CHAPTER 18

Disebuah lapangan tepatnya dikawasan istana yang megah terdapat banyak sekali orang yang sedang berbaris rapi mendaftarkan diri mereka untuk mengikuti pertandingan yang dilakukan 5 tahun sekali itu.

Berbeda dengan seorang gadis yang nampak duduk santai dibawah pohon rindang yang tidak jauh dari tempat pendaftaran, bahkan gadis itu terlihat sedang memakan buah apel yang segar, entah berapa buah yang telah ia makan.

"Hei apakah kau tidak mendaftarkan dirimu" tanya seseorang.

Gadis itu mendongakkan kepalanya melihat siapa yang bertanya, ternyata seorang perempuan cantik yang nampak berumur 16 an tahun, disampingnya juga ada 2 orang laki-laki tampan dan satu perempuan yang juga terlihat cantik.

"Nanti" jawab Mo Da Xia singkat.

"Kenapa" tanya perempuan itu bingung.

"Buat apa berdesakan, bukan kah hasilnya akan sama saja"

"Kau benar" ucapnya kagum dengan pemikiran gadis kecil didepannya.

"Siapa namamu" bukan perempuan yang tadi melainkan perempuan yang satunya.

"Mo Da Xia"

"Bukankah kau.."

"Ya" potong Mo Da Xia sebelum ucapan laki-laki teman perempuan tadi selesai, karena ia tahu apa yang ada dipikiran laki laki itu.

"Tapi bukankah kau masih berumur 11 tahun" tanya laki laki yang satunya lagi dan hanya dijawab anggukan oleh Mo Da Xia.

"Apakah kau yakin ingin mengikuti pertandingan ini, kau bahkan masih kecil" ucap laki laki itu lagi ada sedikit kekhawatiran dari ucapannya, sehingga membuat teman-teman nya ralat tapi saudara nya melihat ke arah nya.

"Apakah aku tidak salah dengar, Kakak Jin Zhuxing terlihat khawatir pada seseorang, bahkan yang ia khawatir kan adalah seorang gadis kecil yang dirumorkan seorang sampah" batin laki laki satunya menatap Jin Zhuxing dengan heran, bahkan kedua perempuan disampingnya juga sama.

"Tidak ada kata tidak yakin dalam hidup saya, sebesar apapun rintangan yang akan terjadi tak akan bisa membuat saya mundur" ucapnya lagi lagi membuat keempat bersaudara itu kagum terhadap nya.

"Mana ada seorang sampah yang memiliki pemikiran seperti ini, rumor sungguh tidak bisa dipercaya" batin mereka berempat.

"Saya permisi" ucap Mo Da Xia yang langsung melangkah meninggalkan keempat bersaudara itu ketika melihat tempat pendaftaran sudah kosong.

Setelah mendaftar Mo Da Xia berjalan jalan mencari restoran didekat istana untuk mengisi perut nya yang sudah keroncong an karena hari sudah siang, bahkan matahari tepat berada diatas kepala nya.

Mo Da Xia menyinggahi restoran yang terlihat mewah, saat masuk kedalam terlihat begitu ramai pengunjung yang menikmati makan siang mereka, Mo Da Xia memilih menduduki meja yang berada paling pojok dan langsung memesan semua menu yang ada di restoran itu.

Banyak orang yang menatap nya dengan tatapan tak percaya ketika semua makanan yang ia pesan tertata rapi didepannya, namun Mo Da Xia tidak perduli dengan respon orang disekitar nya dan langsung memakan makanan nya dengan lahap.

Mo Da Xia makan dengan tenang, namun ketenangan nya langsung hancur ketika ada seorang gadis yang langsung duduk didepannya dan memakan makanan nya tanpa meminta izin terlebih dahulu.

"Apa yang kau lakukan" tanya Mo Da Xia marah.

"Tentu saja lagi makan" jawabnya dengan wajah tak tahu malu.

"Dimana sopan santun mu hah" teriak Mo Da Xia sehingga membuat nya menjadi pusat perhatian.

"Ak u hanya i ngi n mer a sakan ma kanan enak in i, hikss" ucapnya terbata dan mengeluarkan air mata buayanya karena merasa diperhatikan semua orang, sehingga membuat orang disekitar menatap kasihan padanya.

"Nona kenapa kau memarahi nya" ucap seorang wanita paruh baya menunjukkan simpati nya terhadap gadis tak tahu malu itu.

"Karena dia memakan makanan saya, bahkan dia tidak meminta izin terlebih dahulu pada saya" ucap Mo Da Xia kesal.

"A aku sudah meminta izin padanya namun dia tidak menanggapi nya, hiks" ucapnya semakin menjadi jadi.

"Omong kosong apa yang kau ucapkan hah" bentak Mo Da Xia.

