Tatapan iblis

Diana pun mulai bekerja tapi masih dalam pengawasan Tiana,karna Diana adalah gadis yang cerdas maka dengan mudah dia menghafal setiap nama Wine yg di jelaskan Tiana,dan sudah mulai bekerja dengan baik.

Diana bertugas mengatakan minuman pada meja-meja tamu,dia bekerja dengan penuh semangat.

"Siapa sangka bekerja ternyata menyenangkan ini,aku harus membuktikan pada ayah kalau aku bisa menghidupi diriku sendiri tanpa bantuan uang dari ayah" batin Diana sembari tersenyum.

namun sepertinya batin Diana keliru,tiba-tiba dian menyadari ada seseorang yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan mengerikan.

Diana pun berbalik menatap namun Diana terlalu takut oleh tatapan dingin yang menusuk itu.dengan cepat Diana berbalik, namun suara "brukkkk" dia menabrak lelaki baru baya berperut buncit yg sudah mulai mabuk,yg membuatnya terjatuh kelantai.

"Adduuhh....",rintihan Diana sembari memegang pahanya yang bersentuhan cukup keras dengan lantai.

"Haaii nona cantik apa kau terjatuh," sapa pria paruh baya tadi dengan tatapan yg sulit di artikan.

Dian pun dengan cepat bangun dan merapikan rok mininya yang ternyata terbuka dan memarkan paha mulusnya,karna dia sadar lelaki tadi ternyata terfokus pada paha mulusnya.

"Ooohh maaf Tuan saya telah menabrak anda,dan mengakibatkan baju anda basah terkena minum" balas Diana sembari menundukkan kepala pertanda maaf.

"Kamu Pelayan baru ya di sini,uq om Beni baru lihat ternyata bar ini memiliki pelayan yang secantik kamu?" bisik laki-laki tadi sembari mendekatkan tubuhnya pada Diana. hal itu membuat Diana merasa takut dan satu langkah membuatnya mundur.

"Eemm eemmb iya Tuan saya pelayan baru sini,kalau sudah tidak ada urusan saya akan lanjut bekerja tuan",lanjut Diana berharap agar bisa segera pergi dari tempat itu.

"Jangan terburu2 nona cantik,temani saya minum dan akan saya maafkan atas kejadian ini",lanjut Deni dengan nada sedikit mengancam.

"Maa maaf tuan bukan saya menolak tpi saya tidak pandai minum,saya takut anda akan kecewa",jelas Diana.

"Kalau kamu menolak akan saya laporkan ini pada atasanmu",kata Beni sinis sembari merangkul pinggang ramping Diana.

Sontak hal itu membuat Diana marah,dan mendorong Beni menjauh dari tubuhnya.

Naas justru tubuh lelaki itu terjatuh dan pelipisnya menabrak sebuah meja membuatnya berdarah.

"Wanita sialan,wanita ****** berani sekali kamu menolak ku dan membuatku terluka",Suara Beni lantang membuat semua orang terfokus pada mereka berdua.

Wajah Diana pun seketika pucat bagai mayat,dia sadar ini akan menjadi hal buruk di hari pertamanya bekerja.

"Maaf maafkan saya tuan,saya tidak bermaksud seperti itu",jelas Diana.

namun tanpa menunggu lama semua pengawal Beni pun datang dan sudah memegangi kedua tangan Diana dengan kasar.

"Bawa perempuan ****** ini ke kamarku",tegas lelaki paruh baya itu pada pengawalnya.

tanpa menunggu lama Diana pun di di seret masuk ke dalam kamar.

"Gedebruukkkk" tubuh Diana di lempar kasar di atas kasur berukuran king size itu.

"Lepas kan saya tuan,biarkan saya keluar",pinta Diana dengan nada memohon.

Namun lelaki itu tidak menghiraukan justru semakin mendekati Diana.

"Haii nona manis jangan takut,aku akan menyenangkan mu malam ini",berkata dengan nada menakutkan.

"Cukup diam dan nikmati malam ini,akan aku lupakan insiden tadi" kata Beni yg semakin mendekat,bahkan saat ini sudah mulai meraba tubuh Diana.

