Kemarahan

"Cari Diana keseluruh tempat di kota ini,pasti dia belum pergi jauh",Kata Arka dengan penuh kemarahan.

"Baik tuan",jawab para pengawal.

malam ini mereka berpencar mencari Diana.

"Felix kamu ikut saya,kita cari Diana".

"Baik tuan,biar saya yang bawa mobil",lanjut Felix sembari bergegas masuk mobil.

"Apa mungkin nona Diana pulang ke rumahnya tuan?",tanya felix.

"Mana mungkin gadis itu sudi pulang ke rumahnya setelah pertengkaranya dengan ayahnya",jawab Arka.

"Tpi saat ini nona Diana tidak memiliki tempat tinggal lain tuan selain rumah Orang tuannya".

"Kita coba cari kerumah teman Diana yang dulu satu kerjaan dengannya dulu felix,jika tidak ada di sana kita terpaksa mencarinya ke rumahnya",Kata Arka sembari menyalakan sebatang rokok dan menghisapnya untuk sedikit menenangkan fikiranya yang mulai kacau dengan berbagai pertanyaan kenapa Diana berani lari dari sisinya.

Beberapa saat kemudian Arka pun sampai di depan kos an Tiana,ia pun turun dan langsung mengeto pintu kamar kos Tiana.

"Tok tok tok",suara pintu kos Tiana di ketok dengan sangat keras.

Tiana dan Diana terkejut mendengar suara pintu di ketok dari luar dengan keras.

"Tamatlah riwayatku Na,dia pasti sudah menduga aku kabur kesini aku haru bagaimana ?",kata Diana dengan ketakutan.

"Tenang Dii,aku bisa mengatasi ini jangan takut,kamu sembunyi saja di dalam kamar mandi aku akan keluar menemui orang itu",kata Tiana menenangkan sahabatnya.

Tiana pun berjalan menuju pintu sembari mengatur nafasnya untuk membuang rasa groginya.

"Siapa sih yang jam segini berani gedor-gedor pintu kamar orang,kamu sinting ya",kata Diana pada lelaki dengan tubuh tinggi atletis berparas tampan di depannya dengan nada di buat sesantai mungkin.

"Apa Diana datang ke sini ",tanya Arka tanpa basa basi.

"Diana?dia tidak di sini sudah lama sekali dia tidak main kesini,lagi pula ini jam berapa ganggu orang istirahat saja",jawab Tiana sembari ingin menutup pintu,namun di tahan oleh Arka.

"Jangan berpura-pura,gadis bodoh itu pasti ada di sini kamu jangan berani-berani menyembunyikan dia,atau kamu akan menyesal",kata dengan Arka sembari menahan pintu kamar Tiana.

"Lepaskan tanganmu dari pintu,aku ingi kembali istirahat dan tidak ada waktu meladeni orang seperti kamu",lanjut Tiana.

"Lalu ini apa,kenapa ada sepatu Diana di sini?,tanya Arka sembari menunjuk sepatu yang yang tergeletak di depan pintu masuk kamar kos Tiana.

"Ya ampun aku lupa menyembunyikan sepatuku",batin Diana yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka.

"Eembb emmbb,itu buka milik Diana ini milik ku.kamu fikir di dunia ini yang memiliki sepatu seperti ini hanya Diana",jawab Tiana mencoba mengelak.

"Felix geledah kedalam kamar,seret gadis itu keluar",perintah Arka pada asistennya.

"Tunggu dulu,aku tidak mengizinkan orang asing masuk ke kamar ku",Ucap Tiana sembari menghalangi Felix masuk ke kamar kosnya.

"Maaf nona saya hanya menjalankan perintah,hanya ingin mengecek apakah Nona Diana benar ada di dalam atau tidak",kata Felix sopan.

"Bukankah sudah aku katakan Diana tidak ada di dalam",Tiana sekuat tenaga menghalangi Felix masuk namun usahanya gagal.

"Heeiii dasar lelaki tidak sopan masuk ke kamar orang sembarangan,cepat keluar",teriak Tiana.

Diana yang bersembunyi di kamar mandi pun mulai panik,ia memikirkan apa yang akan terjadi jika dia ketauan bersembunyi di rumah temanya.bukan hanya dirinya yang berada dalam masalah kali ini ,namun tanpa sengaja telah menyeret Tiana kedalam masalahnya yang rumit.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!