"Nona mengapa kau membentak nya hanya karena makanan saja, tidak kah kah kau kasihan melihatnya, berikanlah makanan itu padanya, bukankah kau bisa membelinya lagi, dari yang terlihat kau seperti seorang Nona muda yang kaya" ucap wanita paruh baya itu lagi.

"Mengapa tidak kau saja yang memberi nya" ucap Mo Da Xia tersenyum aneh, membuat orang disekitar bertanya tanya apa yang ada didalam fikiran gadis kecil didepan mereka.

"Ayolah nona mengapa kau begitu pelit, memangnya berapa harga makanan itu" tanya nya berniat ingin membelikan gadis itu makanan, ia mengira makanan yang Mo Da Xia beli adalah makanan yang murah bukan yang kelas atas.

Mo Da Xia yang mendengar ucapan wanita paruh baya itu langsung memanggil pelayan.

"Pelayan" teriak Mi Da Xia, membuat pelayan yang tadi melayani nya berlari terbirit-birit menuju arahnya.

"Iya Nona" ucap pelayan itu menunduk.

"Sebutkan harga dari semua makanan yang aku pesan" perintah nya.

"600 koin emas Nona" ucap pelayan itu membuat semua orang didalam restoran itu membelalakkan matanya, ya Mo Da Xia memang membeli semua makanan kelas atas yang ada di restoran itu sehingga harganya begitu mahal.

"Apakah anda sanggup" tanya Mo Da Xia tersenyum miring, membuat wanita paruh baya itu mematung ditempatnya.

"Anda bahkan tidak melihat apa yang dilakukannya namun anda begitu membelanya, bahkan anda membela seorang gadis yang tak tahu malu yang langsung duduk dan memakan makanan saya tanpa izin terlebih dahulu" lanjut Mo Da Xia.

"Yang dikatakan Nona itu benar, saya melihat gadis itu langsung duduk dan memakan makanan yang Nona itu punya bahkan tanpa meminta izin terlebih dahulu" ucap seorang wanita paruh baya lainnya, membuat wanita paruh baya yang membela gadis itu menundukkan kepalanya karna malu telah membela orang yang salah.

Sedangkan gadis itu yang merasa tidak ada yang membelanya lagi mencoba untuk kabur namun semua itu terlihat oleh Mo Da Xia, namun Mo Da Xia membiarkan nya saja.

Mo Da Xia yang sudah tidak selera makan lagi langsung keluar dari restoran setelah membayar semua makanan yang dipesannya tadi.

"Yin, simpan wanita itu untukku" perintah Mo Da Xia setelah keluar dari restoran.

"Baik Nona" ucap Yin dan langsung keluar dimensi untuk melakukan apa yang nonanya perintah kan.

Mo Da Xia berjalan kembali ke lapangan yang akan digunakan untuk pertandingan masih dengan perasaan kesal dengan kejadian tadi, saat sampai ia melihat begitu banyak orang yang berkerumun mendengarkan pengumuman, ia mendekat untuk mendengar apa yang sedang diumumkan oleh pembawa acara yang berada ditengah arena pertandingan.

"Baiklah semua peserta yang telah mendaftar kan diri diharap agar mengambil masing masing satu gulungan kecil yang ada didalam wadah ini" ucap pembawa acara setelah sebelumnya berbasa basi.

"Dari semua kertas itu terdapat dua angka yang menentukan kalian akan menjadi penantang atau yang ditantang, jika tulisan nya angka berwarna merah maka dia memiliki hak untuk menantang peserta yang mendapat angka berwarna hitam, setelah melihat mendapat angka masing masing, maka buat lah barisan khusus antara angka berwarna merah yaitu penantang dan angka berwarna hitam yaitu yang ditantang" lanjutnya.

Entah keberuntungan atau seperti apa Mo Lan Lan mendapatkan angka berwarna merah, sedangkan Mo Da Xia mendapatkan angka berwarna hitam.

.

Jangan lupa like, komen dan vote yaa 🥰.

.

