Happy Reading 😊
"Sayang, Mas ingin bicara sesuatu padamu." Aulia terkejut ketika mendengar Sandi memanggilnya sayang.
"Iya mas, apa yang ingin kamu katakan?" Aulia begitu gugup saat ini.
Kenapa mas Sandi tiba-tiba memanggilku Sayang? apa dia sudah mulai mencintaiku?
Sandi mengajak Aulia duduk di sisi ranjang. Jantung pria itu sudah berdegup dengan sangat kencang, Sandi bukan tipe pria yang suka menutup-nutupi sebuah masalah. Dia akan selalu berkata jujur dengan situasi yang dia hadapi.
Bisa saja Sandi tidak memberitahukan masalah pernikahannya dengan Renata kepada Aulia. Tetapi dia tidak ingin Aulia mengetahui rahasia itu dari bibir orang lain, menurutnya berbicara jujur adalah hal yang yang baik dan pasti semuanya akan bisa diselesaikan meskipun akan ada hati yang tersakiti.
"Aku ingin bicara jujur padamu istriku," Lagi-lagi Aulia tercengang mendengar setiap ucapan dari mulut Sandi.
Istriku? mas Sandi mengatakan itu kan? aku tidak salah dengar kan? batin Aulia.
Sandi terlihat menghirup napas dalam-dalam kemudian menghembuskan perlahan, dia ingin mempersiapkan diri untuk menceritakan masalah pernikahannya dengan Renata ini.
"Memangnya mas Sandi ingin mengatakan apa?" Tanya Aulia penasaran.
"Tapi kamu berjanji tidak akan marah ya?"
Aulia mengerutkan keningnya, kenapa dia harus marah dengan ucapan Sandi, Aulia merasa kali ini Sandi akan mengatakan hal yang akan membuatnya marah atau sedih. Aulia memantapkan dirinya dengan melafalkan doa-doa, agar hatinya tenang dan siap untuk mendengarkan kejujuran dari sang suami.
"Iya mas, aku janji tidak akan marah," jawab Aulia tersenyum.
"Aulia, sebenarnya,, sebenarnya aku masih memiliki kekasih yang sangat aku cintai saat menikah denganmu," ucap Sandi menatap sendu ke arah bola mata Aulia.
Deg, deg, deg.
Jantung Aulia berdegup hebat, hatinya bergemuruh kencang mendengar kejujuran sang suami. Rasanya bagai di sambar petir dan langsung membuat hatinya terbakar hebat.
"Dan aku sudah menikahi kekasihku itu." Lanjut Sandi.
Hati Aulia bagai di remas oleh tangan tak terlihat. Sakit tapi tidak berdarah, kenapa kenyataan ini begitu mengejutkan dan sangat menyakitkan.
"Kenapa mas menikah dengan kekasihmu itu?" Nafas Aulia tercekat. Rasanya dadanya sudah sangat sakit sekali. Remuk dan hancur pastinya.
Jujur Aulia sudah mulai memiliki perasaan cinta untuk Sandi dan selama ini dia mengira bahwa Sandi telah mencintainya, namun kenyataannya malah terbalik, Sandi memilih menikah dengan wanita lain.
Ternyata selama ini Sandy masih memiliki kekasih yang sangat dicintainya. Lalu kenapa dia mau menikah dengan Aulia? Kenapa Sandi tidak menikahi kekasihnya itu kalau akhirnya mereka juga tetep harus menikah. Batin Aulia bergejolak.
"Sebenarnya aku memang salah karena masih berhubung dengan Renata, dan kami melakukan sebuah kesalahan sehingga mengharuskan kami untuk menikah."
"Apa kekasihmu hamil?" Aulia menatap Sandi tajam. Pria itu melihat pancaran kekecewaan di sorot mata istri sah-nya itu.
Sandi mengangguk lemah. Dia akan siap mendapatkan kemarahan dari Aulia. Wanita yang berhasil memporak-porandakan hatinya.
"Maaf kan aku Aulia, aku benar-benar telah berdosa, sampai hubungan ku dan Renata sampai sejauh ini. Tetapi aku akan berusaha adil dengan istri-istriku." Sandi memeluk Aulia erat.
Dia tidak ingin Aulia meninggalkannya. Tidak, Sandi sudah mulai mencintai Aulia, rasa cinta itu tumbuh dengan subur seiring berjalannya waktu. Sepertinya dia telah menelan ludahnya sendiri. Sandi ingat ketika dia mengatakan kepada Renata bahwa akan menceraikan Aulia secepatnya, tetapi nyatanya sekarang kata-kata cerai itu akan sangat dia hindari. Sandi tidak ingin berpisah dengan Aulia.
"Maaf sayang, maafkan Mas, Mas janji akan menjadikan kamu prioritas utama, karena nenek sangat membutuhkan mu."
Begitupun aku, aku tidak akan membiarkan mu pergi Aulia.
