Dua Bulan telah berlalu,Setelah Badai Menghancurkan Desa Dan di Saat Ki Along menemukan seorang pemuda yang pingsan di tepi pantai,.
Dan Ki Along Memberi nama baru untuknya,
Sudra Samudra.,karena menurutnya sang pemuda Di lahirkan Dari Samudera.
kondisi sudra pun sudah membaik hanya ingatannya saja yang masih samar-samar..Dan Sudra pun Sudah mulai ikut bekerja membantu Paman Dawung.. mengemas ikan untuk Dijual kembali Ke Kota.,
whussssss
Suara angin sepoi-sepoi., sedikit mengusir rasa gerah dari sengatan sengatan sang mentari..
KI along nampak sedang bersantai di bawah pohon kelapa.,
Sambil memperhatikan Sudra dan para anak buahnya yang lain yang sedang menimbang ikan dari para Nelayan yang baru pulang dari melaut...
Dawung terlihat sibuk menghitung berapa harga yang harus di bayarkan,
yang tentunya harga yang di beri..,
tidak akan merugikan para Nelayan..,
Tampak Pardi yang baru saja menaikan perahunya.., dengan wajah Sumringah.,
"pardi hasil tangkapan mu lumayan banyak hari ini.!? " sapa Ki along pada pardi yang sibuk mengisi ikan dalam ember
"iya Tuan rejeki lagi bagus laut juga lagi bermurah hati kepadaku" ucap pardi dengan senyum bahagia
"pintar-pintarlah berterimakasih pada laut., jangan buat laut murka pada kita" Nasehat Ki Along
"iya Tuan" berhenti sejenak dan memperhatikan Tuannya yg sedang bicara.,
" Iya sudah lanjutkan kerjaan kamu"ucap Ki along sambil berdiri
"iya Tuan Terima kasih" lalu melanjutkan memindahkan ikan dari perahu ke dalam ember.,
"Hmmm.., " gumam Ki Along sambil bergegas ketempat Dawung yang Hampir kelar membayar Harga ikan para Nelayan tinggal tinggal menunggu ikan Hasil tangkapan pardi Untuk Di timbang..
"Sudra!! kemari sbentar!! " panggil Ki Along pada sudra yang lagi sibuk memasukan ikan kedalam kotak., mendengar dia di panggil seketika menghentikan kegiatannya.,
"Iya Tuan.. " sambil berlari menghampiri Ki Along
"Sudra nanti kamu ikut Dawung ke kota untuk mengantar ikan., " titah Ki Along Pada Sudra.,
"Baik Tuan" Ucap sudra sambil melirik.,
Rindi yang berlari kecil menuju arah Meraka., sejenak Sudra terpikat dengan paras Ayu Anak Ki Along.. Namun perasaan itu segera di tepisnya.. karena baginya semua itu mustahil untuk Di raihnya.,
"Ayah bolehkah saya ikut paman Dawung ke Kota..lagian sudah lama skali saya kesana, . boleh ya.. " Ucap Rindi memelas pada ayahnya dengan wajah dibuat Sesedih mungkin.,
Ki Along Hanya Tersenyum Melihat tingkah putrinya.,
"Rindi... apa yang mau kau lakukan di kota?
apa kamu tdak takut kejadian lalu terulang kembali!? " ucap Ki along dengan wajah serius
"tidak yah.. kan ada paman Dawung yang menjagaku., "Ucap Rindi masih Dengan Wajah Yang Di buat Sedih.,
sedangkan Sudra dan Dawung yang melihat sikap manja putri Tuannya.. Hanya senyum-senyum tidak jelas.,
Ki Along tau kalau kemauan putrinya tidak mungkin bisa Di bantah...
"Dawung!!.. Sudra!!. jaga rindi.. dia akan ikut bersama kalian ke kota"
"Baik Tuan" jawab dawung dan Sudra seakan kompak.
Sudra yang mendengar jika Rindi Akan ikut Ia tersenyum bahagia.,
whuusssssssss
suara angin meniup layar mengantar perahu mereka mengarungi Lautan biru menuju kota.,
kota Lembo jelas ada kenangan tersendiri buat Dawung dan Rindi.,
tapi tentu saja tidak untuk sudra.,
sama sekali terasa asing baginya
pusat perdagangan terletak di tepi dermaga dekat dengan tragedi berdarah 3 tahun silam.,
"paman Aku akan berbelanja ke sana sebentar boleh ya" ucap rindi dengan wajah berseri-seri.,
" jangan jauh-jauh Tuan kecil., biar nanti di temani Sama Sudra., "kata Dawung penuh ketakutan
" Baiklah Paman... ayo Sudra aku lihat gaun di sebelah sana indah sekali" sambil menarik tangan Sudra.,
Dawung yang melihat Rindi menarik lengan Sudra dan terus mengemnya Ada Rasa Aneh., yang tiba-tiba menjalar dalam dadanya., rasa aneh yang sulit Di jabarkan dengan kata-kata. .dia begitu nyaman saat melihat Ada Sudra D samping Rindi.,
Rindi sibuk mencoba berbagai macam gaun
"Sudra gaun ini indah tidak? " tanya rindi pada sudra yang lagi memperhatikan tingkah anak tuanya yang cantiknya mengalahkan pesona apapun.,
" sangat indah Tuan kecil serasi dengan warna kulit Tuan kecil" jawab Sudra dengan spontan karena kaget..,
"Pangil aku Rindi saja lagian umur kita sebaya" titah rindi dengan mata dibuat melotot..
