CHAPTER 15

Mo Zu An langsung keluar menuju gerbang bersama para tetua yang mengikuti rapat tadi, namun saat sampai tidak ada seorang gadis yang penjaga ucap tadi disitu hanya ada beberapa pelayan yang sedang berlalu lalang mengerjakan tugas mereka.

"Apakah kau berbohong" tanya nya pada penjaga tadi.

"Tidak pemimpin, tidakkah anda melihat tadi teman saya dibawa beberapa murid klan" sanggah nya. Sedangkan Mo Zu An nampak berfikir, ia memang melihat beberapa murid klan Mo membawa penjaga gerbang yang tengah pingsan.

Mo Zu An melihat lihat sekitar dan melihat seorang pelayan yang sedang bekerja menyapu halaman di dekat gerbang.

"Kau kemarilah" perintah nya, pelayan itu dengan segera mendekat ke arahnya.

"Salam pemimpin" ucap pelayan, dan diangguki oleh Mo Zu An

"Apakah kau melihat gadis yang penjaga itu maksud" tanya Mo Zu An.

"Apakah yang pemimpin maksud seorang gadis yang memaksa masuk tadi" tanya pelayan itu dan diangguki oleh Mo Zu An.

"Saya melihat nya berjalan ke arah paviliun Nona muda mo Zuya pemimpin"

Mo Zu An yang mendengar itu langsung bergegas ke paviliun putri nya, diikuti para tetua dibelakangnya bahkan penjaga tadi juga masih mengikutinya.

Saat sampai mereka langsung masuk ke dalam paviliun dan melihat seorang gadis cantik yang tengah meminum teh dengan santai.

"Siapa kau" tanya Mo Zu An.

"Apakah ayah sudah tidak mengenaliku lagi" tanya nya cemberut. Sedangkan Mo Zu An sedang memikirkan maksud ucapan dari gadis kecil yang cantik didepannya itu.

"Apakah kau Xia'er" tanya nya ragu, dan dijawab anggukan oleh Mo Da Xia.

"Memangnya siapa lagi putri ayah selain aku, huh" ucapnya kesal dan memanyunkan bibirnya yang malah membuat nya terlihat menggemaskan, sedangkan para tetua yang melihat nya nampak menahan diri untuk tidak mencubit pipi gembul nya itu, kecuali satu orang yang hanya menatap nya sinis.

"Putriku, ayah sangat merindukanmu" ucap Mo Zu An yang langsung memeluk Mo Da Xia erat.

"Cih, ternyata yang melakukan kekacauan adalah seorang sampah, dasar gadis tidak berguna" ucap tetua pertama yang memang sudah tidak tahan untuk tidak menghina Mo Da Xia.

Mo Zu An yang mendengar hinaan pada putrinya langsung melepaskan pelukannya, tangan nya mengepal erat, bahkan wajah nya sudah merah padam.

"Ayah tenanglah" ucap Mo Da Xia bertelepati ketika ia melihat ayah nya begitu marah.

Mo Zu An langsung melihat ke arah Mo Da Xia dengan tatapan terkejut karena telepati bukan sembarang orang yang bisa mempelajarinya. Namun Mo Da Xia pura pura tidak melihatnya sehingga membuat nya hanya menghela nafas dengan kelakuan putrinya.

Mo Da Xia melihat ke arah tetua pertama dengan tatapan tajam nya, dan mengeluarkan 0,05 persen aura membunuh nya, membuat tetua pertama merinding takut namun ia berusaha terlihat biasa saja walau keringat mulai bercucuran membasahi wajahnya.

"Apakah benar anda seorang tetua pertama di klan ini, mengapa seorang tetua tidak mempunyai sopan santun sama sekali, huh" sarkas Mo Da Xia.

"Beraninya seorang gadis tak berguna seperti mu mengajariku sopan santun" teriak tetua pertama dengan muka yang merah padam.

"Dan beraninya anda meneriaki saya bahkan menghina saya yang mana saya adalah Nona muda disini" balas nya tajam membuat tetua pertama langsung terdiam bahkan tetua yang lain menatap nya tidak percaya.

"Meskipun kau adalah Nona muda disini tetap saja kau hanya gadis tidak berguna" ucap tetua pertama lagi setelah keterdiaman nya tadi.

Mo Da Xia yang mendengar itu langsung menyeret tetua pertama seperti tidak ada beban sama sekali. Sedangkan Mo Zu An dan para tetua lainnya terus mengikuti kemana Mo Da Xia membawa tetua pertama pergi.

"Hei apa yang kau lakukan hah" teriak tetua pertama karena semua orang yang mereka lalui terus menerus menatap ke arah mereka, namun Mo Da Xia tidak perduli dan tetap menyeret tetua pertama.

Mo Da Xia membawa tetua pertama ke arena yang biasa dilakukan untuk pertandingan di klan Mo. Para murid dan keluarga klan Mo yang melihat itu langsung berkerumun disekitar arena pertandingan melihat apa yang sedang terjadi.

"Mari kita buktikan siapa yang sampah dan tidak berguna disini" ucap Mo Da Xia setelah melepaskan tetua pertama.

