Tok.. Tok.... Tok.....
"Nona" panggil pelayan sambil mengetuk pintu kamar Mo Da Xia, namun tak ada sahutan dari dalam.
Berkali-kali pelayan itu mengetuk pintu dan memanggil manggil nya, namun masih tak ada sahutan, akhirnya pelayan itu memutuskan untuk membuka pintu kamar karena menghawatirkan Mo Da Xia.
Sedangkan orang yang dikhawatirkan ternyata masih berlayar di alam mimpinya, Mo Da Xia bahkan nampak tidak terganggu sekali dengan panggilan pelayan itu.
"Astaga Nona muda, ternyata ia sedang tertidur pulas" ucap pelayan itu menghela nafas lega karena nona yang ia khawatir kan baik baik saja.
"Nona" panggil pelayan itu pelan sambil menggoyang pelan tubuh Mo Da Xia.
Setelah beberapa kali pelayan itu mencoba membangunkan nya, akhirnya Mo Da Xia membuka matanya dengan berat.
"Ada apa" tanya Mo Da Xia sambil meregangkan tubuhnya.
"Pemimpin klan meminta anda untuk makan malam bersama dikediaman nya" jawab pelayan itu sopan, ya memang sekarang para pelayan tak ada lagi yang berlaku seenaknya dengan Mo Da Xia.
"Baiklah, kau boleh keluar, saya akan kesana setelah membersihkan diri" ucap Mo Da Xia.
"Baik Nona muda" ucap pelayan itu lalu berlalu pergi.
Setelah pelayan itu pergi Mo Da Xia langsung membersihkan dirinya sendiri, sebenarnya Mo Zu An sudah menyuruh beberapa pelayan untuk membantu nya membersihkan diri dan paviliun nya, namun Mo Da Xia menolaknya karena ia tidak ingin tempat pribadi nya di masuki sembarang orang.
Mo Da Xia keluar dari kediaman nya menuju ruang makan kediaman Mo Zu An dengan menggunakan hanfu berwarna merah bermotif Phoenix yang disulam menggunakan benang emas.
Mo Da Xia melangkah dengan langkah tegasnya, dengan aura kepemimpinan yang memang selalu melekat ditubuhnya, dan tentu saja dengan kecantikannya yang selalu saja membuat orang yang melihat nya menatap nya kagum, meskipun itu seorang wanita.
Saat Mo Da Xia sampai didepan pintu ruang makan, salah satu penjaga langsung berteriak memberitahukan kedatangannya.
"NONA MUDA MO DA XIA TELAH TIBA" teriak penjaga itu dengan kencang, membuat Mo Da Xia langsung membuat pelindung tipis agar telinga nya tidak berdengung sakit ketika mendengar nya.
"Apakah mereka selalu berteriak seperti ini"sungut nya dalam hati.
Mo Da Xia langsung melangkah ke dalam ruang makan.
"Salam ayah" ucap Mo Da Xia berusaha membiasakan diri dengan tata Krama yang ada didunia ini, namun itu hanya akan berlaku pada orang yang menurut nya pantas dihormati nya.
"Duduklah" ucap Mo Zu An lembut.
Mo Da Xia pun langsung duduk ke kursi didepan ayahnya, dan langsung menyantap makanan didepannya dengan lahap seperti orang yang tidak makan satu tahun, membuat Mo Zu An melongo melihat selera makan putrinya sekarang.
"Jangan terburu buru Xia'er tidak ada yang akan mengambilnya darimu" ucapnya menasihati putrinya supaya tidak tersedak karena makan terburu-buru.
Namun Mo Da Xia hanya mendengarkan nya dan tetap melanjutkan makannya hingga habis.
"Xia'er ayah ingin berbicara dengan mu sebentar dikediaman ayah, apakah boleh" tanya nya karena tidak ingin memaksa putrinya untuk berbicara padanya.
"Tentu saja ayah" jawab Mo Da Xia dengan senyum manisnya.
"Baiklah kalau begitu ayo ke kediaman ayah" seru Mo Zu An.
"Gendong" pinta Mo Da Xia dengan puppy eyes nya.
"Baiklah, cepat naik ke punggung ayah" ucap Mo Zu An seraya berjongkok, dan langsung dilakukan Mo Da Xia. Mereka pun langsung menuju paviliun teratai yaitu kediaman Mo Zu An.
Disepanjang jalan mereka selalu disapa oleh para pelayan maupun keluarga atau murid klan yang sedang lewat, dan dibalas senyuman oleh Mo Zu An dan Mo Da Xia.
"Baiklah kita sudah sampai" ucap Mo Zu An ketika sudah berada diruang tamu kediaman nya dan langsung menurunkan Mo Da Xia dari gendongan nya.
"Apa yang ingin ayah bicarakan" tanya Xie Zuya langsung setelah duduk di kursi yang berhadapan dengan ayahnya.
"Ayah hanya ingin bertanya apa saja pencapaian mu selama latihan tertutup" tanya nya dengan senyum hangat diwajah nya yang masih terlihat begitu tampan.
"Begitukah" ucap Mo Da Xia diangguki oleh Mo Zu An.
"Sudah berada pada tingkat berapa kultivasi mu, atau apakah kau masih belum bisa berkultivasi" tanya nya ada kekhawatiran yang tersirat dalam ucapannya, karena ia tidak bisa melihat tingkatan kultivasi anaknya.
Mo Da Xia tidak menjawab pertanyaan ayah nya, ia langsung membawa ayah nya kedalam kalung dimensi miliknya.
"Ini dimana Xia'er" tanya Mo Zu An dengan wajah bingung nya.
"Kita berada didalam kalung dimensi ku ayah" jawab Mo Da Xia, membuat Mo Zu An menatap nya terkejut.
"Kau punya kalung dimensi" tanya Mo Zu An melotot tak percaya, sedangkan Mo Da Xia hanya mengangguk dan terkekeh kecil.
"Ayah ingin tau tingkat kultivasi ku bukan" tanya Mo Da Xia dan langsung diangguki Mo Zu An.
Mo Da Xia menutup mata dan mengangkat tangan nya, perlahan muncul cahaya putih kecil dan langsung melesat kedahi Mo Zu An, lalu membuka kembali matanya.
Sedangkan Mo Zu An langsung menutup mata nya ketika cahaya putih itu meleset kedahi nya, lalu membuka kembali matanya, namun bukannya melihat Mo Da Xia yang sekarang justru ia melihat Mo Da Xia yang masih berumur 6 tahun.
Mo Zu An melihat Mo Da Xia kecil yang sedang melakukan latihan dengan keras nya, bahkan tanpa kenal lelah, Mo Da Xia terlihat melakukan latihan berbagai ilmu beladiri yang tidak diketahui nya, ia juga melihat Mo Da Xia berlatih menggunakan senjata dengan begitu lihai, Mo Zu An terus menerus terkejut dan nampak takjub dengan latihan keras dan kemampuan Mo Da Xia, yang lebih membuatnya terkejut yaitu ketika ia melihat putrinya juga begitu lihai ketika membuat pil pil penyembuhan dan cairan racun yang begitu mematikan.
Mo Zu An yang terus menerus terkejut dan takjub kini semakin membuat nya terkejut bahkan melotot tak percaya bahkan badan nya sudah bergetar ketika melihat putrinya yang selama ini tidak bisa berkultivasi justru yang ia lihat sekarang begitu mengejutkan, ia melihat Mo Da Xia yang menyelesaikan meditasi nya dan sudah berada di tingkat tertinggi kultivasi yaitu tahap Nirwana, ia juga melihat Mo Da Xia semua elemen(kecuali elemen khusus, karena emang sudah Mo Da Xia tutupi).
Setelah melihat apa yang Mo Da Xia lakukan selama latihan tertutup kesadaran Mo Zu An kembali seperti semula, ia melihat Mo Da Xia dengan badan bergetar, dia sungguh tidak mengira bahwa putrinya merupakan seorang jenius yang terlahir sepuluh ribu tahun sekali.
Mo Da Xia melihat reaksi ayah nya langsung memeluk Mo Zu An erat.
"Kau sungguh hebat putriku, ayah sungguh beruntung memiliki mu" ucapnya menangis sambil memeluk putrinya.
"Ayah tenangkan lah dirimu, apakah ayah tidak malu dilihat mereka" ucap Mo Da Xia yang langsung menyadarkan Mo Zu An kalau ada beberapa orang yang tidak ia kenali sedang menatap ke arah mereka.
"Ekhmm" dehem Mo Zu An menetralkan raut wajah nya, namun didalam hati nya ia terus menggerutu karena menahan malu tertangkap basah tengah menangis.
"Siapa mereka" tanya Mo Zu An dengan santai seolah tadi tidak terjadi apapun, sedangkan Mo Da Xia yang melihat nya hanya terkekeh geli.
"Mereka adalah......
.
TINGKATAN KULTIVASI:
PENEMPAAN QI (1-9)
PONDASI QI (1-9)
KAISAR PETARUNG (1-5)
MISTERI (1-5)
NIRWANA (1-2) » Tingkatan yang hanya orang tertentu bisa mencapai nya.
.
Jangan lupa like, komen, dan vote yah...
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Erik Ganteng
otakku masih perang antara xie zuya, mo zuya, mo da xia
2022-06-21
3
Afika Jamila
up up up up up up up up up up up up
2022-04-06
0
Happiness don't have known 🖤
sebenarnya ini namanya Xie zuya atau Mo Da Xia sih😮 ak bingung 😕 ini 😩
Krn kadang dia dipanggil Xie zuya kadang juga dipanggil Mo Da Xia ?😐🤔😯
2022-03-01
0