!!!
Duarrrrrrr!!!!
Dawung dan seluruh Anggotanya segera berlari,Membelah malam dan tiupan Angin kencang Dan Suara dasyat Petir yang mengema., seakan genderang yang membuat mereka semakin mempercepat langkahnya menuju dermaga., hujan deras yang mulai turun tidak menyurutkan langkah mereka..
Saat mereka telah Tiba Di Dermaga, Dawung Melihat pardi yang berlari Dengan Panik
"pardi apa yang terjadi!!!? " tanya dawung pada pardi seorang nelayan Yang juga ketua Dusun Bawah
whussssst!!!
"Entahlah tiba-tiba saja angin dan laut mengila tuan!! " ucap pardi dengan keras karena hembusan angin yang kencang
"ayo!!!cepat tarik perahumu ke atas!!!? mungkin badai sebentar lagi akan semakin mengila!!!!"
"Baik Tuan!!!"
" bisno bantu pak pardi!!! yang lain bantu semua nelayan ayo cepat sebelum terlambat"
" siiap bos" mereka pun dengan semangat bahu membahu menarik perahu menjauh dari wilayah pantai...
hingga tidak butuh waktu lama pekerjaan mereka selesai..
Duarrrr!!!!!!
suara petir menghantam batang kelapa hingga roboh..,
Hujan Deras.. serta hembusan Angin yang sangat kencang membuat suasana semakin mencekap..
Sudah Hampir Setengah Abad mereka mendiami pesisir pantai lembayung..
Ini kali pertama mereka menghadapi Badai sebesar ini.,
seolah olah Alam sedang memberi ibarat.,
"Ayo smua tinggalkan pantai!! kita ke atas untuk menunggu badai reda!! dan sebaiknya semua kumpul di balai desa!! " teriak Dawung yang beradu dengan kerasnya deru ombak dan desiran Angin kencang namun masih jelas d dengar...
seluruh warga di tepi pantai berlomba-lomba ke balai desa yang letaknya memang di tempat ketinggian... atau warga sekitar menyebutnya dusun tinggi yang merupakan pusat pemerintahan Desa sanggula..
Untunglah Dawung bertindak Cepat mengevakuasi Warga bawah.,
Terlambat sedikit saja sudah di pastikan akan banyak korban berjatuhan.,
benar saja tidak butuh waktu lama badai besar datang semakin besar dan menyapu rumah-rumah sekitar pantai..
untung saja tidak ada korban jiwa, karena dengan tepat mereka telah mengungsi dengan cepat ke balai desa..
"Terima kasih Tuan Dawung berkat anda dan lainya kita bisa selamat tepat waktu" ucap pak pardi mewakili nelayan yg lain
"Jangan berterima kasih padaku berterima kasihlah pada Ki Along karena aku hanya mengikuti perintahnya" ucap Ki Dawung sambil menguras air di rambutnya yang gondrong
" Tuan Ki along selaku kepala desa memang sangat memperhatikan kesejahteraan kami warganya sungguh alangkah berdosanya kami jika tidak menghargai dan menghormatinya dengan jiwa kami"lanjut pak pardi yang nota bene adalah kepala Dusun tepi pantai..
"iya Pak pardi selama aku bekerja dengan beliau belum pernah sekalipun beliau menyusahkan warga.. cuma tau sendirikan bagaimana sikap Ki Along dengan sebuah kesalahan"
"iya Tuan tapi dengan begitu pasokan ikan di daerah kita ini selalu tersedia"
"ya.. ya..''
whuusssssssss!!!!!!
Trank.!!! Duaar
suara Angin kencang dan petir menyamnar apa saja Badai semakin mengila..
sementara itu Di kediaman Ki along
" angin ini semakin mengila, aku rasa.. gelombang laut semakin tinggi, bagai mana dengan nasib para warga daerah bawah pa? " tanya Ratmi istri Ki along
"tenang saja bu..saya sudah memerintahkan dawung untuk membantu para warga dusun bawah.. dan mengunsikan mereka untuk sementara di balai desa" mendengar kata suaminya ratmi menjadi tenang
"sukurlah kalau benar bgitu pa"
"oh iya bu? rindi dari tadi tidak kelihatan kemana anak itu? " tanya Ki along sambil menyeruput kopi yg masih panas
"rindi ada di kamarnya pa!! " jawab Ratmi sambil memperhatikan air hujan yang jatuh dari balik jendela..
"jadi para warga ada di balai desa yah" ucap rindi yang tiba-tiba muncul dari balik pintu kamarnya karena letak kamar rindi tepat berada di bagian ruang santai keluarga.
"oh iya Nak untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan"
"kita harus membantu mereka yah" sambil berlalu menuju pintu utama..
"eh! rindi mau kemana hujan begini!!! "
" balai Desa yah!! mau bantu para warga!! " sambil terus berlalu dan menghilang di balik pintu.
"lihat kelakuan putrimu bu? tak perduli hujan dengar orang susah main nyelonong saja"
"kok herannya baru sekarang pa? bukannya dari dulu sifat rindi memang seperti itu? tidak bisa melihat orang susah"
tok!!! tok!!!
"permisi Tuan besar!!! "kata Dawung yg muncul dari balik pintu dengan nafas ngos-ngosan habis berlari
"bagaimana Dawung apa semua warga sudah aman"
"Sudah Tuan..semua berjalan sesuai perintah Tuan"
"Baiklah siapkan perlengkapan masak dan bawa ke balai desa!!?" titah Ki Along
"Baik Tuan"
"bu..! bapak ke balai desa dulu mau cek keadaan para warga!!? "
"Tunggu pa.. ibu ikut" sambil berlari menghampiri Ki along suaminya
"ya sudah bu... matikan lampu dan tutup semua pintu"...
beberapa saat kemudian
" Sudah pa.. ayo berangkat"
"iya bu.. "'
" Dawung!!!!"
"iya Tuan!!! "
" semua sudah siap!!? "
" sudah Tuan!!" jawab dawung dari arah gudang
"ayo berangkat!! "
"siap Tuan"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 263 Episodes
Comments
dewi andarini
sifat Rindi nurun dari Ayahnya
2023-09-17
4
mei
masih menyimak... semoga ceritanya bagus 😍
2023-04-09
0
ᵔ◡ᵔ ꀿªᵖᵖᵞ☺ꔛ ♡
Lanjut
2022-05-10
1