CHAPTER 5

"An Ming, bisakah kau menjelaskan tentang dunia tempat ku tinggal ini" pinta Mo Da Xia pada An Ming.

"Tentu saja Yang mulia, tapi tidak bisa sekarang karena saya merasakan ada yang mendekati kamar yang anda tempati Yang mulia, takut nya akan terjadi kekacauan jika ayah anda mengetahui anda tidak berada di kediaman nya Yang mulia" ucap An Ming.

"Baiklah nanti aku akan kembali lagi, tapi bagaimana caranya aku keluar" tanya Mo Da Xia bingung.

"Anda tinggal mengucapkan keluar Yang mulia"jelas An Ming.

"Keluar" gumam Mo Da Xia, seketika ia langsung berada didalam kamar yang sedang ia tempati, namun ketenangan nya langsung terusik karena ada seseorang yang membuka pintu kamar nya secara kasar.

Brakkkkk...

"Heh kau cepat ke ruang makan, pemimpin menyuruh mu makan malam bersamanya" ucap seseorang seolah memerintah bawahan sambil menunjuk tepat didepan wajah Mo Da Xia yang nyatanya dirinya hanya seorang pelayan namun Mo Da Xiahanya memandang dirinya datar.

"Dasar jal*ng, apakah kau tuli sehingga kau hanya menatap ku seperti itu hah" bentak pelayan itu, namun Mo Da Xia masih menatap datar dirinya, karena merasa diacuhkan pelayan itu pun langsung melayangkan tamparan pada pipi Mo Da Xia.

Plakkkk...

Suara tamparan keras menggema didalam kamar Mo Da Xia, pelayan itu menatap tidak percaya pada gadis kecil yang sedang berdiri diatas tempat tidur didepannya, bukannya Mo Da Xia yang dapat tamparan keras justru pelayan rendahan didepan nya lah yang mendapat tamparan yang sangat keras, bahkan kini pipinya begitu merah dengan darah yang mengalir disudut bibirnya.

"Hanya seorang pelayan rendahan berani berani nya kau berbicara seolah aku adalah bawahan mu dan membentak diriku yang mana aku adalah tuanmu di klan ini" ucap Mo Da Xia menatap tajam pelayan didepannya yang tampak gemetar.

Dengan gerakan cepat Mo Da Xia sudah berada di belakang pelayan itu dan langsung melayangkan tendangan nya hingga pelayan itu tersungkur kedepan, jangan lupakan meskipun tubuhnya adalah gadis kecil namun wanita dewasa lah sekarang yang menempati nya.

Tidak cukup disitu Mo Da Xia langsung menyeret pelayan itu untuk keluar dari kediaman nya, sedangkan pelayan yang ditarik oleh Mo Da Xia hanya pasrah karena tidak berani melawan ketika melihat tatapan tajam dari Mo Da Xia.

Brughhh...

Suara pelayan yang dilempar oleh Mo Da Xia membuat pelayan yang sedang berlalu lalang langsung menghentikan langkah mereka untuk melihat kejadian yang bahkan tidak pernah dilihat oleh mereka selama bekerja di dalam klan.

"Ssshhhh..." desis pelayan itu ketika rambut nya ditarik dengan kencang oleh Mo Da Xia.

"Tunggu disini atau aku tidak akan melepaskan mu hingga kau mati" bisik Mo Da Xia ditelinga nya dan langsung di angguki oleh pelayan itu dengan wajah yang penuh dengan air mata.

Dengan langkah cepat Mo Da Xia masuk kedalam kediaman mencari sesuatu untuk melakukan hal yang sudah lama tidak ia lakukan pada musuh yang selalu mengincarnya untuk menggagalkan penelitian yang ia lakukan ketika didunia nya sebelumnya.

Setelah mendapat apa yang ia cari, Mo Da Xia pun langsung keluar menuju pelayan yang tadi berada sambil tersenyum indah, akan tetapi terlihat mengerikan oleh musuh musuh nya.

Bahkan pelayan yang ia lempar tadi semakin bergetar ketakutan melihat apa yang berada ditangan gadis kecil yang selalu ia hina sebagai gadis lemah tak berguna itu.

Setelah berada didepan pelayan itu Mo Da Xia mulai melakukan apa yang sudah lama tidak ia lakukan.

"Akhhhhh....." teriak pelayan itu dengan air mata yang terus mengalir deras merasakan sakit yang luar biasa ketika wajah nya disayat oleh benda tajam, ya yang Mo Da Xia bawa adalah pisau buah yang berada didalam kamar nya karena ia tidak mempunyai belati.

Sedangkan sang pelaku justru tersenyum senang dan terus mengukir wajah pelayan itu dengan pisau yang ada ditangan nya, pelayan yang berada tidak jauh dari tempat itu berada bergidik ngeri dan takut tidak mengira orang yang selama ini mereka hina sekarang terlihat begitu mengerikan.