Terpopuler

Comments

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

keberuntungan dan lainnya ada di tangan author /Chuckle/

2024-12-08

1

anggrek violet

anggrek violet

bukan keberuntungan buat Mo lan lan,,,,tapi KESIALAN yg dia dapatkan,,,,,

2022-04-09

0

Naruto-kun~

Naruto-kun~

Semangat thor 🤩

2021-11-10

3

lihat semua
Episodes
1 Prolog & CHAPTER 1
2 CHAPTER 2
3 CHAPTER 3
4 CHAPTER 4
5 CHAPTER 5
6 CHAPTER 6
7 CHAPTER 7
8 CHAPTER 8
9 CHAPTER 9
10 CHAPTER 10
11 CHAPTER 11
12 CHAPTER 12
13 CHAPTER 13
14 CHAPTER 14
15 CHAPTER 15
16 CHAPTER 16
17 CHAPTER 17
18 CHAPTER 18
19 CHAPTER 19
20 CHAPTER 20
21 CHAPTER 21
22 CHAPTER 22
23 CHAPTER 23
24 CHAPTER 24
25 CHAPTER 25
26 CHAPTER 26
27 CHAPTER 27
28 CHAPTER 28
29 CHAPTER 29
30 CHAPTER 30
31 CHAPTER 31
32 CHAPTER 32
33 CHAPTER 33
34 CHAPTER 34
35 CHAPTER 35
36 CHAPTER 36
37 CHAPTER 37
38 CHAPTER 38
39 CHAPTER 39
40 CHAPTER 40
41 CHAPTER 41
42 CHAPTER 42
43 CHAPTER 43
44 CHAPTER 44
45 ---------
46 UNTUK PARA PEMBACA KU
47 CHAPTER 45
48 CHAPTER 46
49 CHAPTER 47
50 CHAPTER 48
51 CHAPTER 49
52 CHAPTER 50
53 CHAPTER 51
54 CHAPTER 52
55 CHAPTER 53
56 CHAPTER 54
57 CHAPTER 55
58 CHAPTER 56
59 CHAPTER 57
60 CHAPTER 58
61 CHAPTER 59
62 CHAPTER 60
63 CHAPTER 61
64 CHAPTER 62
65 CHAPTER 63
66 CHAPTER 64
67 CHAPTER 65
68 ---------
69 CHAPTER 66
70 Ya begitulah.
71 CHAPTER 67
72 CHAPTER 68
73 CHAPTER 69
74 CHAPTER 70
75 CHAPTER 71
76 CHAPTER 72
77 CHAPTER 73
78 CHAPTER 74
79 CHAPTER 75
80 CHAPTER 76
81 CHAPTER 77
82 CHAPTER 78
83 CHAPTER 79
84 CHAPTER 80
85 CHAPTER 81
86 CHAPTER 82
87 CHAPTER 83
88 CHAPTER 84
89 CHAPTER 85
90 CHAPTER 86
91 CHAPTER 87
92 CHAPTER 88
93 CHAPTER 89
94 CHAPTER 90
95 RPSD
96 CHAPTER 91
97 RPSD
98 CHAPTER 92
99 CHAPTER 93
100 CHAPTER 94
101 CHAPTER 95
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Prolog & CHAPTER 1
2
CHAPTER 2
3
CHAPTER 3
4
CHAPTER 4
5
CHAPTER 5
6
CHAPTER 6
7
CHAPTER 7
8
CHAPTER 8
9
CHAPTER 9
10
CHAPTER 10
11
CHAPTER 11
12
CHAPTER 12
13
CHAPTER 13
14
CHAPTER 14
15
CHAPTER 15
16
CHAPTER 16
17
CHAPTER 17
18
CHAPTER 18
19
CHAPTER 19
20
CHAPTER 20
21
CHAPTER 21
22
CHAPTER 22
23
CHAPTER 23
24
CHAPTER 24
25
CHAPTER 25
26
CHAPTER 26
27
CHAPTER 27
28
CHAPTER 28
29
CHAPTER 29
30
CHAPTER 30
31
CHAPTER 31
32
CHAPTER 32
33
CHAPTER 33
34
CHAPTER 34
35
CHAPTER 35
36
CHAPTER 36
37
CHAPTER 37
38
CHAPTER 38
39
CHAPTER 39
40
CHAPTER 40
41
CHAPTER 41
42
CHAPTER 42
43
CHAPTER 43
44
CHAPTER 44
45
---------
46
UNTUK PARA PEMBACA KU
47
CHAPTER 45
48
CHAPTER 46
49
CHAPTER 47
50
CHAPTER 48
51
CHAPTER 49
52
CHAPTER 50
53
CHAPTER 51
54
CHAPTER 52
55
CHAPTER 53
56
CHAPTER 54
57
CHAPTER 55
58
CHAPTER 56
59
CHAPTER 57
60
CHAPTER 58
61
CHAPTER 59
62
CHAPTER 60
63
CHAPTER 61
64
CHAPTER 62
65
CHAPTER 63
66
CHAPTER 64
67
CHAPTER 65
68
---------
69
CHAPTER 66
70
Ya begitulah.
71
CHAPTER 67
72
CHAPTER 68
73
CHAPTER 69
74
CHAPTER 70
75
CHAPTER 71
76
CHAPTER 72
77
CHAPTER 73
78
CHAPTER 74
79
CHAPTER 75
80
CHAPTER 76
81
CHAPTER 77
82
CHAPTER 78
83
CHAPTER 79
84
CHAPTER 80
85
CHAPTER 81
86
CHAPTER 82
87
CHAPTER 83
88
CHAPTER 84
89
CHAPTER 85
90
CHAPTER 86
91
CHAPTER 87
92
CHAPTER 88
93
CHAPTER 89
94
CHAPTER 90
95
RPSD
96
CHAPTER 91
97
RPSD
98
CHAPTER 92
99
CHAPTER 93
100
CHAPTER 94
101
CHAPTER 95

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!