"Apa yang akan kau lakukan putriku" tanya Mo Zu An.

"Saya menantang tetua pertama untuk melakukan pertandingan hidup dan mati disini" ucapnya dengan tatapan yang tajam ia bahkan meningkat kan sedikit aura membunuh nya, membuat hawa disekitar semakin mencekam dibuat nya.

"Hahaha apakah kau yakin, kau hanyalah sampah tak berguna, dan kau berani menantang ku untuk pertandingan hidup dan mati, apakah kau tidak sayang dengan nyawamu" ucap nya mencemooh Mo Da Xia, membuat orang orang yang menonton juga ikut mencemooh Mo Da Xia.

"Apakah anda takut sehingga sedari tadi anda hanya membual saja" sinis Mo Da Xia.

Tetua pertama yang mendengar itu langsung menarik pedang yang ia simpan dibalik jubahnya dan langsung menyerangnya, Mo Da Xia yang melihat itu pun langsung mengeluarkan pedang nya yang berwarna merah darah yang memiliki aura yang sangat besar dan langsung menyerang balik tetua pertama.

Tetua pertama yang merasakan tekanan dari pedang Mo Da Xia merasa takut, namun ia tidak bisa membatalkan pertandingan ini karena tentu saja akan membuat reputasi nya hancur.

Mo Da Xia menggunakan pedang nya dengan sangat lincah bahkan melebihi seorang ahli pedang dari klan Mo, serangan dari Mo Da Xia sangat cepat dan akurat, tidak ada celah untuk tetua pertama melawannya.

Tetua pertama terus menerus didesak oleh Mo Da Xia sehingga membuat nya kewalahan, sedangkan Mo Da Xia tidak membiarkan tetua pertama mendapat kesempatan sedikit pun untuk melawan.

Crashhhh.... suara pedang Mo Da Xia kepala tetua pertama hanya dengan satu kedipan mata, sehingga membuat semua orang terbelalak terkejut. Mereka mengira Mo Da Xia lah yang akan kalah, namun sekarang yang mereka lihat justru sebaliknya, bahkan kemampuan Mo Da Xia sangat hebat dalam berpedang.

Sedangkan Mo Da Xia hanya menampilkan raut wajah datar tanpa bersalah sedikitpun, Mo Da Xia turun dari arena pertandingan pedangnya sudah ia masukkan kembali ke dalam kalung dimensi.

Namun baru beberapa langkah Mo Da Xia menuruni arena pertandingan, teriakan seorang gadis membuat nya berhenti.

"Berani nya kau membunuh ayah ku gadis ******" teriak gadis itu marah

Mo Da Xia ke arah gadis yang meneriaki nya itu.

"Itulah sebabnya ketika ada orang yang berani menyinggung ku" ucap Mo Da Xia dengan senyuman manis nya.

"Aku akan membunuhmu" teriak gadis itu lalu menyerang Mo Da Xia, namun belum sempat ia menyerang badannya sudah terlempar jauh dan membentur tanah dengan keras.

"akhhh" pekik nya menahan sakit.

"Berhentilah bersikap bodoh kakak sepupu, simpan lah tenagamu untuk pertandingan besok" ucap Mo Da Xia, ya gadis yang berteriak tadi adalah Mo Lan Lan anak dari tetua pertama.

Setelah itu Mo Da Xia langsung melangkah pergi kembali ke paviliun nya meninggalkan Mo Lan Lan yang masih terdiam dengan tatapan benci yang terpancar dimatanya.

"Kau lihat saja besok aku akan membunuhmu, aku harus mencari cara untuk mengalahkan nya" gumam nya lalu berdiri dan pergi dari situ.

Sedangkan kerumunan yang mendengar Mo Da Xia membunuh tetua pertama karena telah menyinggung nya pun mulai berfikir agar tidak menyinggung Mo Da Xia lagi karena tidak ingin berakhir sama dengan tetua pertama.

Sedangkan Mo Da Xia saat ini sudah berada di paviliun nya dan langsung membersihkan dirinya, setelah itu Mo Da Xia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya dan langsung masuk ke alam mimpi nya.

.

Segini dulu yahhh, lanjut besok lagi, babaiiiii

.

Terpopuler

Comments

Ayu Adinda Candra dewi

Ayu Adinda Candra dewi

ni mana yg benar sih namanya,Mo Da Xia, tarnya Xie zuya????¿

2022-07-01

2

rivana

rivana

masih jadi pikiran di saya nya
sebenarnya nama marga Xie Zuya itu Mo atau Xie..?

