Rumah kediaman Ki Along laksana sebuah tempat pengasingan..,
Ki along.., membuat perintah tidakk ada yang boleh masuk dan keluar dari tempat itu.,
Bau Amis darah bercambur dengan Busuk Nanah tercium Kemana-mana.,
ki Along dengan langkah gontai memasuki ruang semestinya.., Tapi langkahnya terhenti karena rasa panas yang teramat sangat dasyat menyerang tubuhnya...
"ahhhh!!!! " geram Ki Along menahan hawa panas itu.., Ki Along lalu duduk bersila seraya mengalirkan hawa negatif keseluruh bagian tubuhnya.,,.. Namun semua sia-sia., Tenaga dalam yang dia miliki seakan mental oleh kekuatan maha dasyat dari penyakit itu...
ki Along., terbaring karena kehabisan tenaga.,
Aryo.. yang menunggu Ki along... merasakan hal yang tidak beres..,
akhirnya dia memutuskan untuk menyusulnya ke dalam Rumah utama...
Tok!!! Tok!! Tok!!
"Permisi Tuan..?! "
Namun tidak Ada jawaban dari dalam..,
Aryo pun mencoba mendorong pintu utama...
kiikkkk...!!
begitu pintu terbuka Aryo langsung terkejut
"Astaga Tuan kenapa"
sambil tergesa-gesa mengangkat tubuh tuannya dan dipindahkan D samping istri dan juga Rindi putrinya..
"Aryo.. hanya kamu harapan kami!? " lirih suara Ki Along
"Seandainya Saya mampu Tuan?! pasti sudah saya lakukan.. " jawab Aryo dengan sikap yang seakan-akan menyalahkan dirinya sendiri yang tidak bisa apa-apa..,
"Apa kamu tidak menyadarinya kamulah satu-satunya., yang ada diruangan ini., yang sama sekali tidak tersentuh oleh wabah penyakit ini" Ucap Ki Along sambil menahan hawa panas dalm tubuhnya.,.
"Baiklah Tuan saya akan meminta petunjuk pada Allah SWT.. dengan Sholat tahajjud.. s'moga apa yang menjadi keinginan kita di restui.. " ucap Aryo dengan wajah sedih
" Lakukanlah., Aku akan mendukungmu apapun itu " tegas Ki along dengan mata terpejam..
Aryo pun mohon pamit dan menuju di mana tempat yang biasanya ia pakai untuk sholat..
Aryo Nampak sedang berzikir dengan khusyuk,. alunanan Asma Allah SWT terdengar syahdu...
"Aryo., bersihkan tubuh mereka dengan air yang tidak pernah tersentuh tanah"terdengar suara yang seolah-olah berbisik di dalam kepalanya.., Aryo menghentikan zikir nya.,, sambil berpikir tentang air yang tidak menyentuh tanah.,
" ah bukannya semua air menyentuh tanah.. , " batin Aryo bergejolak..
langkah Aryo terhenti di depan pintu pendopo...,
matanya melirik Rumah Utama...
dadanya terasa nyeri mengingat rasa sakit yang di derita Rindi pujaan hatinya.. saat kakinya akan melangkah kakinya tersandung pada buah Kelapa..,
Aryo terdiam menatap kelapa yang sempat menghalangi kakinya.,
"Air kelapa.. adalah air yang tidak menyentuh tanah" batin Aryo...
"Allahu akbar.. allhamdulilah yaa Allah Engkau telah memberi Petunjuk"..
lalu dengan cekatan Aryo memanjat pokok kelapa dan memetik buahnya tampa menjatuhksnnya.,
" Tuan!!!bangun Tuan!? "
Berlahan-lahan mata Ki along terbuka
"Minum air kelapa ini Tuan.! " Aryo mendekatkan Kelapa yang sudah di lubang kemulut Ki along
" Bismillahirrahmanirrahim,. " doa Aryo sambil meminumkan seteguk demi seteguk kemulut Ki Along...
Air kelapa yang di minum., masuk lewat mulut menjalar ke kerongkongan dan menyebar sejuk keseluruh tubuh Ki along.,
lalu hal yang sama di lakukan kepada Rindi dan juga Ratmi istri Ki Along...
suittttttttt!!!!!
Whussss!!!!
Trankkkk
duarrrr!!!
selarik sinar hitam pekat..,
melesat cepat menyerang Tubuh Aryo.,
Tapi sinar hitam pekat itu mental dan menghantam diding..
Aryo yang masih belum paham apa yang baru saja terjadi hanya berdiri tenang..
seolah-olah tidak terjadi apa-apa.,
Ki Along.. yang menyaksikan semuanya terkesiap kaget...
"Aryo kamu Tidak apa-apa?" sambil mencoba untuk bangkit.. "aneh kenapa tubuhku terasa ringan seolah-olah baru bangun tidur" ki Along membatin..
" Alhamdulillah tidak Tuan.. Berkat lindungan Allah.. saya baik-baik saja Tuan..?!
" Baiklah Tuan saya rasa nyoya.. dan rindi pun sudah tidak apa-apa.. saya permisi menolong yang lain di pendopo"
pamit Aryo pada Ki along..
Ki Along masih dilingkupi keterkejutan nya pada sosok Arya yang tiba-tiba muncul sebagai penolong..