Aulia sudah tidak bisa menahan air matanya, luluh sudah air mata yang sejak tadi dia tahan, wanita sholihah itu menangis tersedu di dalam pelukan sang suami.
Ternyata selama ini Sandi perhatian kepadanya hanya karena sang nenek. Sandi masih membutuhkan Aulia untuk nenek Sari, karena nenek Sari begitu menyayanginya.
"Aku memaafkanmu mas, aku tahu bahwa Sebenarnya aku adalah orang ketiga dalam hubunganmu dan Mbak Renata, aku paham posisiku di sini,, aku berjanji akan merawat nenek dengan penuh kasih sayang dengan ketulusan hatiku, dan aku juga berjanji akan terus selalu menjadi istri yang baik untukmu." Ucap Aulia berusaha tegar.
Aulia tidak akan meminta cerai dari Sandi, di dalam agamanya perceraian sangat di benci oleh Tuhan. Aulia akan menerima kalau memang dia harus dimadu. Dalam Islam seorang pria di perbolehkan berpoligami asalkan dia bisa bersikap adil dengan istri-istrinya.
Aulia ikhlas dan pasrah dengan takdirnya, mungkin memang sudah menjadi jalan takdirnya bahwa di dalam pernikahannya dia harus berbagi suami dan cinta.
Ya, Aulia berharap bahwa Sandi juga bisa mencintainya seperti Sandi mencintai Renata.
"Terima kasih sayang, terima kasih karena telah memaafkanku." Sandi mengecup pucuk kepala Aulia yang masih tertutup hijab itu.
Ya Allah, maafkan hambamu ini,, aku telah menyakiti hati istriku Aulia, dia wanita yang benar-benar baik dan Sholihah. Aulia sangat menyayangi nenek dan juga sangat perhatian kepadaku,, tetapi aku telah melukai hatinya. Aulia Aku berjanji akan menebus semua kesalahanku, entah bagaimana dengan Renata aku juga akan berusaha menjadi suami yang terbaik untuknya. Tetapi hanya kamu Aulia yang tetap aku nomor satukan. Batin Sandi.
"Mas, aku ke kamar mandi dulu ya?" Ucap Aulia melepaskan pelukan Sandi.
"Kamu mau ngapain?" Tanya Sandi.
"Aku mau pipis mas, sebentar ya, kamu sudah mandi kan?" Sandi mengangguk, matanya tidak pernah lepas dari wajah Aulia.
Setelah beberapa saat Aulia keluar dari dalam kamar mandi menggunakan Lingerie yang seksi. Sandi hampir saja tidak mengedipkan matanya melihat istrinya yang sangat cantik dan seksi itu. "Sayang, apa kamu berusaha menggoda ku?" Sandi menghampiri Aulia yang terlihat menunduk.
"Kamu cantik sekali, aku sangat suka saat kamu memakai lingerie seperti ini, membuatku langsung berhasrat." Sandi menarik tubuh Aulia ke dalam dekapannya.
Pria itu mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Aulia mesra. Perlahan Sandi menuntun sang istri ke arah ranjang tanpa melepaskan tautannya.
Mas Sandi, aku tahu kamu menyukai wanita yang seksi, mungkin Renata juga sangat seksi, tapi aku punya cara sendiri untuk membuatmu menyukaiku. Aku akan selalu memakai pakaian seperti ini saat di dalam kamar, agar kamu juga bisa mengakui bahwa aku adalah istri yang bisa membuatmu nyaman dan senang. Batin Aulia.
"Sayang, aku sangat bahagia dan aku sangat menyukai semua yang ada di tubuhmu." Ucap Sandi di sela kegiatannya yang sudah berada di atas Aulia.
Aulia hanya tersenyum, akhirnya mereka saling menyalurkan rasa sakit dengan sebuah kenikmatan yang tiada tara.
Bersambung.
Hai akak reader 🥰
Aulia harus membagi cintainya, tetapi dia tidak akan memyerah dengan pernikahannya. Sedangkan Sandi juga egois nih, gak mau kehilangan Aulia, tetapi harus membagi hatinya dengan kedua istri. Sama-sama saling mengikat Ternyata.
Bagaimana kelanjutannya?
JANGAN LUPA LIKE, BUNGA DAN VOTE, KARENA OTHOR AKAN USAHAKAN UP TIAP HARI 🌷🌷🌷☕☕☕☕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Forta Wahyuni
hadeuh, lgi2 wanita yg hrs nrimo n knp stiap novel yg dibaca alurnya rata2 bgini. dasar lelaki murahan, jd prempuan jg jgn bodoh.
2023-07-07
1
Juan Sastra
oke kita lihat sampai di titik mana kesabaran itu..dan selama kesabaran itu masih di miliki aulia bersenang senanglah kau sandi sampai batas itu sendiri dan doakan agar nenekmu panjang umur
2023-05-25
0
Dewi Zahra
semangat Aulia
2022-06-21
0