2021-11-30

4

nia safira

nia safira

ceritanya hampir sama dengan ratu iblis..
tpi aku tetap membacanya. semngat thor.. 😍😍

2021-10-29

8

lihat semua
Episodes
1 Prolog & CHAPTER 1
2 CHAPTER 2
3 CHAPTER 3
4 CHAPTER 4
5 CHAPTER 5
6 CHAPTER 6
7 CHAPTER 7
8 CHAPTER 8
9 CHAPTER 9
10 CHAPTER 10
11 CHAPTER 11
12 CHAPTER 12
13 CHAPTER 13
14 CHAPTER 14
15 CHAPTER 15
16 CHAPTER 16
17 CHAPTER 17
18 CHAPTER 18
19 CHAPTER 19
20 CHAPTER 20
21 CHAPTER 21
22 CHAPTER 22
23 CHAPTER 23
24 CHAPTER 24
25 CHAPTER 25
26 CHAPTER 26
27 CHAPTER 27
28 CHAPTER 28
29 CHAPTER 29
30 CHAPTER 30
31 CHAPTER 31
32 CHAPTER 32
33 CHAPTER 33
34 CHAPTER 34
35 CHAPTER 35
36 CHAPTER 36
37 CHAPTER 37
38 CHAPTER 38
39 CHAPTER 39
40 CHAPTER 40
41 CHAPTER 41
42 CHAPTER 42
43 CHAPTER 43
44 CHAPTER 44
45 ---------
46 UNTUK PARA PEMBACA KU
47 CHAPTER 45
48 CHAPTER 46
49 CHAPTER 47
50 CHAPTER 48
51 CHAPTER 49
52 CHAPTER 50
53 CHAPTER 51
54 CHAPTER 52
55 CHAPTER 53
56 CHAPTER 54
57 CHAPTER 55
58 CHAPTER 56
59 CHAPTER 57
60 CHAPTER 58
61 CHAPTER 59
62 CHAPTER 60
63 CHAPTER 61
64 CHAPTER 62
65 CHAPTER 63
66 CHAPTER 64
67 CHAPTER 65
68 ---------
69 CHAPTER 66
70 Ya begitulah.
71 CHAPTER 67
72 CHAPTER 68
73 CHAPTER 69
74 CHAPTER 70
75 CHAPTER 71
76 CHAPTER 72
77 CHAPTER 73
78 CHAPTER 74
79 CHAPTER 75
80 CHAPTER 76
81 CHAPTER 77
82 CHAPTER 78
83 CHAPTER 79
84 CHAPTER 80
85 CHAPTER 81
86 CHAPTER 82
87 CHAPTER 83
88 CHAPTER 84
89 CHAPTER 85
90 CHAPTER 86
91 CHAPTER 87
92 CHAPTER 88
93 CHAPTER 89
94 CHAPTER 90
95 RPSD
96 CHAPTER 91
97 RPSD
98 CHAPTER 92
99 CHAPTER 93
100 CHAPTER 94
101 CHAPTER 95
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Prolog & CHAPTER 1
2
CHAPTER 2
3
CHAPTER 3
4
CHAPTER 4
5
CHAPTER 5
6
CHAPTER 6
7
CHAPTER 7
8
CHAPTER 8
9
CHAPTER 9
10
CHAPTER 10
11
CHAPTER 11
12
CHAPTER 12
13
CHAPTER 13
14
CHAPTER 14
15
CHAPTER 15
16
CHAPTER 16
17
CHAPTER 17
18
CHAPTER 18
19
CHAPTER 19
20
CHAPTER 20
21
CHAPTER 21
22
CHAPTER 22
23
CHAPTER 23
24
CHAPTER 24
25
CHAPTER 25
26
CHAPTER 26
27
CHAPTER 27
28
CHAPTER 28
29
CHAPTER 29
30
CHAPTER 30
31
CHAPTER 31
32
CHAPTER 32
33
CHAPTER 33
34
CHAPTER 34
35
CHAPTER 35
36
CHAPTER 36
37
CHAPTER 37
38
CHAPTER 38
39
CHAPTER 39
40
CHAPTER 40
41
CHAPTER 41
42
CHAPTER 42
43
CHAPTER 43
44
CHAPTER 44
45
---------
46
UNTUK PARA PEMBACA KU
47
CHAPTER 45
48
CHAPTER 46
49
CHAPTER 47
50
CHAPTER 48
51
CHAPTER 49
52
CHAPTER 50
53
CHAPTER 51
54
CHAPTER 52
55
CHAPTER 53
56
CHAPTER 54
57
CHAPTER 55
58
CHAPTER 56
59
CHAPTER 57
60
CHAPTER 58
61
CHAPTER 59
62
CHAPTER 60
63
CHAPTER 61
64
CHAPTER 62
65
CHAPTER 63
66
CHAPTER 64
67
CHAPTER 65
68
---------
69
CHAPTER 66
70
Ya begitulah.
71
CHAPTER 67
72
CHAPTER 68
73
CHAPTER 69
74
CHAPTER 70
75
CHAPTER 71
76
CHAPTER 72
77
CHAPTER 73
78
CHAPTER 74
79
CHAPTER 75
80
CHAPTER 76
81
CHAPTER 77
82
CHAPTER 78
83
CHAPTER 79
84
CHAPTER 80
85
CHAPTER 81
86
CHAPTER 82
87
CHAPTER 83
88
CHAPTER 84
89
CHAPTER 85
90
CHAPTER 86
91
CHAPTER 87
92
CHAPTER 88
93
CHAPTER 89
94
CHAPTER 90
95
RPSD
96
CHAPTER 91
97
RPSD
98
CHAPTER 92
99
CHAPTER 93
100
CHAPTER 94
101
CHAPTER 95

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!