Tatapan yang sangat fokus saat membaca file dari dokumen yang di berikan oleh ketua sekretaris, Ayu menyusun file-file setelah mengetahui isi dari file itu, jadi tau apa yang harus di lakukan baru dia kerjakan. Ayu mengerjakan dengan sangat teliti, jari-jari yang terus menekan keyboard dan sesekali mengarahkan mouse. Walaupun prosesnya sangat sulit tak menghalanginya dalam mengerjakan beberapa file, karena menurut Ayu tak ada yang sulit dalam pengerjaan itu.
Pengerjaan yang di lakukan oleh Ayu yang sangat teliti, pintar, dan ulet membuatnya unggul di bandingkan dengan karyawan lainnya. Beberapa karyawan yang melihat cara Ayu bekerja membuat mereka kagum dan mulai berbisik-bisik.
"Wah, tak ku sangka jika gadis kampung itu sangat cepat dalam menyelesaikan beberapa file yang sangat sulit." Bisik karyawan wanita yang ada di ruangan itu.
"Benar, aku juga tak menyangka akan hal itu."
"Aku kira dia hanya akan menganggu pekerjaan kita hanya untuk bertanya cara menggunakan komputer," bisik karyawan 3.
"Ck, tetap saja dia dari kampung dan sangat norak. Yah, aku akui jika dia sangat cepat dalam bekerja," bisik karyawan 2 dengan mencibir sembari melirik Ayu dengan sinis.
"Jangan menatapnya begitu, bagaimana jika dia mengetahui kita yang sedang membicarakannya?" Ucap karyawan 1.
"Biarkan saja jika dia mendengarnya, aku mengatakan kenyataannya," sahut karyawan 2 yang tak peduli dengan perasaan orang lain.
Ayu hanya mendelik karena mendengarkan beberapa karyawan yang berbisik membicarakan kualitas kerja seorang gadis kampung yang sangat cepat dari mereka. "Terserah mereka saja, aku tidak peduli apa pun tentang itu. Dan jika aku membalasnya tak membuat mereka berhenti bergosip," batin Ayu yang hanya acuh tak acuh dan kembali bekerja dan menyelesaikannya dengan cepat.
Di pertengahan pekerjaan yang hampir selesai tak membuat Ayu terlalu bekerja seperti robot, jika dia merasa lapar akan mengisi perutnya dulu barulah kembali menyelesikan pekerjaannya. Dan jika dia merasa haus akan minum tanpa menghiraukan orang lain, jika kelelahan dia akan beristirahat sejenak dan pergi toilet untuk membasuh wajahnya di wastafel agar terlihat lebih fresh, sangat ampuh di saat mata yang mengantuk.
Maudi selalu mengawasi pekerjaan bawahannya itu, dia mengepalkan tangannya dengan sempurna. "Aku menugaskan dia untuk menyelesaikan file itu, tapi apa ini? Dia terlihat sangat santai," gumam Maudi yang berdiri dari kursi kebanggaannya dan berjalan mendekati sekretaris baru itu.
Ayu yang sedang beristirahat sejenak terlonjak kaget saat mendengar gebrakan meja kerja, dia menatap sang pelaku yang tak lain adalah ketua sekretaris dengan raut wajah yang seperti ingin menelannya hidup-hidup. "Kenapa kau menatapku begitu?" Tanyanya yang menautkan kedua alisnya.
"Berani sekali kau bersantai di jam kerja, ini bukan kantor nenek moyangmu. Bersikaplah seperti sekretaris karena kau bukanlah bos di sini!" Ucap Maudi yang memarahi Ayu.
"Aku tidak pernah mengatakan jika aku adalah bosnya, kenapa kau seperti orang kebakaran jenggot saat melihatku bersantai." Jawab Ayu dengan enteng.
"Jika pekerjaanmu tidak siap hari ini, maka kau akan di pecat!" cetus Maudi yang mengancam Ayu seraya tatapan tajam yang dia lontarkan.
"Ck, berani sekali wanita ini mengancamku. Hanya ketua sekretaris sangat terlihat sombong dan juga angkuh." Batin Ayu yang tidak menyukai ucapan yang keluar dari mulut ketua sekretaris yang ada di hadapannya.
"Kau sendirilah yang mengatakan, jika semua file dokumen itu di selesaikan hari ini juga? Dan ini masih jam tujuh. Kenapa kau marah-marah begitu?" Balas Ayu tanpa beban.
