"Tumben kamu telfon,ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan?",tanya Arka.
"Apa anda ynag sudah mengambil ponsel saya tuan,jika iya tolong kembalikan ",kata Diana tegas.
"Oohh kamu nelfon aku cuma buat nanyain Hp kamu itu,Hp yang udah buat kamu kabur dari rumah kemarin",jawab Arka enteng.
Diana yang mendengar ucapan Arka menjadi semakin kesal.
"Kenapq galakan dia dari pada aku,padahal kam dia yeng ketahuan sudah punya istri tapi masih nekat deketin aku",batin Diana.
"Baby kenapa kamu diam,jangan membuang2 waktu ku aku sedang sibuk",kata Arka.
"Tuan kembalikan Ponsel saya dan biarkan saya keluar dari rumah ini,karena saya tidak ingin menjadi perusak rumah tangga orang",kata Dian tidak kalah ketus dari Arka.
"Beri saya alasan mengapa harus memberikan ponsel kamu dan membiarkanmu pergi dari rumahku,jika alasamu tepat akan aku kabulkan keinginan mu",balas Arka.
"Alasan sudah jelas bukan,bahwa tuan sudah memiliki seorang istri,saya tidak ingin terlibat dalam urusan rumah tangga orang tuan",jelas Diana.
"Kalau memang aku sudah beristri tapi tetap ingin memiliki mu apa aku salah baby?,tanya Arka lagi.
"Maaf tuan saya tidak sudi menjadi simpanan suami orang tuan,jika anda tidak mau memberikan kembali ponsel saya tidak apa2 tuan tpi saya tetap harus pergi dari rumah ini",kata Diana sambil menutup telfonnya.
"Satu langkah pun kamu tidak akan bisa pergi dari ruma itu tanpa seizin ku Baby",Kata Arka dengan tatapan tajam.
Diana sudah berkemas ingin segera meninggalkan rumah Arka,namun sesampainya di Di pintu depan sudah ada 4 pengawal yang berjaga di depan gerbang.
"Siapa mereka,kenapa mereka ada di sana",kata Diana sambil berjalan mendekati mereka.
"Maaf pak bisa bisa bukakan pintunya,saya ingin keluar",kata Diana sopan.
"Maaf Nona kami di beri perintah oleh tuan Arka untuk menjaga dan memastikan nona tidak keluar dari rumah ini tanpa di temani oleh tuan Arka",jawab salah satu pengawal dengan tubuh yang tegap dan besar.
"Saya ingin tetap pergi tolong minggir dari sana",teriak Diana yang mulai emosi karena pikirnya kini Arka mulai kelewatan sampai membatasi semua kegiatannya,apa lagi sampai menyewa pengawal seperti ini.
"Nona sebaiknya anda masuk kembali masuk kedalam,ini demi kebaikan nona sendiri",kata pengawal lagi.
"Saya tidak sudi kembali kedalam,saya ingin pergi dari sini".
"Maaf nona jika anda terus melawan terpaksa saya menggunakan cara ini untuk membawa nona masuk kedalam ",salah satu pengawal langsung membopong paksa tubuh Diana kembali ke dalam kamarnya.Diana hanya bisa berontak dan berteriak namun tidak berpengaruh apapun,tenaganya hanya terbuang sia2.
"Lepaskan saya,saya ingin pergi dari tempat terkutuk ini",rengek Diana.
Setelah tubuh Diana di hempaskan di atas ranjang pengawal pun dengan segera keluar dan mengunci pintu dari luar.
"Tolong lepaskan saya,biarkan saya keluar dari rumah ini tolong",teriak Diana dari dalam kamar namun tidak di gubris oleh siapapun dari luar.Diana terus menangis di dalam kamar sampai matanya sembab,ia terus memikirkan nasibnya kenapa seburuk ini.bahkan Diana menyesal kalau saja ia tidak menolak perjodohan dengan anak rekan bisnis mungkin keadaan tidak jadi serumit ini.
"Ayah,kenapa ayah tidak sekalipun menolfon ku,apakah ayah sudah melupakan aku sebagai putrimu",kata Diana di sela2 tangisannya.
"Tolong Diana yah,Diana butuh ayah saat ini",lanjutnya.
Jam dinding menunjukan pukul 08.00,tandan ini adalah waktunya Arka pulang ke rumah setelah seharian berkutat dengan urusan kantornya.
"Apakah gadis kecilku merepotkan kalian?",tanya Arka pada pengawalnya.
"Tidak tuan,hanya saja tadi nona Diana sempat ingin pergi dari rumah ini namun berhasil kami cegah",jawab pengawalnya.
"Kerja bagus,saat aku tidak ada tugas kalian adalah mengawasi semua kegiatan Diana jangan sampai di pergi kemana2 tanpa seizinku,paham ?",lanjut Arka.
"Paham tuan",jawab semua pengawal bersamaan.
Arka pun berlalu pergi masuk ke dalam rumah yang sudah di sambut oleh Bi Inah.
"Bik Diana sudah makan",tanya Arka pada Bi Inah.
"Sampai saat ini nona Diana tidak mau makan tuan,dari makan siang sampai makan malam ini semua makanan masih rapi tidak tersentuh",jawab Bi inah.
"Kenapa gadis itu selalu merepotkan",kata Arka yang langsung bergegas menuju kamarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments