Next

"Bagaimana kamu sudah menemukannya Felix ?,tanya Arka kepada felix yang berada di ruang kerjanya.

"Maaf tuan coba anda lihat semua foto2 ini",balas felix.

"Sial tenyata aku sudah menganggap remeh Sonya,dian sengaja berpura-pura sakit hanya untuk menjebak ku",kata dengan penuh kemarahan.

"Mungkin ini yang menyebabkan nona Diana melarikan diri dari rumah tuan",lanjut felix

"Karena sudah terlanjur seperti ini makan akan aku jelaskan semuanya pada Diana setelah ini.tugasmu selidiki semua gerak gerik Sonya,sepertinya ada hal lain yang Sonya sembunyikan dari ku",kata Arka sembari meninggalkan ruang kerjanya kembali menuju kamarnya.

Sesampainya di kamar ia melihat gadis kecilnya masih tertidur dengan sangat nyaman,wajahnya terlihat damai.Arka pun mendekat dan mengusap lembut rambut Diana.

"Awalnya aku hanya berfikir menjadikanmu mainanku,tapi nampaknya takdir berkata lain baby",kata Arka sembari mengecup kening Diana dengan lembut.

🌞🌞🌞🌞

Jam dinding menunjukan pukul 09.00 pagi,Cahaya silau matahari menembus di sela2 jendela kamar mewah milik Arka,tubuh Diana pun menggeliat yang menunjukan ia sudah terbangun.

"Sepertinya aku kemarin malam ketiduran,apakah dia tidak tidur di sini semalam?",guman Diana sambil mengelus bagian tempat tidur di sebelahnya yang masih rapi.

Entah mengapa hatinya terasa getir,membayangkan foto2 Arka besama istrinya di atas ranjang.

Diana bangkit dari tempat tidur dan berjalan lemas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Setelah selesai membersihkan diri ia keluar dari kamar menuju meja makan,sedari kemarin Diana belum makan membuat perutnya keroncongan.

"Bik apa Tuan tidak tidur di rumah semalam?",tanya Dina pada Bi Inah pelayan di rumah itu.

"Tuan semalam tidur di rumah nona,tpi dia tidur di sofa depan,lalu pagi2 sekali tadi sudah pergi.Tuan juga menitip ini untuk nona",Kata Bi Inah sambil menyerahkan sebuah kertas pada Diana.

"Apa ini Bik?",tanya Diana saat menerima sebuah kertas.

"Saya tidak tau non,tadi tuan hanya berpesan untuk menyerahkan pada nona saat sudah bangun",jelas Bi inah.

Diana pun membuka kertas,"Jangan coba2 kabur lagi,ke ujung duniapun kamu pergi aku pasti akan menemukanmu lagi".

Begitulah isi dari tulisan di kertas yang di berikan Bi inah.

"Dasar Om2 yang berasa masih ABG,pakai acara nulis surat kaya gini,kan jaman sekarang udah jaman modern bisa kirim pesan pakai Hp",kata Diana sembari menyantap seripiring nasi goreng yang sudah di siapkan oleh Bi inah.

"Ngomong2 soal Hp,dimana aku menaruh Hp ku semalam?,guman Diana.

Diana pun dengan segera menyudahi sarapanya karena teringat pada telfon genggamnya dan berlari ke kamarnya untuk mencari Polselnnya.

"Dimana aku menaruh Hp ku,kenapa di tas tidak ada,aku ingat dengan jelas semalam aku menaruh Hp ku di tas",Kata Diana saat mencari Ponselnya namun tidak ada.

"Kalau sampai Tuan Arka yang mengambil Hp ku bisa gawat ini,karena aku belum sempat menghapus foto2 saat dia bersama istrinya kemarin dan pasti akan ada masalah besar setelah ini",kata Diana yang mulai panik.

"Aku harus menelfon Tuan Arka untuk menanyakan Hp ku",kata Diana.

Diana pun memutuskan menelfon Arka menggunakan telfon rumah.

"Hallo Bik ada apa kok tumben telfun?",tanya Arka di sebrang telfon,ia belum menyadari kalau yeng menelfon bukan Bik inah.

"Ini saya Tuan",kata Diana ragu2 ,karena dia takut membuta Arka naik darah.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!