"Diakah orang yang memiliki sinar putih itu"batin Ki along lalu bergegas mendekati Istri dan Anaknya.. yang terlelap mungkin capek menahan sakit..
setelah semua warga sudah di beri minum pendopo yang tadinya Riuh dengan Raungan mendadak Sunyi.., hanya helaan Nafas yang terdengar mereka semua akhirnya tertidur dengan pulas...
Aryo keluar dari pendopo dan mengirup udara dini hari yang lembab
" Alhamdulillah ya Allah " sambil merentangkan tangan dan menghirup udara dalam-dalam dan menghembukannya secara berlahan.,, seakan melepaskan semua beban yang baru saja menghimpit benaknya..
Baru saja Aryo hendak melangkah menuju kamarnya sebuah suara menghentikannya..
"Aryo...!! kemarilah sebentar!? " panggil Ki along depan pintu Rumah utama..
"Ada apa Tuan.. " sambil mendekati Ki along
" Tolong Ajarkan saya sedikit ilmu yang kamu punya!? "ucap Ki along penuh pengharapan
" Tapi Tuan.. sungguh aku tidak punya ilmu Apa-apa.?! "Jawab Aryo sambil berpikir karena dia merasa tidak memiliki ilmu sama sekali..
" Kalau begitu Ajarkan saya yang gurumu Ajarkan padamu!? "ucap Ki along masih dengan sikap memohon
" Dengan Senang Hati., saya akan mengajar Tuan..!? " jawab Aryo dengan mantap..
"Apa ada syaratnya!? kata Ki along dengan wajah serius...,
" Tidak ada syaratnya Tuan.. "jawab Aryo singkat..
" Tampa syarat apapun.? atau seberapa banyak aku harus membayar..? " cecar Ki Along semakin bingung
"Tuan tidak perlu membayar apapun., saya akan mengajarkan Tuan gratis dan Tampa Syarat" jawab Aryo mantap...
"Benarkah..!? " lanjut Ki Along makin bingung
" iya Tuan., Saya serius.. Bahkan dengan senang hati saya akan mengajar pada siapa saja yang berminat" lanjut Aryo dengan wajah serius...,
" Kapan kamu bisa mengajar saya..?!? " ucap Ki along masih antara yakin dan tidak..
" Kapan Saja Tuan siap..!? " jawab Aryo singkat
" Hah....!!! Tampa hitungan hari bulan dan tanggal!!!? " Ki Along makin Bingung
" Benar Tuan..!!? " jawab Aryo singkat
"Baiklah Tuan sudah lewat tengah malam... Tuan juga harus istirahat.,,. Biar besok tenaga Tuan bisa pulih.,. permisi Tuan.. " kat Aryo sambil bangkit dari kursinya..
"Terima kasih Aryo" ucap Ki along lirih
" Berterima kasihlah pada Allah SWT.. karena sesungguhnya dialah maha penyembuh segala penyakit... " tandas Aryo sambil tersenyum simpul...
"Allah SWT..!? siapa dia!? " tanya Ki Along
"Nanti juga Tuan Akan mengenalinya.,! " kata Aryo masih dengan senyumannya
"Sungguh mulia Hati Allah SWT itu.. !? "
Aryo hanya menjawab dengan senyuman
"Sampaikan Rasa Terima kasihku Pada Allah SWT mu itu.., jika dia Butuh bantuan ku saya akan dengan segenap jiwa membantunya" kata Ki Along Berapi-api..
"Allah SWT.. tidak Butuh bantuan kita umat manusia.. Tapi kitalah yang akan selalu memohon pertolongannya" ucap Aryo dengan mimik sedikit lebih serius
"Tuan sebaiknya istrhat sekarang.. Malam semakin larut.., saya permisi Tuan..!? " ucap Aryo meyakinkan Ki along
" Baiklah... " ucap Ki along singkat
Aryo pun bergegas meninggalkan ki Along yang masih terpaku di tempatnya duduk..
ki Along memandang kepergian Aryo dengan beribu Tanda tanya. "siapa sebenarnya Allah SWT itu.. sebegitu hebatnya kah hingga Dia tidak butuh pertolongan" batin ki Along semakin di buat bingung besok entah rahasia Apalagi yang akan dia dengar...,
ki Along pun bangkit dari tempat Duduknya..
Lalu melangkah masuk menuju kamar tidurnya..
sejenak di pandangi wajah istrinya yang tertidur pulas., " ah berapa beruntungnya nasib mereka kali ini di selamatkan oleh Aryo "
berlahan lahan ki Along merebahkan tubuhnya di samping istrinya.., mencoba untuk terlelap..
Tapi matanya sama sekali terasa susah untuk di pejamkan..
hingga pada akhirnya Ki Along hanya bermain dengan pikirannya sendiri dengan ribuan pertanyaan yang menghimpit dadanya...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 263 Episodes
Comments
pioo
awal mula agama islam menyebar yaaa
2024-11-15
0
Alun Bilqis lucky
ki along baik baik banget yaaaa orangnyaaaa...sampai2 menawarkan bantuan ke Allah SWT....kebalik atuhhhh kiiii..../Tongue//Tongue//Tongue//Tongue/
2024-08-30
2
mei
bagus...bagus
2023-04-09
1