" A am p unni sa saya no na m muda" ucap pelayan itu terbata karena merasakan sakit yang luar biasa.

Namun Mo Da Xia tidak mendengarkan apa yang pelayan itu ucap kan, tidak hanya diwajah bahkan tangan dan kaki pelayan itu pun tidak luput dari karya indah Mo Da Xia.

Mo Da Xia merasa puas ia lalu menarik kembali rambut pelayan itu.

"Siapapun yang berani menyinggung ku mulai sekarang maka aku tidak akan mengampuninya, kau beruntung karena aku masih sedikit berbaik hati tidak membunuh mu" ucap nya dengan suara yang sengaja ia besarkan karena menjadi pusat perhatian.

Mo Da Xia pun melihat sekitar dan melihat dua orang penjaga yang berada didepan kediaman ayah nya itu.

"Kalian" tunjuk nya kearah dua orang itu, penjaga yang merasa dipanggil pun langsung menghadap karena tidak ingin bernasib sama dengan pelayan yang sedang tidak sadarkan diri didekat Nona muda mereka itu.

"Hormat kami Nona muda" ucap kedua penjaga serempak sembari menundukkan kepala mereka.

"Hm" dehem Mo Da Xia menjawab salam mereka

"Kalian bawa pelayan itu pergi dan bersihkan sisa nya" perintah Mo Da Xia yang langsung ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri lalu ke ruang makan untuk makan malam.

Para pelayan pun membubarkan diri mereka dan berpikir untuk tidak menyinggung Mo Da Xia lagi karena takut bernasib sama dengan pelayan yang mereka lihat tadi, bahkan berita tersebut langsung tersebar luas keluar klan Mo.

Pemimpin klan yang mendengar itu bukannya marah malah justru sebaliknya ia tersenyum bahagia merasa putrinya sekarang sudah tidak selemah dulu dan jadi pemberani.

Sedangkan Mo Da Xia yang sudah selesai membersihkan diri langsung menuju ruang makan yang memang terpisah dengan kediaman ayah nya. Setelah sampai Mo Da Xia langsung duduk dikursi nya dan memakan makanan yang ada didepannya.

Pelayan yang berada disitu pun sangat ingin mengumpat Mo Da Xia yang menurut mereka tidak ada sopan nya karena tidak memberi salam pada pemimpin klan, namun mereka tidak berani karena mengingat kejadian yang menimpa teman mereka tadi.

"Mengapa kau begitu lama Xia'er" tanya Mo Zu An berpura-pura tidak mengetahui apa yang terjadi.

"Maaf ayah, tadi aku membersihkan diri terlebih dahulu" bohong Mo Da Xia yang sebenarnya tidak sepenuhnya berbohong karena dia memang membersihkan diri terlebih dahulu sebelum keruang makan.

Mo Zu An yang mendengar putrinya berbohong pun hanya tersenyum kecil, ia pun tidak mempermasalahkan nya jika Mo Da Xia tidak mau memberi tahunya, namun Mo Zu An juga bahagia mendengar putrinya kembali memanggil nya ayah.

"Apakah kau sudah mengingat semua nya Xia'er" tanya Xie Zu An sambil tersenyum.

" Ya ayah" ucap Mo Da Xia.

Setelah itu tidak ada lagi obrolan yang terjadi antara anak dan ayah tersebut, mereka menyantap makanan yang ada dihadapan mereka dengan nikmat.

"Ayah aku akan kembali ke kediaman ku" ucap Mo Da Xia setelah mereka menghabiskan makannya membuat Mo Zu An pun mengernyit kan dahi nya mendengar penuturan anaknya itu

"Kenapa tidak dikediaman ayah dulu saja" tanya Mo Zu An. Ya memang Mo Da Xia memiliki kediaman sendiri yaitu paviliun anggrek.

"Tidak apa-apa ayah, lagi pula aku sudah sehat" jawab Mo Da Xia.

"Boleh kan ayah" Mo Da Xia berucap dengan raut seimut mungkin.

"Huhhh baiklah" ucap Mo Zu An pasrah.

.

Jangan lupa like, komen dan vote yaa 🥰

.