Yang bukannya seram malah kelihatan semakin imut..,
"Saya tidak berani Tuan kecil''
" Ini perintah.. " tandas Rindi sambil menatap tajam pada Sudra..,
" Baiklah tu... eh Rindi" sambil garuk kepala yang tidak gatal sambil senyum penuh arti
sementara para pedagang yang asik melihat mereka berdebat.,
saling berbisik..
"eh kira-kira siapa pemuda tampan yang bersama putri Ki along itu? "tanya seorang pedagang kain pada pedagang di sampingnya.,
"entahlah'!? "
"Aku baru pertama kali melihatnya"timpal pedagang yang lain..
" Atau mungkin"
"mungkin apa? "
"dia putra para Dewa laut karena katanya dia ditemukan pingsan di tepi pantai" timpal seorang pembeli yg ikutan nimbrung
"Apa!!!!!? " jawab kedua pedagang itu dengan nada kaget
"Itu juga masih mungkin ibu-ibu.,ibu mau jualan atau lanjut gosip"
kedua pedagang itu senyum
lalu mereka asik bermain dengan pikiran Masing-masing
Dawung yang tidak menyadari kehadiran Sudra Dan Rindi..
"paman..! kok bengong apakah semua baik-baik saja? "
" eh... tidak semua sudah beres bagaimana dengan Tuan kecilku??? apakah sudah dapat apa yang kamu inginkan??? " Ucap Sudra gelagapan karena kaget
"Sudah Paman.. "
"Sudra Naikan semua barang ke Kapal.. sedikit lagi kita pulang... "
"Baik Paman"
lalu bergegas menaikan semua barang yang di maksud Dawung...
beberapa saat kemudian.. seluruh belanjaan keperluan dan semua pesanan sudah naik dan tertata rapi dalam kapal..
"Sudra apakah semuanya sudah beres? "kata Dawung saat akan membuka tali pengikat Kapal
" sudah Paman " jawab Sudra yang bersiap menarik jangkar.,
"Tuan kecil apa sudah ada dalam kapal?? "
" sudah Paman dia lagi duduk d samping kemudi.. "
"Lekas tarik jangkar nya kita berangkat"
Whuusssssssss..
suara angin meniup layar
kapal pun melaju membelah lautan...
"Sudra coba lihat expresi wajah nona kecil!? "
" Biasa saja Paman" sambil menoleh melirik wajah Rindi
"lihat dengan seksama!? "
" Menurutmu Tuan Kecil cantik tidak? " sambung Dawung
"Cantik... " jawab sudra singkat dengan gemuruh dada yang hampir meledak
"Terus..!? "
"Apanya Yang terus Paman!? " Sudra pura-pura tidak tau maksud Paman Dawung
"ah sudahlah nanti juga kamu akan mengerti sendiri" ucap Dawung dengan sedikit kesal
sedangkan Sudra nampak Pura-pura bingung dengan apa maksud Paman Dawung...
Di sebuah Rumah Di kota Lembo
"Apa kalian tidak punya solusi.,bagai mana cara melenyapkan Ki Along hah..!!!? "
"kalau Adu fisik Dia bukan tandingan kita"jawab seorang lelaki yang berperawakan tinggi kekar
"ki Rekso kita mungkin tidak akan bisa menandingi Ki along dengan adu fisik.... tapi bagaimana kalau kita menghancurkannya dari dalam" timpal Rana seorang lelaki paruh baya bertubuh pendek
"Apa maksudmu Rana!? "
"Bagaimana kalau kita menculik putrinya...!?"ucap Rana dengan jumawa
"Jangan Gila kamu Rana...!! Apa kamu sudah lupa kejadian 3 tahun lalu!!? ITU sama saja mengali kuburan kita sendiri" jawab ki Rekso ketus
" Tapi bagaimanapun juga aku harus membalas kematian putraku!? "lanjut Ki Rekso
"ki.. di Bawah Kaki bukit gunung Awung konon ada seorang pandai ilmu Hitam! " Timpal Anoi lelaki yg berperawakan tinggi kekar
" kita Mungkin tidak bisa menyerang kiAlong secara langsung.. tapi santet aku rasa bisa menghentikannya."ucap anoi dengan penuh keyakinan
"Tapi apakah orang itu mampu menaklukan KI Along" tanya ki Rekso penuh rasa ingin tau
"Sudah banyak tokoh berilmu tinggi yang habis di tangan dukun sakti itu ki Rekso., jadi percayalah Ki Along bukan apa2 Di tangannya" lanjut anoi menjelaskan
"baiklah kalau begitu.,Anoi utus seseorang untuk menyelidiki tentang keberadaan orang itu!?segala biaya yang di perlukan hitung saja.,yang penting dendam ku terbalas"
" Baik ki Rekso.. "
lalu mereka membubarkan diri
Sementara itu di kediaman Ki along
"sudra kemari sebentar!" pangil ki along
" ada apa Tuan? "
" Apa kau mengingat tentang sesuatu? " tanya ki Along dengan rasa ingin tau
"Maaf Tuan aku sama sekali belum ingat apa-apa" jawab Sudra dengan wajah sedih
ki Along.. jadi tidak tega melihat perubahan air muka Sudra yang jadi murung
"Ya sudah kembalilah ke belakang!? "kat ki Aling selanjutnya sambil membelai kepala Sudra..
"Baik Tuan aku permisi ke belakang.. " lalu sudra undur diri ke belakang...
"hmmm Aku Yakin ada sesuatu yang tersembunyi di balik pemuda ini., dan semoga saja mengarah pada kebaikan" ki along membatin...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 263 Episodes
Comments
mei
mulai ada konflik 😥
2023-04-09
2
pa poh
lanjut terusss
2022-05-04
3
Jimmy Avolution
Ayo...
2022-05-01
2