"Karena aku tidak ingin melihat bawahanku hanya duduk bersantai seperti yang kau lakukan itu." Bentak Maudi yang tajam.
Ayu menghela nafas dengan kasar dan menatap ketua sekretaris itu dengan dingin. "Aku bukanlah robot yang terus bekerja dua puluh empat jam di bawah kendalimu, tentu saja aku ingin beristirahat sejenak. Apa itu salah?"
"Kau." Maudi menunjuk Ayu dengan raut wajahnya yang kesal karena selalu kalah dari gadis di hadapannya.
Ayu melihat jam yang melingkar di tangan kirinya. "Jika kau masih di sini dan marah-marah tidak jelas, sebaiknya kau pergi!"
"Kau mengusirku?" Tukas Maudi yang tidak terima.
"Mau bagaimana lagi? Pekerjaan ku belum selesai, dokumen itu tidak akan selesai dengan sendirinya. Bukankah kau yang memintanya hari ini juga, jadi biarkan aku menyelesaikan atau aku akan menyalahkanmu untuk ini." Tekan Ayu yang monohok membuat Maudi bungkam.
Dia ingin sekali memarahi Ayu, tapi kembali berpikir mengenai perkataan wanita yang ingin dia persulit.
Maudi berlalu pergi dari meja kerja Ayu dengan kekesalan yang ada di benaknya. "Wanita itu selalu saja lolos dariku." Umpatnya.
Maudi berjalan ke meja kerja karyawan lainnya sambil melihat hasil pekerjaan mereka. "Apa ini? Kenapa kau sangat ceroboh sekali? Selesaikan pekerjaan ini dengan benar atau kau akan di pecat!" ucap Maudi yang meninggikan suaranya, dan meluapkan kekesalannya kepada karyawan itu.
"Maaf, saya akan memperbaikinya," jawab wanita itu dengan menundukkan kepalanya.
"Bagus." Tunjuk Maudi yang kembali memeriksa karyawan di sebelahnya.
"Dan kau, aku ingin melihat laporanmu." Ujar Maudi dengan tegas, karyawan itu ketakutan melihat wajah garang yang di tujukan kepadanya. Karyawan itu menyerahkan berkas ke ketua sekretaris. "Ini laporanku."
Maudi memeriksanya dan dengan cepat melempar berkas itu ke meja kerja. "Ini yang kau maksud dengan laporan? Laporanmu tidak ada yang benar, perbaiki ini semua." Lantang Maudi yang hanya di balas dengan wajah yang di tekuk.
"Baik."
Maudi memarahi beberapa karyawan karena kekesalannya kepada Ayu yang selalu memukul telak omongannya. "Dia selalu saja membuat aku kesal, wanita itu cukup pintar dalam menangani segalanya," batinnya. Dia kembali ke meja kerja miliknya dan tersenyum smirk saat mendapatkan ide untuk mengerjai Ayu, dia tahu jika Ayu takut kegelapan saat tak sengaja lampu di toilet mati. "Aku akan membalasmu untuk ini," gumamnya yang memikirkan rencana yang akan dia jalankan.
****
Semua karyawan satu persatu meninggalkan kantor, tinggallah Ayu sendirian di ruangan itu dan terpaksa lembur bekerja, tidak ada masalah untuk itu. Dia mengerjakannya dengan sangat teliti dan juga fokus, tak butuh waktu lama untuk menginput data.
"Cepat menyelesaikan semua pekerjaan dan kembali pulang, aku sangat merindukan tempat tidur dan ingin merebahkan tubuhku ini." Monolognya yang tersenyum saat memikirkan hal itu. Tak lupa untuk meregangkan otot-otot yang kaku sembari menyenderkan punggungnya di kursi. "Akhirnya pekerjaanku selesai dengan sangat cepat." Lirihnya yang tersenyum puas.
Jam menunjukkan setengah sembilan malam dan Ayu telah menyelesaikan dengan sangat cepat, jika orang lain yang ada di posisinya tidak akan bisa melakukan itu bahkan jam sebelas malam sekalipun.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 294 Episodes
Comments
Rindi yani
sekretaris syok2an sih baru sekwrtaris aj gitu apalagi bos😂🙄🙄
2022-07-19
1
Hartin Marlin ahmad
i....h bikin gereget aja tu Maudi
2022-07-13
1
Aska
maudi wanita picik harus dikasih pelajaran nih buat dia biar jangan seenaknya jidat nya memperlakukan bawahan seenak udelnya sendiri 🙄
2022-05-18
2