Terpopuler

Comments

Evi 060989

Evi 060989

up lg

2022-09-06

1

imah umaraya

imah umaraya

siapa Zuya?🤔🤔

2022-01-03

0

IG: Saya_Muchu

IG: Saya_Muchu

Semangat up thor

2021-12-27

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog & CHAPTER 1
2 CHAPTER 2
3 CHAPTER 3
4 CHAPTER 4
5 CHAPTER 5
6 CHAPTER 6
7 CHAPTER 7
8 CHAPTER 8
9 CHAPTER 9
10 CHAPTER 10
11 CHAPTER 11
12 CHAPTER 12
13 CHAPTER 13
14 CHAPTER 14
15 CHAPTER 15
16 CHAPTER 16
17 CHAPTER 17
18 CHAPTER 18
19 CHAPTER 19
20 CHAPTER 20
21 CHAPTER 21
22 CHAPTER 22
23 CHAPTER 23
24 CHAPTER 24
25 CHAPTER 25
26 CHAPTER 26
27 CHAPTER 27
28 CHAPTER 28
29 CHAPTER 29
30 CHAPTER 30
31 CHAPTER 31
32 CHAPTER 32
33 CHAPTER 33
34 CHAPTER 34
35 CHAPTER 35
36 CHAPTER 36
37 CHAPTER 37
38 CHAPTER 38
39 CHAPTER 39
40 CHAPTER 40
41 CHAPTER 41
42 CHAPTER 42
43 CHAPTER 43
44 CHAPTER 44
45 ---------
46 UNTUK PARA PEMBACA KU
47 CHAPTER 45
48 CHAPTER 46
49 CHAPTER 47
50 CHAPTER 48
51 CHAPTER 49
52 CHAPTER 50
53 CHAPTER 51
54 CHAPTER 52
55 CHAPTER 53
56 CHAPTER 54
57 CHAPTER 55
58 CHAPTER 56
59 CHAPTER 57
60 CHAPTER 58
61 CHAPTER 59
62 CHAPTER 60
63 CHAPTER 61
64 CHAPTER 62
65 CHAPTER 63
66 CHAPTER 64
67 CHAPTER 65
68 ---------
69 CHAPTER 66
70 Ya begitulah.
71 CHAPTER 67
72 CHAPTER 68
73 CHAPTER 69
74 CHAPTER 70
75 CHAPTER 71
76 CHAPTER 72
77 CHAPTER 73
78 CHAPTER 74
79 CHAPTER 75
80 CHAPTER 76
81 CHAPTER 77
82 CHAPTER 78
83 CHAPTER 79
84 CHAPTER 80
85 CHAPTER 81
86 CHAPTER 82
87 CHAPTER 83
88 CHAPTER 84
89 CHAPTER 85
90 CHAPTER 86
91 CHAPTER 87
92 CHAPTER 88
93 CHAPTER 89
94 CHAPTER 90
95 RPSD
96 CHAPTER 91
97 RPSD
98 CHAPTER 92
99 CHAPTER 93
100 CHAPTER 94
101 CHAPTER 95
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Prolog & CHAPTER 1
2
CHAPTER 2
3
CHAPTER 3
4
CHAPTER 4
5
CHAPTER 5
6
CHAPTER 6
7
CHAPTER 7
8
CHAPTER 8
9
CHAPTER 9
10
CHAPTER 10
11
CHAPTER 11
12
CHAPTER 12
13
CHAPTER 13
14
CHAPTER 14
15
CHAPTER 15
16
CHAPTER 16
17
CHAPTER 17
18
CHAPTER 18
19
CHAPTER 19
20
CHAPTER 20
21
CHAPTER 21
22
CHAPTER 22
23
CHAPTER 23
24
CHAPTER 24
25
CHAPTER 25
26
CHAPTER 26
27
CHAPTER 27
28
CHAPTER 28
29
CHAPTER 29
30
CHAPTER 30
31
CHAPTER 31
32
CHAPTER 32
33
CHAPTER 33
34
CHAPTER 34
35
CHAPTER 35
36
CHAPTER 36
37
CHAPTER 37
38
CHAPTER 38
39
CHAPTER 39
40
CHAPTER 40
41
CHAPTER 41
42
CHAPTER 42
43
CHAPTER 43
44
CHAPTER 44
45
---------
46
UNTUK PARA PEMBACA KU
47
CHAPTER 45
48
CHAPTER 46
49
CHAPTER 47
50
CHAPTER 48
51
CHAPTER 49
52
CHAPTER 50
53
CHAPTER 51
54
CHAPTER 52
55
CHAPTER 53
56
CHAPTER 54
57
CHAPTER 55
58
CHAPTER 56
59
CHAPTER 57
60
CHAPTER 58
61
CHAPTER 59
62
CHAPTER 60
63
CHAPTER 61
64
CHAPTER 62
65
CHAPTER 63
66
CHAPTER 64
67
CHAPTER 65
68
---------
69
CHAPTER 66
70
Ya begitulah.
71
CHAPTER 67
72
CHAPTER 68
73
CHAPTER 69
74
CHAPTER 70
75
CHAPTER 71
76
CHAPTER 72
77
CHAPTER 73
78
CHAPTER 74
79
CHAPTER 75
80
CHAPTER 76
81
CHAPTER 77
82
CHAPTER 78
83
CHAPTER 79
84
CHAPTER 80
85
CHAPTER 81
86
CHAPTER 82
87
CHAPTER 83
88
CHAPTER 84
89
CHAPTER 85
90
CHAPTER 86
91
CHAPTER 87
92
CHAPTER 88
93
CHAPTER 89
94
CHAPTER 90
95
RPSD
96
CHAPTER 91
97
RPSD
98
CHAPTER 92
99
CHAPTER 93
100
CHAPTER 94
101
CHAPTER 95

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!