"Tidak tolong lepaskan saya,saya akan bertanggung jawan atas kejadian tadi tapi tidak dengan cara seperti ini,tolong lepaskan saya",Diana memohon sembari ingin turun dari kasur dan berlari.namun dengan cepet Beni tarik tangan Diana dan berhasil membuat Diana terjatuh.

"Aaahhh tolong siapapun tolong aku",jerit Diana saat Beni mulai merampas paksa setiap helai pakaiannya sampai terlihat buah berharganya yang ranum dan menggoda.

"Hahahaha bertiarlah manis justru ini membuatku semakin bergairah,sudah nikmati saja nona,jangan berpura-pura,aku tahu kamu sengaja menggoda ku bukan",tawa Beni puas saat melihat bukit kenikmatan Diana.

Saat Beni akan melancarkan aksinya ingin menikmati bukit kenikmatan Diana,tiba-tiba "DuuuuuBraakkkkkk" suara pintu di dobrak dari luar dengan paksa.

Sontak membuat Beni kaget dan berdiri.

"Ooohh Tuan Arka rupanya,gerangan apakah sampai tuan datang kemari",Ucap Beni dengan nada kikuk.

Dengan tatapan dingin Arka melihat wanita yang menunduk menangis di lantai dan dia sama sekali tak menghiraukan Beni.

"Nampaknya kau melewati batas tuan Ben",ucap Arka dengan nada sadisnya.

"Apa kau lupa peraturan di Club malam ku ini,bahwa aku tidak suka bila ada seseorang yang mengganggu karyawan ku saat dia bekerja",sambungnya dengan kata lebih di tekankan.

Sontak itu membuat Beni takut,karna dia tau kalau sampai Arka sendiri yang turun menangani masalah berarti ini adalah masalah serius.

"Tapi tuan wanita ****** ini menggodaku dan bahkan dia berani membuat masalah denganku",kata Beni sambil menunjukan luka di pelipisnya.

"Aku bisa saja memasukan wanita ****** ini ke penjara atas dasar kelalaian saat bekerja dan mengakibatkan kecelakaan pada orang lain dan perbuatan tidak menyenangkan",lanjut Beni mencari alasan.

"Apa kau mau bermain-main denganku tuan Beni,apa kau lupa ini di daerah siapa?"

Seketika suasana hening hanya sesekali isak tangis Diana yang terdengar.

"Lalu apa aku harus melepaskan wanita ****** ini dengan begitu saja tuan Arka?aku tidak mau".tegas Beni sedikit berani.

"Apa kau ingin melakukan tawar menawar dengan ku tuan Beni?"tanya Arka dengan nada datar tapi penuh arti.

"Nampaknya tuanku lebih paham soal tawar menawar",ucap Beni.

"2 Milyar untuk perempuan ini apa kamu setuju?",sambung Arka sembari menyalakan rokoknya.

"Hahahaha tuanku ternyata soal harga lebih paham,tapi bagaimana kalau aku meminta lebih?,pinta Beni mulai berani.

"Apa kau Busan hidup tuan Beni?".ucap singkat Arka.

"Aku hanya bercanda tuanku,jangan kau ambil hati,aku setuju melepaskan wanita ini".ucap Beni.

Di sisi lain Diana sedang meratapi nasibnya,hari pertama ia bekerja sudah seburuk ini bertemu dengan laki-laki hidung belang yang hampir memperkosanya.sungguh malang nasibnya.dia pun menangis sesenggukan.

"Aku bukan orang yang suka bercanda" ucap Arka sinis.

"Felix,Keluarkan cek 2 Milyar untuk tuan Beni dan suruh dia enyah dari hadapanku sebelum aku berubah fikiran"Ucap Arka pada orang kepercayaannya.

"Baik Tuan",jawab Felix dengan cepat.saat itu juga Beni meninggalkan Diana dan Arka di dalam kamar itu berdua.

Pensaran tidak apa yang akan mereka berdua lakukan??jangan bosan komen dan like ya agar author semangat menulis kisahnya masalalunya,upps maaf maksudnya kisah Arka dan Diana😅

Terpopuler

Comments

lusika

lusika

klo itu psangan MC nya harusnya di pukul sampe babak belur ini mlah dikasih duitt.

2022-02-28

2

lisdayanti

lisdayanti

semangat kakak.next lanjur

2022-01-21

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!