Disebuah kediaman mewah atau lebih tepatnya dikediaman pemimpin klan nampak seorang pria menghawatirkan gadis kecil yang terlihat begitu lemah, mereka adalah Mo Zu An dan Mo Da Xia.
Mo Zu An yang melihat anak nya seperti menginginkan sesuatu pun bertanya.
"Kau mau apa Xia'er" tanya Mo Zu An lembut kepada Mo Da Xia.
"Airrr" ucap Mo Da Xia lemah, Mo Zu An yang mendengar itupun langsung menggambil kan air di atas meja disamping tempat tidur anak nya itu.
Mo Da Xia menerima air putih itu lalu menenggak nya sampai habis.
"Bagaimana keadaan mu" tanya Mo Zu An pada anaknya.
"Kau siapa" pertanyaan yang tertahan sedari tadi pun Mo Da Xia ucapkan sehingga membuat Mo Zu An membelalakkan matanya terkejut.
"Akhhh...." Jerit Mo Da Xia saat kepala nya terasa sangat sakit melebihi ditusuk ribuan jarum, perlahan-lahan ingatan pemilik tubuh sebelum mulai memasuki pikirannya, ingatan ketika Mo Da Xia ditindas Mo Lan Lan, dicaci keluarga klan nya, bahkan ditatap rendah oleh rakyat.
Bahkan kejadian sebelum Mo Da Xia yang asli mati pun terekam dengan jelas dikepalanya.
[FLASHBACK]
Sebuah taman dibelakang kediaman pemimpin klan tampak lah seorang gadis sedang menikmati keindahan alam yang sangat cantik menurutnya, taman itu adalah merupakan tempat favorit gadis kecil itu.
Tidak ada satupun pelayan yang menemani nya, para pelayan hanya menemaninya ketika pemimpin ada dikediaman, dan bersikap seolah-olah begitu perhatian dengan Nona muda nya.
Tak lama setelah itu datang seorang gadis berumur 12 tahun ke arahnya membuat gadis kecil yang sedang duduk dikursi ditaman itu langsung menolehkan kepala kebelakang ketika mendengar suara langkah kaki mendekat.
Mo Lan Lan langsung menampilkan senyum palsunya ketika gadis kecil yang berada di taman itu menoleh ke arahnya.
"Jiejie" seru gadis kecil itu girang.
"Iya meimei" ucapnya dengan senyum palsu kakinya melangkah mendekati gadis kecil itu dan duduk disampingnya, gadis kecil itu adalah Mo Da Xia yaitu anak dari seorang pemimpin klan Mo yang selalu dihina hina semua orang sebagai sampah tak berguna.
"Maafkan jiejie meimei, jiejie menyesal selalu menyiksamu padahal kau tidak salah apa apa" ucapnya menunduk sedih untuk menutupi bibir nya yang sedang menyeringai licik.
Mo Da Xia yang mendengar itu pun tentu saja bahagia ia mengira Mo Lan Lan benar benar meminta maaf padanya, Mo Da Xia sangat menyayangi kakak sepupu nya itu, tentu saja ketika mendengar permintaan maaf nya Mo Da Xia menjadi sangat bahagia.
"Tidak apa-apa jiejie aku sudah memaafkan mu sedari dulu" ucap Mo Da Xia dengan senyum yang mengambang.
Mo Lan Lan yang mendengar itu pun mengangkat kepalanya dengan raut wajah bahagia dan langsung memeluk Mo Da Xia dengan erat, padahal mulutnya sudah mau mengumpat mencaci Mo Da Xia sebagai gadis lemah tak berguna.
"Kalau begitu maukah kau menemaniku berbelanja kepasar" ajak Mo Lan Lan dengan senyum palsu nya.
"Mau jiejie" seru Mo Da Xia bahagia.
"Sebentar lagi dan dirimu akan menemui raja neraka adik"batin Mo Lan Lan sembari menyeringai.
Setelah bersiap siap mereka langsung pergi kepasar untuk berbelanja, akan tetapi ditengah perjalanan justru Mo Lan Lan mengajak nya berbelok ke arah air terjun yang banyak bebatuan nya dengan alibi ingin mengajak Mo Da Xia berjalan jalan menikmati keindahan air terjun.
Namun baru saja sampai ditempat itu Mo Lan Lan langsung mendorong Mo Da Xia hingga kepala nya terkena batu lancip dan terguling guling karena tempat nya memang sedikit miring.
Sebelum kesadarannya hilang Mo Da Xia sempat melihat Mo Lan Lan berbicara dan tersenyum licik ke arahnya, Mo Da Xia benar benar tidak menyangka orang yang dia sayangi yang ia kira sudah berubah justru dengan tega membunuh dirinya.
"Sekarang tidak ada lagi yang lebih cantik dari diriku di dalam klan, meskipun kau lemah tapi wajahmu itu lebih cantik dari diriku sehingga aku harus menyingkirkan dirimu dan sekarang hal itu bisa terjadi, ahh aku benar-benar bahagia" ucap Mo Lan Lan tersenyum senang.
"Selamat jalan adikku" ucapnya seraya membenturkan sekali lagi kepalanya ke batu yang berada didekat Mo Da Xia.
Dukkk... kepala Mo Da Xia terbentur dengan sangat keras membuat Mo Da Xia langsung kehilangan nafasnya detik itu juga.
Dengan percaya dirinya Mo Lan Lan membawa pulang Mo Da Xia karena dia mengira bahwa gadis itu sudah mati setelah memeriksa nadi Mo Da Xia. Namun yang ia kira sudah mati itu justru akan menjadi petaka buat dirinya kedepannya, karena memang bukan Mo Da Xia lagi yang menempati tubuh itu tapi jiwa seorang profesor hebat, ahli beladiri, multitalenta, tentu saja dengan sisi kejam yang berhasil ia sembunyikan di dunianya sebelumnya.
[FLASHBACK OFF]
.
jangan lupa like, komen dan vote yaa 🥰
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
EL CASANDRA
🤔 aku liat ulang thor hehe, walau agak kurang nyaman karena dah nyaman di Zuya tapi mencoba menyinkronkan, semangat ya thor revisinya👊🏻, kukasih hadiah deh buat penyemangat
2021-12-01
5
Naruto-kun~
Wahhh cari mati tuh Lan Lan
2021-11-10
3
el_shiraz
lanjut...
2021-10-25
2